Selamat siang pak Awang

kalo saya boleh tau, catatan fosil atau batu apa yang mengindikasikan pada
saat itu bumi lebih hangat (hothouse) atau lebih dingin (icehouse).

salam
Rimbawan

On Dec 17, 2007 8:24 AM, Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Perubahan iklim telah terjadi sepanjang sejarah Bumi. Catatan2 geologi
> yang tersimpan dalam fosil dan batuan menunjukkan bahwa pada masa lalu Bumi
> pernah lebih hangat (hothouse) atau lebih dingin (icehouse) daripada
> sekarang. Hal tersebut disebabkan peristiwa2 katastrofik atau siklus2 alam.
>
>  Saat ini, temperatur global rata-rata sedang meningkat, tetapi
> peningkatan ini tak tersebar secara merata ke seluruh permukaan Bumi,
> beberapa wilayah malahan menjadi lebih dingin. Beberapa faktor berkontribusi
> terhadap penghangatan saat ini. Sebagian besar ahli iklim sepakat bahwa
> sebagian fenomena ini disebabkan enhanced greenhouse effect, yang disebabkan
> lepasnya gas-gas tertentu ketika bahan bakar fosil –batubara, minyak, dan
> gas alam – dibakar.
>
>  Saya percaya bahwa global warming saat ini disebabkan baik oleh alam
> (natural) maupun manusia (man made).
>
>  Fluktuasi dalam orbit Bumi mengelilingi Matahari dan rotasi pada porosnya
> dicerminkan oleh perubahan-perubahan iklim di Bumi yang bersifat siklik.
> Milutin Milankovich, ahli matematika dan iklim berkebangsaan Serbia
> (1879-1958) menemukan kaitan tersebut.  Ketika fluktuasi2 ini terjadi
> bersamaan, temperatur Bumi turun cukup signifikan sampai mampu mendatangkan
> zaman es. Jalur orbit Bumi bervariasi dari mulai hampir berbentuk lingkaran
> sampai sedikit elips dalam siklus sekitar 100.000 tahun, menyebabkan
> variasi dalam jarak Bumi-Matahari. Poros Bumi pun bervariasi kemiringannya
> dalam siklus sekitar 42.000 tahun, menyebabkan variasi luas permukaan Bumi
> yang terpapar kepada Matahari. Lalu, poros rotasi Bumi pun bergoyang dalam
> siklus 25.800 tahun, menyebabkan tibanya tanggal-tanggal solstices dan
> equinoxes bergerak terus. Periode2 variasi orbit dan gerak poros Bumi itu
> telah mempengaruhi perubahan iklim sepanjang zaman. Ini adalah penyebab alam
> perubahan iklim.
>
>  Penyebab alam lain adalah sebagai kompensasi setelah Bumi berada dalam
> Little Ice Age pada abad ke-15 sampai pertengahan abad ke-19. Osilasi alam
> juga penyebab yang lain, North Atlantic Oscillation (NAO) misalnya, yaitu
> perubahan iklim karena variasi siklik dalam distribusi tekanan udara  selama
> periode tertentu. NAO disebabkan perbedaan tekanan antara wilayah Azores
> yang tinggi dan Iceland yang rendah, para ahli iklim menyebutnya index NAO
> positif ketika tekanan di Azores jauh lebih tinggi daripada di Iceland.
>  Kondisi ini akan menyebakan gerak massa udara yang cepat (jet stream)
> mengalir dengan kuat di atas Atlantik, menyebabkan musim dingin yang basah
> di Eropa dan musim dingin yang kering dan lebih hangat di Mediterania. NAO
> juga membawa aliran air hangat ke Arctic Basin, meleburkan es di beberapa
> tempat. NAO tak dapat diprediksikan, tetapi selalu terjadi setiap beberapa
> tahun. Osilasi alam lain penyebab perubahan iklim adalah El Nino yaitu
> pembalikan aliran normal
>  Arus Ekuator Selatan di Pasifik yang menyebabkan perubahan drastis cuaca
> di sekitarnya dalam periode waktu dua-tujuh tahun. Tahun paling panas akhir2
> ini, yaitu yang terjadi pada 1998, adalah akibat peristiwa El Nino yang
> kuat.
>
>  Perubahan dalam solar output juga dapat mempengaruhi perubahan iklim.
> Sepanjang sejarah, periode aktivitas noda Matahari minimum biasanya terjadi
> bersamaan dengan periode dingin di Bumi. Periode paling dingin Little Ice
> Age abad ke-15 sampai pertengahan abad ke-19  terjadi bersamaan dengan
> periode low sunspot activity yang terkenal dengan istilah Maunder Minimum.
> Sebaliknya, ketika solar output meningkat, seperti pada tahun 1990-an, solar
> wind, semburan jet partikel2 Matahari meningkat. Solar wind ini akan
> membelokkan radiasi kosmik yang partikel2-nya bereaksi dengan molekul2
> atmosfer memicu pembentukan awan. Meningkatnya solar output karena itu, akan
> mengurangi banyaknya awan. Dalam kondisi seperti ini sedikit saja sinar
> Matahari yang akan dipantulkan puncak-puncak awan kembali ke luar angkasa,
> kebanyakan mereka akan sampai ke permukaan Bumi dan memanaskan temperatur
> udara. Pemanasan pada tahun 1990-an menurut beberapa ilmuwan terjadi dengan
> cara tersebut.
>
>  Pemanasan global juga jelas dipercepat datangnya oleh aktivitas manusia.
> Sejak awal 1800-an, tingkat CO2 di atmosfer telah meningkat hampir setengah
> asalnya, ini terutama disebabkan meningkatnya penggunaan bahan bakar fosil.
> Peningkatan CO2 di atmosfer akan meningkatkan efek rumah kaca (greenhouse),
> membuat Bumi lebih cepat menghangat. Belakangan ini para ilmuwan cenderung
> lebih percaya bahwa global warming adalah man-made phenomenon daripada
> sebagai akibat natural climate change. Mungkin ini benar, terutama untuk
> peningkatan emisi karbon secara tajam yang terjadi sejak 1950-an. Bukan
> hanya karbon yang berupa gas2 rumah kaca, tetapi juga metana dan CFC.
>
>  Meskipun pemicunya mungkin dominan man-made untuk kasus percepatan
> pemanasan global belakangan ini, efek globalnya sebenarnya sukar diprediksi
> sebab banyak sekali variabel yang terlibat. Juga, sistem dinamika Bumi,
> seperti variabilitas atmosferik dan perubahan dalam arus2 samudera, tak akan
> membuat pemanasan dirasakan global secara sama di seluruh permukaan Bumi.
> Menurut prediksi komputer saat ini, wilayah2 berlintang besar akan mengalami
> pemanasan paling cepat dalam 50 tahun ke depan. Ini misalnya sudah terlihat
> di Antarktika pada saat summer, temperaturnya sudah 2 derajat C lebih tinggi
> dibandingkan biasanya.
>
>  Dalam sebuah planet yang menghangat, permukaan laut juga akan memuai
> melalui thermal expansion, karena, di atas 4 degC, air yang hangat lebih
> ringan dibandingkan air yang dingin. Permukaan air laut juga jelas bertambah
> tinggi karena volumenya bertambah oleh leburnya lapisan2 es di kedua kutub
> Bumi. Kalau saja West-Antarctic Ice Sheet lebur, maka bertambahnya air laut
> akan lebih cepat lagi. Hitungan pulau2 Indonesia tak akan 17.000 lagi,
> pulau2 rendahnya (di bawah ketinggian 1 meter) akan hilang selamanya. Hujan
> dan badai akan bertambah banyak dan sering di satu tempat, di tempat lain
> malahan kekeringan akan melanda. Habitat juga akan berubah, bioma akan
> berubah, sehingga akan ada perubahan wildlfe.
>
>  Mau tak mau, global warming akan menjadi issue lingkungan yang paling
> banyak dibahas dalam puluhan tahun ke depan. Seperti kita lihat, tak
> semuanya karena ulah manusia, tetapi juga karena siklus alam. Walaupun
> Protokol Kyoto 1997 untuk mengurangi emisi karbon telah diratifikasi semua
> negara di dunia, masalah global warming akan tetap sulit diatasi. Kita
> berhadapan dengan satu massa planet, apa manusia sanggup mengatasinya ?
> Tetapi sekecil apapun usaha untuk mengurangi emisi karbon ke udara adalah
> tetap lebih baik dibandingkan tidak sama sekali. Tidak menggantungkan
> seluruhnya ke bahan bakar fosil adalah baik dan sebenarnya harus sudah
> dimulai dari dulu. Emisi karbon akan mulai menurun pada tahun 2050 menurut
> IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), tetapi meskipun ini
> terjadi, kita harus melalui beberapa puluh tahun lagi setelahnya sebelum
> warming trend berakhir.
>
>  Lakukanlah bagian yang bisa kita lakukan, sekecil apapun tetap lebih baik
> daripada tidak melakukan apapun. Saya sudah sebulan ini tidak menyalakan
> beberapa lampu di luar rumah yang tak menyolok diperlukan sebelum pukul 22
> dan tetap memilih berkendaraan umum apabila tak harus berkendaraan pribadi.
> Lumayan mengurangi emisi karbon kan...
>
>  Salam,
>  awang
>
> Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Sebagai seorang
> geologist, aku ini masih sulit menerima bahwa fenomena
> global warming ini dapat "dicegah". Saya kok yakin bahwa global
> warming ini lebih bersifat natural ketimbang "man made". Walaupun
> begitu bukan berarti bahwa emisi karbon itu tidak berbahaya loo. Emisi
> karbon hanyalah bersifat polutan, artinya emisi karbon dari cerobong,
> maupun dari knalpot dan sebagainya, itu jelas "menganggu" dan
> mempengaruhi kenyamanan. Dalam skala kecil misalnya kalau kita berada
> pada satu kota yang pengap dengan asap kenalpot, maka kita akan
> merasakan udara semakin terasa panas. Tetapi panas ini disebabkan oleh
> sifat-sifat asap yang menghambat penghantaran panas.
>
> Yang saya takutkan adalah kalau kita menganggap bahwa kalau emsisi
> dikurangi sampai nol maka diharapkan pasti pemanasan global dapat
> disetop. Ini yang aku khawatirkan. Karena kalau ini yang ada didalam
> benak manusia, maka secara naluriah mereka akan mati-matian memerangi
> pengurangan emsisi gas buang karena dianggap sebagai "musuh utama"
> atau "penyebab utama" dari fenomena global warming. Sehingga usaha
> serta olah otak, dan target dalam menghadapi global warming hanya ke
> arah sini saja.
>
> Lah seandainya global warming itu merupakan kejadian alam biasa (hanya
> sebuah siklus panjang), Maka kita (manusia) harus mempersiapkan segala
> sesuatu demi menghadapi pemanasan global ini. Ini persiapannya mirip
> kalau mau menghadapi musim tahunan saja. tetapi kali ini kita
> menghadapi perubahan iklim yang siklusnya mungkin ribuan tahun, bukan
> siklus tahunan saja.
>
> Nah yang lebih parah lagi kalau hal yang menurutku belum pasti akibat
> manusia ini dibisniskan, dengan salah satunya jual beli carbon emsisi.
> Pinjaman utang Bank Dunia atau IMF utk mengatasi penggundulan hutan
> dll. Semua ini hanyalah jebakan dari negara adidaya dan super power,
> serta negara maju yang selama ini memakai carbon seenaknya.
>
> So ... kalau ada pemikiran STOP GLOBAL WARMING ... aku kok malah
> gedeg-gedeg sendiri. Jangan-jangan kita ini masuk ke syndroma
> Columbus, dimana ada yang takut kecemplung pinggiran laut karena
> dikira laut itu seperti meja !
>
> Salam
>
> RDP
>
> On Dec 14, 2007 9:44 PM, Yosef Khairil Amin wrote:
> > Saya setuju dengan artikel dari csforum.net di bawah, juga contoh-contoh
> > kecil yang bisa kita lakukan dalam keseharian.
> > Saya kutipkan potongan dari artikel tadi:
> >
> > ==============awal kutipan==============
> >
> > "...akar masalah yang sebenarnya yaitu* keserakahan negara-negara* maju
> > dalam mengkonsumsi barang dan jasa. "Para delegasi harus menuntut negara
> > maju untuk mengurangi emisinya secara significant," ujarnya."
> >
> > "Krisis akibat perubahan iklim yang melanda negara-negara di dunia,
> lanjut
> > Torry, telah dijadikan pembenaran bagi munculnya proyek-proyek utang
> baru.
> > "Ini jelas *bukan untuk menyelamatkan bumi*," tegasnya."
> >
> > "Skenarionya ya lewat perdagangan karbon, perundingan bilateral dan
> > mekanisme pembiayaan yang didasarkan oleh *utang dengan*
> *mengatasnamakan
> > isu perubahan iklim*," jelasnya."
> >
> > ==============akhir kutipan==============
> >
> > Memang isu Global Warming (GW) ini lebih kental nuansa bisnis/ekonomi
> dan
> > politis pemaksaan negara-2 maju terhadap negara-2 berkembang, dengan
> dalih
> > menyelamatkan bumi. Dan sangat laku untuk dijadikan komoditi dalam
> kampanye,
> > dlsb.
> >
> > Jadi teringat kasus Y2K, yaitu menjelang pergantian angka ke tahun 2000.
> > Banyak sekali analisa yg sangat kelihatan menakut-nakuti akan terjadi
> > sesuatu yg bisa mencelakakan manusia akibat kegagalan sistem mengenali
> angka
> > 00 sebagai singkatan dari angka tahun 2000. Padahal kalau dicermati
> semua
> > itu lebih ke arah bisnis dan politik dagang. Dan kenyataannya tak ada
> > sedikitpun kejadian yg dikhawatirkan, padahal dampak psikologis dan
> beban
> > ekonomi yg harus ditanggung sebagai ongkos yg terasa amat mahal dan
> tidak
> > sebanding.
> >
> > Memang GW ini faktanya ada dan tengah terjadi, namun telah banyak juga
> usaha
> > yg dilakukan para ahli untuk mengantisipasinya dengan didukung
> perkembangan
> > teknologi sehingga hasilnya lebih bernada positif dan optimis (tanpa
> harus
> > menakuti-nakuti dan dimuati politik bisnis dan pemaksaan).
> >
> > Dari buku-buku seperti:
> > 1. "An End to Global Warming" (oleh L.O. Williams),
> > 2. "Can we defuse The Global Warming Time Bomb?" (oleh James E. Hansen /
> > Columbia University Earth Institute)
> > 3. "Biotic Response to Global Change: The Last 145 Million Years" (oleh
> > Stephen J. Culver)
> > 4. "Global Warming, a Very Short Introduction" (oleh Mark Maslin)
> > 5. "Global Warming and Social Innovation: The Challenge of a Climate
> Neutral
> > Society" (oleh Marcel Kok dkk.)
> > 6. "Advances in Earth Science: From Earthquakes to Global Warming (Royal
> > Society Series on Advances in Science)" (oleh P.R. Sammonds & J.M.T.
> > Thompson)
> > 7. "World in Transition, Strategies for Managing Global Environmental
> Risks"
> > (oleh German Advisory, Council on Global Change)
> > 8. "The Collapse of the Kyoto Protocol and the Struggle to Slow Global
> > Warming" (oleh David G. Victor)
> > 9. "Global Warming - Myth or Reality?: The Erring Ways of Climatology"
> (oleh
> > Marcel Leroux)
> > 10."Global Warming" (oleh Peggy J. Parks)
> > 11."Greening of Global Warming" (oleh Robert O. Mendelsohn)
> >
> > atau film dokumenter dari saluran TV BBC: "The Great Global Warming
> > Swindle", paling tidak terlihat jauh lebih banyak perasaan optimisme
> dengan
> > berbagai alternatif solusi, yang beberapa diantaranya sudah dipraktekkan
> dan
> > diwujudkan berupa terobosan teknologi, tidak lagi wacana akademis.
> >
> > Yg jelas GW maupun Y2K 'kan sebenarnya sesuatu yang harus terjadi secara
> > natural, alias keharusan sejarah, dengan atau tanpa campur tangan
> manusia.
> > Manusia jelas bisa memainkan peran sebagai subyek dan sekaligus obyek.
> Tapi
> > dari konferensi perubahan iklim yg selama 2 minggu ini di Bali, gaung
> nya
> > kurang menyentuh ke akar permasalahan sebenarnya.
> >
> > Bagi yg berminat memiliki buku/film di atas boleh lewat japri, kebetulan
> > saya mengoleksi versi dijitalnya, bisa saya share.
> >
> > Hal kecil lainnya yang mungkin bisa dilakukan adalah kita harus
> membiasakan
> > menghemat bandwidth internet dengan membuang bagian email yang tidak
> perlu
> > pada saat me-reply... :-)
> >
> > Selamat berakhir pekan,
> >
> > YKA
> >
> >
> > ======================
> > On Dec 14, 2007 2:07 AM, Agus Irianto wrote:
> >
> > Ada baiknya kita sedikit menyempatkan waktu menengok
> > ke luar rumah tangga kita ttg konfrensi perubahan
> > iklim yg selama 2 minggu ini di Bali - BICC - The
> > Westin Resort - Nusa Dua - Bali yg tempatnya dulu
> > pernah dipake acara JCB 2007...........Saudara kita
> > Firdaus Cahyadi yg aktif di lingkungan hidup
> > mempostingkan di link berikut yg bisa kita simak :
> >
> >
> http://csoforum.net/Artikel/Disesalkan-Dukungan-AS-Pada-Proyek-Utang-Bank-Dunia.html
> >
> http://csoforum.net/Artikel/DPD-RI-Kritik-Sikap-SBY-dan-Delegasi-UNFCCC.html
> >
> http://csoforum.net/Artikel/Bank-Dunia-dan-AS-Menuai-Kritik-Terbanyak-dari-Masyarakat-Sipil-Dunia.html
> >
> > =====cut=======
> >
>
>
>
> --
> http://tempe.wordpress.com/
> None one right solution !
> No one can monopolize the truth !
>
>
> ----------------------------------------------------------------------------
> JOINT CONVENTION BALI 2007
> The 32nd HAGI, the 36th IAGI, and the 29th IATMI Annual Convention and
> Exhibition,
> Bali Convention Center, 13-16 November 2007
>
> ----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
> shall IAGI be liable for any, including but not limited to direct or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of
> use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo!
> Search.
>

Kirim email ke