Pak Rovicky,
Walaupun gempa2 susulan itu bergerak mendangkal misalnya, tetapi semakin
mengecil magnitudenya; sehingga cut-off tsunami untuk hubungan magnitude-focus
depth tak pernah linier dangkal-membesar, tetapi dangkal-mengecil. Lalu kita
tahu juga dari statistik bahwa gempa2 susulan tak pernah menimbulkan tsunami
kalau gempa utamanya tak menimbulkan tsunami.
Gempa susulan memang kerap membuat makin parah gedung2 yang runtuh; tetapi
itu bukan karena hanya gempa2 susulan itu; tetapi karena gedung2 itu telah
menerima efek kumulatif sejak gempa utama sampai susulannya. Kalau sudah
digoyang hebat gempa utama, tentu butuh energi kecil saja untuk meruntuhkannya.
Kita melihatnya gempa2 susulan itu kuat, padahal gedung itu sudah dilepaskan
dulu ikatan2nya oleh gempa utama.
salam,
awang
Rovicky Dwi Putrohari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
2008/2/27 Awang Harun Satyana :
>
> Skala magnitude tetap berpengaruh, semakin besar magnitude semakin besar
> dislokasi. Bila magnitude kecil (<5 Mw), lalu fokus dangkal (katakanlah 10
> km), dislokasinya tak akan sampai ke permukaan atau menggeser dasar laut.
> Dislokasinya berhenti di kerak Bumi sebagai blind fault. Maka syarat tsunami
> adalah gempanya cukup kuat, kuat, atau sangat kuat, ini semua tentang skala
> magnitude yang berhubungan langsung dengan panjang pendeknya dislokasi.
>
> Pak Irwan Meilano, ahli gempa kita di milis ini, atau para spesialis gempa
> lainnya, pasti bisa menambahkan keterangan2 di atas atau bahkan mengoreksinya.
Lah ini yang masih membuat pertanyaan ngendon dibenak ini, ketika ada
sebuah gempa besar/kecil tetapi tidak ada dislokasi dipermukaan,
apakah berarti masih ada "stress energy" tertinggal dibawah sana ?
Apakah hanya perpindahan energi saja dari dalam ke yg lebih dangkal.
Aku kadang 'niteni', ketika terjadi gempa dalam, susulan pusat gempa
dalam itu sangat berbahaya ketika pusat susulannya "bergerak" merambat
ke atas. Dan akhirnya gempa susulannya yang lebih dangkal justru
menjadi lebih merusak ketimbang gempa awal yang magnitudenya besar
sekalipun ! Karena gempa dangkal walupun magnitude kecil, kalau
pusatnya dangkal maka dislokasi permukaannya seringkali akan merusak
bangunan.
cmiiw
RDP
_______________________________________________
Pertemuan Ilmiah Tahunan HAGI ke-33
"Geohazerd : A Challenge for Geophysics"
3 - 5 November 2008
Hotel Preanger Bandung, Jawa Barat
_______________________________________________
The Indonesian Assosiation Of Geophysicists mailing list.
[EMAIL PROTECTED]
www.hagi.or.id
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.