Kang Ridwan, fatalist,,? Mungkin iya...tapi kalau saya kok melihatnya cenderung lebih kepada reaktif (sebagai lawan dari proaktif atau preventif)... semua pihak baru bergerak kalau sudah terjadi bencana....terakhir yang masih hangat: pihak yang terkait baru ke Ciwidey setelah terjadi longsor...temuannya: ada bekas longsor purba!!!...(so what ? dalam hati saya..:-).
Jadi kalau hal-hal yang sifatnya masih warning/peringatan/sosialisasi dll kayaknya mungkin kok tidak "macho" untuk ditindaklanjuti......:-) Lihat saja betapa kang Andang sudah berjibaku untuk sosialisasi bencana ke pecinta alam, juga rekan-rekan dari geologi UGM sudah penat mensosialisasikan bencana longsor ke desa-desa.......tapi kelihatannya sampai sekarang tidak satupun (cmiiw) instansi pemerintah yang ikut tergerak untuk mendukung dan memperbesar kegiatan ini...yang terjadi ya itu: tunggu terjadi, baru nanti disurvey......:-(. salam, ________________________________ From: Ridwan Nyak Baik <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, March 1, 2010 9:49:37 AM Subject: RE: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb 2010. Memang seperti kata Pak RPK, bahwa dari sononya "mungkin" orang kita fatalist. Wong staf ahli Presiden bidang bencana nasional, Andi Arief lebih sibuk melakukan lobby kasus century dengan partai2 pendukung pansus dpr dari pada melakukan tugas utamanya mikirin penanggulangan longsor di ciwidei dan "aksi cepat tanggap" kesiapan menghadapi potensi kiriman tsunami di kawasan IBT. Rakyat awam fatalist, pejabat fatalist, ilmuwan fatalist, birokrat fatalist, lalu.... Manusia melegitimasi kebodohan dan kemalasannya atas nama Tuhan. Tsunami Aceh karena ulah Tuhan Lumpur Lapindo karena ulah Tuhan Longsor Ciwidei kaarena ulah Tuhan Kita tinggal di kawasan zamrud khatulistiwa dan rawan bencana karena ulah Tuhan. Pada hal Tuhan berucap dengan tegas (kurang lebih): "Aku takkan mengubah nasib suatu kaum/bangsa bila mereka tidak mau mengubah dirinya sendiri." Dari ucap Tuhan tersebut, maka jelas bahwa kitalah yang menentukan "takdir" kita sendiri. Filsuf Pakistan (Sir Muhammad Iqbal) berkata (kira-kira) sbb: " Jika anda mau jadi kaca maka takdir kaca akan pecah oleh batu. Jika anda mau jadi debu maka takdir debu akan diterbangkan angin. Maka jadilah diri anda sebagai gelombang yang tak pernah bosan menggempur karang." Nah, mau jadi kaca atau gelombang, mau jadi geolog atau wartawan.....selanjutnya terserah anda (minjam celetukan iklan pengharum badan). Tabik; RnB -----Original Message----- From: R.P.Koesoemadinata [mailto:[email protected]] Sent: Sunday, February 28, 2010 6:16 PM To: [email protected] Subject: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb 2010. Masalah kelihatan "keengganan" untuk siaga apalagi evakuasi, walaupun sudah ada tsunami warning, tidak terlepas dari mentalitas para birokirat kita. Untuk melakukan kegiatan siaga apa lagi evakuasi, mereka harus mengacu pada mata anggaran. Mata anggaran bencana memang ada, tetapi untuk siap2, jaga2, antisipasi itu praktis tidak. Mungkin untuk latihan atau drill ada, tetapi tentu untuk melakukan latihan mungkin mata anggarannya lain. Jadi bagaimana jika sudah melakukan evakuasi, ternyata bencana tidak jadi, tentu mereka takut disalahkan, takut dituduh membuat kebijakan yang salah, bahkan siapa tahu harus berhubungan dengan KPK. Saya mengerti mengapa BMKG enggan menindaklajuti tsunami warning itu, kalau tsunami itu tidak terjadi maka pejabat BMKG takut dituduh melakukan kebijakan yang salah. Saya punya pengalaman tersendiri di kampung saya di Ciburial. Disini jalan yang menyusuri lembah di sebelahnya jelas kelihatan retak dan setiap orang awampun dapat melihat bahwa jalan sangat peka. Amblasan dan longsorpun terjadi, walaupun secara kecil-kecilan. Juga rumah-rumah di bawah jalan ini terancam tertimbun longsor. Hal ini saya surati kepala desa dan camat bahkan dengan tembusan ke Kabupaten bahkan ke Direktorat Volkanologi dan Mitigrasi Bencana sebagai peringatan atas bahaya ini. Sempat dirapatkan beberapa kali di desa dengan kepala desa, camat, kapolesikdsb bahkan pernah terdengar ada instansi yang melakukan survey (mungkin Direktorat Volkanologi dan Mitigasi Bencana?). Masalahnya tambah parah karena sepanjang jalan ini terdapat kafe2, sehingga badan jalan yang jelas mau amblas ini dipakai parkir tamu kafe, malah ada usaha menutupi amblasan ini dengan semen, sehingga kelihatannya diperbaiki. Juga yang lebih parah lagi di desa ini sedang banyak pembangunan hotel dan cafe2, sehingga banyak kendaraan bermuatan material berat lewat. Di rapat desa telah disepakati untuk membatasi kendaraan berat, dan melarang parkir dipinggir jalan yang mau amblas ini. Kepada desa enggan melakukan ini, mungkin parkir dan kendaraan berat yang lewat merupakan penghasilan aseli daerah, walaupun saya utarakan bahwa kalau terjadi longsor maka kafe2 juga akan dirugikan. Terdengar berita bahwa katanya PU kabupaten sedang membuat anggaran untuk memperbaiki situasi jalan ini, tetapi sudah lebih dari 1 tahun tidak ada beritanya lagi. Mungkin para birokrat ini berpikir nanti saja kalau sudah terjadi bencana maka anggaran akan turun, bahkan sumbanganpun akan banyak mengalir. Atau memang bangsa kita itu fatalist, ya kalau terjadi bencana itu sudah kehendak Tuhan. Sekarang musim hujan dan longsor terjadi di mana-mana. Saya khawatir rumah sayapun setiap waktu dapat terisoler oleh longsor karena kami tidak punya jalan alternatif. Atas keamanan rumah saya sendiri sudah melakukan banyak tindakan dan pre-caution, tetapi sayapun juga mungkin seorang fatalist, kalau terjadi ya mau apa lagi? Wassalam RPK ----- Original Message ----- From: "Awang Satyana" <[email protected]> To: <[email protected]> Cc: "Forum HAGI" <[email protected]>; "Geo Unpad" <[email protected]>; "Eksplorasi BPMIGAS" <[email protected]> Sent: Sunday, February 28, 2010 2:14 PM Subject: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb 2010. Beberapa menit yang lalu, tsunami telah sampai pulau paling timur di Jepang, memang ketinggiannya masih rendah, hanya beberapa inci, tetapi diperhitungkan tsunami akan semakin meninggi mendekati pulau-pulau utama Jepang sebab dasar laut mendangkal; diperkirakan akan sampai tiga meter tingginya. Dari kemarin, Jepang telah melakukan persiapan, mengosongkan wilayah-wilayah yang diperkirakan akan digenangi, mengunci mati dan mematok semua kapal-kapal boat, dan mengevakuasi 70.000 warganya. Bila Jepang telah dilanda tsunami, tentu Papua dan Halmahera pun sudah dilaluinya; terasa atau tidak akan ditentukan oleh orientasi garis pantai, morfologi pantai, dan batimetri sekitar pantai. Tidak ada salahnya mengevakuasi warga sebab tsunami sudah nyata-nyata telah dan akan terjadi. Paling tidak membuat mereka tidak melaut dulu atau mengosongkan rumah beberapa jam saat tsunami lewat. Seperti kata Pak Rovicky, ini bisa dipakai sebagai tsunami drill sebab wilayah utara Papua dan Halmahera bisa menjadi tempat tsunami kiriman dari wilayah ring of fire. salam, Awang --- Pada Ming, 28/2/10, Wahyudi Adhiutomo <[email protected]> menulis: Dari: Wahyudi Adhiutomo <[email protected]> Judul: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb 2010. Kepada: "Mailing List IAGI" <[email protected]> Tanggal: Minggu, 28 Februari, 2010, 11:55 AM Setuju, pakdhe. Saya heran juga kok sepertinya menjadi kebanggaan BMKG untuk "membantah" informasi yang didapat dari sumber luar. Kenapa informasi seperti Tsunami Warning itu tidak dianggap sebagai bagian dari apa yg namanya "Mitigasi Bencana"? Tapi entahlah... Bisa juga karena sebagian besar (common) rakyat Indonesia menganggap itu sebagai info yg meresahkan, maklum suka memotong-motong pernyataan yg penting bombastis, sehingga BMKG segera "menenangkan" dengan mengeluarkan pernyataan yg "menenangkan" juga. Semoga pernyataan itu benar2x keyakinan BMKG dan bukan sekedar pernyataan yg "menenangkan". Salam, WA Ku tunggu kedatanganmu walaupun tak pasti, tsunami -- No BlackBerry™ While Driving. Please use your BlackBerry™ in appropriate situations and places. Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Date: Sun, 28 Feb 2010 11:31:26 To: Forum HAGI<[email protected]>; IAGI<[email protected]>; <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb 2010. Saya sangat menyayangkan pernyataan BMKG bahwa tsunami tidak akan sampai ke Indonesia disampaikan terlalu dini .. http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/093831/1307783/10/bmkg-tsunami-tak-sampai-ke-indonesia Ini sebenernya dapat dipakai sepakai "real global tsunami drill" latihan menghadapi tsunami secara global. Bagaimana persiapan, bagaimana penyebaran informasi, dan juga bagaimana perhatian pemerintah, penolong badan-badan dunia dsb Kalau toh memang tidak terjadi hal ini perlu dipakai sebagai bahan evaluasi nantinya bila benar-benar terjadi. Jepang bahkan secara serius mengungsikan 50 ribu warganya. http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/105728/1307798/10/jepang-evakuasi-50-ribu-warganya http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/082608/1307761/10/jepang-juga-keluarkan-peringatan-tsunami-besar Semoga tsunami ini memang benar-benar tidak merusak Salam waspada RDP http://rovicky.wordpress.com/2010/02/28/tsunami-warning-akibat-gempa-m8-8-chile-27-feb-2010/ http://rovicky.wordpress.com/2010/02/28/ditengah-samodera-tsunami-itu-secepat-pesawat-jet/ Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer __________ NOD32 4901 (20100227) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- ***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. ***** -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

