Pak Awang di Changi Airport ....

Saya sependapat dengan kalimat terakhir pak Awang :

"*Saya tak mengatakan bahwa gempa Yogya penyebab Lusi, saya hanya mengatakan
bahwa gempa signifikan sebagai faktor yang berkaitan dengan LUSI*"

Memang dengan terjadinya gempa Yogya itu boleh jadi memperparah akibat dari
LUSI, sedang "PEMICU" lahirnya LUSI ini justru yg sedang didiskusikan.
Karena tidak adanya pipa casing yg dipasang pada selang interval yg sangat
poanjang, maka "problem drilling" disumur BJP-1 itulah yg akhirnya
"MELAHIRKAN/memicu terjadinya pertama kali semburan lumpur Sidohardjo" yg
munculnya ke permukaan bumi pertama kali yg mengandung campuran lumpur
bor-nya sumur BJP-1 (menurut data2nya dari pak Rudi Rubiandini), yg hanya
berjarak 50m dari sumur tsb, bukan 200 m (sesuai berita2 yg muncul pertama
kali waktu itu, baik berita2 dari milis maupun dari suratkabar).

Dalam pembahasan pak Awang diatas saya melihat ketidak seimbangan, karena
begitu banyak sekali (ada 14 point) yg ditulis tentang kecenderungan gempa
yogya penyebab LUSI, sedang tentang sumur BJP-1 hanya disebutkan dalam
satu paragraph saja, itupun pak Awang "HANYA" mensitir papernya orang lain,
yg menurut pak Awang bukan inconclusive, tetapi menurut saya hal itu mungkin
hanya kurang tepat penyebutan nama Formasi Kujung-nya saja, yg jelas dari
batuan shale overpressure yg tidak dipasang pipa casing pada
interval kedalaman tsb.  Disinilah kelihatan data2 yg ditulis pak Awang tsb
adalah utk "MENGGIRING" kesimpulan yg dikehendaki.

Point no.4 dari keterangan pak Awang diatas :

*4. Lumpur tak pernah tersembur dari sumur BJP-1, dan tak ada komunikasi
antara semburan lumpur dengan sumur BJP-1.*
**
Hal ini berbeda dengan pendapat pak Rudi Rubiandini, atau juga menurut saya
memang lumpur bornya sendiri tidak muncul ke permukaan tanah, tetapi lumpur
bor yg bercampur dengan lumpur dari formasi shale yg overpressure inilah
(campuran tsb bisa terjadi karena formasi shale overpressure itu *tidak
ditutup casing*, sehingga dengan MUDAH akan bercampur dengan lumpur bor, dan
akibatnya campuran kedua lumpur tsb dari lumpur bor & lumpur formasi shale
overpressure yg menjadi liar sulit dikendalikan, lagi2 karena sumurnya tidak
ditutup casing), campuran lumpur tadi yg sudah liar & bertekanan tinggi
telah mencari zone2 lemah utk kemudian me-release pressurenya ke permukaan
tanah, sehingga lahirlah LUSI untuk pertama kalinya.

Sedang gempa Yogya yg terjadi pada periode yg sama kemudian ikut memperparah
akibat yg ditimbulkan lahirnya LUSI tadi.  Jadi kalau misalnya didalam sumur
BJP-1 itu kalau sudah dipasang pipa casing pada interval yg menembus formasi
shale overpressure tadi,  kemungkinan besar problemnya tidak akan separah
itu & boleh jadi tidak akan menyebabkan lahirnya LUSI.

Saya teringat cerita salah seorang teman kantor yg seorang senior drilling
engineer, sebelum join dengan perusahaan tempat saya bekerja sekarang, dia
sempat diinterview oleh Lapindo.  Saat itu dia diberi buku drilling program
sumur BJP-1 & disuruh mempelajarinya.  Sejak awal dia sudah tidak setuju
dengan drilling program tsb karena tidak adanya program casing pada
kedalaman yg seharusnya sudah dipasang pipa casing utk keamanan drilling
sumur tsb.  Karena dia sudah membicarakan hal itu dengan yg menginterview
dari pihak Lapindo, yg katanya disitu belum perlu dipasang pipa casing.

Akhirnya teman saya tsb memutuskan utk tidak jadi join Lapindo, karena kalau
join Lapindo, sumur BJP-1 lah yg akan menjadi tugas pertama dia di Lapindo,
dan dia sudah usulkan supaya dipasang pipa casing diinterval kedalam tsb
tapi pihak Lapindo bilang belum perlu , maka teman saya tadi mundur karena
tidak mau menanggung resiko berat kalau drilling tanpa casing yg bisa
berakibat fatal.  Dan akhirnya terjadilah apa yg dikhawatirkan teman saya
tadi & lahirlah LUSI.

Terima kasih utk perhatiannya.

Wass,
nyoto







2008/10/26 Awang Satyana <[EMAIL PROTECTED]>

> Penjelasan yang mudah tentu menuduh BJP-1 sebagai pembangkit LUSI sebab
> jarak BJP-1 hanya sekitar 200 meter dari titik LUSI, dibandingkan menuduh
> gempa Yogya 27 Mei 2006 sebagai pembangkit LUSI yang jaraknya dari titik
> LUSI sekitar 250 km. Maka wajar sekali bahwa pendapat gempa sebagai faktor
> signifikan pembangkit LUSI menjadi tidak populer.
>
> Sayangnya, penjelasan yang mudah belum tentu benar, dan sebaliknya bahwa
> penjelasan yang sulit (yang kata orang mengada-ada atau "ngakali") belum
> tentu salah. "Occam razor" (bahwa penjelasan mudahlah yang benar) dalam hal
> ini tidak menjadi metode analisis.
>
> Pada pagi hari menjelang pukul 06.00 27 Mei 2006 itu, saat gempa
> bermagnitude lokal (SR) 5,8 atau 6.2 mw menggoncang Yogya, 34 detik kemudian
> energinya yang besar telah berpropagasi secara dominan ke arah timurlaut dan
> mengganggu survei seismik yang pagi itu tengah dilakukan Hess di perairan
> Pangkah. Intervensi energi besar yang bukan dari airgun tampak mengacaukan
> first shoot seismik pagi itu. Propagasi gaya ke timurlut itu telah mengenai
> sistem-sistem sesar yang right=stepping sejak dari Sesar Opak sampai
> Watukosek dan Madura. Propagasi gayanya pun melandai ke arah timur-timurlaut
> dan mengenai Gunung Semeru. Partial loss di sumur BJP-1 dan kemudian total
> loss secara ruang dan waktu ada dalam ururan propagasi gaya ini. Juga,
> semburan lumpur pertama tanggal 29 Mei 2006 yang berjajar sampai sekitar
> lima titik searah dengan propagasi gaya gempa (SW-NE) dan reaktivasi Gunung
> Semeru pada 29-30 Mei 2006 dengan peningkatan suhu dan awan panas juga
> secara ruang
>  dan waktu terhubung dengan gempa Yogya.
>
> Mengapa di Sragen dan Purwodadi tak ada semacam LUSI ? Sebab propagasi gaya
> tak dominan ke utara dan baratlaut tetapi ke arah timurlaut dan timur.
> Mengapa di Madiun dan Bojonegoro tak ada semacam LUSI, sebab tak ada right
> stepping faults semacam Watukosek yang berestafet menghubungkannya ke Sesar
> Opak. Mengapa tak ada semacam LUSI di sepanjang jalur 250 km dari episentrum
> gempa sampai LUSI. Sebab, mud eruption semacam LUSI hanya terjadi di wilayah
> elisional yang tak seluruhnya menyusun jalur sepanjang 250 km itu. Elisonal
> di Jawa yang ideal hanya di bagian timur Zone Kendeng, sejak dari Jombang
> sampai Selat Madura.
>
> Coba dilihat hal-hal di bawah ini, mengapa reaktivasi tektonik dan gempa
> patut ditinjau sebagai signifikan dalam hal LUSI :
>
> 1. Hubungan temporal antara partial loss dan total loss di sumur BJP-1 yang
> selaras dengan urutan-urutan main shock dan aftershocks gempa Yogya.
>
> 2. Erupsi lumpur terjadi dua hari setelah gempa (perhatikan kata setelah,
> bukan sebelum).
>
> 3. Erupsi lumpur dalam seminggu pertama terjadi pada beberapa titik yang
> membentuk kelurusan SW-NE sejajar dengan Sesar Watukosek. Perhatikan
> kelurusan, bukan radial mengelilingi sumur BJP-1.
>
> 4. Lumpur tak pernah tersembur dari sumur BJP-1, dan tak ada komunikasi
> antara semburan lumpur dengan sumur BJP-1.
>
> 5. Sumur BJP-1 berada dalam splays Sesar Watukosek yang memanjang dari
> Gunung Penanggunngan sampai sebelah barat Madura. Di atas sistem sesar ini
> bersarang gununglumpur2 Gunung Anyar, Pulungan, Kalang Anyar, Socah
> (Bangkalan).
>
> 6. Retakan besar terjadi di bawah pipe rack wellsite memanjang ratusan
> meter SW-NE selebar beberapa cm.
>
> 7. Produksi gas sumur Carat dekat BJP-1 menurun secara drastis setelah
> gempa Yogya. Gempa akan berpengaruh kepada gerak fluida sebab ia secara
> mikro mempengaruhi permeabilitas batuan.
>
> 8. Gunung Semeru teraktifkan ulang dua hari setelah gempa Yogya.
>
> 9. Energi Gempa Yogya terukur dan mengintervensi seismic recording
> diperairan Hess Pangkah.
>
> 10. Aftershocks gempa Yogya bila diplot menunjukkan propagasi gaya ke arah
> timurlaut secara dominan.
>
> 11. Data kelurusan berdasarkan citra landsat dan gayaberat menunjukkan
> keberadaan sistem sesar right stepping dari Yogyakarta ke arah Madura
> melalui Sidoarjo.
>
> 12. Sampai sekarang, dari dua tahun lalu, flow rate LUSI berkorelasi secara
> positif dengan kejadian gempa di sekitarnya dalam radius 300 km. High flow
> rates selalu terjadi bersamaan dengan high swarm EQ.
>
> 13. Isotop deuterium air LUSI menunjukkan percampuran magmatic fluid dari
> kedalaman lebih 20.000 ft, ini mengindikasi keberadaan retakan besar yang
> berhubungan dengan sesar mendatar sampai ke basement.
>
> 14. Jalur rel kereta api yang membengkok mengikuti gempa persis pada lokasi
> rel memotong Sesar Watukosek, menggambarkan gempa mengaktifkan Watukosek.
>
> Demikian, hal2 yang harus diperhatikan mengapa gempa Yogya patut
> dipertimbangkan signifikan dalam hal LUSI.
>
> Di pihak lain, paper Davies et al (2007) masih berasumsi bahwa asal air
> dari batugamping Kujung di TD sumur dan lumpurnya dari overpressured shale
> yang uncased. Asumsi ini inconclusive sebab tak ada Kujung ditembus di TD
> sumur, TD sumur BJP-1 jauh lebih muda daripada OligoMiosen; dan tak ada
> Kujung berkembang di selatan Kendeng Zone.
>
> Saya tak mengatakan bahwa gempa Yogya penyebab Lusi, saya hanya mengatakan
> bahwa gempa signifikan sebagai faktor yang berkaitan dengan LUSI.
>
> salam,
> awang - Changi airport.
>
>
>
>
> --- On Sat, 10/25/08, Benyamin Sapiie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > From: Benyamin Sapiie <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Re: Fwd: Fw: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup,
>    Kata Geolog Internasional
> > To: [email protected]
> > Date: Saturday, October 25, 2008, 12:03 PM
>  > Analisa detail juga diberikan dalam papernya Davies et al,
> > 2006 dan 2007.
> > Paper ini sangat runut dan detail dalam memperlihatkan data
> > yang ada. Yang
> > saya bingung data yang benar yang mana, karena kelihatannya
> > wellnya tidak
> > sama.  Demikian juga pernyataan dari Pak Rudi Rubiandini.
> > Jika ingin
> > menyelesaikan masalah ini secara scientifik tentu saja
> > tidak boleh ada
> > unsur politik dan hukum harus bisa mendapat sumber yang
> > sama dan benar.
> >
> > Salam,
> >
> > Ben Sapiie
> >
> >
> >
> >
> > Assww.,
> >
> > Pak Bambang Istadi, pertama saya ucapkan terimakasih atas
> > tawarannya utk
> > bisa "melihat" data2 pak Bambang, tapi sayang
> > sekali selama ini (sejak
> > beberapa bulan terakhir) saya masih belum punya kesempatan
> > utk menerima
> > tawaran pak Bambang. Karena selama ini & sampai Q1
> > tahun depan, saya harus
> > memonitor very closely pemboran sumur2 explorasi di Sarawak
> > & Sabah
> > offshore, sampai lebaranpun kemarin nggak bisa cuti pulang
> > kampung.
> > Tapi dalam hati kecil saya sebagai salah seorang anggota
> > IAGI, koq masih
> > terlalu sulit untuk bisa menerima hipotesa & kesimpulan
> > pak Bambang
> > (walaupun "sudah didiskusikan secara
> > Internasional"), bahwa munculnya
> > LUSI TIDAK ada HUBUNGANnya dengan sumur BJP-1.
> > Orang awam perminyakan saja, apalagi yg mengerti dengan
> > dunia perminyakan,
> > akan merasa SULIT utk mempercayai argumentasi &
> > kesimpulan anda.
> >
> > Yg jelas munculnya LUSI itu justru pertama kali terjadi
> > disekitar sumur
> > BJP-1 saat sedang mengalami masalah (KARENA TIDAK ADANYA
> > CASING PADA
> > INTERVAL KEDALAMAN YG SANGAT POANJANG), dan munculnya hanya
> > beberapa meter
> > (50 m) dari lokasi sumur BJP-1.  Kalau misalnya terjadinya
> > LUSI
> > diakibatkan
> > oleh gempa Yogya yg berjarak ratusan km (250 km?), secara
> > logika sangat
> > sulit diterima alias "SUMEER" kesimpulan tsb,
> > kalau memang karena gempa,
> > seharusnya LUSI akan terjadi paling tidak disepanjang jalur
> > dari pusat
> > gempa
> > Yogya sampai ke lokasi LUSI, dan itu bisa terjadi mulai
> > dari daerah Yogya
> > sendiri kemudian kearah timur laut, mislanya Sragen,
> > Madiun, juga
> > Bojonegoro
> > (yg didaerah ini juga banyak potensi lumpur panas dari
> > Formasi Kalibeng ?
> > (yaitu formasi lumpur yg bertekanan lebih tinggi dibanding
> > formasi2 diatas
> > &
> > dibawahnya, cmiiw). Malah daerah Purwodadi dimana ada mud
> > volcano (dari
> > formasi yg sama dengan asalnya LUSI, cmiiw), yg letaknya
> > lebih dekat
> > dengan
> > pusat gempa Yogya, saat itu tidak terjadi
> > "PERUBAHAN" tingkah laku lumpur
> > yg
> > keluar dari dalam perut bumi yg sudah terjadi sejak ratusan
> > tahun yll.
> >
> > Sekali lagi dengan data2 tsb diatas rasanya sangat sulit
> > sekali utntuk
> > mempercayai argumentasi & kesimpulan pak Bambang
> > Istadi.
> >
> > Dibawah ini saya forwardkan juga email dari pak
> > "3R" dari Bandung dengan
> > data2 yg akurat yg menurut saya data2 & keterangannya
> > "MEMENTAHKAN" data2
> > &
> > argumentasi serta kesimpulan pak Bambang Istadi.
> >
> > Dengan itu saya berkesimpulan bahwa mungkin pak Bambang
> > perlu mengkaji &
> > memikirkan kembali data2 & kesimpulan pak Bambang tsb,
> > terima kasih atas
> > perhatiannya.
> >
> >
> > Wass,
> > nyoto
> >
> >
> >
> > 3R to R.P.Koesoemadi., nataniel.mangi., me, Andang
> > show details 8:17 AM (18 minutes ago) Reply
> >
> > Pa Koesoema, pa Nyoto, pa Natan, dan pa andang
> > Kronologi yang saya simpulkan :
> > 1. tgl 27 mei jam 5 pagi terjadi gempa yogya, sedangkan di
> > BJP-1 terjadi
> > beberapa partial loss dan kemudaian total loss siang hari
> > sekitar jam 13.
> > kemudian injeksi LCM dan dapat ditanggulangi. Jadi menurut
> > hemat saya,
> > bila
> > Gempa sebagai penyebab, sore hari tgl 27 mei sudah
> > tertanggulangi dan
> > tidak
> > ada lagi hubungannya.
> > 2. tgl 27 malam sampai 28 pagi melakukan pencabuatn pipa
> > dan berhenti di
> > 4241 feet karena stuck, saat operasi berusaha melepas pipa
> > tgl 28 pagi
> > terjadi kick.
> > 3. Operasi penanggulangan dilakukan dengan menginjeksi
> > lumpur 14,7 ppg,
> > semburan mulai mengecil, namun belum tuntas tanggal 29 pagi
> > sekitar jam 5
> > penduduk melaporkan ada semburan di sekitar sumur BJP-1.
> > Mungkin ini bisa membantu.
> >
> > salam,
> > 3R
> >
> >
> >
> > ---------- Forwarded message ----------
> > From: 3R <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 2008/10/25
> > Subject: Fw: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat
> > Ditutup, Kata Geolog
> > Internasional
> > To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], Andang
> > Bachtiar <
> > [EMAIL PROTECTED]>
> >
> >
> >
> > ----- Original Message ----- From: "3R"
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: "R.P.Koesoemadinata"
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: Saturday, October 25, 2008 6:31 AM
> > Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat
> > Ditutup, Kata Geolog
> > Internasional
> >
> >
> > Pa Koesoema,
> > > untuk disampaikan pada pa Firdaus, pa Rovicky, Pa
> > Nyoto, dan pa Andang.
> > >
> > > Beberapa penjelasan informasi berikut mungkin membantu
> > :
> > >
> > > 1. pertama kali keluar dari semburan adalah air (bukan
> > lumpur), namun
> > > kemudian muncul lumpur yang mengandung SOBM, yaitu
> > dilaporkan beberapa
> > > penduduk dan SOBM yang panas mengenguapkan komponen
> > hidrokarbon itu yang
> > > terhirup dan menyebabkan beberapa penduduk harus masuk
> > rumah sakit.
> > > Namun
> > > setelah beberapa lama yang keluar ya hanya lumpur
> > seperti sekarang yaitu
> > > air
> > > asin panas yang bercampur clay.
> > >
> > > 2. Sonan hanya mampu turun sampai kedalaman sekitar
> > 2300 feet di lubang
> > > BJP-1 dan terukur 140 F, tentunya temperatur di dalam
> > lubang tertutup
> > > (tercasing dan bagian bawah tertutup dengan Fish dan
> > semen) tidak
> > > berhubungan dengan semburan.
> > >
> > > 3. Fish tidak jatuh bisa dikarenakan memang  Drillpie
> > sudah terjepit
> > > sejak
> > > kedalaman 3200 feet di dalam casing yang panjangnya
> > 3580 feet (hasil
> > > test
> > > Free Point Indicator sebelum memutus Drillpipe), dan
> > sebelumnya pernah
> > > ditarik dengan Overpull lebih dari 400.000 lbs tidak
> > bisa lepas.
> > >
> > > Sebetulanya tanpa mendiskusikan ketiga parameter
> > tersebut tetap
> > > underground
> > > Blowout tersebut terbukti sangat jelas bagi kami,
> > yaitu kerena fakta
> > > sbb.:
> > >
> > > 1. Fracture Gradient pada kaki csing kedalaman 3580
> > feet menurut analisa
> > > kami adalah 15,9 ppg dengan menggunakan kaidah-kaidah
> > dalam ilmu Rock
> > > mechanic yang selama ini dianut, namun laporan lapindo
> > menyampaikan
> > > sebesar
> > > 16,4 ppg tapi pada sat yang sama laporan dari Rig TMMJ
> > sebesar 15,7 ppg.
> > >
> > > 2. Dengan besar lumpur sebesar 14,7 ppg saat itu,
> > berarti hanya punya
> > > keleluasaan MASP pada kedalaman 3580 feet untuk FG
> > 15,9 ppg sebesar 224
> > > psi,
> > > bila digunakan FG 16,4 ppg saja hanya 316 psi.
> > Sedangkan kenyataan dalam
> > > laporan pemboran disampaikan bahwa SIDP sebesar 350
> > psi dan SICP sebesar
> > > 450
> > > psi, malah dibaca pada Geolograph tekanan lebih dari
> > itu, jadi sangat
> > > jelas
> > > batuan di casing shoe sudah retak segera setelah sumur
> > ditutup BOP.
> > >
> > > Untuk sementara itu yang bisa saya sampaikan, semoga
> > bermanfaat.
> > >
> > > Salam,
> > > 3R
> > >
> > > ----- Original Message ----- From:
> > "R.P.Koesoemadinata" <
> > > [EMAIL PROTECTED]>
> > > Cc: "Rudi Rubiandini R.S."
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > > Sent: Thursday, October 23, 2008 10:29 PM
> > > Subject: Fw: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat
> > Ditutup, Kata
> > > Geolog
> > > Internasional
> > >
> > >
> > >
> > >> ----- Original Message ----- From:
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > >> To: <[email protected]>
> > >> Sent: Thursday, October 23, 2008 3:10 PM
> > >> Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak
> > Dapat Ditutup, Kata
> > >> Geolog
> > >> Internasional
> > >>
> > >>
> > >>   Rekan Iagi,
> > >>>
> > >>> Kok agak aneh pernyataannya tersebut dibawah
> > (see quote):
> > >>> suhu lumpur yang disebutkan sangat rendah di
> > kedalaman +/-3000m hanya
> > >>> 140
> > >>> F
> > >>> (60 C)?
> > >>>
> > >>> Berapa gradient geothermal di daerah
> > sekitarnya?
> > >>> Kalau kita pakai rule of thumb 30 C/1000m saja
> > harusnya sudah 90 C.
> > >>> Apalagi
> > >>> jika ditambah suhu permukaan +/- 30 C.
> > >>> Jadi estimasi temperatur harusnya sudah
> > mencapai 120 C (+/- 250 F).
> > >>>
> > >>> Tentunya ada faktor penurunan suhu pada saat
> > lumpur naik dari
> > >>> subsurface
> > >>> ke
> > >>> surface.
> > >>> Ada yang bisa bantu untuk penjelasannya?
> > >>>
> > >>> Salam
> > >>>
> > >>> Firdaus
> > >>>
> > >>> Quote:
> > >>> Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur
> > dan sonan selama 50 hari
> > >>> terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak
> > fenomena "blowout".
> > >>> Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur
> > adalah 140 derajat F,
> > >>> sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru
> > 200 derajat F.
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>            "Rovicky Dwi
> > >>>            Putrohari"
> > >>>            <[EMAIL PROTECTED] To
> > >>>            m>
> > "[email protected]"
> > >>>
> > <[email protected]>, "Forum
> > >>>            23/10/2008 09:11          Himpunan
> > Ahli Geofisika
> > >>> Indonesia"
> > >>>
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > >>>
> > >>> cc
> > >>>            Please respond to
> > >>>            <[EMAIL PROTECTED] Subject
> > >>>                  .id>
> > [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak
> > >>>                                      Dapat
> > Ditutup, Kata Geolog
> > >>>
> > Internasional
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>> Mungkin dengan imbuhan
> > "international" menjadi lebih diperhatikan.
> > >>>
> > >>> RDP
> > >>> -----------------------------------------
> > >>> 22/10/08 18:04
> > >>> Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata
> > Geolog Internasional
> > >>>
> > >>>
> > >>> Jakarta (ANTARA News) - Para geolog
> > internasional sepakat bahwa
> > >>> semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur
> > adalah "mud volcano"
> > >>> yang merupakan produk remobilisasi sedimen dan
> > aliran fluida di
> > >>> wilayah cekungan bumi yang lemah, karena itu
> > semburan itu tidak bisa
> > >>> ditutup.
> > >>>
> > >>> Untuk itu, harus segera ada kerja sama dan
> > saling berbagi data agar
> > >>> penyimpulan pemicu semburan lumpur itu menjadi
> > benar, kata Dr.
> > >>> Christopher Jackson, geolog dari Imperial
> > College London, seperti
> > >>> dikutip siaran pers Lapindo Brantas Inc di
> > Jakarta, Rabu.
> > >>>
> > >>> Kesepakatan itu muncul dalam konferensi
> > bertema "Subsurface Sediment
> > >>> Remobilization And Fluid Flow in Sedimentary
> > Basins" yang
> > >>> diselenggarakan The Geological Society di
> > London, Inggris, Rabu.
> > >>>
> > >>> Dalam siaran pers itu dikatakan, selama ini,
> > beberapa geolog
> > >>> internasional seperti Richard Davies dari
> > University of Durham,
> > >>> Inggris, Mark Tingay dari University of
> > Adelaide, Australia, dan
> > >>> Michael Manga dari University of California,
> > Berkeley, AS,
> > >>> menyimpulkan bahwa semburan lumpur itu dipicu
> > oleh kegiatan pengeboran
> > >>> sumur Banjar Panji I (BJP I) milik Lapindo
> > Brantas Inc.
> > >>>
> > >>> Davies juga yakin bahwa lumpur itu adalah
> > sebuah "mud volcano" yang
> > >>> merupakan hasil remobilisasi sedimentasi laut
> > jutaan tahun lalu.
> > >>>
> > >>> Dalam konferensi tersebut, geolog PT Energi
> > Mega Persada, Bambang
> > >>> Istadi, yang menjadi pembicara asal Indonesia,
> > menegaskan bahwa
> > >>> semburan lumpur itu bukan disebabkan oleh
> > "underground blowout".
> > >>>
> > >>> "Ini berdasarkan empat fakta yang ada
> > pada data autentik yang dimiliki
> > >>> Lapindo," kata Bambang.
> > >>>
> > >>> Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur
> > dan sonan selama 50 hari
> > >>> terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak
> > fenomena "blowout".
> > >>> Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur
> > adalah 140 derajat F,
> > >>> sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru
> > 200 derajat F.
> > >>>
> > >>> "Ini membuktikan bahwa sumur tidak
> > terkoneksi dengan lumpur yang
> > >>> menyembur. Juga berdasarkan tes sonan tidak
> > ada suara bising di dalam
> > >>> sumur," jelas Bambang.
> > >>>
> > >>> Fakta-fakta berikut yang diungkapkan Bambang
> > adalah tidak ada luberan,
> > >>> gas, "steam" (uap air), ataupun
> > lumpur yang keluar dari sumur BJP
> > >>> ketika dibuka. Kemudian, melalui proses
> > "re-entry" diketahui bahwa
> > >>> mata bor tidak jatuh, walau semburan yang
> > berjarak 200 meter dari
> > >>> sumut BJP I, itu sudah berlangsung satu
> > setengah bulan.
> > >>>
> > >>> "Bila terjadi underground blowout, pasti
> > mata bor itu jatuh karena
> > >>> material lumpur yang keluar sudah jutaan
> > ton," ungkap Bambang seeprti
> > >>> dikutip siaran pers itu.
> > >>>
> > >>> Fakta lain yang diungkap Bambang adalah tidak
> > ditemukan "systhetic oil
> > >>> based drilling" dalam tes diberbagai
> > titik survei semburan.
> > >>>
> > >>> "Semua fakta menunjukkan sumur BJP I
> > masih sehat dan tidak terkoneksi
> > >>> dengan semburan," jelasnya.
> > >>>
> > >>> Sementara itu, Richard Davies, yang juga
> > menjadi penyelenggara
> > >>> konferensi tersebut, mengaku terkejut atas
> > temuan itu. Dia langsung
> > >>> merespons dengan menyediakan diri bekerja sama
> > dengan pihak Lapindo
> > >>> Brantas.
> > >>>
> > >>> "Saya baru pertama kali ini bertemu
> > dengan Bambang Istadi, ya di
> > >>> London ini," ucapnya.
> > >>>
> > >>> Perdebatan teknis antar geolog dunia mengenai
> > semburan lumpur itu akan
> > >>> berlanjut pada konferensi internasional di
> > Cape Town, Afrika Selatan,
> > >>> pada 26 - 29 Oktober 2008, yang
> > diselenggarakan American Association
> > >>> of Petroleum Geologists (AAPG).(*)
> > >>>
> > >>> COPYRIGHT (c) 2008
> > >>>
> > >>>
> > >>> --
> > >>> Dongeng hari ini :
> > >>>
> > >>>
> >
> http://rovicky.wordpress.com/2008/10/18/menjadi-pekerja-excellent-tanpa-kerja-lembur/
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > >>>
> > >>> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober
> > 2008
> > >>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> > >>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> > >>> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
> > >>>
> > >>>
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > >>>
> > >>> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> > >>> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> > >>> * mungkin di semarang
> > >>> * mungkin pula di solo
> > >>> * mungkin juga join dg HAGI dll.
> > >>>
> > >>>
> >
> -----------------------------------------------------------------------------
> > >>>
> > >>> To unsubscribe, send email to:
> > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > >>> To subscribe, send email to:
> > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > >>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > >>> No. Rek: 123 0085005314
> > >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia
> > (IAGI)
> > >>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > >>> No. Rekening: 255-1088580
> > >>> A/n: Shinta Damayanti
> > >>> IAGI-net Archive 1:
> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > >>> IAGI-net Archive 2:
> > http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > >>>
> > >>>
> > ---------------------------------------------------------------------
> > >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with
> > regard to information
> > >>> posted
> > >>> on its mailing lists, whether posted by IAGI
> > or others. In no event
> > >>> shall
> > >>> IAGI and its members be liable for any,
> > including but not limited to
> > >>> direct
> > >>> or indirect damages, or damages of any kind
> > whatsoever, resulting from
> > >>> loss
> > >>> of use, data or profits, arising out of or in
> > connection with the use
> > >>> of
> > >>> any information posted on IAGI mailing list.
> > >>>
> > ---------------------------------------------------------------------
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > >>> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober
> > 2008
> > >>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> > >>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> > >>> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
> > >>>
> > >>>
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > >>> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> > >>> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> > >>> * mungkin di semarang
> > >>> * mungkin pula di solo
> > >>> * mungkin juga join dg HAGI dll.
> > >>>
> > >>>
> >
> -----------------------------------------------------------------------------
> > >>> To unsubscribe, send email to:
> > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > >>> To subscribe, send email to:
> > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > >>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > >>> No. Rek: 123 0085005314
> > >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia
> > (IAGI)
> > >>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > >>> No. Rekening: 255-1088580
> > >>> A/n: Shinta Damayanti
> > >>> IAGI-net Archive 1:
> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > >>> IAGI-net Archive 2:
> > http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > >>>
> > ---------------------------------------------------------------------
> > >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with
> > regard to information
> > >>> posted on its mailing lists, whether posted by
> > IAGI or others. In no
> > >>> event
> > >>> shall IAGI and its members be liable for any,
> > including but not
> > >>> limited to
> > >>> direct or indirect damages, or damages of any
> > kind whatsoever,
> > >>> resulting
> > >>> from loss of use, data or profits, arising out
> > of or in connection
> > >>> with the
> > >>> use of any information posted on IAGI mailing
> > list.
> > >>>
> > ---------------------------------------------------------------------
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>> __________ NOD32 3244 (20080705) Information
> > __________
> > >>>
> > >>> This message was checked by NOD32 antivirus
> > system.
> > >>> http://www.eset.com
> > >>>
> > >>>
> > >>>
> > >>
> > >
> >
> >
> >
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> > pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> > dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> > * mungkin di semarang
> > * mungkin pula di solo
> > * mungkin juga join dg HAGI dll.
> >
> -----------------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to:
> > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to:
> > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1:
> > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> > ---------------------------------------------------------------------
> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> > information posted on its mailing lists, whether posted by
> > IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be
> > liable for any, including but not limited to direct or
> > indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> > resulting from loss of use, data or profits, arising out of
> > or in connection with the use of any information posted on
> > IAGI mailing list.
> > ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> * mungkin di semarang
> * mungkin pula di solo
> * mungkin juga join dg HAGI dll.
>
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>

Kirim email ke