Punten ikut nimbrung.

 

Saya koq gak melihat ada hubungannya dengan tren "global" terhadap
kebijakan pembagian jurusan di ITB ini. Menurut saya ini mah murni
"kreatifitas" (baca: keisengan) orang-orang di rektorat yang ngerasa
mumpung lagi pegang posisi penting aja, gak lebih. Setara lah dengan
fenomena UAN yang akhir2 ini malah kok kelihatan ruwet, padahal dulu
baik-baik aja.

 

Tapi bagaimanapun, efek "pengglobalan" pendidikan tinggi ini semestinya
dikritisi. Yang ada di benak kita sekarang seakan-akan model
perkembangan pendidikan tinggi saat ini adalah suatu keharusan yang mau
tidak mau dan suka tidak suka harus seperti ini. Padahal sebenarnya jika
kita memilki konsep "Pendidikan Kerakyatan", dan kita biarkan konsep ini
berkembang dengan baik, dan terus berkembang dengan baik, banyak orang
di negeri ini yang yakin bahwa tidak perlu membangun sebuah mall untuk
membiayai proses belajar-mengajar di kampus. Tidak perlu menerapkan
program jalur khusus untuk membiayai proses belajar mengajar di kampus.
Tidak perlu melihat dosen-dosen pengajar dan guru-guru yang kita hormati
dan banggakan hilir mudik menjadi konsultan di berbagai perusahaan.

 

Yang terlihat sekarang, kita semua melumrahkan hal tersebut. Menurut
banyak dari kita mengatakan itu mah memang sudah seharusnya seperti itu.
Jadi, kesan jelas yang bisa kita tangkap adalah Pendidikan Tinggi di
NKRI berbasis bisnis, dijalankan oleh bisnis, dan demi kemaslahatan
bisnis. Ini kan menyedihkan. Jika para pembuat kebijakan di negeri ini,
petinggi perguruan tinggi, mahasiswa, masyarakat umum, kaum intelektual,
mau secara serius dan benar-benar brainstorming secara bebas, tidak
berpikir untuk mengambil keputusan yang asal dan gampang saja, dan mau
berpikir secara murni kebenaran akademis, saya yakin, konsep
pengembangan Pendidikan Tinggi di NKRI tidak akan seperti sekarang ini,
yaitu berbasis bisnis, oleh bisnis, dan demi kemaslahatan bisnis. Banyak
cara yang lebih elegan dan sinergi dengan Jiwa Buana Pendidikan Tinggi
untuk membiayai proses pendidikan itu sendiri, tidak dengan sekedar
berbisnis.

 

Salam,

Firman Fauzi

 

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, July 13, 2007 10:28 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Geologi ITB maju atau mundur

 

>Ben

Jangan kecil hati , ini adalah kecenderungan "global" , ITB tidak mampu
melawan tarikan tarikan demi perkembangan .
Sehinggga dengan kondisi ITB sebagai BMHN dan tarikan global yang selalu
menjadikan perhitungan ekonomi nya (atau DUIT) sebagai panglima maka ITB
harus menjadi pragmatis , semakin pragmatis dia maka ITB akan lebih bisa
survive dan berkembang (itu yang ada dibenak Pak rektor dan pimpinan ITB
saat ini).
Dus , kalau Anda berfikir terlalu murni seabagai Ilmuwan , maka Anda
akan dan tidak akan  bisa menangkap ide "besar" ini.
Lihat saja , kemarin kan baru akan di - buka ITB filial Kota Delta , nah
ini kan kecenderungan global . Lihat saja di Jakarta Universitas 2
Ostrali buka cabang , bahkan ada yang buka kantor-nya di RUKO . Untung
kan ITB - mah akan dibuatkan kampus , yang pasti megah.

Jadi suara Anda itu se-olah2 seperti teriakan satu orang ditengah padang
pasir.
Tapi jangan berkecil hati.Tetaplah berkiparah dalam ilmu yang Kau yakini
benar.

si Abah


    Rekan2 IAGI Yth, suatu perkembangan atau fenomena baru dalam
pendidikan 
> geologi di ITB terjadi saat ini. Dimana pada waktu yang lalu di
kejutkan 
> oleh perubahan nama departemen menjadi Prodi yang membawahi KK
(kelompok 
> keahlian). Saat ini terbagi menjadi dua KK yaitu KKGP (Geologi dan 
> Paleontologi) and KKGT (Geologi terapan). Keluaran baru prodi geologi 
> dipindahkan ke fakultas baru dengan nama yaitu Fakultas Ilmu dan
Teknik 
> Kebumian (FITB) bersama-sama dengan Oceanography dan Meterologi. 
> Sedangkan Teknik Geofisika, Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan

> menjadi satu fakultas baru dengan nama Fakultas Tambang dan Teknik 
> Perminyakan (FTTP??). Yang lalu semuanya bernaung di bawah satu
fakultas 
> dengan nama Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. saya pikir
ini 
> sudah sangat benar sesuai dengan harifah keilmiuan dan tujuan ITB
sebagai 
> sekolah teknik yang juga umum dipakai dibanyak institusi
dinegara-negara 
> lain. 
> 
> Terlepas dari keanehan yang amat sangat berupa pemisahan semua ilmu2
yang 
> memakai geologi dari geologi sendiri sebagai dasarnya(terutama antara 
> geologi dan geofisik). Apakah perubahan ini menuju pada sesuatu yang
baru 
> dan benar untuk masa yang akan datang? atausebuah pembodohan yang 
> mengembalikan posisi kita pada tahun 1900. Dimana pada saat itu ilmu 
> geologi masih dianggap sebagai ilmu science murni ???. Saat ini kita
tahu 
> bahwa perkembagan ilmu kita sudah menjadi applied science dengan
pemakaian 
> yang sangat luas dari keteknikan, air, mineral, energi. lingkungan dan

> mitigasi bencana. Jawaban ini perlu saya bagi dengan teman di dunia 
> Industri maupun pendidikan dari institusi lain di Indonesia dan negara

> lainnya. Apakah betul jika sebagai prediksi ekstrim perkembangan
kedepan 
> semua ilmu geologi yang bersifat terapan porsi besarnya akan diambil
oleh 
> tenik geofiska, tambang dan perminyakan??? 
> 
> Ben Sapiie/Dosen Struktur Geologi,KKGP -ITB 
> 
> 
> 
>
------------------------------------------------------------------------
---- 
> Hot News!!! 
> CALL FOR PAPERS: send your abstract by 30 March 2007 to 
> [EMAIL PROTECTED] 
> Joint Convention Bali 2007 - The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 
> 29th IATMI Annual Convention and Exhibition, 
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007 
>
------------------------------------------------------------------------
---- 
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id 
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id 
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id 
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: 
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta 
> No. Rek: 123 0085005314 
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) 
> Bank BCA KCP. Manara Mulia 
> No. Rekening: 255-1088580 
> A/n: Shinta Damayanti 
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi 
> --------------------------------------------------------------------- 
> 
> 

Kirim email ke