Pak Awang Yth., Terima kasih atas komentarnya. Tentang Nusa Barung, mungkin saja bisa telah muncul sebagai pulau;namun saya menempatkan Nusa Barung sebagai pulau ketika Kuarter, karena saya menyamakan dengan batugamping di daerah pantai selatan Jawa Barat, di daerah Ujung Genteng - Surade, Sukabumi Selatan yang berumur Miosen Akhir - Pliosen yang kami dapatkan di dalamnya, fosil Ikan Paus - merupakan fosil Ikan Paus pertama dan satu2nya di Indonesia(dari Kelompok Mistyceti, sangat mungkin Belenopteris sp. atau Blue Whale untuk yang masih hidup).Batugamping di daerah tersebut, terangkat oleh tektonik Plio-Plestosen yang tidak terlalu kuat dan sangat mungkin juga lambat, ini terbukti dengan sudut kemiringan lapisan maksimum 15 derajad dan diatasnya ditutupi oleh endapan pasir pantai Kuarter yang cukup luas, yang sekarang didapatkan jauh kearah daratan, jauh dari pantai yang sekarang.Dengan pertimbangan tersebut, maka saya memperkirakan Nusa Barung juga mengalami proses yang sama dengan batugamping di daerah Surade,terangkat menjadi daratan pada Zaman Kuarter, diawali dan sebagai akibat tektonik Plio-Plestosen.
Terima kasih, Salam, Yahdi Zaim > Pak Zaim, > > Terima kasih atas kiriman petanya. Memang di wilayah indentasi > tersebut akan merupakan "tanah genting" yang dalam konteks > paleontologi merupakan jembatan daratan untuk migrasi makhluk hidup. > Sebuah tanah genting pasti akan diapit oleh dua depresi. Dalam hal > ini, "tanah genting Ringgit" tersebut diapit depresi Selat Madura di > utara dan depresi Nusa Barung di selatan. Depresi Nusa Barung di > sebelah selatan saya menyebutnya sebagai Depresi Lumajang. > > Sedikit pendapat saya Pak Zaim, saya pikir Pulau Nusa Barung pada > zaman Kuarter (bawah?) pun sudah muncul sebagai pulau, bahkan lebih > lama sebelumnya (Mio-Pliosen) sebab Nusa Barung terbuat dari Old > Andesite (Oud Andesiet) (van Bemmelen, 1949) yang di atasnya > ditempatkan batugamping yang seumur dengan batugamping di selatan Jawa > Timur. > > salam, > awang > > [EMAIL PROTECTED] wrote: > Pak Awang dan Rekans IAGI Yth., > Meski terlambat berkomentar tentang Identasi Jawa Timur, perkenankan > saya nimbrung soal identasi tsb.Pada makalah saya dalam memoar Almarhum > Prof. Sartono (2006), saya membuat peta hipotetis tentang keadaan pulau > Jawa pada Zaman Kuarter, berdasarkan data geomorfologi, struktur dan > penyebaran endapan/batuan Kuarter yang hasilnya dapat dilihat dalam > attach file, mengisyaratkan identasi Pulau Jawa. Untuk Identasi Jawa > Timur sebagaimana diuraikan oleh Pak Awang, kelihatannya tidak terlalu > jauh dengan peta hipotetik yang saya buat. Pak Awang dan Rekans, > silahkan melihat peta hipotetik Pulau Jawa pada Zaman Kuarter dalam > attach file. > > Wassalam, > > Yahdi Zaim > KK Geologi dan Paleontologi > Prodi Teknik Geologi > FITB - ITB > >> Pak Taufik, >> >> Terima kasih atas peta radarnya. Itulah memang indentasi2 di Jawa. >> Tentang penyebabnya, bisa kita pikirkan dan perdebatkan. Sesar >> (sinistral) di Jawa Tengah yang Pak Taufik gambarkan itu terkenal >> sebagai lineament Muria-Progo. Itu berbeda dengan sesar besar >> sinistral yang saya gambarkan dalam publikasi2 saya tentang identasi >> Jawa Tengah yang saya sebut sebagai sinistral Muria-Kebumen (memotong >> Karang Bolong High bukan Kulon Progo). >> >> Lineament Muria-Progo saya yakin ada juga sebab ia barangkali >> bertanggung jawab untuk anomali kelurusan Pegunungan Kulon Progo dan >> terhentinya Kendeng Deep di sebelah barat. Belakangan, lineament ini >> juga dianggap sebagai pembatas sebelah barat untuk Archean continental >> basement di Jawa bagian timur. Tetapi apakah ia merupakan sesar >> sinistral atau normal masih harus dilihat lagi. >> >> Hanya, kalau kita menyelidiki pola distribusi S wave velocity anomaly >> mantle tomography di kedalaman 35-70 km (misalnya dalam Widyantoro, >> 2006), kita akan melihat bahwa distribusinya lebih mendukung ke >> keberadaan sesar besar sinistral Muria-Kebumen daripada lineament >> Muria-Progo. Apa hubungan kedua elemen geologi di Jawa Tengah ini >> menarik untuk kita pikirkan dan perdebatkan. >> >> Plotting Pak Taufik Untuk sesar besar dextral pembatas indentasi Jawa >> Timur yang memotong sampai Pulau Nusa Barung (untuk sementara saya >> sebut saja sesar dextral Pangkah-Lumajang) di selatan depresi Lumajang >> menarik untuk dikaji. Bila menerapkan model mekanisme indentasi Jawa >> Tengah, sesar ini beranalogi dengan sesar dextral Pamanukan Cilacap. >> Hanya, lineament gunungapi Semeru-Bromo-Penanjakan tak akan terhubung >> ke sesar dextral Pangkah-Lumajang ini, sebab lineament gunungapi ini >> memerlukan sesar besar yang utara-selatan. Tetapi, bisa dikaji bahwa >> sesar utara-selatan ini akan merupakan second order right-lateral >> wrench terhadap dextral Pangkah-Lumajang. >> >> Sesar Pangkah-Lumajang akan memerlukan pasangannya yang mestinya >> sinistral memotong depresi Lumajang ke Situbondo sampai ke pulau2 >> kecil di sebelah timur Madura. >> >> salam, >> awang >> >> Muhammad Taufik wrote: >> Pak Awang, >> Terlampir image dari shuttle radar pulau jawa yang mungkin bisa >> meng-ilustrasikan tulisan dibawah (mohon koreksi). >> >> ----- Mesej Asal ---- >> Daripada: Awang Satyana >> Kepada: IAGI ; Forum HAGI ; Geo >> Unpad ; Eksplorasi BPMIGAS >> Dihantar: Khamis, 27 Disember, 2007 >> 3:22:28 >> Subjek: [iagi-net-l] Indentasi JawaTimur, Depresi Lumajang, dan >> Kelurusan Semeru-Bromo-Penanjakan >> >> Indentasi, masuknya garis pantai relatif terhadap sekitarnya, menarik >> untuk dikaji secara geologi. Pulau Jawa mempunyai dua daerah indentasi >> oleh garis pantai utara dan selatannya : (1) indentasi Jawa Tengah, >> dan (2) Indentasi Jawa Timur. Saya pernah membahas di milis ini dan >> mempublikasikan (di pertemuan IAGI, HAGI, IPA, AAPG) yang berhubungan >> dengan indentasi Jawa Tengah. Dalam skala yang lebih kecil, Jawa Timur >> menunjukkan indentasi juga. >> >> Kita lihat peta Jawa Timur, kita perhatikan garis pantai utara antara >> Pasuruan-Probolinggo-Besuki-Situbondo, dan garis pantai selatan antara >> Pulau Sempu selatan Malang-Maleman selatan Lumajang-pantai Meru >> Betiri. Dua jalur garis pantai utara dan selatan ini bila dibandingkan >> dengan sekitarnya lebih masuk ke arah darat membentuk indentasi. >> Apakah ini tak punya arti secara geologi ? Saya pikir ini fenomena >> tektonik seperti halnya indentasi Jawa Tengah. >> >> Indentasi Jawa Timur, seperti halnya indentasi Jawa Tengah, dicirikan >> oleh hilangnya Pegunungan Selatan Jawa dan hadirnya depresi. Depresi >> ini kini diduduki kota Lumajang (kita sebut saja Depresi Lumajang) dan >> merupakan wilayah pengaliran sungai-sungai yang berasal dari kedua >> dataran tinggi di sebelah barat dan timur depresi. Kehadiran Pulau >> Nusa Barung tepat di tengah indentasi selatan ini sangat menarik, >> posisinya sama dengan Tinggian Karangbolong pada sistem indentasi Jawa >> Tengah, lebih-lebih lagi pulau ini pun disusun oleh batugamping Miosen >> yang ekivalen dengan batugamping di Karangbolong. >> >> Apakah indentasi Jawa Timur merupakan miniatur indentasi Jawa Tengah ? >> Sebagian ya, tetapi sebagian lagi tidak. Beberapa pola indentasi Jawa >> Tengah dapat diterapkan di sini. Pegunungan Selatan di wilayah ini >> tenggelam. Depresi Lumajang diapit dua sesar besar di sebelah barat >> dan timurnya. Dua sesar besar ini telah memutuskan dan mengubah >> kelurusan jalur gunungapi Kuarter di Jawa Timur. Apa yang >> kemungkinannya berbeda dengan pola indentasi Jawa Tengah ? >> >> Ini masih butuh penelitian lebih lanjut, tetapi beberapa pemikiran >> dapat dikemukakan. Dua sistem sesar besar pembatas Depresi Lumajang >> merupakan penyebab terjadinya indentasi dan depresi tersebut. Apakah >> sistem sesar besar itu merupakan pasangan sesar besar sinistral >> (BD-TL) dan dextral (BL-Tenggara) seperti halnya indentasi Jawa Tengah >> ? Ini akan memuaskan untuk menjawab munculnya Pulau Nusa Barung di >> tengah Pegunungan Selatan yang tenggelam, dan tenggelamnya Selat >> Madura di sebelah utara indentasi Pasuruan-Situbondo. Tetapi, ini >> sulit untuk menerangkan terjadinya kelurusan gunungapi >> Semeru-Bromo-Penanjakan yang utara-selatan di Kompleks Semeru-Tengger >> di sebelah barat Depresi Lumajang dan kelurusan utara-selatan >> gunungapi Argopuro-Kukusan di Kompleks Iyang (Yang, Ijang) di sebelah >> timur Depresi Jawa Timur. >> >> Keberadaan sesar besar utara-selatan sedikit melengkung menghadap >> depresi Lumajang adalah penyebab indentasi dan depresi Lumajang. Sesar >> besar ini dapat menjelaskan kelurusan gunungapi >> Semeru-Bromo-Penanjakan. Puncak-puncak gunung ini tersebar >> utara-selatan. Bila kita berdiri di puncak Penanjakan (2775 m) sebelah >> utara Bromo (2329 m), maka melihat ke utara akan nampak laut Selat >> Madura, melihat ke selatan akan nampak gunung Bromo dan Semeru. >> Kelurusan ini membuat masyarakat Tengger menyucikan ketiga gunung yang >> dianggapnya sebagai atap dunia itu. Sebenarnya, di bawah ketiga gunung >> ini terdapat sesar besar yang juga konon bertanggung jawab telah >> menenggelamkan Pegunungan Selatan Jawa di wilayah ini. Sesar besar ini >> telah diterobos magma sejak Plistosen atas sampai Holosen menghasilkan >> gunung-gunung di kawasan Kompleks Tengger. Semacam erupsi linier dalam >> skala besar telah terjadi dari selatan ke utara di sepanjang sesar ini >> berganti-ganti selama Plistosen sampai Kuarter. >> Dari selatan ke utara ditemukan pusat2 erupsi sbb. : Semeru, >> Jembangan, Kepolo, Ayek-Ayek, Kursi, Bromo, Batok, dan Penanjakan. >> Yang masih suka meletus sampai kini adalah Semeru dan Bromo. Danau >> kawah Ranu Kembolo, Ranu Pani, dan Ranu Regulo merupakan maar sisa >> erupsi gunung Ayek2 yang terletak di antara Kaldera Tengger dan >> Semeru. Yang pernah mendaki Semeru pasti pernah melalui pos2 Ranu Pani >> dan Ranu Kembolo ini. >> >> Di sebelah barat Depresi Lumajang, yaitu di Kompleks Iyang, terdapat >> juga sesar besar utara-selatan walaupun tak sepanjang sesar besar di >> bawah Tengger dan sedikit melengkung menghadap depresi Lumajang. >> Gunung tua Iyang (Plistosen atas) terbelah mengikuti rekahan >> utara-selatan. Rekahan ini juga menjadi pusat2 erupsi gunung di >> Kompleks Iyang, yaitu : gunung Malang (2008 m), Kukusan (2200 m) dan >> Cemorokandang (2223 m). Di tengah sesar rekahan ini kini gunungapi >> Kuarter Argopuro (3088 m) berlokasi. >> >> Tentang kejadian kaldera pasir Tengger, van Bemmelen (1937 : The >> volcano-tectonic structure of the Residency of Malang, De Ingenieur in >> Ned. Indie, 4,9,IV,p. 159-172) punya teori menarik. Kompleks Tengger >> telah terobek mengikuti rekahan berbentuk sabit yang melengkung cekung >> ke utara. Oleh retakan ini sayap utara kompleks Tengger tenggelam dan >> runtuh ke utara. Runtuhnya atap dapur magma menyebabkan aliran lava >> basaltik dalam jumlah besar yang menyebar seperti delta di kedua ujung >> robekan. Peristiwa ini telah menelan bagian atas puncak Tengger, >> sehingga membentuk kaldera Tengger yang diisi pasir volkanik. >> Runtuhnya Tengger ini akibat berat materi volkaniknya sendiri yang >> membebani batuandasarnya yang berupa sediment marin Tersier yang >> plastis. Bagian utara kompleks Tengger runtuh dan lengser ke utara >> menuju depresi Selat Madura yang sedang tenggelam. Kompresi ke utara >> akibat runtuhan ini telah menekan bagian utara pantai Jawa Timur yang >> kini berupa perbukitan di Grati dan >> Semongkrong di sekitar Pasuruan. Bukit2 ini anomali sebab terjadi di >> sekitar pantai utara yang ditutupi sediment alluvial pantai. >> >> Model volkano-tektonik runtuhan seperti ini juga dipakai van Bemmelen >> untuk menerangkan kejadian bukit2 Gendol di dekat Menoreh yang berasal >> dari runtuhan sayap Merapi ke sebelah baratdaya. >> >> Bentuk2 pulau yang anomali semacam indentasi selalu menarik perhatian >> dan berharga untuk dikaji secara geologi, dan kajian seperti ini >> biasanya akan punya efek berantai menjelaskan banyak fenomena geologi >> di sekitarnya. >> >> Salam, >> awang >> >> >> --------------------------------- >> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try >> it now. >> >> >> >> >> >> --------------------------------- >> Bosan dengan spam? Mel Yahoo! memiliki perlindungan spam yang terbaik >> http://my.mail.yahoo.com/ >> >> >> --------------------------------- >> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. > > > > > > --------------------------------- > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try > it now. ---------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

