Pak Rovicky, Yang saya maksudkan dengan sudut kemiringan 37 deg adalah bukan sudut kemiringan subduksi, tetapi sudut kemiringan thrust berdasarkan focal mechanism USGS (bukan Harvard CMT). Setting tektonik wilayah ini mirip San Andreas Fault, yaitu pergantian dari subduction yang frontal sebelum Pliosen menjadi subduction yang oblique setelah Pliosen. Semua subduction yang oblique dalam banyak kasus akan menggerasikan sesar mendatar besar. Sesar Sorong adalah satu di antaranya. Sedangkan, kemiringan subduksi di wilayah ini, berdasarkan Simandjuntak dan Barber (1996) adalah sekitar 45 deg. Kalau kedalaman hiposentrumnya 35 km, artinya itu berada di batas antara kerak akresi basic volcanics dengan slab Carolina Plate yang menunjam di bawahnya. Kerak samudra Caroline ini mendangkal ke utara dan akhirnya melandasi Samudra Pasifik. Saya percaya bahwa energi gempa yang dihasilkan telah merambat makin mendangkal ke utara lalu mengganggu kolom air di atasnya sehingga menimbulkan tsunami seperti yang di-posting Pak Rovicky. Dengan mekanisme seperti ini, gempa2 di batas slab di daratan, di sekitar pantai, bisa saja menimbulkan tsunami. Kalau saja kedalaman gempa ini 10 km, belum tentu timbul tsunami sebab pada kedalaman itu, tak ada energi yang merambat sepanjang slab yang mendangkal; hanya, kerusakan di atas daratan akan lebih parah (lihat kasus gempa Yogya 27 Mei 2006). Untuk Irwan, pemikiran saya atas beberapa hal yang menimbulkan tanda tanya adalah seperti di bawah ini. 1. Mekanisme pematahan gempa ini thrust, jurus pematahannya lebih sejajar dengan MT daripada dengan SF, lokasinya di luar SF -sehingga lokasi gempa tak harus berhubungan dengan SF, tetapi mungkin lebih dekat akibat subduksi SF; hanya satu dua aftershock-nya persis di SF dan juga pematahannya strike-slip. Memang, section Benioff di sini, tak tampak karena Benioff di sini sudah overprinted dengan strike-slip faulting. 2. Barangkali membuktikan bahwa SF tak efektif sebagai pembuat gempa. Seperti di Sesar Sumatra, gempa2 signifikan kebanyakan merupakan megathrust atau thrust yang berhubungan dengan subduksi oblique, lalu Sesar Sumatra-nya ikut terpicu, dan memicu lagi volkanisme untuk gunungapi2 yang duduk di atasnya. 3. Di sekitar Manokwari, beberapa splay SF terbentuk sebagai transtension duplex karena di sini SF berbelok dan bersifat releasing bend serta sebuah sesar sinistral besar lainnya (Ransiki Fault) menumpu SF di wilayah ini. Dominasi releasing stress di wilayah ini saya pikir jarang menyebabkan seismic gap zone seperti di wilayah thrust/megathrust. Ini menguatkan bahwa gempa besar kemarin sedikit hubungannya dengan SF. Kecepatan lempeng yang sama (126 mm/year) membentur tegak lurus Palung Filipina di utara Halmahera, baru di sini ia menghasilkan begitu banyak gempa (wilayah 'EQ restless' paling aktif di dunia), sementara di utara Papua relatif jarang, mungkin karena di sini oblique atau sejajar. Salam, awang
--- On Mon, 1/12/09, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> wrote: From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] masih mengenai gempa Manokwari 2009 To: [email protected], "Forum HAGI" <[email protected]> Date: Monday, January 12, 2009, 3:03 PM Wah uraian Irwan ini yang aku tunggu-tunggu. Apakah gempa Manokwari ini senada mekanismenya dengan gempa Jogja ? dimana plotting focal mec gempa Jogja tidak cocok dengan patahan Opak yang NE-SW. Sampai akhirnya ada yang membuat patahan baru (strike slip) yang memotong Patahan Opak (NW-SE). Apakah gejala-gejala ini umum dalam gempa-gempa besar. Maksud saya, ada "patahan baru" yang terbentuk pada "patahan lama'. Lokasinya bisa saja sekitar patahan lama, tetapi focal mechanism-nya tidak mengikuti pola patahan yang ada. Aku sendiri kalau melihat gempa-gempa Manokwari serta ikutannya memiliki kedalaman rata-rata terdalamnya 35 Km. Sedangkan pak Awang kemarin memberikan angka kemiringan sunduction 37 degree. Kalau dilihat dari subduction yang ada di utara Manokwari (sejajar sorong) maka plotting subduksinya di episenter mestinya cukup dalam (lebih dari 35 km), cmiiw. Itulah sebabnya secara amatiran sepertinya gempa di Manokwari 2009 akibat sesar sorong, bukan akibat subduksi. Salam RDP 2009/1/12 Irwan Meilano <[email protected]>: > Bapak/Ibu anggota milis, > > Menarik sekali untuk mengamati lokasi dan mekanisme gempa utama serta > gempa susulan dari gempa (Mw7.6) serta gempa ke-2 (Mw7.4) yang berada > diantara Manokwari Trough (MT) dan Sorong Fault (SF). > > Apabila kita coba untuk memplot focal mechanism untuk gempa2 disekitar sana, > dengan sumber data harvard cmt dari tahun 1976-2008 (sebelum gempa > manokwari).Tdp beberapa hal menarik : > Bahwa diatara MT dan SF terdapat banyak gempa dengan mekanisme thrust, > dengan arah strike 100-120 derajat, dan dip 15-30 derajat. > Dengan magnitud lebih kecil dari Mw6.5. > > Dan 2 gempa terbaru juga memiliki strike/dip: 107/24(gempa pertama) dan > 100/25 (gempa ke-2). Sama seperti belasan gempa yg telah terjadi dalam > kurun 32 thn pada lokasi ini, tetapi dengan magnitud yg lebih kecil. > Sehingga seharusnya ada konstrain tektonik yang menyebabkan > terdapat gempa2 dengan mekanisme konsisten seperti ini. > > Dan kelurusan sesar diantara MT dan SFZ(Sorong Fault Zone-termasuk > diantaranya > Sesar Koor) belum sy temukan dibeberapa referensi, sementara focal > mechanism, > menjelaskan indikasi adanya "sesuatu". > > Kemudian: Kegempaan disekitar MT pun sangat sedikit, sehingga kita tdk dapat > membuat potongan untuk melihat apakah ada subduksi pada MT. > Pak Mino dlm papernya (2005) menjelaskan bahwa MT mengalami transform, > karena pergerakan lempeng pasifik dominan ke Barat. Sehingga tdk akan > kita temukan benioff zone disana. > > Hal ini menjelaskan bahwa wilayah gempa kemarin berada diatara 2 zone > sesar sinistral. > Kompresi ini yg kemungkinan menjadi sumber dari konsistennya pola thrust > disana. > > Gempa kemarin selain memberikan potongan informasi tetapi juga > meninggalkan lebih banyak pertanyaan. > > Beberapa pertanyaan yg belum km pahami jawabannya: > 1.Apakah lokasi gempa kemarin merupakan cabang(splay) dari SF > Karena diselatan manokwari dari arah timur sesar sorong agak > membengkok ke barat laut dan kelurusannya merupakan lokasi dari gempa ke-2? > 2.Mengapa dlm kurun waktu 32thn tdk terdapat gempa strike-slip pada > sesar sorong, > (area kepala burung). Padahal rate dari SF, 2 kali lebih cepat dari > sesar sumatra? > 3.Seandainya point 1 adalah benar, apakah semua energi dari SF terakumulasi > pada splay nya? > > nuhun > salam, > irwan meilano > > Awang Satyana wrote: >> >> Pak Rovicky, >> Untuk gempa-gempa berlokasi di darat yang ternyata menimbulkan tsunami >> harus dicek dulu seberapa luas rupture zone-nya (data ini saat ini tak/belum >> tersedia di USGS), kalau rupture zonenya memanjang sampai ke laut maka >> tsunami bisa saja akibat dislokasi batuan, bukan karena longsoran. Dua gempa >> kemarin, yang pertama (7,6 Mw) belokasi sekitar 20 km dari pantai, sedangkan >> yang kedua (7,4 Mw) berlokasi di pantai. Yang kedua kemungkinan besar punya >> rupture zone yang meluas ke laut. >> Besar sudut thrust gempa pertama 36 deg, besar sudut thrust gempa kedua >> 29 deg. Terima kasih telah meneruskan ulasan Pak Ma'rufin. Memang asal >> tsunami sering menjadi perdebatan antara karena patahan di dasar laut atau >> karena longsoran bawahlaut yang dipicu gempa. Saya pikir kuncinya bukan >> hanya di analisis kuantitatif, analisis tektonik pun patut dipertimbangkan. >> Di wilayah ini terjadi interplay pada focal mechanism gempa antara >> thrusting akibat subduction dengan strike-slip faulting akibat Sesar Sorong, >> tak mengherankan walaupun lokasinya dekat Sesar Sorong tetapi mekanisme-nya >> thrusting, itu berarti subduction-related thrusting-nya yang dominan, tetapi >> gempa 6,1 Mw pagi tadi berasal dari reaktivasi Sesar Sorong dengan mekanisme >> strike-slip faulting. >> Salam, >> awang > > > -------------------------------------------------------------------------------- > serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL > pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... > -------------------------------------------------------------------------------- > ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 > dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG > * mungkin di semarang > * mungkin pula di solo > * mungkin juga join dg HAGI dll. > ----------------------------------------------------------------------------- > To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id > To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta > No. Rek: 123 0085005314 > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) > Bank BCA KCP. Manara Mulia > No. Rekening: 255-1088580 > A/n: Shinta Damayanti > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi > --------------------------------------------------------------------- > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted > on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall > IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct > or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss > of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any > information posted on IAGI mailing list. > --------------------------------------------------------------------- > > -- "Kekerasan atas nama negara lebih nyata ketimbang kekerasan atas nama agama !" -------------------------------------------------------------------------------- serah-terima pp-iagi: senin sore, 13 oktober 2008 ketua umum: LAMBOK HUTASOIT sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL pasukan sedang disusun, hanya satu IAGI... -------------------------------------------------------------------------------- ayo, segera pula siapkan utk PIT IAGI ke-38 dg tuan-rumah adalah PENGDA JATENG * mungkin di semarang * mungkin pula di solo * mungkin juga join dg HAGI dll. ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

