Wah uraian Irwan ini yang aku tunggu-tunggu.

Apakah gempa Manokwari ini senada mekanismenya dengan gempa Jogja ?
dimana plotting focal mec gempa Jogja tidak cocok dengan patahan Opak
yang NE-SW. Sampai akhirnya ada yang membuat patahan baru (strike
slip) yang memotong Patahan Opak (NW-SE).

Apakah gejala-gejala ini umum dalam gempa-gempa besar. Maksud saya,
ada "patahan baru" yang terbentuk pada "patahan lama'. Lokasinya bisa
saja sekitar patahan lama, tetapi focal mechanism-nya tidak mengikuti
pola patahan yang ada.

Aku sendiri kalau melihat gempa-gempa Manokwari serta ikutannya
memiliki kedalaman rata-rata terdalamnya 35 Km. Sedangkan pak Awang
kemarin memberikan angka kemiringan sunduction 37 degree. Kalau
dilihat dari subduction yang ada di utara Manokwari (sejajar sorong)
maka plotting subduksinya di episenter mestinya cukup dalam (lebih
dari 35 km), cmiiw.

Itulah sebabnya secara amatiran sepertinya gempa di Manokwari 2009
akibat sesar sorong, bukan akibat subduksi.

Salam
RDP

2009/1/12 Irwan Meilano <[email protected]>:
> Bapak/Ibu anggota milis,
>
> Menarik sekali untuk mengamati lokasi dan mekanisme gempa utama serta
> gempa susulan dari gempa  (Mw7.6) serta gempa ke-2 (Mw7.4) yang berada
> diantara Manokwari Trough (MT) dan Sorong Fault (SF).
>
> Apabila kita coba untuk memplot focal mechanism untuk gempa2 disekitar sana,
> dengan sumber data harvard cmt dari tahun 1976-2008 (sebelum gempa
> manokwari).Tdp beberapa hal menarik :
> Bahwa diatara MT dan SF terdapat  banyak gempa dengan mekanisme thrust,
> dengan arah strike 100-120 derajat, dan dip 15-30 derajat.
> Dengan magnitud lebih kecil dari Mw6.5.
>
> Dan 2 gempa terbaru juga memiliki strike/dip: 107/24(gempa pertama) dan
> 100/25 (gempa ke-2). Sama seperti belasan gempa yg telah terjadi dalam
> kurun 32 thn pada lokasi ini, tetapi dengan magnitud yg lebih kecil.
> Sehingga seharusnya ada konstrain tektonik yang menyebabkan
> terdapat gempa2 dengan mekanisme konsisten seperti ini.
>
> Dan kelurusan sesar diantara MT dan SFZ(Sorong Fault Zone-termasuk
> diantaranya
> Sesar Koor) belum sy temukan dibeberapa referensi, sementara focal
> mechanism,
> menjelaskan indikasi adanya "sesuatu".
>
> Kemudian: Kegempaan disekitar MT pun sangat sedikit, sehingga kita tdk dapat
> membuat potongan untuk melihat apakah ada subduksi pada MT.
> Pak Mino dlm papernya (2005) menjelaskan bahwa MT mengalami transform,
> karena pergerakan lempeng pasifik dominan ke Barat. Sehingga tdk akan
> kita temukan benioff zone disana.
>
> Hal ini menjelaskan bahwa wilayah gempa kemarin berada diatara 2 zone
> sesar sinistral.
> Kompresi ini yg kemungkinan menjadi sumber dari konsistennya pola thrust
> disana.
>
> Gempa kemarin selain memberikan potongan informasi tetapi juga
> meninggalkan lebih banyak pertanyaan.
>
> Beberapa pertanyaan yg belum km pahami jawabannya:
> 1.Apakah lokasi gempa kemarin merupakan cabang(splay) dari SF
> Karena diselatan manokwari dari arah timur  sesar sorong agak
> membengkok ke barat laut dan kelurusannya merupakan lokasi dari gempa ke-2?
> 2.Mengapa dlm kurun waktu 32thn tdk terdapat gempa strike-slip pada
> sesar sorong,
> (area kepala burung). Padahal rate dari SF, 2 kali lebih cepat dari
> sesar sumatra?
> 3.Seandainya point 1 adalah benar, apakah semua energi dari SF terakumulasi
> pada splay nya?
>
> nuhun
> salam,
> irwan meilano
>
> Awang Satyana wrote:
>>
>> Pak Rovicky,
>>  Untuk gempa-gempa berlokasi di darat yang ternyata menimbulkan tsunami
>> harus dicek dulu seberapa luas rupture zone-nya (data ini saat ini tak/belum
>> tersedia di USGS), kalau rupture zonenya memanjang sampai ke laut maka
>> tsunami bisa saja akibat dislokasi batuan, bukan karena longsoran. Dua gempa
>> kemarin, yang pertama (7,6 Mw) belokasi sekitar 20 km dari pantai, sedangkan
>> yang kedua (7,4 Mw) berlokasi di pantai. Yang kedua kemungkinan besar punya
>> rupture zone yang meluas ke laut.
>>  Besar sudut thrust gempa pertama 36 deg, besar sudut thrust gempa kedua
>> 29 deg.  Terima kasih telah meneruskan ulasan Pak Ma'rufin. Memang asal
>> tsunami sering menjadi perdebatan antara karena patahan di dasar laut atau
>> karena longsoran bawahlaut yang dipicu gempa. Saya pikir kuncinya bukan
>> hanya di analisis kuantitatif, analisis tektonik pun patut dipertimbangkan.
>>  Di wilayah ini terjadi interplay pada focal mechanism gempa antara
>> thrusting akibat subduction dengan strike-slip faulting akibat Sesar Sorong,
>> tak mengherankan walaupun lokasinya dekat Sesar Sorong tetapi mekanisme-nya
>> thrusting, itu berarti subduction-related thrusting-nya yang dominan, tetapi
>> gempa 6,1 Mw pagi tadi berasal dari reaktivasi Sesar Sorong dengan mekanisme
>> strike-slip faulting.
>>  Salam,
>> awang
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
> pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
> --------------------------------------------------------------------------------
> ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
> dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
> * mungkin di semarang
> * mungkin pula di solo
> * mungkin juga join dg HAGI dll.
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>



-- 
"Kekerasan atas nama negara lebih nyata ketimbang kekerasan atas nama agama !"

--------------------------------------------------------------------------------
serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL
pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI...
--------------------------------------------------------------------------------
ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38
dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG
* mungkin di semarang
* mungkin pula di solo
* mungkin juga join dg HAGI dll.
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke