Hueran,
  Yang diurusin koq cara menurunkan gaji ekspat supaya mendekati gaji peg-nas, 
bukannya supaya gaji peg-nas dinaikkan biar setara expat.....Baik expat LN di 
Indonesia maupun expat Indonesia di LN.
   
  O'

Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Kompetensi yang sulit dicari di indonesia saya ada beberapa. Tapi
inget yang dimaksud disini bukan brarti ga ada org Indonesia yang
kompeten mengerjakan. Tetapi hanya orangnya ga ada.
Saat ini kebutuhan 3D modeller cukup banyak begitu juga
petrophysicist, ini contoh dua saja. Bukan brarti org Indonesia ga ada
yg bisa, tapi. Ga ada org indonesia di jakarta. Lah kalo malah mau
nurunin gaji expat skalipun! ya itulah konsekuensinya ahli
indonesiannya ya mending ke LN.

Yg perlu disadari bahwa hampir semua perusahaan memperlakukan pegawe
yg kerja di luar negaranya mendapat cost of living allowance, ini
sudah wajar juga dan berlaku juga buat org indonesia yg kerja di ln.
Bahkan pegawe pertaminapun juga begitu. Jadi wajar kalo org asing
menjadi expat di indonesia juga sama. Sayangnya org indonesia yg ke
LN dianggap bagian training yg akhirnya cost recovered. Ini yg harus
diperhatikan dalam pengawasan cost di BPMigas.

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke