On 9/27/07, budi santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Alasan ketidak siapan sumber daya manusia kita, wah
> sekarang mestinya kita sudah mulai sedikit
> berprasangka baik pada diri sendiri bahwa: tidak
> sedikit orang kita yang sudah sangat kompeten mengurus
> hal-hal seperti ini yang sebelumnya mungkin perlu
> dipertanyakan. Bukannya mengesampingkan kenyataan
> bahwa secara umum 'bangsa kita' masih belum beranjak
> dari keterpurukan multi dimensi namun demikian saya
> yakin sudah ada, bahkan lebih dari cukup diantara anak
> bangsa ini yang mampu!!


Saya setuju dengan pendapat seperti ini, tanpa keberanian mencoba kita
tidak akan maju.

>
> Ide bahwa pihak yang akan menggunakannya-lah yang
> harus menanggung 'resiko' lebih . .  sangat fair . .
> bisa resiko ditempatkannya reaktor di sekitar mereka
> atau ada kompensasi lain yang harus 'dibayarkan'
> kepada pihak 'yang terpaksa' menanggung resiko lebih
> atas keberadaan reaktor tersebut dari pihak yang akan
> lebih mengambil manfaatnya . . . .
>

Hmm...memuaskan rasa adil itu sulit karena adil itu subyektif. Saya
gunakan analogi pengambilan SDA. Seberapa banyak manfaat SDA yang
digali dari wilayah tertentu untuk orang lokal? Mana yang bisa
menikmati lebih banyak? Yang punya modal dan orang luar yang kebagian
rejeki atau orang lokal? Apa lantas SDA tidak boleh diambil karena
manfaatnya untuk orang lokal cuma secuil persen? Maksud saya adalah
untuk kepentingan orang banyak, mau tak mau ada yang akan menjadi
"korban". Tapi tentu saja "korban" ini sedemikian rupa harus
dihilangkan atau diminimalkan. Masak sih kita tega mendirikan sesuatu
yang nanti kita tahu punya potensi "membunuh" manusia tanpa ada usaha
untuk mencegahnya.


> Intinya saya setuju, jika masih ada sumber energi
> alternatif lain yang lebih 'hijau' (bersih lingkungan)
> kenapa tidak yang 'hijau' ini dulu yang kita
> kembangkan??
>

Kalau "ekonomis" saya pikir ide-ide seperti itu akan dilaksanakan.
Sekarang semuanya dihitung dengan untung rugi, wajar saja karena butuh
modal untuk membuatnya.

-- 
Minarwan
GeoTUTOR: http://www.geotutor.tk
Blog: http://desaguadero.blogspot.com

----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke