ass...
sangat setuju sekali dengan pendapat Pak de ini, saya
pikir ini hanya siklus alam geology biasa yang
terjadi, ini siklus global kita tidak bisa
menghentikannya. dan keliatannya ini hanya jebakan
dari negara2 maju untuk mematikan bahkan untuk
mengkondisikan negara2 berkembang agar tergantung
dengan negara maju dan Indonesia mungkin sudah
terjebak didalamnya--->tuan rumah pertemuan Bali
(Perubahan Iklim)...dan saya pikir kita harus membuat
second opinion mengenai pemanasan global(yang berbeda
dr pendapat umum) khususnya ditinjau dari sudut
keilmuan geology dan sudut pandang negara
berkembang...
salam,
dNr
--- Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sebagai seorang geologist, aku ini masih sulit
> menerima bahwa fenomena
> global warming ini dapat "dicegah". Saya kok yakin
> bahwa global
> warming ini lebih bersifat natural ketimbang "man
> made". Walaupun
> begitu bukan berarti bahwa emisi karbon itu tidak
> berbahaya loo. Emisi
> karbon hanyalah bersifat polutan, artinya emisi
> karbon dari cerobong,
> maupun dari knalpot dan sebagainya, itu jelas
> "menganggu" dan
> mempengaruhi kenyamanan. Dalam skala kecil misalnya
> kalau kita berada
> pada satu kota yang pengap dengan asap kenalpot,
> maka kita akan
> merasakan udara semakin terasa panas. Tetapi panas
> ini disebabkan oleh
> sifat-sifat asap yang menghambat penghantaran panas.
>
> Yang saya takutkan adalah kalau kita menganggap
> bahwa kalau emsisi
> dikurangi sampai nol maka diharapkan pasti pemanasan
> global dapat
> disetop. Ini yang aku khawatirkan. Karena kalau ini
> yang ada didalam
> benak manusia, maka secara naluriah mereka akan
> mati-matian memerangi
> pengurangan emsisi gas buang karena dianggap sebagai
> "musuh utama"
> atau "penyebab utama" dari fenomena global warming.
> Sehingga usaha
> serta olah otak, dan target dalam menghadapi global
> warming hanya ke
> arah sini saja.
>
> Lah seandainya global warming itu merupakan kejadian
> alam biasa (hanya
> sebuah siklus panjang), Maka kita (manusia) harus
> mempersiapkan segala
> sesuatu demi menghadapi pemanasan global ini. Ini
> persiapannya mirip
> kalau mau menghadapi musim tahunan saja. tetapi kali
> ini kita
> menghadapi perubahan iklim yang siklusnya mungkin
> ribuan tahun, bukan
> siklus tahunan saja.
>
> Nah yang lebih parah lagi kalau hal yang menurutku
> belum pasti akibat
> manusia ini dibisniskan, dengan salah satunya jual
> beli carbon emsisi.
> Pinjaman utang Bank Dunia atau IMF utk mengatasi
> penggundulan hutan
> dll. Semua ini hanyalah jebakan dari negara adidaya
> dan super power,
> serta negara maju yang selama ini memakai carbon
> seenaknya.
>
> So ... kalau ada pemikiran STOP GLOBAL WARMING ...
> aku kok malah
> gedeg-gedeg sendiri. Jangan-jangan kita ini masuk ke
> syndroma
> Columbus, dimana ada yang takut kecemplung pinggiran
> laut karena
> dikira laut itu seperti meja !
>
> Salam
>
> RDP
>
> On Dec 14, 2007 9:44 PM, Yosef Khairil Amin
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Saya setuju dengan artikel dari csforum.net di
> bawah, juga contoh-contoh
> > kecil yang bisa kita lakukan dalam keseharian.
> > Saya kutipkan potongan dari artikel tadi:
> >
> > ==============awal kutipan==============
> >
> > "...akar masalah yang sebenarnya yaitu*
> keserakahan negara-negara* maju
> > dalam mengkonsumsi barang dan jasa. "Para delegasi
> harus menuntut negara
> > maju untuk mengurangi emisinya secara
> significant," ujarnya."
> >
> > "Krisis akibat perubahan iklim yang melanda
> negara-negara di dunia, lanjut
> > Torry, telah dijadikan pembenaran bagi munculnya
> proyek-proyek utang baru.
> > "Ini jelas *bukan untuk menyelamatkan bumi*,"
> tegasnya."
> >
> > "Skenarionya ya lewat perdagangan karbon,
> perundingan bilateral dan
> > mekanisme pembiayaan yang didasarkan oleh *utang
> dengan* *mengatasnamakan
> > isu perubahan iklim*," jelasnya."
> >
> > ==============akhir kutipan==============
> >
> > Memang isu Global Warming (GW) ini lebih kental
> nuansa bisnis/ekonomi dan
> > politis pemaksaan negara-2 maju terhadap negara-2
> berkembang, dengan dalih
> > menyelamatkan bumi. Dan sangat laku untuk
> dijadikan komoditi dalam kampanye,
> > dlsb.
> >
> > Jadi teringat kasus Y2K, yaitu menjelang
> pergantian angka ke tahun 2000.
> > Banyak sekali analisa yg sangat kelihatan
> menakut-nakuti akan terjadi
> > sesuatu yg bisa mencelakakan manusia akibat
> kegagalan sistem mengenali angka
> > 00 sebagai singkatan dari angka tahun 2000.
> Padahal kalau dicermati semua
> > itu lebih ke arah bisnis dan politik dagang. Dan
> kenyataannya tak ada
> > sedikitpun kejadian yg dikhawatirkan, padahal
> dampak psikologis dan beban
> > ekonomi yg harus ditanggung sebagai ongkos yg
> terasa amat mahal dan tidak
> > sebanding.
> >
> > Memang GW ini faktanya ada dan tengah terjadi,
> namun telah banyak juga usaha
> > yg dilakukan para ahli untuk mengantisipasinya
> dengan didukung perkembangan
> > teknologi sehingga hasilnya lebih bernada positif
> dan optimis (tanpa harus
> > menakuti-nakuti dan dimuati politik bisnis dan
> pemaksaan).
> >
> > Dari buku-buku seperti:
> > 1. "An End to Global Warming" (oleh L.O.
> Williams),
> > 2. "Can we defuse The Global Warming Time Bomb?"
> (oleh James E. Hansen /
> > Columbia University Earth Institute)
> > 3. "Biotic Response to Global Change: The Last 145
> Million Years" (oleh
> > Stephen J. Culver)
> > 4. "Global Warming, a Very Short Introduction"
> (oleh Mark Maslin)
> > 5. "Global Warming and Social Innovation: The
> Challenge of a Climate Neutral
> > Society" (oleh Marcel Kok dkk.)
> > 6. "Advances in Earth Science: From Earthquakes to
> Global Warming (Royal
> > Society Series on Advances in Science)" (oleh P.R.
> Sammonds & J.M.T.
> > Thompson)
> > 7. "World in Transition, Strategies for Managing
> Global Environmental Risks"
> > (oleh German Advisory, Council on Global Change)
> > 8. "The Collapse of the Kyoto Protocol and the
> Struggle to Slow Global
> > Warming" (oleh David G. Victor)
> > 9. "Global Warming - Myth or Reality?: The Erring
> Ways of Climatology" (oleh
> > Marcel Leroux)
> > 10."Global Warming" (oleh Peggy J. Parks)
> > 11."Greening of Global Warming" (oleh Robert O.
> Mendelsohn)
> >
> > atau film dokumenter dari saluran TV BBC: "The
> Great Global Warming
> > Swindle", paling tidak terlihat jauh lebih banyak
> perasaan optimisme dengan
> > berbagai alternatif solusi, yang beberapa
> diantaranya sudah dipraktekkan dan
> > diwujudkan berupa terobosan teknologi, tidak lagi
> wacana akademis.
> >
> > Yg jelas GW maupun Y2K 'kan sebenarnya sesuatu
> yang harus terjadi secara
> > natural, alias keharusan sejarah, dengan atau
> tanpa campur tangan manusia.
> > Manusia jelas bisa memainkan peran sebagai subyek
> dan sekaligus obyek. Tapi
> > dari konferensi perubahan iklim yg selama 2 minggu
> ini di Bali, gaung nya
> > kurang menyentuh ke akar permasalahan sebenarnya.
> >
> > Bagi yg berminat memiliki buku/film di atas boleh
> lewat japri, kebetulan
> > saya mengoleksi versi dijitalnya, bisa saya share.
> >
> > Hal kecil lainnya yang mungkin bisa dilakukan
> adalah kita harus membiasakan
> > menghemat bandwidth internet dengan membuang
> bagian email yang tidak perlu
> > pada saat me-reply... :-)
> >
> > Selamat berakhir pekan,
> >
> > YKA
> >
> >
>
=== message truncated ===
Deni Rahayu - Explorationist-Think TankerExploration Think Tank
IndonesiaMobile: 62-817-612447www.etti.co.id, [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED]
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
----------------------------------------------------------------------------
JOINT CONVENTION BALI 2007
The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
Exhibition,
Bali Convention Center, 13-16 November 2007
----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI be
liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or
damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits,
arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI
mailing list.
---------------------------------------------------------------------