Saya sedih membaca bahwa tidak ada orang Indonesia yang kompeten lagi di Jakarta. Semuanya sudah lari ke L.N. apa benar statement dari Sdr. Rovicky, bahwa "Bukan brarti org Indonesia ga ada yg bisa, tapi. Ga ada org indonesia di jakarta" Mohon pencerahan bagi yang tahu bahwa sudah tidak ada lagi professional Nasional yang mampu di Jakarta.
Salam Yanto Salim. ----- Pesan Asli ---- Dari: oki musakti <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Senin, 2 Juli, 2007 7:37:53 Topik: Re: [iagi-net-l] Re: PENGHASILAN EKSPATRIAT TERLALU TINGGI, Pemerintah Atur Gaji Sektor ESDM Hueran, Yang diurusin koq cara menurunkan gaji ekspat supaya mendekati gaji peg-nas, bukannya supaya gaji peg-nas dinaikkan biar setara expat.....Baik expat LN di Indonesia maupun expat Indonesia di LN. O' Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kompetensi yang sulit dicari di indonesia saya ada beberapa. Tapi inget yang dimaksud disini bukan brarti ga ada org Indonesia yang kompeten mengerjakan. Tetapi hanya orangnya ga ada. Saat ini kebutuhan 3D modeller cukup banyak begitu juga petrophysicist, ini contoh dua saja. Bukan brarti org Indonesia ga ada yg bisa, tapi. Ga ada org indonesia di jakarta. Lah kalo malah mau nurunin gaji expat skalipun! ya itulah konsekuensinya ahli indonesiannya ya mending ke LN. Yg perlu disadari bahwa hampir semua perusahaan memperlakukan pegawe yg kerja di luar negaranya mendapat cost of living allowance, ini sudah wajar juga dan berlaku juga buat org indonesia yg kerja di ln. Bahkan pegawe pertaminapun juga begitu. Jadi wajar kalo org asing menjadi expat di indonesia juga sama. Sayangnya org indonesia yg ke LN dianggap bagian training yg akhirnya cost recovered. Ini yg harus diperhatikan dalam pengawasan cost di BPMigas. Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/

