Sebagai seorang geologist, aku ini masih sulit menerima bahwa fenomena
global warming ini dapat "dicegah". Saya kok yakin bahwa global
warming ini lebih bersifat natural ketimbang "man made". Walaupun
begitu bukan berarti bahwa emisi karbon itu tidak berbahaya loo. Emisi
karbon hanyalah bersifat polutan, artinya emisi karbon dari cerobong,
maupun dari knalpot dan sebagainya, itu jelas "menganggu" dan
mempengaruhi kenyamanan. Dalam skala kecil misalnya kalau kita berada
pada satu kota yang pengap dengan asap kenalpot, maka kita akan
merasakan udara semakin terasa panas. Tetapi panas ini disebabkan oleh
sifat-sifat asap yang menghambat penghantaran panas.
Yang saya takutkan adalah kalau kita menganggap bahwa kalau emsisi
dikurangi sampai nol maka diharapkan pasti pemanasan global dapat
disetop. Ini yang aku khawatirkan. Karena kalau ini yang ada didalam
benak manusia, maka secara naluriah mereka akan mati-matian memerangi
pengurangan emsisi gas buang karena dianggap sebagai "musuh utama"
atau "penyebab utama" dari fenomena global warming. Sehingga usaha
serta olah otak, dan target dalam menghadapi global warming hanya ke
arah sini saja.
Lah seandainya global warming itu merupakan kejadian alam biasa (hanya
sebuah siklus panjang), Maka kita (manusia) harus mempersiapkan segala
sesuatu demi menghadapi pemanasan global ini. Ini persiapannya mirip
kalau mau menghadapi musim tahunan saja. tetapi kali ini kita
menghadapi perubahan iklim yang siklusnya mungkin ribuan tahun, bukan
siklus tahunan saja.
Nah yang lebih parah lagi kalau hal yang menurutku belum pasti akibat
manusia ini dibisniskan, dengan salah satunya jual beli carbon emsisi.
Pinjaman utang Bank Dunia atau IMF utk mengatasi penggundulan hutan
dll. Semua ini hanyalah jebakan dari negara adidaya dan super power,
serta negara maju yang selama ini memakai carbon seenaknya.
So ... kalau ada pemikiran STOP GLOBAL WARMING ... aku kok malah
gedeg-gedeg sendiri. Jangan-jangan kita ini masuk ke syndroma
Columbus, dimana ada yang takut kecemplung pinggiran laut karena
dikira laut itu seperti meja !
Salam
RDP
On Dec 14, 2007 9:44 PM, Yosef Khairil Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya setuju dengan artikel dari csforum.net di bawah, juga contoh-contoh
kecil yang bisa kita lakukan dalam keseharian.
Saya kutipkan potongan dari artikel tadi:
==============awal kutipan==============
"...akar masalah yang sebenarnya yaitu* keserakahan negara-negara* maju
dalam mengkonsumsi barang dan jasa. "Para delegasi harus menuntut negara
maju untuk mengurangi emisinya secara significant," ujarnya."
"Krisis akibat perubahan iklim yang melanda negara-negara di dunia,
lanjut
Torry, telah dijadikan pembenaran bagi munculnya proyek-proyek utang
baru.
"Ini jelas *bukan untuk menyelamatkan bumi*," tegasnya."
"Skenarionya ya lewat perdagangan karbon, perundingan bilateral dan
mekanisme pembiayaan yang didasarkan oleh *utang dengan* *mengatasnamakan
isu perubahan iklim*," jelasnya."
==============akhir kutipan==============
Memang isu Global Warming (GW) ini lebih kental nuansa bisnis/ekonomi dan
politis pemaksaan negara-2 maju terhadap negara-2 berkembang, dengan
dalih
menyelamatkan bumi. Dan sangat laku untuk dijadikan komoditi dalam
kampanye,
dlsb.
Jadi teringat kasus Y2K, yaitu menjelang pergantian angka ke tahun 2000.
Banyak sekali analisa yg sangat kelihatan menakut-nakuti akan terjadi
sesuatu yg bisa mencelakakan manusia akibat kegagalan sistem mengenali
angka
00 sebagai singkatan dari angka tahun 2000. Padahal kalau dicermati semua
itu lebih ke arah bisnis dan politik dagang. Dan kenyataannya tak ada
sedikitpun kejadian yg dikhawatirkan, padahal dampak psikologis dan beban
ekonomi yg harus ditanggung sebagai ongkos yg terasa amat mahal dan tidak
sebanding.
Memang GW ini faktanya ada dan tengah terjadi, namun telah banyak juga
usaha
yg dilakukan para ahli untuk mengantisipasinya dengan didukung
perkembangan
teknologi sehingga hasilnya lebih bernada positif dan optimis (tanpa
harus
menakuti-nakuti dan dimuati politik bisnis dan pemaksaan).
Dari buku-buku seperti:
1. "An End to Global Warming" (oleh L.O. Williams),
2. "Can we defuse The Global Warming Time Bomb?" (oleh James E. Hansen /
Columbia University Earth Institute)
3. "Biotic Response to Global Change: The Last 145 Million Years" (oleh
Stephen J. Culver)
4. "Global Warming, a Very Short Introduction" (oleh Mark Maslin)
5. "Global Warming and Social Innovation: The Challenge of a Climate
Neutral
Society" (oleh Marcel Kok dkk.)
6. "Advances in Earth Science: From Earthquakes to Global Warming (Royal
Society Series on Advances in Science)" (oleh P.R. Sammonds & J.M.T.
Thompson)
7. "World in Transition, Strategies for Managing Global Environmental
Risks"
(oleh German Advisory, Council on Global Change)
8. "The Collapse of the Kyoto Protocol and the Struggle to Slow Global
Warming" (oleh David G. Victor)
9. "Global Warming - Myth or Reality?: The Erring Ways of Climatology"
(oleh
Marcel Leroux)
10."Global Warming" (oleh Peggy J. Parks)
11."Greening of Global Warming" (oleh Robert O. Mendelsohn)
atau film dokumenter dari saluran TV BBC: "The Great Global Warming
Swindle", paling tidak terlihat jauh lebih banyak perasaan optimisme
dengan
berbagai alternatif solusi, yang beberapa diantaranya sudah dipraktekkan
dan
diwujudkan berupa terobosan teknologi, tidak lagi wacana akademis.
Yg jelas GW maupun Y2K 'kan sebenarnya sesuatu yang harus terjadi secara
natural, alias keharusan sejarah, dengan atau tanpa campur tangan
manusia.
Manusia jelas bisa memainkan peran sebagai subyek dan sekaligus obyek.
Tapi
dari konferensi perubahan iklim yg selama 2 minggu ini di Bali, gaung nya
kurang menyentuh ke akar permasalahan sebenarnya.
Bagi yg berminat memiliki buku/film di atas boleh lewat japri, kebetulan
saya mengoleksi versi dijitalnya, bisa saya share.
Hal kecil lainnya yang mungkin bisa dilakukan adalah kita harus
membiasakan
menghemat bandwidth internet dengan membuang bagian email yang tidak
perlu
pada saat me-reply... :-)
Selamat berakhir pekan,
YKA
======================
On Dec 14, 2007 2:07 AM, Agus Irianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ada baiknya kita sedikit menyempatkan waktu menengok
ke luar rumah tangga kita ttg konfrensi perubahan
iklim yg selama 2 minggu ini di Bali - BICC - The
Westin Resort - Nusa Dua - Bali yg tempatnya dulu
pernah dipake acara JCB 2007...........Saudara kita
Firdaus Cahyadi yg aktif di lingkungan hidup
mempostingkan di link berikut yg bisa kita simak :
http://csoforum.net/Artikel/Disesalkan-Dukungan-AS-Pada-Proyek-Utang-Bank-Dunia.html
http://csoforum.net/Artikel/DPD-RI-Kritik-Sikap-SBY-dan-Delegasi-UNFCCC.html
http://csoforum.net/Artikel/Bank-Dunia-dan-AS-Menuai-Kritik-Terbanyak-dari-Masyarakat-Sipil-Dunia.html
=====cut=======
--
http://tempe.wordpress.com/
None one right solution !
No one can monopolize the truth !
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or
indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------