Kalau jawaban pak Rudi lebih ke operasional ada disini :
http://hotmudflow.wordpress.com/2007/06/07/akibat-kecelakaan-pemboran/
makalah seminar beliau tanggal 29 Mei 2007 lalu di Jakarta.

quote --Kejadian di BJP-l Sidoardjo jelas merupakan kecelakaan pada
proses pemboran, sehingga penanggulangannya wajib dilaksanakan oleh
operator pelaksana, ...-- end quote

Tetapi itu jelas pendapat pribadi bukan pendapat IATMI ataupun ITB.

rdp

On 6/8/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya mengurut dada dengan apa yang disebut sebagai "Kesimpulan Tim resmi
IAGI" bahwa penyebab LUSI adalah TEKTONIK. Apakah organisasi profesi tidak
bisa mengaku bahwa sebenarnya dirinya mempunyai beberapa jawaban untuk
masalah tersebut, dan memberitahu seluruh jawaban tsb secara sama
beratnya. Apakah sederet doktor otomatis bisa memberikan jawaban yang
paling benar sehingga dijadikan jawaban resmi organisasi profesi.Jawaban
"resmi" kepada lembaga publik non profesi teknis seperti DPD dapat segera
menjadi "acuan" yang dianggap sebagai jawaban benar, lalu menjadi jawaban
satu-satunya.

Berdasarkan pengetahuan kita sekarang, boleh saja lumpurnya diperkirakan
terakumulasi karena gerakan tektonik; tapi ia baru menjadi bencana ketika
tiba dipermukaan. Untuk tiba dipermukaan tsb, mesti ada jalannya. Apakah
tektonik juga pembuat jalan tol bagi lumpur untuk menebar bencana ?.
Bagaimana pula orang mengijinkan dirinya membuat jalan tol lumpur persis
disebelah jalan tol Porong yang membelah perkampungan ?.

Saya belum bisa paham ada jawaban "resmi dan tunggal" dari lembaga profesi.

bat

> Bagi saya menyambut gembira undangan DPD RI.
> Yang mengejutkan bagi saya adalah kesimpulannya itu : Apa penyebab LUSI :
> erupsi gununglumpur akibat gerak tektonik dan dapat berhubungan dengan
> gejala geothermal dari kompleks gunungapi Anjasmoro-Welirang-Arjuno di
> sebelah selatan Sidoarjo.
>
> Gerak tektonik ?? Apa ada bukti gerak tektonik yang menyebabkan semburan
> lumpur itu ? Jika lorong semburan itu merupakan "sesar baru" yang
> merupakan jalannya lumpur keatas..yang mana dari kedalam 9000 kaki hingga
> permukaan, lha kok kota Sidorajo dan Porong kok nggak diguncang gempa
> hebat ? Kok nggak porak poranda ? bayangkan tektonik "memecah" lapisan
> tanah dari kedalam itu apa bukannya ada gempa super dahsyat ? Tak ada khan
> ? kecuali dua hari sebelumnya di Yogya...wong kota Madiun, Mojokerto,
> bahkan Sragen aja nggak terganggu akibat gempa Bantul itu. Juga gunung api
> yang disebutkan itu waktu ada "gerak tektonik" yang "memecah" tembus
> keatas Lusi kok nggak ada laporan reaksi  ??  Erupsi kecil kek...atau
> tanda-tanda aktifitas g.api yang meninggi kek..
> Kalau sekarang sudah menyembur dan berhubungan dengan fenomena geothermal
> memang benar ( geothermal drive mechanism ), lha wong panasnya sampai
> lebih 200 derajat dipermukaan.
>
> Lha hubungan dengan histori sumur Banjarpanji-1 apa tidak masuk hitungan ?
> Catatan ada lost dan kick, ada over ppressure, sumur tanpa selubung (
> casing ) - dari 3580 ft - 9297 ft alias 5717 feet tanpa casing, ada plug (
> whipstock ) di intermediate casing dll, adanya kick yang besar -
> underground blowout,  apa tidak diungkap ? awal semburan di sumur yang
> berupa air asin panas sekali juga tidak diungkap ? Lalu lapisan shale-clay
> yang "telanjang" - alias open hole setebal 750 meteran yang diketahui saat
> drilling juga tidak diungkap ? Lalu lagi, drill pipe yang kejepit saat di
> pull out di daerah shale-clay saat kick itu juga tidak diungkap di depan
> DPD-RI ?
> Lalu lagi, kick yang tersumbat drill pipe dan tidak tersalurkan lama-lama
> tekanannya merekahkan lapisan atau membuat channel keatas itu juga sempat
> dibicarakan dengan DPD-RI ?
> Secara langsung disini IAGI mengatakan bahwa Lusi murni akibat Bencana
> Alam ?? Lalu kenapa selama ini "hanya" Lapindo Brantas yang bertanggung
> jawab ?..ya karena pihak Lapindo sendiri secara hati nuraninya juga
> menyadari sepenuhnya bahwa BJP-1 ada "kecelakaan pemboran". Terbukti
> dengan pembiayaannya selama ini, sampai melego saham dan membuat
> perusahaan baru menangani ganti rugi dsb. Andaikata tidak ada BJP-1 yang
> "celaka" itu, apa iya akan muncul Lusi disitu ?
>
> Perkara finansial nya yang tidak mampu lagi membiayai penanggulangan itu
> soal lain...bukan soal pemboran dan geologi.
>
> Wah akan menjadi perdebatan lebih panjang lagi....Mohon dengar pendapat
> ini bisa dikutip secara lengkap sehinga tidak sepotong sepotong
> nangkapnya. Termasuk tanya jawabnya....
> Sorry, jadi buanyak banget pertanyaan yang nganeh-anehi...Hati Nurani ini
> perlu saluran juga..
>
> KA
>
>   ----- Original Message -----
>   From: Awang Harun Satyana
>   To: [email protected]
>   Sent: Thursday, June 07, 2007 3:16 PM
>   Subject: [iagi-net-l] IAGI Diminta Pendapat Soal LUSI oleh DPD-MPR RI
>
>
>   Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) - MPR RI melayangkan
> undangan bernomor DN860/141/DPD/V/2007 tanggal 30 Mei 2007 kepada Ketua
> IAGI untuk permintaan RDPU (Rapat Dengar Pendapat Umum) soal bencana
> LUSI (Lumpur Sidoarjo). DPD RI telah membentuk Panitia Khusus (Pansus)
> soal LUSI dan telah mengadakan studi/kunjungan lapangan ke lokasi
> bencana. Pansus ini dibentuk untuk mencermati perkembangan dampak
> bencana LUSI pada masyarakat sekitar dan perkembangan penanganannya
> serta perspektif solusi/rekomendasi pada konteks upaya penanggulangan
> semburan lumpur dan penanganan luapan lumpur.
>
>
>
>   Rapat diadakan pada hari Rabu 6 Juni 2007 di Ruang Rapat Badan
> Kehormatan Lantai 3 Gedung B DPD RI di Kompleks Gedung MPR, Jalan
> Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. Rapat berlangsung dari pukul
> 13.00-16.00. IAGI diwakili oleh : Achmad Luthfi (Presiden IAGI), Ridwan
> Djamaluddin (SekJen IAGI), Edy Sunardi (Ketua Bidang Keilmuan IAGI
> sekaligus Ketua Tim LUSI IAGI), Slamet Riadhi (Ketua Bidang Migas IAGI),
> Elan Biantoro (PP IAGI), Kodir (Sekretariat IAGI), Awang Satyana (PP
> IAGI).
>
>
>
>   Rapat dibuka, domoderatori, dan diberi pengantar oleh Set Jen DPD-RI.
> Dikatakan bahwa Pansus LUSI DPD-RI baru saja kembali dari kunjungan ke
> wilayah Sidoarjo untuk melihat dampak sosial LUSI. "Rakyat sudah marah",
> katanya. "Bayangkan, dari 13.000 bidang tanah dan 9000 bidang bangunan
> yang terendam LUSI, baru bisa diverifikasi 522 bidang di antaranya
> (verifikasi = mengecek kelengkapan administrasi bidang tanah dan
> bangunan), dan dari 522 bidang ter-verifikasi, baru 219 bidang yang
> sudah dilakukan penggantiannya oleh PT Minara, sebuah PT yang ditunjuk
> PT Lapindo untuk keperluan ganti rugi. PT Lapindo Brantas tak mampu
> melakukan urusan ganti rugi ini. Melihat skalanya yang begitu luas,  di
> mana enam desa telah tenggelam dan mengorbankan 10.800 keluarga, kami
> sependapat bahwa ini adalah bencana alam, dan sebuah bencana alam tentu
> menuntut Pemerintah untuk menanganinya secara serius, apalagi di
> lapangan kami melihat bahwa PT Lapindo tak mampu menyelesaikannya" ,
> begitu  dikatakan ketua rapat dari DPD-RI. "Juga, kami melihat bahwa
> TimNas bentukan Pemerintah telah gagal dalam menangani LUSI", begitu
> ditambahkannya. Di Sidoarjo, Pansus LUSI DPD-RI juga bertemu dengan BPLS
> (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo), yang menurut kesimpulan Pansus
> belum jelas program-program penanggulangan yang akan dilakukannya.
>
>
>
>   Untuk itu, Pansus LUSI DPD-RI memutuskan membuka kembali kasus LUSI
> sejak awal, yaitu sejak hari-hari pertama mulai terjadinya bencana.
> IAGI, yang diyakini DPD-RI adalah organisasi yang paling mengetahui
> duduk perkara bawah permukaan LUSI, kemudian dibidik untuk memberikan
> keterangan. Pak Luthfi membuka keterangan IAGI dengan mengatakan bahwa
> IAGI mendapatkan kehormatan yang tinggi diundang untuk memberikan
> keterangan sebab inilah kali pertama IAGI secara resmi dimintai
> keterangan oleh badan legislatif negeri ini. Sangat lucu sebenarnya,
> mengapa IAGI selama ini tidak diprioritaskan untuk dimintai keterangan,
> dan baru dimintai keterangan setelah bencana berlangsung hampir 13
> bulan. Dan, Pemerintah kelihatan sangat ragu untuk meminta keterangan
> resmi dari IAGI seputar kasus LUSI. Pemerintah (Pusat dan Daerah) lebih
> memilih mengakomodasi keterangan-keterangan dari pihak lain di luar IAGI
> bahkan "paranormal" sekalipun. Kalau saja IAGI sudah diakomodasi dari
> awal, barangkali penanganan LUSI tidak perlu berlarur-larut, trial and
> error dengan berbagai metode yang sudah menghabiskan biaya puluhan juta
> US dollar, dll. Semuanya bermula dari bawah permukaan sebab kasus LUSI
> adalah kasus bawah permukaan, maka sangat lucu dan percuma kalau
> mengatasi LUSI tidak mengindahkan kondisi-kondisi bawah permukaaan.
> Begitu pembukaan dari Pak Luthfi. Pak Luthfi pun mengakui bahwa ada
> perbedaan pendapat seputar kasus penyebab LUSI. Ada yang bilang :
> "underground blow out", "mud volcano eruption yang dipicu gejala
> tektonik" dan "fenomena geothermal". Sampai sekarang pun perbedaan
> pendapat masih terjadi.
>
>
>
>   Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan detail Pak Edy Sunardi
> tentang hasil studi geologi dan geofisika soal LUSI. Presentasi ini
> pernah disampaikan di beberapa kesempatan, tetapi diperbaharui dengan
> data terakhir yang berhasil dikumpulkan. Seperti yang disampaikan dalam
> beberapa publikasi di media massa dan forum-forum seminar LUSI,
> kesimpulan resmi tim LUSI IAGi yang beranggotakan : Dr. Edy Sunardi
> (geologist), Dr. Syamsu Alam (geophysicist), Dr. Agus Guntoro
> (structural geologist), Dr. Arief Rachmansyah (geologist), Arief Budiman
> (operation geologist), Soffian Hadi (geologist), dan Mipi Ananta Kusuma
> (geodetic engineer) adalah tetap sama, yaitu : (1) semburan LUSI hampir
> tidak bisa dimatikan dan akan berlangsung dalam waktu relatif lama ,
> bila bisa dimatikan di tempat semburan sekarang akan muncul di tempat
> lain sekitarnya, (2) lumpur agar dialirkan ke laut daripada ditanggul
> sebab lumpur ini bukan limbah bukan barang berbahaya berdasarkan
> analisis kimiawi, (3) agar dilakukan re-lokasi penduduk secara permanen.
> Apa penyebab LUSI : erupsi gununglumpur akibat gerak tektonik dan dapat
> berhubungan dengan gejala geothermal dari kompleks gunungapi
> Anjasmoro-Welirang-Arjuno di sebelah selatan Sidoarjo. Tentu jalannya
> panjang untuk sampai ke kesimpulan ini, dan telah banyak sekali diskusi
> tentang ini. Saya tahu bahwa ada  kelompok anggota IAGI yang  tidak
> sependapat tentang penyebab bencana ini seperti kesimpulan tim LUSI IAGI
> - tetapi inilah kesimpulan tim resmi IAGI untuk kasus LUSI. Presentasi
> Pak Edy juga memuat usulan cara membuang lumpur ke laut, yaitu
> menggunakan usulan BPPT yang disebut "Slufter Porong". Dengan sistem
> ini, akan dapat ditampung sebanyak 41.5 juta m3 lumpur dalam waktu 15.5
> tahun menggunakan beberapa asumsi. Sistem ini nantinya akan membentuk
> delta Porong seluas sekitar 2500 ha sampai kedalaman laut 2 meter.
>
>
>
>   Pada sesi pertanyaan, para anggota DPD-RI bertanya hal2 yang dapat
> dikelompokkan menjadi pertanyaan2 : (1) mengapa selama ini Pemerintah
> tak mau mendengarkan IAGI padahal IAGI lah yang paling mengetahui soal
> bawah permukaan kasus LUSI, (2) apakah LUSI ini bencana alam atau
> bencana buatan manusia, (3) bagaimana hubungan gempa di Yogya 27 Mei
> 2008 dengan semburan LUSI yang dimulai 29 Mei 2006, (4) bagaimana
> peluang bahwa PT Lapindo/Minara akan menguasai tanah negara yang kaya
> minyak sebab merekalah yang selama ini dimintai Pemerintah mengganti
> rugi kepada masyarakat, kelak bila kasus LUSI telah selesai dan
> eksplorasi migas positif, maka daerah tidak akan mendapatkan sedikit pun
> bagian migas sebab tanahnya telah menjadi hak milik PT Lapindo/Minara,
> (5) Bagaimana mendapatkan kesepakatan para ahli tentang penyebab kasus
> LUSI, (6) apakah memang semburan LUSI tidak bisa dihentikan. Pertanyaan2
> dapat dijawab dengan baik oleh perwakilan IAGI yang hadir di rapat.
>
>
>
>   Rapat ditutup oleh SetJen DPD-MPR RI dengan kesimpulan bahwa DPD-RI puas
> dengan penjelasan teknis IAGI atas kasus LUSI dan akan meneruskannya ke
> pihak2 terkait di lembaga legislatif maupun eksekutif (Pemerintah).
>
>
>
>   Demikian yang bisa saya sampaikan untuk info rekan2 IAGI netter .
>
>
>
>   Salam,
>
>   awang
>
>
>
>
>


----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------




--
http://rovicky.wordpress.com/

----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke