Pak Wahyudi,

Gempa tak akan memicu terbentuknya reservoir, tetapi malahan merusakkannya 
seperti biasa terjadi pada gejala liquefaction. Dalam gejala ini semua butir 
batuan runtuh kehilangan kompaksi dan kohesinya akibat stress P dan S 
earthquake wave. Ia menjadi sedimen seperti semula, bahkan bubur lumpur.

Gempa lebih berpengaruh kepada isi fluida di dalam reservoir, bisa meningkatkan 
produksinya atau menurunkannya bahkan menghentikannya. Keduanya akibat energi 
gempa mempengaruhi kisi-kisi butir2 batuan di dalam reservoir.

Sesar yang terjadi akibat gempa bila ia mengenai kitchen hidrokarbon dan 
terhubung kepada suatu sumber heatflow yang tinggi tidak bisa diabaikan 
peranannya dalam mematangkan batuan induk di kitchen itu. Kalau tiba2 source 
rocks terekspos kepada sumber bahang (heat) yang tinggi ini harus 
diperhitungkan. Hanya batuan induk tak matang oleh bahang saja, tetapi juga 
waktu (time).

Bila sesar2 akibat gempa mengenai sistem penghubung kitchen kepada perangkap, 
maka ia pun harus diperhitungkan peranannya sebagai media migrasi. Antara gerak 
fluida dan sesar saling berhubungan. Data terbaru kasus LUSI menunjukkan bahwa 
ada sesar dibentuk gerak fluida, tetapi ada fluida yang bergerak melalui zona 
sesar/retakan yang telah ada.

Bila ada lapangan2 minyak dan gas di cekungan2 forearc Sumatra, rentetan gempa2 
besar di sekitarnya sedikit banyak akan berpengaruh kepada produktivitasnya. 
Sejauh mana pengaruhnya, bisa diselidiki dulu seberapa dekat rupture zone-nya 
terhadap cekungan2 itu.

Salam,
awang

-----Original Message-----
From: Wahyudi Adhiutomo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, February 27, 2008 11:00 C++
To: [email protected]
Subject: RE: [iagi-net-l] Sumatra : Living on the Edge (!)

Apa semua runutan gempa yang terjadi di pantai Barat Sumatra bisa memicu
terbentuknya reservoir yang sedang in diperbincangkan?


.:WA:.
  wahyudi.adhiutomo[at]borneo-indobara.com
  kirimsuratkeyudi[at]gmail.com




-----Original Message-----
From: Awang Satyana [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, February 27, 2008 11:01 AM
To: IAGI
Subject: [iagi-net-l] Sumatra : Living on the Edge (!)

  Belum seminggu berlalu sejak wilayah Simeulue digoncang gempa pada 20
Februari 2008, sektor sebelah selatannya, Mentawai,  digoncang gempa pula
pada 25 Februari 2008. Kedua gempa merupakan gempa besar >7.0 Mw dan dangkal
< 60 km. Tsunami tidak terjadi di kedua gempa tersebut. Korban tewas di
bawah sepuluh orang. Beberapa bangunan rusak dan hancur. Wajar kalau
penduduk sepanjang pantai barat Sumatra dan pulau2 di sebelah baratnya
kuatir terus-menerus sebab wilayah ini tak pernah aman dari ancaman gempa
dan tsunami, lebih-lebih lagi setelah gempa besar berkekuatan 8,9 SR dan
tsunami masif menghancurkan wilayah utara Sumatra menewaskan korban sekitar
150.000 orang.

  Gempa Simeulue terjadi pada 20 Februari 2008 pukul 15:08 WIB, berpusat di
bawah pantai timurlaut Simeulue pada kedalaman 35 km dengan magnitude gempa
7,4 Mw (7.0 SR - BMG). Gempa ini mengguncang Simeulue, Meulaboh, Banda Aceh,
Medan, Tapaktuan, Padang, Sibolga, Bukit Tinggi, Payakumbuh, Lhokseumawe,
Nias. Juga dirasakan sampai ke Malaysia dan Thailand.

  Berdasarkan data USGS centroid moment tensor solution, gempa ini telah
mematahkan batuan secara thrust faulting (patahan naik) dengan jurus 134 deg
NE, sejajar dengan arah sesar besar di wilayah barat Sumatra : Mentawai
Fault. Melihat kedalamannya, hiposentrum gempa terjadi pada lempeng samudera
Hindia yang sedang bergerak ke arah utara-timurlaut menekan lempeng kontinen
Eurasia pada kecepatan 5,5 - 6 cm per tahun. Arah relatif gerak lempeng ini
miring terhadap arah tepi lempeng Eurasia di lepas pantai barat Sumatra.
Komponen gerak lempeng yang tegak lurus terhadap tepi lempeng ini
menyebabkan penyesaran naik yang searah dengan tepi lempeng.  Komponen gerak
lempeng yang sejajar dengan tepi lempeng Eurasia lebih banyak diakomodasi
oleh sesar-sesar besar di wilayah ini, yaitu Sesar Sumatra di daratan
Sumatra dan Sesar Mentawai di lepas pantai barat Sumatra.

  Gempa Simeulue ini terjadi di ujung selatan rupture zone (zone koyakan)
gempa besar 26 Desember 2004 yang bermagnitude 9,1 Mw, juga pada ujung utara
rupture zone gempa Nias 28 Maret 2005 yang bermagnitude 8,6 Mw. Sejak tahun
2000, sebagian besar Palung Sunda yang terletak antara Andaman dan Enggano
dalam jarak lebih dari 2000 km telah terkoyak-koyak oleh serangkaian gempa
besar yang berhubungan dengan subduksi antar lempeng di wilayah ini.

  Gempa Simeulue dilaporkan tidak memicu tsunami karena satu syarat tsunami
tidak dipenuhinya : gempa terjadi di darat.

  Gempa Mentawai menyusul terjadi lima hari kemudian pada 25 Februari 2007
pada jam yang hampir bersamaan : sore hari pukul 15:36 WIB. Ini gempa baru,
bukan gempa susulan gempa Simeulue. Gempa berpusat di laut sekitar 25 km
sebelah tenggara Pulau Sipora yang merupakan bagian rangkaian Kepulauan
Mentawai. Hiposentrum gempa barada pada kedalaman 35 km dengan magnitude 7.0
Mw (7.2 SR - BMG). Gempa Mentawai ini mengguncang Kepulauan Mentawai, juga
ikut dirasakan goyangannya di Pekanbaru, Bengkulu, Padang, Singapura, dan
Malaysia.

  Berdasarkan data USGS centroid moment tensor solution, gempa ini telah
mematahkan batuan secara thrusting, patahan naik, dengan jurus 126 deg NE,
sejajar dengan Sesar Mentawai. Mekanisme pematahan gempa ini persis gempa
Simeulue yang terjadi lima hari sebelumnya, yaitu pematahan naik pada kerak
samudera Hindia. Gempa ini sebenarnya memenuhi keempat syarat terjadinya
tsunami. Tetapi, parameter magnitude dan kedalamannya kelihatannya hanya di
ambang batas untuk bisa memicu tsunami.

  Gempa-gempa besar (7+ SR)  telah melanda wilayah lepas pantai barat
Sumatra sejak akhir 2004. Tercatat : gempa Sumatra-Andaman 26 Desember 2004
(Mw 9,1), gempa Nias 28 Maret 2005 (Mw 8,6), dua kali gempa Bengkulu 12
September 2007 (Mw 8,4 dan 7,9 Mw). Gempa Simeulue 20 Februari 2008 (Mw 7,2)
dan gempa Mentawai 25 Februari 2008 (Mw 7,0).

  Demikian, di Indonesia Sumatra memang wilayah yang paling sering dilanda
gempa-gempa besar. "Sumatra : Living on the Edge"

  Salam,
  awang



---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.


----------------------------------------------------------------------------

CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008
PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------


This email was Anti Virus checked by Administrator.
http://www.bpmigas.com


----------------------------------------------------------------------------

CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011  !!!!!
PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008
PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG

-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke