Melihat focal mechanism dan tectonic setting-nya, ini mungkin bukan gempa akibat Sesar Sorong yang strike-slip, tetapi thrust akibat konvergensi oblique lempeng samudra Pasifik ke bawah kerak akresi di utara Sesar Sorong di ujung utara Kepala Burung. Sesar Sorong seperti Sesar San-Andreas yang terdapat di tepi lempeng yang dulunya konvergensi frontal kemudian berubah menjadi konvergensi oblique oleh perubahan gerak lempeng dan perubahan aktivitas pemekaran dasar samudra. Gempa besar bersusulan ini (7,6 Mw dan 7,4 Mw - yang 7,4 Mw bukan gempa susulan yang pertama karena sesudah gempa utama terjadi tiga kali gempa susulan 5,0-5,6 Mw, baru kemudian gempa besar kedua 7,4 Mw terjadi) membentuk earthquake doublet dengan focal mechanism yang persis sama. Strike thrust pada kedua gempa (masing-masing 112 deg NE dan 104 deg NE) sejajar dengan arah jalur subduksi kerak samudra Pasifik di utara Kepala Burung. Dengan kedalaman fokus gempa sekitar 35 km bisa diperkirakan bahwa asal pematahan di overriding plate kerak akresi yang di permukaan diduduki Pegunungan Tamrau dengan litologi berupa basic volcanics. Data dari USGS menunjukkan plotting hiposentrum gempa pada Zone Wadati-Benioff yang tidak jelas, tentu saja akan begitu sebab makin ke selatan zone ini terpotong oleh gempa-gempa yang berhubungan dengan Sesar Sorong. Ini mirip gambaran gempa-gempa di Sumatra yang tak punya kejelasan Zone Wadati-Benioff-nya, semuanya diakibatkan suatu oblique subduction. Sampai saat ini, 17 x gempa susulan telah terjadi dengan magnitude sekitar 5,0-5,7 Mw, lokasinya berpindah2 lebih ke barat, ke timur sampai ke offshore, ke utara sampai ke offshore, dan selatan mendekati Sesar Sorong. Data historical moment tensor-nya menunjukkan bahwa interplay antara subduction-thrust dan Sesar Sorong merupakan penyebab utama gempa2 di wilayah utara Kepala Burung ini. Tadi pagi, gempa membesar lagi menjadi 6.1 Mw setelah beberapa gempa susulan bermagnitude 5,0-5,3 Mw, mungkin saja ini gempa baru yang terpicu gempa pada hari Minggu. Pusat gempa mendekati Sesar Sorong dan kota Manokwari dibandingkan gempa pertama dengan focal mechanism menjadi strike-slip. Mungkin ini gempa ketiga yang telah mengaktifkan Sesar Sorong. Strike pematahan arah 126 deg NE dan kemiringan yang curam (75 deg) menguatkan mekanisme strike-slip pada fokus gempa. salam, awang
[iagi-net-l] Papua Bergoytang 7.6 MW - 4 Jan 2009 Rovicky Dwi Putrohari Sat, 03 Jan 2009 18:38:36 -0800 Pada tanggal 4 January 2009 pukul 4 pagi (waktu setempat) telah terjadi gempa cukup besar yang menggoyang Manokwari dan Sorong. [image: sorong_2009]<http://rovicky.wordpress.com/2009/01/04/papua-bergoyang-76-mw/sorong_2009/> Gempa berkekuatan 7.6 Magnitude ini diduga merupakan gempa tektonik akibat pergeseran sesar Sorong. Melihat besarnya goyangan gempa ini tentusaja Sorong - Manokwari dan sekitarnya akan porakporanda. Apalagi kedalaman gempa ini cukup dangkal yang hanya sekitar 35 Km. Yang perlu diperhatikan juga adanya kemungkinan tsunami. Melihat tsunami yang terjadi di masa lalu yang terjadi akibat longsorang bawah laut yang terpicu oleh goyangan gempa. [image: Instrumental Intensity Image]Goyangan hingga VII-VII MMI ini akan sangat kuat merusak bangunan di kedua kota Sorong-Manokwari *Gempa ini masih berlangsung !.* Perlu diantisipasi goyangan-goyangan selanjutnya yang masih mungkin akan bergetar dalam beberapa hari mendatang.

