Pak Awang, Kalau yang bergetar itu thrust-nya, apakah ada dislokasi di offshore ? Bagaimana dengan tsunami (kecil) yang terbentuk ini. Apakah akibat longsoran atau akibat dislokasi thrustnya ?
Btw, ada informasi berapa besar sudut thrust di utara papua ini ? dibawah itu tulisan kawan lain yang mencoba menganalisa tsunami berdasarkan perhitungan kuantitatif Salam RDP On Wed, Jan 7, 2009 at 9:15 AM, Ma'rufin Sudibyo <[email protected]> wrote: > Saya berpendapat tsunami itu murni produk dislokasi patahan. Indikasinya > sederhana saja. Dari data tinggi gelombang yang ada (Manokwari = 0,8 meter, > Biak = 0,35 meter dan Jayapura = 0,2 meter) dan kemudian dikomparasikan > dengan data tinggi gelombang di Jepang yang sebesar 15 cm itu, dan setelah > dimasukkan data-data jarak episentral tiap titik di atas, maka dengan > menggunakan rumus Katsuyuki Abe (Abe, 1981) tentang tsunami magnitude (Mt), > diperoleh nilai rata-rata Mt = 7,95 +/- 0,10. Hitung2an sederhana ini > (karena saya hanya menggunakan MS Excell) ternyata memberikan hasil yang tak > berbeda dengan prediksi GDACS 2009. Jika kita bandingkan dengan nilai > magnitude gempa yang besarnya Mw = 7,6 maka jelaslah bahwa nilai Mt tidak > berbeda jauh dengan Mw. Dari kedekatan nilai ini bisa ditarik kesimpulan > bahwa mekanisme pembangkitan tsunami lebih didominasi oleh dislokasi > vertikal dasar laut di lokasi sumber gempa. > > Sementara tsunami produk longsoran gigantik di dasar laut akan terbaca > dengan jelas lewat perbedaan nilai Mt dan Mw yang signifikan (melebihi 1). > Kasus terakhir tentang tsunami macam gini bisa ditemui misalnya pada Gempa > Samudera Hindia 17 Juli 2006 yang tsunaminya menghantam pantai selatan Jawa > itu. USGS menyebut gempa ini mempunyai magnitude Mw = 7,7. Sementara > data-data ketinggian gelombang dan jarak episentral yang dikumpulkan dari > beragam titik di sepanjang pantai selatan dari Pangandaran hingga > Parangtritis menunjukkan tsunaminya memiliki Mt = 8,9. Perbedaannya sangat > signifikan, dan itulah yang disebut kasus "tsunami earthquake", yang > sekaligus menjawab kegelisahan banyak orang mengapa gempa yang 'kecil' dan > tidak terasakan itu justru menimbulkan tsunami yang magnitudenya setara > dengan tsunami dahsyat yang dilepaskan gempa megathrust Sumatra Andaman 26 > Desember 2004 silam. > > Tsunami 1998 yang menghantam Papua Nugini itu, menurut Abe, juga bisa > dikategorikan sebagai tsunami longsoran atau tsunami earthquake, karena > mekanismenya juga mirip dengan tsunami Samudera Hindia 17 Juli 2006. > > Btw, masih ada yang 'aneh' dari gempa ini. Plotting posisi sumber gempa > (dari gempa utama dan gempa2 susulannya) menunjukkan ia berlokasi di > lintasan patahan Sorong atau didekatnya. Namun mekanisme pematahannya koq > naik ya ? > > Salam, > > > Ma'rufin On Wed, Jan 7, 2009 at 3:01 PM, Awang Satyana <[email protected]> wrote: > Melihat focal mechanism dan tectonic setting-nya, ini mungkin bukan gempa > akibat Sesar Sorong yang strike-slip, tetapi thrust akibat konvergensi > oblique lempeng samudra Pasifik ke bawah kerak akresi di utara Sesar Sorong > di ujung utara Kepala Burung. > > Sesar Sorong seperti Sesar San-Andreas yang terdapat di tepi lempeng yang > dulunya konvergensi frontal kemudian berubah menjadi konvergensi oblique oleh > perubahan gerak lempeng dan perubahan aktivitas pemekaran dasar samudra. > > Gempa besar bersusulan ini (7,6 Mw dan 7,4 Mw - yang 7,4 Mw bukan gempa > susulan yang pertama karena sesudah gempa utama terjadi tiga kali gempa > susulan 5,0-5,6 Mw, baru kemudian gempa besar kedua 7,4 Mw terjadi) membentuk > earthquake doublet dengan focal mechanism yang persis sama. > > Strike thrust pada kedua gempa (masing-masing 112 deg NE dan 104 deg NE) > sejajar dengan arah jalur subduksi kerak samudra Pasifik di utara Kepala > Burung. Dengan kedalaman fokus gempa sekitar 35 km bisa diperkirakan bahwa > asal pematahan di overriding plate kerak akresi yang di permukaan diduduki > Pegunungan Tamrau dengan litologi berupa basic volcanics. > > Data dari USGS menunjukkan plotting hiposentrum gempa pada Zone > Wadati-Benioff yang tidak jelas, tentu saja akan begitu sebab makin ke > selatan zone ini terpotong oleh gempa-gempa yang berhubungan dengan Sesar > Sorong. Ini mirip gambaran gempa-gempa di Sumatra yang tak punya kejelasan > Zone Wadati-Benioff-nya, semuanya diakibatkan suatu oblique subduction. > > Sampai saat ini, 17 x gempa susulan telah terjadi dengan magnitude sekitar > 5,0-5,7 Mw, lokasinya berpindah2 lebih ke barat, ke timur sampai ke offshore, > ke utara sampai ke offshore, dan selatan mendekati Sesar Sorong. Data > historical moment tensor-nya menunjukkan bahwa interplay antara > subduction-thrust dan Sesar Sorong merupakan penyebab utama gempa2 di wilayah > utara Kepala Burung ini. > > Tadi pagi, gempa membesar lagi menjadi 6.1 Mw setelah beberapa gempa susulan > bermagnitude 5,0-5,3 Mw, mungkin saja ini gempa baru yang terpicu gempa pada > hari Minggu. Pusat gempa mendekati Sesar Sorong dan kota Manokwari > dibandingkan gempa pertama dengan focal mechanism menjadi strike-slip. > Mungkin ini gempa ketiga yang telah mengaktifkan Sesar Sorong. Strike > pematahan arah 126 deg NE dan kemiringan yang curam (75 deg) menguatkan > mekanisme strike-slip pada fokus gempa. > > salam, > awang > > > > [iagi-net-l] Papua Bergoytang 7.6 MW - 4 Jan 2009 > Rovicky Dwi Putrohari > Sat, 03 Jan 2009 18:38:36 -0800 > Pada tanggal 4 January 2009 pukul 4 pagi (waktu setempat) telah terjadi > gempa cukup besar yang menggoyang Manokwari dan Sorong. > > [image: > sorong_2009]<http://rovicky.wordpress.com/2009/01/04/papua-bergoyang-76-mw/sorong_2009/> > > Gempa berkekuatan 7.6 Magnitude ini diduga merupakan gempa tektonik akibat > pergeseran sesar Sorong. Melihat besarnya goyangan gempa ini tentusaja > Sorong - Manokwari dan sekitarnya akan porakporanda. Apalagi kedalaman gempa > ini cukup dangkal yang hanya sekitar 35 Km. > > Yang perlu diperhatikan juga adanya kemungkinan tsunami. Melihat tsunami > yang terjadi di masa lalu yang terjadi akibat longsorang bawah laut yang > terpicu oleh goyangan gempa. > [image: Instrumental Intensity Image]Goyangan hingga VII-VII MMI ini akan > sangat kuat merusak bangunan di kedua kota Sorong-Manokwari > > *Gempa ini masih berlangsung !.* > > Perlu diantisipasi goyangan-goyangan selanjutnya yang masih mungkin akan > bergetar dalam beberapa hari mendatang. > > > -- "Kekerasan atas nama negara lebih nyata ketimbang kekerasan atas nama agama !" -------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

