Suara Merdeka, 2 Juli 2007

ENERGI PANAS BUMI Ledakan Pipa Uap di Dieng
Pipa Berkarat atau Tersumbat

BANJARNEGARA- Tim Pusat Laboratorium Forensik
(Puslabfor) Mabes Polri Cabang Semarang menyelidiki
penyebab meledaknya pipa uap milik Pembangkit Listrik
Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi (GDE) Unit
Dieng, di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur,
Banjarnegara, Sabtu (30/6). 

Tim beranggotakan empat orang itu dipimpin oleh AKBP
Kartono. Mereka tiba di Dieng pukul 12.30 dan kemudian
mengadakan pertemuan tertutup dengan GM PT GDE Unit
Dieng Ir Suwondo Kusumo dan sejumlah staf serta
Kapolres Banjarnegara AKBP Sutekad Muji Raharjo.
Hingga kemarin belum diketahui penyebab ledakan itu.
''Hingga kini kami belum bisa memberikan keterangan
mengenai sebab ledakan pipa tersebut. Demikian juga
total kerusakan dan kerugian baik yang diderita warga
maupun kami. Pendataan tengah dilakukan namun masih
perlu direkap datanya,'' kata Suwondo didampingi
Operation Manager Yunis, Minggu (1/7).

Namun, Kepala Badan Informasi Komunikasi dan Kehumasan
(BIKK) Jateng, Saman Kadarisman, Minggu (1/7),
mengatakan, ''Tadi pagi kami dapat laporan, katanya
pipa tersebut tersumbat. Akibatnya, timbul tekanan dan
ledakan.''

Sementara pakar teknologi panas bumi atau geothermal
dari UPN Yogyakarta Ir Jagranatha MSc menduga penyebab
ledakan itu karena kondisi korosit atau pipa berkarat.

Korosif ini mulanya bisa diakibatkan karena ada fluida
yang terbentuk ketika kandungan PH rendah. Akibatnya
tingkat keasaman naik, sehingga menjadikan korosif.
"Akibatnya pipa bisa saja termakan oleh keasaman itu
sehingga menyebabkan saluran pipa keropos," ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebelumnya kondisi ini juga pernah
terjadi di salah satu unit, namun bisa ditangani
secara cepat sebelum meledak.

Untuk itu, pengelola diminta menghindari daerah yang
mempunyai kadar asam tinggi. 

"Saluran pipa yang melewati daerah rawan harus
diawasi, kalau perlu pipa tersebut jangan sampai
melintasi," tambahnya.

Sebelum Tim Puslabfor Mabes Polri datang, perwakilan
warga dan pihak PT GDE melakukan pertemuan tertutup.
Hasilnya, GDE bersedia menanggung kerusakan akibat
ledakan itu.

Tekanan Uap

Tahun 1988 lalu juga pernah terjadi ledakan pipa yang
menewaskan empat orang. Puluhan warga sekitar
sebenarnya sudah mengeluhkan tidak adanya sosialisasi
keamanan yang dilakukan oleh perusahaan.

Suwando lebih lanjut mengatakan sebelum ledakan
terjadi, tekanan uap pada pipa berdiameter 24 inc
dengan ketebalan 0,375 inc itu adalah 10 bar.
Sebelumnya pernah diuji coba pada tekanan 20 bar namun
tidak terjadi apa. Karena itu pihaknya akan terus
mencari tahu sebab-sebabnya.

Pipa tersebut merupakan pipa penyalur uap dari sumur
produksi 9 yang menuju pembangkit. Minggu kemarin
aliran uapnya dihentikan sehingga sudah tak terlihat
asap putih mengepul dari pipa yang putus.

Mengenai masa pemeliharaan, Suwondo mengungkapkan,
biasa dilakukan dengan pengecekan setahun sekali.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan,
tanah sepanjang 12 meter di sisi kanan dan kiri pipa
juga sudah dibebaskan dan diimbau agar tak digunakan
untuk bercocok tanam. 

Lahan itu digunakan untuk jalan inspeksi. Namun, warga
masih diberi kesempatan memanfaatkannya.

''Permintaan warga seusai ledakan agar pipa dipindah,
kami rasa hanya ungkapan kekhawatiran. Namun, kami
akan ikuti hasil pemeriksaan ini jika ada saran untuk
melakukan pengamanan di sekitar pipa. Mestinya pipa
bisa bertahan 30 tahun,'' paparnya.

Saat disinggung soal pengaruh terhadap pasokan listrik
area Jawa-Bali, dia mengatakan ledakan pipa yang
membuat operasional PT GDE dengan kapasitas terpasang
60 MW yang sementara dihentikan, tak berpengaruh pada
pasokan listrik. 

Meski demikian, dia belum bisa memastikan kapan
operasional PLTP itu bisa dilaksanakan kembali.

Kapolwil Banyumas Kombes Emron Putra Agung kepada
wartawan mengemukakan, hasil pemeriksaan yang
dilakukan oleh Tim Puslabfor akan digunakan sebagai
bahan oleh penyidik. 

Saat ini tengah dilakukan pengumpulan bukti-bukti
untuk selanjutnya dilakukan analisis. Kapolres
Banjarnegara AKBP Sutekad Muji Raharjo turun ke
lapangan.

Dia berharap rekomendasi yang dikeluarkan dengan dasar
hasil pemeriksaan oleh Tim Puslabfor supaya
ditaati.(H25,J3,dtc-77) 



      
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 


----------------------------------------------------------------------------
Hot News!!!
CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to [EMAIL PROTECTED]
Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the
29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke