>Ben
Jangan kecil hati , ini adalah kecenderungan "global" , ITB tidak mampu melawan tarikan tarikan demi perkembangan . Sehinggga dengan kondisi ITB sebagai BMHN dan tarikan global yang selalu menjadikan perhitungan ekonomi nya (atau DUIT) sebagai panglima maka ITB harus menjadi pragmatis , semakin pragmatis dia maka ITB akan lebih bisa survive dan berkembang (itu yang ada dibenak Pak rektor dan pimpinan ITB saat ini). Dus , kalau Anda berfikir terlalu murni seabagai Ilmuwan , maka Anda akan dan tidak akan bisa menangkap ide "besar" ini. Lihat saja , kemarin kan baru akan di - buka ITB filial Kota Delta , nah ini kan kecenderungan global . Lihat saja di Jakarta Universitas 2 Ostrali buka cabang , bahkan ada yang buka kantor-nya di RUKO . Untung kan ITB - mah akan dibuatkan kampus , yang pasti megah. Jadi suara Anda itu se-olah2 seperti teriakan satu orang ditengah padang pasir. Tapi jangan berkecil hati.Tetaplah berkiparah dalam ilmu yang Kau yakini benar. si Abah Rekan2 IAGI Yth, suatu perkembangan atau fenomena baru dalam pendidikan > geologi di ITB terjadi saat ini. Dimana pada waktu yang lalu di kejutkan > oleh perubahan nama departemen menjadi Prodi yang membawahi KK (kelompok > keahlian). Saat ini terbagi menjadi dua KK yaitu KKGP (Geologi dan > Paleontologi) and KKGT (Geologi terapan). Keluaran baru prodi geologi > dipindahkan ke fakultas baru dengan nama yaitu Fakultas Ilmu dan Teknik > Kebumian (FITB) bersama-sama dengan Oceanography dan Meterologi. > Sedangkan Teknik Geofisika, Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan > menjadi satu fakultas baru dengan nama Fakultas Tambang dan Teknik > Perminyakan (FTTP??). Yang lalu semuanya bernaung di bawah satu fakultas > dengan nama Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. saya pikir ini > sudah sangat benar sesuai dengan harifah keilmiuan dan tujuan ITB sebagai > sekolah teknik yang juga umum dipakai dibanyak institusi dinegara-negara > lain. > > Terlepas dari keanehan yang amat sangat berupa pemisahan semua ilmu2 yang > memakai geologi dari geologi sendiri sebagai dasarnya(terutama antara > geologi dan geofisik). Apakah perubahan ini menuju pada sesuatu yang baru > dan benar untuk masa yang akan datang? atausebuah pembodohan yang > mengembalikan posisi kita pada tahun 1900. Dimana pada saat itu ilmu > geologi masih dianggap sebagai ilmu science murni ???. Saat ini kita tahu > bahwa perkembagan ilmu kita sudah menjadi applied science dengan pemakaian > yang sangat luas dari keteknikan, air, mineral, energi. lingkungan dan > mitigasi bencana. Jawaban ini perlu saya bagi dengan teman di dunia > Industri maupun pendidikan dari institusi lain di Indonesia dan negara > lainnya. Apakah betul jika sebagai prediksi ekstrim perkembangan kedepan > semua ilmu geologi yang bersifat terapan porsi besarnya akan diambil oleh > tenik geofiska, tambang dan perminyakan??? > > Ben Sapiie/Dosen Struktur Geologi,KKGP -ITB > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > Hot News!!! > CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to > [EMAIL PROTECTED] > Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the > 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, > Bali Convention Center, 13-16 November 2007 > ---------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > >

