Pak Rovicky, Fokus gempa atau hiposentrum, titik asal gempa itu, jelas bisa menyebabkan patahan yang miring ke mana saja. Contoh kasus : fokus gempa terjadi di bawah laut pada kerak samudera pada kedalaman 10 km, bermagnitude 8.5 Mw, episentrumnya tepat 10 km di atasnya(proyeksi tegak atas titik fokus), secara geografi lokasi episentrum ini dekat pantai; tetapi pematahan akibat gempa ini miring ke darat dan gawir sesarnya muncul di darat. Gempa ini tergolong tsunami-genic meskipun gawir sesarnya muncul di darat. Mengapa ? sebab episentrumnya di laut, magnitudenya di atas 6.5 SR, pematahannya dip-slip, dan kedalaman fokusnya dangkal. Ada massa kerak Bumi yang tergeser termasuk yang di dasar laut (sehingga kolom air laut di atasnya dipindahkan saat massa kerak ini bergerak) meskipun ujung kerak muncul di daratan (akan diekspresikan dalam pengangkatan medan).
Betul, yang menyebabkan tsunami adalah dislokasinya. Kalau episentrumnya di darat, maka fokus gempanya di darat juga. Kalau dislokasinya miring ke laut bagaimana apakah akan menyebabkan tsunami. Dalam kasus ini, gempa darat ini akan menyebabkan tsunami bila : (1) focus EQ (earthquake) depth dangkal, (2)dip sesar landai, (3)vergency (arah) sesar ke laut, (4) magnitude gempa kuat, (5) dislokasi dip-slip. Maka, bila ada episentrum gempa di pantai berpotensi tsunami juga. Kasus Simeulue 20 feb 08 kemarin : syarat no. 2 dan no. 3 tak dipenuhi. Kriteria gempa susulan selalu lebih kecil magnitude-nya daripada gempa utama dan pola penyebaran episentrumnya masih di sekitarnya, kadang2 mengikuti pola gerak lempeng di sekitarnya. Ini berhubungan dengan release energy setelah main shock. Bila kemudian dalam beberapa hari atau minggu ada gempa yang jauh lebih besar dari magnitude gempa susulan terakhir, kemudian titik episentrumnya bukan di rentetan gempa2 susulan gempa sebelumnya; maka ia gempa baru. Kasus gempa Bengkulu yang dua kali 12 September 2007 menarik dikaji untuk ini sebab terjadi dua kali gempa baru dalam selang sehari, sementara gempa2 susulan pertama telah berkekuatan sekitar 5 Mw tiba2 muncullagi yang hampir 8 Mw pada tempat yang lain dari rentetan belasan gempa susulan sebelumnya. Gempa baru sering dipicu oleh gempa lama. Kasus EQ storm sering menunjukkan hal ini. Gempa susulan tak bisa lebih besar dari gempa utama, kalau lebih besar berarti ia gempa baru yang lain sebab gempa susulan hanya release energy setelah kesetimbangan posisi batun terganggu (maka magnitude makin mengecil), sedangkan gempa baru adalah rupture baru, maka ia besar lagi relatif terhadap gempa susulan dari gempa sebelumnya. Foreshock-mainshock. Foreshock lebih kecil magnitudenya dibandingkan gempa utama, tetapi mengenali ini sulit dan tak selalu muncul (dalam kasus gempa2 di Indonesia). Skala magnitude tetap berpengaruh, semakin besar magnitude semakin besar dislokasi. Bila magnitude kecil (<5 Mw), lalu fokus dangkal (katakanlah 10 km), dislokasinya tak akan sampai ke permukaan atau menggeser dasar laut. Dislokasinya berhenti di kerak Bumi sebagai blind fault. Maka syarat tsunami adalah gempanya cukup kuat, kuat, atau sangat kuat, ini semua tentang skala magnitude yang berhubungan langsung dengan panjang pendeknya dislokasi. Pak Irwan Meilano, ahli gempa kita di milis ini, atau para spesialis gempa lainnya, pasti bisa menambahkan keterangan2 di atas atau bahkan mengoreksinya. Salam, awang -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Wednesday, February 27, 2008 11:50 C++ To: [email protected] Subject: [iagi-net-l] Sumatra : Living on the Edge (!) > Gempa Simeulue dilaporkan tidak memicu tsunami karena satu syarat tsunami > tidak dipenuhinya : gempa terjadi di darat. Maksudnya episenternya atau dislokasinya ? Kalau bidang patahannya miring maka proyeksi hypocenter (episenter) dalam peta bisa didarat tetapi dislokasinya di laut. YAng menyebabkan tsunami lebih banyak dislokasinya, cmiiw. Ini sering rancu buat saya :( > Gempa Mentawai menyusul terjadi lima hari kemudian pada 25 Februari 2007 > pada jam yang hampir bersamaan : sore hari pukul 15:36 WIB. Ini gempa baru, > bukan gempa susulan gempa Simeulue. Gempa berpusat di laut sekitar 25 km > sebelah tenggara Pulau Sipora yang merupakan bagian rangkaian Kepulauan > Mentawai. Hiposentrum gempa barada pada kedalaman 35 km dengan magnitude 7.0 > Mw (7.2 SR - BMG). Gempa Mentawai ini mengguncang Kepulauan Mentawai, juga > ikut dirasakan goyangannya di Pekanbaru, Bengkulu, Padang, Singapura, dan > Malaysia. Sebenernya apa sih kriteria gempa susulan atau gempa baru ? Dapatkan gempa susulan lebih besar dari gempa awal ? > Berdasarkan data USGS centroid moment tensor solution, gempa ini telah > mematahkan batuan secara thrusting, patahan naik, dengan jurus 126 deg NE, > sejajar dengan Sesar Mentawai. Mekanisme pematahan gempa ini persis gempa > Simeulue yang terjadi lima hari sebelumnya, yaitu pematahan naik pada kerak > samudera Hindia. Gempa ini sebenarnya memenuhi keempat syarat terjadinya > tsunami. Tetapi, parameter magnitude dan kedalamannya kelihatannya hanya di > ambang batas untuk bisa memicu tsunami. Barangkali tsunami lebih banyak dipengaruhi pada "surface disloction" ketimbang besarnya skala magnitude. Trims pencerahannya :) RDP ---------------------------------------------------------------------------- CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011 !!!!! PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- This email was Anti Virus checked by Administrator. http://www.bpmigas.com ---------------------------------------------------------------------------- CALONKAN DIRI ANDA SEBAGAI KETUA UMUM IAGI 2008-2011 !!!!! PENDAFTARAN CALON KETUA 13 FEB S/D 6 JUNI 2008 PENGHITUNGAN SUARA: PIT IAGI 37 DI BANDUNG ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

