Penjelasan yang mudah tentu menuduh BJP-1 sebagai pembangkit LUSI sebab jarak BJP-1 hanya sekitar 200 meter dari titik LUSI, dibandingkan menuduh gempa Yogya 27 Mei 2006 sebagai pembangkit LUSI yang jaraknya dari titik LUSI sekitar 250 km. Maka wajar sekali bahwa pendapat gempa sebagai faktor signifikan pembangkit LUSI menjadi tidak populer.
Sayangnya, penjelasan yang mudah belum tentu benar, dan sebaliknya bahwa penjelasan yang sulit (yang kata orang mengada-ada atau "ngakali") belum tentu salah. "Occam razor" (bahwa penjelasan mudahlah yang benar) dalam hal ini tidak menjadi metode analisis. Pada pagi hari menjelang pukul 06.00 27 Mei 2006 itu, saat gempa bermagnitude lokal (SR) 5,8 atau 6.2 mw menggoncang Yogya, 34 detik kemudian energinya yang besar telah berpropagasi secara dominan ke arah timurlaut dan mengganggu survei seismik yang pagi itu tengah dilakukan Hess di perairan Pangkah. Intervensi energi besar yang bukan dari airgun tampak mengacaukan first shoot seismik pagi itu. Propagasi gaya ke timurlut itu telah mengenai sistem-sistem sesar yang right=stepping sejak dari Sesar Opak sampai Watukosek dan Madura. Propagasi gayanya pun melandai ke arah timur-timurlaut dan mengenai Gunung Semeru. Partial loss di sumur BJP-1 dan kemudian total loss secara ruang dan waktu ada dalam ururan propagasi gaya ini. Juga, semburan lumpur pertama tanggal 29 Mei 2006 yang berjajar sampai sekitar lima titik searah dengan propagasi gaya gempa (SW-NE) dan reaktivasi Gunung Semeru pada 29-30 Mei 2006 dengan peningkatan suhu dan awan panas juga secara ruang dan waktu terhubung dengan gempa Yogya. Mengapa di Sragen dan Purwodadi tak ada semacam LUSI ? Sebab propagasi gaya tak dominan ke utara dan baratlaut tetapi ke arah timurlaut dan timur. Mengapa di Madiun dan Bojonegoro tak ada semacam LUSI, sebab tak ada right stepping faults semacam Watukosek yang berestafet menghubungkannya ke Sesar Opak. Mengapa tak ada semacam LUSI di sepanjang jalur 250 km dari episentrum gempa sampai LUSI. Sebab, mud eruption semacam LUSI hanya terjadi di wilayah elisional yang tak seluruhnya menyusun jalur sepanjang 250 km itu. Elisonal di Jawa yang ideal hanya di bagian timur Zone Kendeng, sejak dari Jombang sampai Selat Madura. Coba dilihat hal-hal di bawah ini, mengapa reaktivasi tektonik dan gempa patut ditinjau sebagai signifikan dalam hal LUSI : 1. Hubungan temporal antara partial loss dan total loss di sumur BJP-1 yang selaras dengan urutan-urutan main shock dan aftershocks gempa Yogya. 2. Erupsi lumpur terjadi dua hari setelah gempa (perhatikan kata setelah, bukan sebelum). 3. Erupsi lumpur dalam seminggu pertama terjadi pada beberapa titik yang membentuk kelurusan SW-NE sejajar dengan Sesar Watukosek. Perhatikan kelurusan, bukan radial mengelilingi sumur BJP-1. 4. Lumpur tak pernah tersembur dari sumur BJP-1, dan tak ada komunikasi antara semburan lumpur dengan sumur BJP-1. 5. Sumur BJP-1 berada dalam splays Sesar Watukosek yang memanjang dari Gunung Penanggunngan sampai sebelah barat Madura. Di atas sistem sesar ini bersarang gununglumpur2 Gunung Anyar, Pulungan, Kalang Anyar, Socah (Bangkalan). 6. Retakan besar terjadi di bawah pipe rack wellsite memanjang ratusan meter SW-NE selebar beberapa cm. 7. Produksi gas sumur Carat dekat BJP-1 menurun secara drastis setelah gempa Yogya. Gempa akan berpengaruh kepada gerak fluida sebab ia secara mikro mempengaruhi permeabilitas batuan. 8. Gunung Semeru teraktifkan ulang dua hari setelah gempa Yogya. 9. Energi Gempa Yogya terukur dan mengintervensi seismic recording diperairan Hess Pangkah. 10. Aftershocks gempa Yogya bila diplot menunjukkan propagasi gaya ke arah timurlaut secara dominan. 11. Data kelurusan berdasarkan citra landsat dan gayaberat menunjukkan keberadaan sistem sesar right stepping dari Yogyakarta ke arah Madura melalui Sidoarjo. 12. Sampai sekarang, dari dua tahun lalu, flow rate LUSI berkorelasi secara positif dengan kejadian gempa di sekitarnya dalam radius 300 km. High flow rates selalu terjadi bersamaan dengan high swarm EQ. 13. Isotop deuterium air LUSI menunjukkan percampuran magmatic fluid dari kedalaman lebih 20.000 ft, ini mengindikasi keberadaan retakan besar yang berhubungan dengan sesar mendatar sampai ke basement. 14. Jalur rel kereta api yang membengkok mengikuti gempa persis pada lokasi rel memotong Sesar Watukosek, menggambarkan gempa mengaktifkan Watukosek. Demikian, hal2 yang harus diperhatikan mengapa gempa Yogya patut dipertimbangkan signifikan dalam hal LUSI. Di pihak lain, paper Davies et al (2007) masih berasumsi bahwa asal air dari batugamping Kujung di TD sumur dan lumpurnya dari overpressured shale yang uncased. Asumsi ini inconclusive sebab tak ada Kujung ditembus di TD sumur, TD sumur BJP-1 jauh lebih muda daripada OligoMiosen; dan tak ada Kujung berkembang di selatan Kendeng Zone. Saya tak mengatakan bahwa gempa Yogya penyebab Lusi, saya hanya mengatakan bahwa gempa signifikan sebagai faktor yang berkaitan dengan LUSI. salam, awang - Changi airport. --- On Sat, 10/25/08, Benyamin Sapiie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Benyamin Sapiie <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: Fwd: Fw: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, > Kata Geolog Internasional > To: [email protected] > Date: Saturday, October 25, 2008, 12:03 PM > Analisa detail juga diberikan dalam papernya Davies et al, > 2006 dan 2007. > Paper ini sangat runut dan detail dalam memperlihatkan data > yang ada. Yang > saya bingung data yang benar yang mana, karena kelihatannya > wellnya tidak > sama. Demikian juga pernyataan dari Pak Rudi Rubiandini. > Jika ingin > menyelesaikan masalah ini secara scientifik tentu saja > tidak boleh ada > unsur politik dan hukum harus bisa mendapat sumber yang > sama dan benar. > > Salam, > > Ben Sapiie > > > > > Assww., > > Pak Bambang Istadi, pertama saya ucapkan terimakasih atas > tawarannya utk > bisa "melihat" data2 pak Bambang, tapi sayang > sekali selama ini (sejak > beberapa bulan terakhir) saya masih belum punya kesempatan > utk menerima > tawaran pak Bambang. Karena selama ini & sampai Q1 > tahun depan, saya harus > memonitor very closely pemboran sumur2 explorasi di Sarawak > & Sabah > offshore, sampai lebaranpun kemarin nggak bisa cuti pulang > kampung. > Tapi dalam hati kecil saya sebagai salah seorang anggota > IAGI, koq masih > terlalu sulit untuk bisa menerima hipotesa & kesimpulan > pak Bambang > (walaupun "sudah didiskusikan secara > Internasional"), bahwa munculnya > LUSI TIDAK ada HUBUNGANnya dengan sumur BJP-1. > Orang awam perminyakan saja, apalagi yg mengerti dengan > dunia perminyakan, > akan merasa SULIT utk mempercayai argumentasi & > kesimpulan anda. > > Yg jelas munculnya LUSI itu justru pertama kali terjadi > disekitar sumur > BJP-1 saat sedang mengalami masalah (KARENA TIDAK ADANYA > CASING PADA > INTERVAL KEDALAMAN YG SANGAT POANJANG), dan munculnya hanya > beberapa meter > (50 m) dari lokasi sumur BJP-1. Kalau misalnya terjadinya > LUSI > diakibatkan > oleh gempa Yogya yg berjarak ratusan km (250 km?), secara > logika sangat > sulit diterima alias "SUMEER" kesimpulan tsb, > kalau memang karena gempa, > seharusnya LUSI akan terjadi paling tidak disepanjang jalur > dari pusat > gempa > Yogya sampai ke lokasi LUSI, dan itu bisa terjadi mulai > dari daerah Yogya > sendiri kemudian kearah timur laut, mislanya Sragen, > Madiun, juga > Bojonegoro > (yg didaerah ini juga banyak potensi lumpur panas dari > Formasi Kalibeng ? > (yaitu formasi lumpur yg bertekanan lebih tinggi dibanding > formasi2 diatas > & > dibawahnya, cmiiw). Malah daerah Purwodadi dimana ada mud > volcano (dari > formasi yg sama dengan asalnya LUSI, cmiiw), yg letaknya > lebih dekat > dengan > pusat gempa Yogya, saat itu tidak terjadi > "PERUBAHAN" tingkah laku lumpur > yg > keluar dari dalam perut bumi yg sudah terjadi sejak ratusan > tahun yll. > > Sekali lagi dengan data2 tsb diatas rasanya sangat sulit > sekali utntuk > mempercayai argumentasi & kesimpulan pak Bambang > Istadi. > > Dibawah ini saya forwardkan juga email dari pak > "3R" dari Bandung dengan > data2 yg akurat yg menurut saya data2 & keterangannya > "MEMENTAHKAN" data2 > & > argumentasi serta kesimpulan pak Bambang Istadi. > > Dengan itu saya berkesimpulan bahwa mungkin pak Bambang > perlu mengkaji & > memikirkan kembali data2 & kesimpulan pak Bambang tsb, > terima kasih atas > perhatiannya. > > > Wass, > nyoto > > > > 3R to R.P.Koesoemadi., nataniel.mangi., me, Andang > show details 8:17 AM (18 minutes ago) Reply > > Pa Koesoema, pa Nyoto, pa Natan, dan pa andang > Kronologi yang saya simpulkan : > 1. tgl 27 mei jam 5 pagi terjadi gempa yogya, sedangkan di > BJP-1 terjadi > beberapa partial loss dan kemudaian total loss siang hari > sekitar jam 13. > kemudian injeksi LCM dan dapat ditanggulangi. Jadi menurut > hemat saya, > bila > Gempa sebagai penyebab, sore hari tgl 27 mei sudah > tertanggulangi dan > tidak > ada lagi hubungannya. > 2. tgl 27 malam sampai 28 pagi melakukan pencabuatn pipa > dan berhenti di > 4241 feet karena stuck, saat operasi berusaha melepas pipa > tgl 28 pagi > terjadi kick. > 3. Operasi penanggulangan dilakukan dengan menginjeksi > lumpur 14,7 ppg, > semburan mulai mengecil, namun belum tuntas tanggal 29 pagi > sekitar jam 5 > penduduk melaporkan ada semburan di sekitar sumur BJP-1. > Mungkin ini bisa membantu. > > salam, > 3R > > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: 3R <[EMAIL PROTECTED]> > Date: 2008/10/25 > Subject: Fw: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat > Ditutup, Kata Geolog > Internasional > To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], Andang > Bachtiar < > [EMAIL PROTECTED]> > > > > ----- Original Message ----- From: "3R" > <[EMAIL PROTECTED]> > To: "R.P.Koesoemadinata" > <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Saturday, October 25, 2008 6:31 AM > Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat > Ditutup, Kata Geolog > Internasional > > > Pa Koesoema, > > untuk disampaikan pada pa Firdaus, pa Rovicky, Pa > Nyoto, dan pa Andang. > > > > Beberapa penjelasan informasi berikut mungkin membantu > : > > > > 1. pertama kali keluar dari semburan adalah air (bukan > lumpur), namun > > kemudian muncul lumpur yang mengandung SOBM, yaitu > dilaporkan beberapa > > penduduk dan SOBM yang panas mengenguapkan komponen > hidrokarbon itu yang > > terhirup dan menyebabkan beberapa penduduk harus masuk > rumah sakit. > > Namun > > setelah beberapa lama yang keluar ya hanya lumpur > seperti sekarang yaitu > > air > > asin panas yang bercampur clay. > > > > 2. Sonan hanya mampu turun sampai kedalaman sekitar > 2300 feet di lubang > > BJP-1 dan terukur 140 F, tentunya temperatur di dalam > lubang tertutup > > (tercasing dan bagian bawah tertutup dengan Fish dan > semen) tidak > > berhubungan dengan semburan. > > > > 3. Fish tidak jatuh bisa dikarenakan memang Drillpie > sudah terjepit > > sejak > > kedalaman 3200 feet di dalam casing yang panjangnya > 3580 feet (hasil > > test > > Free Point Indicator sebelum memutus Drillpipe), dan > sebelumnya pernah > > ditarik dengan Overpull lebih dari 400.000 lbs tidak > bisa lepas. > > > > Sebetulanya tanpa mendiskusikan ketiga parameter > tersebut tetap > > underground > > Blowout tersebut terbukti sangat jelas bagi kami, > yaitu kerena fakta > > sbb.: > > > > 1. Fracture Gradient pada kaki csing kedalaman 3580 > feet menurut analisa > > kami adalah 15,9 ppg dengan menggunakan kaidah-kaidah > dalam ilmu Rock > > mechanic yang selama ini dianut, namun laporan lapindo > menyampaikan > > sebesar > > 16,4 ppg tapi pada sat yang sama laporan dari Rig TMMJ > sebesar 15,7 ppg. > > > > 2. Dengan besar lumpur sebesar 14,7 ppg saat itu, > berarti hanya punya > > keleluasaan MASP pada kedalaman 3580 feet untuk FG > 15,9 ppg sebesar 224 > > psi, > > bila digunakan FG 16,4 ppg saja hanya 316 psi. > Sedangkan kenyataan dalam > > laporan pemboran disampaikan bahwa SIDP sebesar 350 > psi dan SICP sebesar > > 450 > > psi, malah dibaca pada Geolograph tekanan lebih dari > itu, jadi sangat > > jelas > > batuan di casing shoe sudah retak segera setelah sumur > ditutup BOP. > > > > Untuk sementara itu yang bisa saya sampaikan, semoga > bermanfaat. > > > > Salam, > > 3R > > > > ----- Original Message ----- From: > "R.P.Koesoemadinata" < > > [EMAIL PROTECTED]> > > Cc: "Rudi Rubiandini R.S." > <[EMAIL PROTECTED]> > > Sent: Thursday, October 23, 2008 10:29 PM > > Subject: Fw: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak Dapat > Ditutup, Kata > > Geolog > > Internasional > > > > > > > >> ----- Original Message ----- From: > <[EMAIL PROTECTED]> > >> To: <[email protected]> > >> Sent: Thursday, October 23, 2008 3:10 PM > >> Subject: Re: [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak > Dapat Ditutup, Kata > >> Geolog > >> Internasional > >> > >> > >> Rekan Iagi, > >>> > >>> Kok agak aneh pernyataannya tersebut dibawah > (see quote): > >>> suhu lumpur yang disebutkan sangat rendah di > kedalaman +/-3000m hanya > >>> 140 > >>> F > >>> (60 C)? > >>> > >>> Berapa gradient geothermal di daerah > sekitarnya? > >>> Kalau kita pakai rule of thumb 30 C/1000m saja > harusnya sudah 90 C. > >>> Apalagi > >>> jika ditambah suhu permukaan +/- 30 C. > >>> Jadi estimasi temperatur harusnya sudah > mencapai 120 C (+/- 250 F). > >>> > >>> Tentunya ada faktor penurunan suhu pada saat > lumpur naik dari > >>> subsurface > >>> ke > >>> surface. > >>> Ada yang bisa bantu untuk penjelasannya? > >>> > >>> Salam > >>> > >>> Firdaus > >>> > >>> Quote: > >>> Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur > dan sonan selama 50 hari > >>> terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak > fenomena "blowout". > >>> Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur > adalah 140 derajat F, > >>> sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru > 200 derajat F. > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> "Rovicky Dwi > >>> Putrohari" > >>> <[EMAIL PROTECTED] To > >>> m> > "[email protected]" > >>> > <[email protected]>, "Forum > >>> 23/10/2008 09:11 Himpunan > Ahli Geofisika > >>> Indonesia" > >>> > <[EMAIL PROTECTED]> > >>> > >>> cc > >>> Please respond to > >>> <[EMAIL PROTECTED] Subject > >>> .id> > [iagi-net-l] Lumpur Lapindo Tidak > >>> Dapat > Ditutup, Kata Geolog > >>> > Internasional > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> Mungkin dengan imbuhan > "international" menjadi lebih diperhatikan. > >>> > >>> RDP > >>> ----------------------------------------- > >>> 22/10/08 18:04 > >>> Lumpur Lapindo Tidak Dapat Ditutup, Kata > Geolog Internasional > >>> > >>> > >>> Jakarta (ANTARA News) - Para geolog > internasional sepakat bahwa > >>> semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur > adalah "mud volcano" > >>> yang merupakan produk remobilisasi sedimen dan > aliran fluida di > >>> wilayah cekungan bumi yang lemah, karena itu > semburan itu tidak bisa > >>> ditutup. > >>> > >>> Untuk itu, harus segera ada kerja sama dan > saling berbagi data agar > >>> penyimpulan pemicu semburan lumpur itu menjadi > benar, kata Dr. > >>> Christopher Jackson, geolog dari Imperial > College London, seperti > >>> dikutip siaran pers Lapindo Brantas Inc di > Jakarta, Rabu. > >>> > >>> Kesepakatan itu muncul dalam konferensi > bertema "Subsurface Sediment > >>> Remobilization And Fluid Flow in Sedimentary > Basins" yang > >>> diselenggarakan The Geological Society di > London, Inggris, Rabu. > >>> > >>> Dalam siaran pers itu dikatakan, selama ini, > beberapa geolog > >>> internasional seperti Richard Davies dari > University of Durham, > >>> Inggris, Mark Tingay dari University of > Adelaide, Australia, dan > >>> Michael Manga dari University of California, > Berkeley, AS, > >>> menyimpulkan bahwa semburan lumpur itu dipicu > oleh kegiatan pengeboran > >>> sumur Banjar Panji I (BJP I) milik Lapindo > Brantas Inc. > >>> > >>> Davies juga yakin bahwa lumpur itu adalah > sebuah "mud volcano" yang > >>> merupakan hasil remobilisasi sedimentasi laut > jutaan tahun lalu. > >>> > >>> Dalam konferensi tersebut, geolog PT Energi > Mega Persada, Bambang > >>> Istadi, yang menjadi pembicara asal Indonesia, > menegaskan bahwa > >>> semburan lumpur itu bukan disebabkan oleh > "underground blowout". > >>> > >>> "Ini berdasarkan empat fakta yang ada > pada data autentik yang dimiliki > >>> Lapindo," kata Bambang. > >>> > >>> Menurut Bambang, data rekaman tes temperatur > dan sonan selama 50 hari > >>> terhadap sumur BJP I menunjukan hasil menolak > fenomena "blowout". > >>> Analisa suhu pada kedalaman 9000 kaki sumur > adalah 140 derajat F, > >>> sedangkan suhu fluida di atas permukaan justru > 200 derajat F. > >>> > >>> "Ini membuktikan bahwa sumur tidak > terkoneksi dengan lumpur yang > >>> menyembur. Juga berdasarkan tes sonan tidak > ada suara bising di dalam > >>> sumur," jelas Bambang. > >>> > >>> Fakta-fakta berikut yang diungkapkan Bambang > adalah tidak ada luberan, > >>> gas, "steam" (uap air), ataupun > lumpur yang keluar dari sumur BJP > >>> ketika dibuka. Kemudian, melalui proses > "re-entry" diketahui bahwa > >>> mata bor tidak jatuh, walau semburan yang > berjarak 200 meter dari > >>> sumut BJP I, itu sudah berlangsung satu > setengah bulan. > >>> > >>> "Bila terjadi underground blowout, pasti > mata bor itu jatuh karena > >>> material lumpur yang keluar sudah jutaan > ton," ungkap Bambang seeprti > >>> dikutip siaran pers itu. > >>> > >>> Fakta lain yang diungkap Bambang adalah tidak > ditemukan "systhetic oil > >>> based drilling" dalam tes diberbagai > titik survei semburan. > >>> > >>> "Semua fakta menunjukkan sumur BJP I > masih sehat dan tidak terkoneksi > >>> dengan semburan," jelasnya. > >>> > >>> Sementara itu, Richard Davies, yang juga > menjadi penyelenggara > >>> konferensi tersebut, mengaku terkejut atas > temuan itu. Dia langsung > >>> merespons dengan menyediakan diri bekerja sama > dengan pihak Lapindo > >>> Brantas. > >>> > >>> "Saya baru pertama kali ini bertemu > dengan Bambang Istadi, ya di > >>> London ini," ucapnya. > >>> > >>> Perdebatan teknis antar geolog dunia mengenai > semburan lumpur itu akan > >>> berlanjut pada konferensi internasional di > Cape Town, Afrika Selatan, > >>> pada 26 - 29 Oktober 2008, yang > diselenggarakan American Association > >>> of Petroleum Geologists (AAPG).(*) > >>> > >>> COPYRIGHT (c) 2008 > >>> > >>> > >>> -- > >>> Dongeng hari ini : > >>> > >>> > http://rovicky.wordpress.com/2008/10/18/menjadi-pekerja-excellent-tanpa-kerja-lembur/ > >>> > >>> > >>> > >>> > -------------------------------------------------------------------------------- > >>> > >>> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober > 2008 > >>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT > >>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL > >>> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... > >>> > >>> > -------------------------------------------------------------------------------- > >>> > >>> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 > >>> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG > >>> * mungkin di semarang > >>> * mungkin pula di solo > >>> * mungkin juga join dg HAGI dll. > >>> > >>> > ----------------------------------------------------------------------------- > >>> > >>> To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > >>> To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > >>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > >>> No. Rek: 123 0085005314 > >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia > (IAGI) > >>> Bank BCA KCP. Manara Mulia > >>> No. Rekening: 255-1088580 > >>> A/n: Shinta Damayanti > >>> IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > >>> IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > >>> > >>> > --------------------------------------------------------------------- > >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with > regard to information > >>> posted > >>> on its mailing lists, whether posted by IAGI > or others. In no event > >>> shall > >>> IAGI and its members be liable for any, > including but not limited to > >>> direct > >>> or indirect damages, or damages of any kind > whatsoever, resulting from > >>> loss > >>> of use, data or profits, arising out of or in > connection with the use > >>> of > >>> any information posted on IAGI mailing list. > >>> > --------------------------------------------------------------------- > >>> > >>> > >>> > >>> > -------------------------------------------------------------------------------- > >>> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober > 2008 > >>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT > >>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL > >>> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... > >>> > >>> > -------------------------------------------------------------------------------- > >>> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 > >>> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG > >>> * mungkin di semarang > >>> * mungkin pula di solo > >>> * mungkin juga join dg HAGI dll. > >>> > >>> > ----------------------------------------------------------------------------- > >>> To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > >>> To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > >>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > >>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > >>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > >>> No. Rek: 123 0085005314 > >>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia > (IAGI) > >>> Bank BCA KCP. Manara Mulia > >>> No. Rekening: 255-1088580 > >>> A/n: Shinta Damayanti > >>> IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > >>> IAGI-net Archive 2: > http://groups.yahoo.com/group/iagi > >>> > --------------------------------------------------------------------- > >>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with > regard to information > >>> posted on its mailing lists, whether posted by > IAGI or others. In no > >>> event > >>> shall IAGI and its members be liable for any, > including but not > >>> limited to > >>> direct or indirect damages, or damages of any > kind whatsoever, > >>> resulting > >>> from loss of use, data or profits, arising out > of or in connection > >>> with the > >>> use of any information posted on IAGI mailing > list. > >>> > --------------------------------------------------------------------- > >>> > >>> > >>> > >>> > >>> __________ NOD32 3244 (20080705) Information > __________ > >>> > >>> This message was checked by NOD32 antivirus > system. > >>> http://www.eset.com > >>> > >>> > >>> > >> > > > > > > -------------------------------------------------------------------------------- > serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL > pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... > -------------------------------------------------------------------------------- > ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 > dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG > * mungkin di semarang > * mungkin pula di solo > * mungkin juga join dg HAGI dll. > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: > iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: > iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: > http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to > information posted on its mailing lists, whether posted by > IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be > liable for any, including but not limited to direct or > indirect damages, or damages of any kind whatsoever, > resulting from loss of use, data or profits, arising out of > or in connection with the use of any information posted on > IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

