Pak Heri, di kedalaman tersebut, selain data VSP ada data log konvensional
(seperti GR, resistivity), tetapi tak bisa dipakai untuk prediksi top Kujung LS
sebab perkiraan kedalaman tersebut belum ada data log-nya. Kita hanya
mengandalkan VSP atau checkshot untuk memprediksi puncak suatu formasi yang
belum dibor, tetapi hasil VSP pun tidak jelas juga, mungkin karena kehadiran
beberapa seismic absorbent seperti yang diduga oleh Pak Yanto Salim.
Akhirnya, di BJP-1 kita tak pernah tahu apakah sudah menembus gamping Kujung
atau belum. Gamping ada, tetapi apakah itu gamping suatu puncak formasi atau
sekedar sisipan tipis gamping di tengah sekuen silisiklastik, kita tak tahu.
salam,
awang
heri ferius <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
DIV { MARGIN: 0px } Apa pada kedalaman 8750 ft ada logging
lainnya, selain VSP ?. Gimana ya, cara memprediksi Top Kujung LS pada bagian
yang belum dibor, seandainya hanya pakai data VSP ?. Mohon pencerahan.
Salam HF
----- Original Message -----
From: yanto salim
To: [email protected]
Sent: Saturday, June 30, 2007 3:01 PM
Subject: Hal: [iagi-net-l] Interpelasi Lapindo
Pak Awang,
Benar sekali "Mother earth" is un-predictable yang bisa kita lakukan adalah
prediksi dari data yang ada, walaupun VSP dilaksanakan ternyata tidaka ada
satupun perkiraan VSP yang mendekati (ada 3 prediksi).
Tambahan saja, dengan adanya high absorbent di dekat permukaan energy seismik
sudah tidak sampai dan sebetulnya juga di perparah dengan adanya sand setebal
lebih dari 3000 feet. Seperti dikatakan ini adalah sand yang diketemukan
pertama kali, jadi tidak ada referensi dan tentunya tidak akan terinterpretasi
(walaupun data seismiknya berkwalitas baik).
Salam,
Yanto
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.