Pak Franc, Nibiru – planet temuan Zecharia Sitchin, seorang sarjana ekonomi University of London yang menguasai bahasa2 kuno Ibrani, Sumeria, Babilonia, dan arkeologi Timur Tengah – sampai saat ini tidak diakui oleh mainstream astronomy, juga teori arkeologinya tak diakui oleh mainstream archeology. Meskipun demikian, asyik membaca petualangan penemuan planet ini sebab planet ini ditemukan bukan dengan teleskop, tetapi melalui artefak-artefak Babilonia dan Sumeria berumur ribuan tahun. Penemuan2 Sitchin terutama didasarkan atas mitos Enuma Elish, sebuah kisah penciptaan dunia yang ditemukan di reruntuhan perpustakaan Babilonia. Buku-buku Sitchin, terutama seri Earth Chronicles (semuanya ada 6 volume,1976-1998, Avon Books), tersebar luas dan banyak diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Terjemahan dalam bahasa Indonesia, setahu saya belum ada. Seperti biasanya buku-buku yang controversial, ya boleh percaya boleh tidak. Membacanya membuat saya cukup berdebar, tercengang dengan berbagai hipotesis yang diajukan. Sebuah contoh tesis Sitchin yang terkenal adalah bahwa ada 10 planet di Tata Surya, satu yang ditemukannya bernama Nibiru, sebuah planet dengan garis edar yang sangat elips, sehingga tak selalu bisa ditangkap teleskop pada saat diamati sebab saat itu sedang mengembara jauh. Planet ini dihuni kaum cerdas bernama Nefilim yang dijuluki Anunnaki, mereka adalah kaum ancient astronauts yang pernah mengunjungi Bumi untuk mencari emas. “Nefilim” atau “Anunnaki” adalah dewa2 junjungan bangsa Sumeria. Saat mereka datang ke Bumi, mereka berhadapan dengan peradaban kuno di Bumi termasuk orang2 Sumeria. Mereka datang dengan misi damai dan mengajarkan kecerdasan awal kepada bangsa2 purba di Bumi. Bagaimana membuat ziggurat, mengangkat batu2 besar seperti di Stonehenge, berbahasa, dll. adalah kecerdasan2 yang diajarkan oleh para Anunnaki (“yang turun dari Langit ke Bumi” artinya dalam bahasa Sumeria). Sitchin mengklaim bahwa para Nefilim ini tercatat dalam Perjanjian Lama (Kejadian 6 : 4) dalam bahasa Yahudi semitic aslinya. Kata Nefilim tak akan dijumpai dalam Alkitab berbahasa Indonesia, juga dalam edisi terjemahan King James Version (KJV) –seri terjemahan Alkitab yang paling banyak dipakai; tetapi akan ditemukan namanya dalam Alkitab berbahasa Ibrani, dan juga ditemukan dalam Alkitab edisi American Standard. Alkitab bahasa Indonesia dan KJV menyebutnya sebagai “orang-orang raksasa”, tetapi Alkitab berbahasa Ibrani dan terjemahan American Standard menyebutnya “Nefilim”. Silakan dibandingkan Kejadian 6 : 4 di bawah : “Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.” (Alkitab bahasa Indonesia) Genesis 6:4 There were giants in the earth in those days; and also after that, when the sons of God came in unto the daughters of men, and they bare children to them, the same became mighty men which were of old, men of renown. (Alkitab KJV) Genesis 6:4 The Nephilim were in the earth in those days, and also after that, when the sons of God came unto the daughters of men, and they bare children to them: the same were the mighty men that were of old, the men of renown. (Alkitab American Standard) “Ha-Npiliym hayuw ba'arets bayamiym hahem wgam'achrey- ken 'sher yabo'uw bney ha-'Elohiym 'el- bnowtha'adam wyalduw lahem hemah hagiboriym 'sher me`owlam'anshey hashem”. (Alkitab bahasa Ibrani, ditransliterasi dari huruf2 Ibrani-Aram) Sedikit ulasan tentang ayat tersebut dalam bahasa Ibrani-Aram, ‘hashem’ (men of renown) mempunyai makna orisinil : roket-roket berapi (!). Akar kata Yahudi semitic dari Nefilim adalah NFL (bahasa ini tak punya vocal), yang berarti “yang jatuh ke Bumi”. Temuan Sitchin tentang Nefilim ini segera memicu perdebatan sampai sekarang di kalangan para ahli astronomi, arkeologi, teologi, dan spesialis bahasa-bahasa kuno. Seperti saya sebutkan di atas, mayoritas mainstream sciences menolak penemuan Sitchin ini. Misalnya, Prof.Michael Heiser, seorang ahli Hebrew Bible and Ancient Semitic Languages dari University of Wisconsin-Madison menolak dengan keras semua hipotesis Sitchin tentang Nefilim dan Nibiru. Ia mengatakan bahwa Sitchin telah menyebarkan pseudosains, dan Nibiru dinamainya “pseudoscience planetary object”. Heiser juga mengritik dengan keras cara Sitchin menafsirkan artefak “plakat Berlin” –artefak Sumeria yang menjadi dasar semua hipotesis Sitchin. Meskipun demikian, Sitchin berjasa dalam mengembangkan apa yang disebut arkeo-astronomi, yaitu astronomi berdasarkan artefak2 arkeologi. Seperti kita tahu, astronomi adalah ilmu pertama yang dikenal manusia saat mereka melihat bintang-bintang di langit, menyembahnya, mencatat pengamatan2-nya, dan meninggalkannya sebagai artefak2. Mainstream astronomy tak mengakui arkeo-astronomi, sebagaimana ia juga tak mengakui astrologi. Tetapi para pembela arkeo-astronomi mengklaim bahwa justru arkeo-astronomi bisa menjawab persoalan2 yang tak bisa dipecahkan oleh astronomi modern. Yang jelas, penemuan2 Zecharia Sitchin mendapat sambutan luas dikalangan ufologists, ancient astronaut theorists, dan conspiracy theorists (teori konspirasi ? ya, beberapa kelompok elit di dunia ini yang memegang peranan mengontrol dunia sangat mempercayai hal2 seperti ini dan ingin memanfaatkannya untuk kekuatan politik). Lalu apa hubungan Nibiru dengan Desember 2012 ? Ini bisa dilihat kaitannya di dalam buku “2012 : Appointment with Marduk” (Burak Eldem, 2003 –Inkilap Publishing). Marduk adalah nama Babilonia untuk Nibiru. Penulis Turki ini mencoba menyempurnakan hipotesis Zecharia Sitchin. Eldem mengemukakan hipotesis bahwa periode siklus orbit yang tepat untuk planet Nibiru adalah 3661 tahun, dan periode tibanya planet ini ke Tata Surya adalah Desember 2012. Dari mana Eldem memperoleh hipotesis itu ? Ia menggunakan kalender bangsa Maya untuk memprediksi periode siklus Nibiru. Periode itu bersamaan dengan akhir sekaligus awal siklus besar kalender Maya yang jatuh pada 21 Desember 2012 dalam kalender Gregorian. Bangsa Maya percaya bahwa awal kalender mereka, yaitu tahun 3114 SM diawali dengan bencana global atau mulainya peradaban baru, begitu juga yang mereka yakini akan terjadi pada saat akhir siklus besar yang jatuh pada 2012. Mengapa bangsa Maya memulai kalendernya pada 3114 SM ? Itu bersamaan dengan munculnya kebudayaan Sumeria di Mesopotamia pada 3100 SM, peradaban Inca dan Quechua di Peru, dan perkiraan pembangunan Stonehenge di Inggris. Menurut Sitchin periode itulah para Nefilim mengunjungi Mesopotamia. Buku controversial Burak Eldem, seperti biasanya, segera memicu perdebatan di kalangan para ahli astronomi dan arkeologi. Tentang alignment Bumi dengan Nibiru. Kita sendiri belum yakin apakah Nibiru ada atau tidak. Ada pro dan kontra yang hebat tentang ini. Bila pun ada, hipotesis2 Sitchin tak menyebutkan suatu alignment, tetapi justru penghancuran. Sitchin mengemukakan hipotesis “Tiamat”, suatu planet yang semula terletak antara Mars and Yupiter. Suatu waktu antara 65 juta tahun – 4 milyar tahun lalu, Nibiru datang dan memotong orbitnya kemudian menghancurkannya. MakaTiamat pun menjadi asteroid2 di antara Mars dan Yupiter. Efek ini pun memiringkan sumbu Bumi. Sitchin juga mempostulasikan bahwa Pluto memulai sejarahnya sebagai “Gaga”, sebuah satelit Saturnus, yang oleh gangguan gravitasi saat Nibiru lewat telah tertarik dan menyimpang ke luar Neptunus. Begitulah, namanya hipotesis controversial, ya memang isinya controversial dan mencengangkan; tak heran segera menyulut perdebatan. Salam, awang
--- On Fri, 2/20/09, Franciscus B Sinartio <[email protected]> wrote: From: Franciscus B Sinartio <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Bumi Hancur Lebur : 21 Desember 2012 (?!) To: [email protected], "Forum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia" <[email protected]> Date: Friday, February 20, 2009, 7:49 PM Pak Awang, ada lagi yang cerita tentang Nibiru, planet yang baru ketahuan akhir2 ini. dan allignment dari semua planet matahari()Termasuk Nibiru), akan mengacaukan gravitasi di bumi dan akan menyebakan ketidak seimbangan dari volkanik system, mungkin termasuk magnetism. Suhu di Afrika akan mencapai 50 derajat celsius, dst. dst. katanya akan ada kegelapan total dalam 3 hari 3 malam. kalau tgl 12 December 2012, itu berdasarkan tafsiran kalender Maya, bisa saja meleset 2 atau 3 tahun atau lebih. tetapi allignment ini benar2 akan terjadi . kalau allignment ini yang terjadi akhir 1990 an dulu itu Nibiru ngak ikutan. apakah Nibiru ini memang ada, dan apakah efeknya memang dasyat kalau terjadi allignment entahlah. terima kasih atas reference nya pak Awang. bisa mulai cari2 buku2 ini, dan coba belajar tentang hal ini. fbs ----- Original Message ---- From: Awang Satyana <[email protected]> To: IAGI <[email protected]>; Geo Unpad <[email protected]>; Forum HAGI <[email protected]>; Eksplorasi BPMIGAS <[email protected]> Sent: Friday, February 20, 2009 1:25:21 PM Subject: [iagi-net-l] Bumi Hancur Lebur : 21 Desember 2012 (?!) Seorang rekan meneruskan sebuah artikel dalam suatu milis, berjudul “Pada Tahun 2012 Bumi akan Hancur Lebur………. Siapkah Anda?? Artikel ini secara garis besar berisi tentang akan dipenuhinya siklus besar (5125 tahun) kalender Maya yang terkenal akurat itu pada 21 Desember 2012 -ekivalen kalender Gregorian (Masehi). Menurut tradisi Maya, setiap awal perulangan siklus akan ditandai oleh perubahan besar secara global. Ada yang menafsirkan perubahan itu sebagai Kiamat Bumi lama, diganti Bumi baru, dan banyak lagi penafsiran. Artikel ini juga dilengkapi dengan prediksi kejadian-kejadian geologi-astronomi-meteorologi sains bersifat bencana yang juga mendukung 21 Desember 2012 sebagai “kiamat”. Saya nanti akan menanggapi penafsiran kalender Maya itu juga prediksi2 sains yang katanya mendukungnya. Kali ini, saya akan menceritakan beberapa buku terbaru yang saya baca terkait Kiamat. Beberapa buku banyak menyinggung geologi sebagai penyebab Kiamat itu. Bila kita membuka internet, menonton TV (Discovery Channel) atau bioskop (Apocalyso -Mel Gibson), melihat buku-buku baru di toko buku; maka kita akan disuguhi suatu issue : “kiamat” akan tiba pada 21 Desember 2012. Mengapa kata kiamat saya beri tanda kutip ? Sebab, di antara para penulis buku-buku yang berhubungan dengan issue ini ada yang percaya bahwa pada hari itulah benar-benar kiamat akan datang, tetapi ada yang menulis bahwa pada hari itu bukan kiamat yang terjadi, tetapi sebuah perubahan besar. Apapun itu, kalau boleh saya menarik kesimpulan dari buku-buku itu, pada 21 Desember 2012 akan terjadi sesuatu yang sangat besar secara global. Hanya, juga terjadi perbedaan pendapat antara kejadian global yang negatif (bencana) dan yang positif (perubahan global ke arah lebih baik). Buku-buku apa saja yang saya maksudkan ? Buku-buku inilah yang memicu issue yang “menakutkan” itu : Daniel Pinchbeck (2006) “ 2012 : The Return of Quetzalcoat” (Penguin/Tarcher) David Carson dan Nina Sammons (2006) “ 2013 Oracle: Ancient Keys to the 2012 Awakening” (Council Oaks Publication) Sri Ram Kaa dan Kira Raa (2006) "2012: You have a choice!: Archangelic answers and practices for the quantum leap" (TOSA Publishing) Hwee-Yong Jang (2007) "Gaia Project: 2012; The Earth's Coming Great Changes" (Llewellyn Publications) Gregg Braden dkk. (2007) "The Mystery of 2012: Predictions, Prophecies & Possibilities" (Sounds True Publication) Whitley Strieber (2007) "2012: The War for Souls” (Tor Books) Barbara Hand Clow (2007) "The Mayan Code" (Bear and Company) Andrew Smith (2007) “The Revolution of 2012: Vol. 1, The Preparation” (Ford Evans Publication) Drunvalo Melchizedek (2007) “Serpent of Light” (Red Wheel/Weiser) Lawrence E. Joseph (2007) "Apocalypse 2012: A Scientific Investigation into Civilization's End" (Broadway Publication) Bila teman-teman ingin membaca review semua buku di atas, bisa membacanya melalui google dan masuk ke amazon.com. Buku terakhir; Lawrence E. Joseph (2007) "Apocalypse 2012: A Scientific Investigation into Civilization's End" (Broadway Publication); dipilih PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta (November 2008) untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Terjemahannya berjudul “Kiamat 2012 : Investigasi Akhir Zaman” (diterjemahkan dengan baik oleh Sisilia Kinanti, dengan cover buku yang sama dengan aslinya). Saya membeli buku setebal 287 halaman ini pada 1 November 2008 dengan harga Rp 45.000 (harga aslinya Rp 50.000). Mengapa saya membeli buku ini ? Sebab sebagai seorang geologist, saya tertantang untuk mempelajari analisis penulis yang seorang jurnalis dan ketua dewan direksi Aerospace Consulting Corporation. Tulisnya di buku ini yang berhubungan dengan geologi a.l. Medan magnet yang melindungi Bumi dari radiasi berbahaya telah retak di berbagai tempat tanpa diketahui sebabnya. Rekahan terbesar terletak di atas lautan antara Brazil dan Afrika Selatan, terbentang sepanjang 160.000 km yang dikenal sebagai anomali Atlantik Selatan. Supervolkano Yellowstone, yang meletus dahsyat setiap 600.000 hingga 700.000 tahun, sedang bersiap-siap untuk meletus lagi. Erupsi terakhir dengan kekuatan setara terjadi di Danau Toba, Indonesia, 74.000 tahun lalu, menewaskan lebih dari 90 % populasi dunia saat itu. Klaim no. 1 adalah tantangan untuk solid earth geophysicist untuk menelitinya sebab penulis buku ini mendapatkan info tersebut dari Pieter Kotze, ahli geomagnetisme terkenal yang bekerja di Hermanus Magnetic Observatory. Klaim no.2 adalah tantangan bagi para ahli volkanologi. Silakan dijawab. “Benarkah dunia akan kiamat pada 12 Desember 2012 ? Jangan melihat ke atas. Percuma saja. Anda tidak bisa menghindar. Anda tidak bisa menggali lubang yang cukup dalam untuk bersembunyi. Kiamat sebentar lagi, dan tak ada yang bisa Anda lakukan untuk menghentikannya. “ - begitulah kalimat “menakutkan” yang saya kutip dari cover belakang buku ini. Penulis berkesimpulan tanggal 12 Desember 2012 akan terjadi sesuatu yang amat sangat dahsyat karena bencana alam yang mahadahsyat dan global dengan berbagai agen bencana alam (geologi, atmosfer, dan lain-lain). Uniknya, penulis juga menyimpulkan satu tempat di Bumi di mana menurutnya tempat itu kebal dari Kiamat 2012. Lebih unik lagi, untuk memperoleh tempat di situ penulis memberi informasi kisaran harga untuk membeli rumah di situ. Penulis mengakhiri bukunya dengan sebuah nasihat berjudul “Semoga Selamat”. Tulisnya, “Sikapi 2012 dengan serius, tapi jangan panik. Buatlah rencana darurat, tapi jangan melakukan sesuatu secara sembrono. Ada pekerjaan yang harus kita lakukan antara sekarang dan saat itu, ada banyak persiapan, baik dalam masyarakat maupun secara pribadi, demi menghadapi ujian yang akan datang. Jika hati kita bisa menerima semua itu, kita pasti juga akan menemukan cara untuk menaklukkan ancaman itu. Buku Joseph (2007) ini menggunakan sekitar 160 referensi dan 266 catatan kaki. Referensi2 yang digunakannya kebanyakan diambilnya dari website, jurnal2 ilmiah populer, tetapi jarang buku2 dari ilmu2 arus utama (mainstream sciences). Beberapa buku yang controversial dan banyak diserang, digunakannya juga. Meskipun begitu, tetap asyik membaca buku ini meskipun tak ada kewajiban untuk mempercayainya. Kalau buku Joseph (2007) membahas “kiamat” berdasarkan analisis2 sains dan tradisi-tradisi beberapa masyarakat purba (bangsa Maya, bangsa Cina) dan sumber2 Kristen, maka sebuah buku bernuansa sama (Bolushi, 2006) yang saya beli pada Juli 2008 membahas masalah kiamat berdasarkan tradisi dan agama Islam. Uniknya, buku ini memberikan penafsiran yang lain dari Joseph, yaitu Oktober 2015. Buku berjudul “Oktober 2015 Imam Mahdi akan Datang” ditulis oleh Jaber Bolushi. Buku aslinya berjudul “Dzuhur al-Mahdi ‘am 2015 Nubu’ah Qur’aniyah”, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2007 oleh Ali Shofie dan Hamid Haddar, diterbitkan Papyrus Publishing, Jakarta.Tebal buku 311 halaman, saya masih membelinya di Gramedia dengan harga Rp 44.550 (tercantum Rp 49.500). Untuk orang-orang yang senang numerology, buku ini mengasyikkan sebab tesis buku ini untuk sampai ke Oktober 2015 sebagai kedatangan Imam Mahdi menggunakan Al-Jumal al Taqlidi dan al-Jumal al-Saghir, yaitu sebuah rangkaian rumus hitungan angka peninggalan tradisi Arab kuno. Dengan petunjuk angka yang didapat, orang bisa mengetahui tahun terjadinya sebuah peristiwa besar pada masa depan. Dengan menggunakan rumus tersebut, penulis buku ini mengungkap beberapa peristiwa besar yang akan terjadi di dunia ini dalam beberapa tahun mendatang, di antaranya : -tahun 2014, 2019, 2029 akan ada ancaman asteroid ke Bumi yang menyebabkan bencana alam dahsyat. -tahun 2014 : bencana besar di Jazirah Arab -tahun 2018 : kedatangan Isa al-Masih -tahun 2019 : peghancuran Masjid Al-Aqsha, dsb., dsb.. Meskipun begitu, Jaber Bolushi mengakhiri bukunya dengan sebuah kotak bergaris tepi tebal dengan tulisan di dalamnya, “Buku ini sama sekali tidak mewakili pendapat dari mazhab atau kelompok tertentu, tetapi semata-mata hanyalah pandangan pribadi penulis.” Nah, seperti buku Joseph (2007) : “Kiamat 2012”, maka buku Bolushi (2006) : “Oktober 2015 : Imam Mahdi akan Datang”, pun boleh dipercaya boleh tidak. Tentang Kiamat, saya hanya percaya dan mengimani kata-kata yang tertuang dalam Kitab Suci, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak ada seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri.” (Matius 24 : 36) “Hati-hatilah dan berjaga-jagalah ! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.” (Markus 13 : 33). “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup.” (I Petrus 3 : 10-11). salam, awang -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- tunggulah 'call for paper' utk PIT IAGI ke-38!!! akan dilaksanakan di Semarang 13-14 Oktober 2009 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI and its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

