Mungkin istilahe tdk mencegah tapi memitigasi , katakan lah global warning itu fenomena alam spt Gempa ( apa ada yang bisa mencegah gempa , kenapa kok repot repot ada riset Gempa segala , toh juga sdh tahu Gempa tdk bisa dicegah )makanya dimitigasi ( bukan dihilangkan ) akibat negatifnya, nah untuk memitigasi ini kan dilakukan mekanisme mekanisme , kalau digempa ya riset kegempaan itu , lha kalau di global warning tadi ada 3 mekanisme salah satunya mekanisme pembangunan bersih ( CDM) tsb. yang aku tidak mudeng itu bagaimana caranya CDM ini di sektor kehutanan ( secara sederhananya bagaimana caranya menghitung pengurangan CO 2 ini disektor kehutanan) kalau di energi kan relatif rodo simpel , kalau untuk membangkitkan listrik satu KWh dari bakar batubara atau minyak akan menghasilkan emisi CO2 sekian Kg , dan kalau sama sama membangkitkan listrik satu KWh dari renewable energi ternyata hanya menghasilkan nol koma sekian Kg misalnya ( CO2 yang dihasilkan jauh lebih kecil ). Sebagai contoh dari hasil studi ( dokumen PDD CDM nya Chevron / Amoseas ) di Geothermalnya Darajat menghasilkan C02 : 0,033 ton / MWh dibandingkan dg Batubara 0,895 ton CO2/MWh dan BBM 0,603 ton CO2/MWh. Saat ini gencar sekali perusahaan perusahaan terutama dari Eropa dan Jepang cari pasar CDM disini untuk Investasi di Proyek proyek renewable energy ( goethermal , solar, biomas/sampah, hidro ), yang saya tidak tahu ini suatu Kesempatan Bisnis atau ada agenda agenda tertentu atau apa. Tapi yang jelas sudah banyak ditanda tangani kerjasama semacam ini baik dg sesama partner bisnis maupun dg intansi intansi ( Pemda , dll )

ISM


Subject: Re: [iagi-net-l] Stop global warming !


Sebagai seorang geologist, aku ini masih sulit menerima bahwa fenomena
global warming ini dapat "dicegah". Saya kok yakin bahwa global
warming ini lebih bersifat natural ketimbang "man made". Walaupun
begitu bukan berarti bahwa emisi karbon itu tidak berbahaya loo. Emisi
karbon hanyalah bersifat polutan, artinya emisi karbon dari cerobong,
maupun dari knalpot dan sebagainya, itu jelas "menganggu" dan
mempengaruhi kenyamanan. Dalam skala kecil misalnya kalau kita berada
pada satu kota yang pengap dengan asap kenalpot, maka kita akan
merasakan udara semakin terasa panas. Tetapi panas ini disebabkan oleh
sifat-sifat asap yang menghambat penghantaran panas.

Yang saya takutkan adalah kalau kita menganggap bahwa kalau emsisi
dikurangi sampai nol maka diharapkan pasti pemanasan global dapat
disetop. Ini yang aku khawatirkan. Karena kalau ini yang ada didalam
benak manusia, maka secara naluriah mereka akan mati-matian memerangi
pengurangan emsisi gas buang karena dianggap sebagai "musuh utama"
atau "penyebab utama" dari fenomena global warming. Sehingga usaha
serta olah otak, dan target dalam menghadapi global warming hanya ke
arah sini saja.

Lah seandainya global warming itu merupakan kejadian alam biasa (hanya
sebuah siklus panjang), Maka kita (manusia) harus mempersiapkan segala
sesuatu demi menghadapi pemanasan global ini. Ini persiapannya mirip
kalau mau menghadapi musim tahunan saja. tetapi kali ini kita
menghadapi perubahan iklim yang siklusnya mungkin ribuan tahun, bukan
siklus tahunan saja.

Nah yang lebih parah lagi kalau hal yang menurutku belum pasti akibat
manusia ini dibisniskan, dengan salah satunya jual beli carbon emsisi.
Pinjaman utang Bank Dunia atau IMF utk mengatasi penggundulan hutan
dll. Semua ini hanyalah jebakan dari negara adidaya dan super power,
serta negara maju yang selama ini memakai carbon seenaknya.

So ... kalau ada pemikiran STOP GLOBAL WARMING ... aku kok malah
gedeg-gedeg sendiri. Jangan-jangan kita ini masuk ke syndroma
Columbus, dimana ada yang takut kecemplung pinggiran laut karena
dikira laut itu seperti meja !

Salam

RDP

On Dec 14, 2007 9:44 PM, Yosef Khairil Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya setuju dengan artikel dari csforum.net di bawah, juga contoh-contoh
kecil yang bisa kita lakukan dalam keseharian.
Saya kutipkan potongan dari artikel tadi:

==============awal kutipan==============

"...akar masalah yang sebenarnya yaitu* keserakahan negara-negara* maju
dalam mengkonsumsi barang dan jasa. "Para delegasi harus menuntut negara
maju untuk mengurangi emisinya secara significant," ujarnya."

"Krisis akibat perubahan iklim yang melanda negara-negara di dunia, lanjut Torry, telah dijadikan pembenaran bagi munculnya proyek-proyek utang baru.
"Ini jelas *bukan untuk menyelamatkan bumi*," tegasnya."

"Skenarionya ya lewat perdagangan karbon, perundingan bilateral dan
mekanisme pembiayaan yang didasarkan oleh *utang dengan* *mengatasnamakan
isu perubahan iklim*," jelasnya."

==============akhir kutipan==============

Memang isu Global Warming (GW) ini lebih kental nuansa bisnis/ekonomi dan
politis pemaksaan negara-2 maju terhadap negara-2 berkembang, dengan dalih menyelamatkan bumi. Dan sangat laku untuk dijadikan komoditi dalam kampanye,
dlsb.

Jadi teringat kasus Y2K, yaitu menjelang pergantian angka ke tahun 2000.
Banyak sekali analisa yg sangat kelihatan menakut-nakuti akan terjadi
sesuatu yg bisa mencelakakan manusia akibat kegagalan sistem mengenali angka
00 sebagai singkatan dari angka tahun 2000. Padahal kalau dicermati semua
itu lebih ke arah bisnis dan politik dagang. Dan kenyataannya tak ada
sedikitpun kejadian yg dikhawatirkan, padahal dampak psikologis dan beban
ekonomi yg harus ditanggung sebagai ongkos yg terasa amat mahal dan tidak
sebanding.

Memang GW ini faktanya ada dan tengah terjadi, namun telah banyak juga usaha yg dilakukan para ahli untuk mengantisipasinya dengan didukung perkembangan teknologi sehingga hasilnya lebih bernada positif dan optimis (tanpa harus
menakuti-nakuti dan dimuati politik bisnis dan pemaksaan).

Dari buku-buku seperti:
1. "An End to Global Warming" (oleh L.O. Williams),
2. "Can we defuse The Global Warming Time Bomb?" (oleh James E. Hansen /
Columbia University Earth Institute)
3. "Biotic Response to Global Change: The Last 145 Million Years" (oleh
Stephen J. Culver)
4. "Global Warming, a Very Short Introduction" (oleh Mark Maslin)
5. "Global Warming and Social Innovation: The Challenge of a Climate Neutral
Society" (oleh Marcel Kok dkk.)
6. "Advances in Earth Science: From Earthquakes to Global Warming (Royal
Society Series on Advances in Science)" (oleh P.R. Sammonds & J.M.T.
Thompson)
7. "World in Transition, Strategies for Managing Global Environmental Risks"
(oleh German Advisory, Council on Global Change)
8. "The Collapse of the Kyoto Protocol and the Struggle to Slow Global
Warming" (oleh David G. Victor)
9. "Global Warming - Myth or Reality?: The Erring Ways of Climatology" (oleh
Marcel Leroux)
10."Global Warming" (oleh Peggy J. Parks)
11."Greening of Global Warming" (oleh Robert O. Mendelsohn)

atau film dokumenter dari saluran TV BBC: "The Great Global Warming
Swindle", paling tidak terlihat jauh lebih banyak perasaan optimisme dengan berbagai alternatif solusi, yang beberapa diantaranya sudah dipraktekkan dan
diwujudkan berupa terobosan teknologi, tidak lagi wacana akademis.

Yg jelas GW maupun Y2K 'kan sebenarnya sesuatu yang harus terjadi secara
natural, alias keharusan sejarah, dengan atau tanpa campur tangan manusia. Manusia jelas bisa memainkan peran sebagai subyek dan sekaligus obyek. Tapi
dari konferensi perubahan iklim yg selama 2 minggu ini di Bali, gaung nya
kurang menyentuh ke akar permasalahan sebenarnya.

Bagi yg berminat memiliki buku/film di atas boleh lewat japri, kebetulan
saya mengoleksi versi dijitalnya, bisa saya share.

Hal kecil lainnya yang mungkin bisa dilakukan adalah kita harus membiasakan menghemat bandwidth internet dengan membuang bagian email yang tidak perlu
pada saat me-reply... :-)

Selamat berakhir pekan,

YKA


======================
On Dec 14, 2007 2:07 AM, Agus Irianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Ada baiknya kita sedikit menyempatkan waktu menengok
ke luar rumah tangga kita ttg konfrensi perubahan
iklim yg selama 2 minggu ini di Bali - BICC - The
Westin Resort - Nusa Dua - Bali yg tempatnya dulu
pernah dipake acara JCB 2007...........Saudara kita
Firdaus Cahyadi yg aktif di lingkungan hidup
mempostingkan di link berikut yg bisa kita simak :

http://csoforum.net/Artikel/Disesalkan-Dukungan-AS-Pada-Proyek-Utang-Bank-Dunia.html
http://csoforum.net/Artikel/DPD-RI-Kritik-Sikap-SBY-dan-Delegasi-UNFCCC.html
http://csoforum.net/Artikel/Bank-Dunia-dan-AS-Menuai-Kritik-Terbanyak-dari-Masyarakat-Sipil-Dunia.html

=====cut=======




--
http://tempe.wordpress.com/
None one right solution !
No one can monopolize the truth !

----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------






----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and 
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be 
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or 
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, 
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI 
mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke