Terlepas dari niat baik dari NGO ini, saya melihat bahwa yang paling
penting adalah apakah semua aspek procedural dalam pemboran ini sudah
terpenuhi atau tidak?

Jika semua aspek teknis dan non teknisnya sudah terpenuhi, kebangetan
emang kalo kita nyalahin NGO yang berniat baik tersebut.

Tapi kalo tahapan dan procedural yang benarnya dalam pemboran tidak
dilakukan, ya berarti itu mah ceroboh namanya...dan pantes untuk
disalahkan...

 

Coba lihat dulu dengan investigasi yang clear, sebelum kita menghakimi
seseorang atau suatu kondisi....mungkin saja kadis banten itu benar
(atau mungkin saja JF itu yang apes...)

Yang penting kita berangkat dari nurani yang bersih, jangan dari
prasangka terus.....(nggk maju2 negara ini bah....)

 

Salam

Yoga  

 

________________________________

From: rumlan dwiyatno [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, 24 June 2009 4:25 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Semburan Gas-Lumpur di Serang

 

Menyalahkan NGO yang berniat baik untuk mencari sumber air bersih,
menurut saya kok terlalu berlebihan ..... bukankah dalam pengeboran
sumur ini aparat terkait tentunya juga terlibat ?? 

Wuah, naga2nya, memang musti berhati2 sekali untuk sekedar berbuat baik
dan menolong orang di Propinsi Banten ......  

 

salam

--- On Tue, 6/23/09, prasiddha Hestu Narendra <[email protected]>
wrote:

        
        From: prasiddha Hestu Narendra <[email protected]>
        Subject: Re: [iagi-net-l] Semburan Gas-Lumpur di Serang
        To: [email protected]
        Date: Tuesday, June 23, 2009, 10:16 PM

        Ha..ha.....ha......jika proyek air bersih berhasil, ini adalah
hasil kerjasama antara pemerintah daerah dan......., kemudian diresmikan
tokoh partai.......

         

        jika terjadi bencana.......pemda bilang tidak pernah
mengeluarkan ijin..............tokoh partai tetap turun untuk meninjau
dan diliput oleh media......
        
         

        On 6/24/09, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]
<http://us.mc552.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> >
wrote: 

        2009/6/22 oki musakti <[email protected]
<http://us.mc552.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> >

        Apabila (muga-muga jangan)  Luser (Lumpur Serang) dan Luci
(Citatah) tiba-tiba berubah menjadi bencana berskala Lusi, apakah
kira-kira kontraktor pengeborannya juga akan dikuya-kuya model
Lapindo....?????

         

        Hati-hati kalau mau memberikan "bantuan"  

        Kayaknya kok jadi kebangetan...

        
         

        rdp

        -----

        Banten Blames Japan Foundation for Mudflows

        Tuesday, 23 June, 2009 | 14:31 WIB

        TEMPO Interactive, Jakarta: Officials in Banten Province have
blamed the mudflows and gas emissions from two wells in Walikukun
Village, in Serang Regency since last week on Japanese NGO, the Japan
Foundation. 
        
        Head of the Mining Office of Banten Province, Cepi Suwardi said
in an inter institutional meeting the provincial administration had
concluded that "as the party that funded the project the Japan
Foundation should be responsible for the mudflows."
        
        The Japanese NGO, according to Cepi, has agreed to take measures
to contain the mudflows and control the gas.
        
        The mudflow and gas emissions, which emerged on Saturday last
week, have swamped seven lots of rice fields and sulphuric acid has
inundated 10 hectares of rice fields, reminding locals of the Lapindo
mudflow disaster.
        
        The Japan Foundation, unlike the consortium of energy companies
led by the Bakrie group related Lapindo Brantas in Sidoarjo, funded the
construction of a community health center and sanitation facility in
Walikukun Village.
        
        MABSUTI IBNU MARHAS

         

 

<<image001.gif>>

Kirim email ke