Yth. Pak RDP dan rekan-rekan,
Maaf yha, ini artikel lama sekali, jadi semalam baru berhasil didapat. Itu
pun dibantu anak-anak.
Silahkan, semoga berguna untuk kita. Ketika artikel ini dimuat, saya
mendapat dua telpon dari teman.
Mereka menanyakan, kenapa "sugeng" nya dihilangkan, sebab kalau menilik gaya
bahasanya, katanya ini
tulisan saya. Jawaban saya singkat saja: takut. Karena waktu itu bbrp anak-2
muda pada hilang, dan
bahkan Wiji Thukul (pekerja mebel, pegiat seni dari kampung Sorogenen, Solo)
hilang sampai sekarang.
Ketika kota Jakarta sedang dilanda kerusuhan dan pembakaran, saya sedang
menunggu pemboran di
Bojonegoro; lalu artikel ini saya tulis dalam bhs Inggris dan di-fax ke The
Jakarta Post dengan judul "Crises
don't happen overnight".
Demi keamanan (katanya), pada waktu itu para expat di rig dibawa ke Bali,
tinggal di hotel Sanur, bersenang-senanglah;
sementara saya ditugasi tetap di rig. Jujur saja, waktu itu saya agak
dongkol, he-he; dan lebih dongkol lagi
kalau ongkos untuk "berlibur" para expat (rig mechanic, driller, toolpusher,
rig supt, H2S eng dll) masuk C.R.
Salam hangat.
sugeng
Kontan No. 32, Tahun II, 11 Mei 1998
Sasmita Blow-out dari Sumur Minyak
Diasuh Wimar Witoelar, perintis acara Talk Show dan Perspektif di televise
Indonesia,
konsultan dari PT InterMatrix untuk manajemen, corporate development, dan
public
affair.
Pertanyaan:
Setiap kejadian alam tentunya akan didahului dengan tanda-tanda atau
sasmita. Kalau
kita cukup peka membaca sasmita alam, sebagai manusia yang berakal budi,
kita
diharapkan bisa menghadapi kejadian alam dengan baik. Misalnya, sebelum
gunung
Merapi meletus pasti ditengarai gempa bumi yang berkepanjangan, atau suhu
sekitar
gunung meningkat, sehingga memungkinkan penduduk dan ternaknya mengungsi.
Setelah terjadi letusan, penduduk akan kembali ke desanya untuk memperbaiki
rumah,
sawah dan ladang, dan kehidupan akan berjalan normal seperti biasa.
Pengalaman sekian lama di pengeboran minyak adalah contoh yang bagus. Perlu
diketahui bahwa pengeboram minyak adalah pekerjaan yang mahal dan penuh
dengan
mara bahaya, sehingga disiplin kerja yang sangat tinggi selalu ditegakkan.
Kalau ada
kecerobohanndan sampai terjadi semburan liar (blowout), misalnya, ini adalah
malapetaka. Selain kerugian materi (hilangnya sumur dan terbakarnya menara
bor
misalnya) juga bisa meminta korban jiwa.
Orang minyak bekerja 24 jam sehari, tanpa mengenal siang dan malam atau
hujan. Di
sana pekerjaan dipimpin seorang ”penguasa tunggal” yang bertanggung jawab
penuh
atas kelancaran dan keselamatan pekerjaan. Beliau adalah wakil perusahaan
yang
mempunyai sumur, sehingga beliau populer disebut ”Companyman” atau drilling
supervisor yang biasanya berpengalaman puluhan tahun di berbagai belahan
bumi.
Semua pekerja yang terdiri dari berbagai bagian merupakan pembantu-pembantu
beliau. Mereka harus bekerja profesional, dan membuat laporan dua kali
sehari,
biasanya jam 05:00 dan 15:00. Laporan ABS (asal bapak senang) jelas tidak
berlaku di
sini. Kalau ada sesuatu yang tidak beres, misalnya tehnisi mudlogging
melihat ada
tanda-tanda kenaikan gas, atau hilangnya lumpur pengeboran, dia harus segera
melapor. Kalau perlu beliau akan menghentikan pengeboran untuk melihat
sebabmusabab
hilangnya lumpur. Walaupun tengah malam, mungkin disertai hujan lebat,
beliau akan naik ke lantai bor (rig-floor), mengenakan jas hujan, topi
keselamatan dan
lampu senter, terkadang dengan membawa secangkir kopi pahit. Beliau akan
mengawasi lubang sumur dengan teliti dan saksama, untuk memastikan apakah
permukaan lumpur di dalam lubang sumur turun (hilang ke dalam formasi).
Kalau benar,
ini perlu dipompakan LCM (lost circulation material) ke dalam lumpur di
dalam tanki.
Kalau tidak, berarti aman. Lalu dicari jawaban yang lain, mungkin ada tangki
atau pipa
yang bocor. Mungkin dapat terjadi sbb. Teknisi lumpur (mud engineer)
membuang
sebagian lumpur atau mentransfer lumpur ke tangki lain tanpa memberi tahu
juru bor
(driller) atau teknisi mudlogging (mudloggers) sehingga pada chart lumpur
menunjukkan
adanya kehilangan lumpur sehingga alarm berbunyi. Tentu saja mudlogger akan
segera
melaporkan bahwa sedang terjadi hilangnya lumpur bor (padahal sebenarnya
tidak).
Hilangnya lumpur akan mengejutkan para pekerja, dan tentu saja mud engineer
yang
kilaf ini akan dimarahi orang banyak. Kalau kesalahannya cukup serius,
mungkin sekali
dia akan dipulangkan untuk diganti dengan orang lain. Dia tidak boleh
kembali bekerja di
lokasi ini. Titik. Tidak ada KKN (koncoisme, kolusi, dan nepotisme).
Sebaliknya teknisi
yang bagus dan profesional tidak akan diperbolehkan dipindah ke lokasi lain.
Jadi di dalam pemboran semua akan diamati secara saksama setiap saat, dan
atau
setiap feet pemboran. Begitu ada sasmita (misalnya kenaikan gas secara
gradual dll)
tindakan preventif segera dilakukan guna menghindari malapetaka yang lebih
fatal.
Nah, sekarang kembali ke ke kejadian alam yang bernama Krisis Moneter
(krismon).
Katakannlah krisis ini sedang menimpa negara Anunesia, secara berkepanjangan
sampai-2 rakyat kecil dibuat sangat susah. Misalnya sembako sulit didapat,
harga-2
membubung tinggi, banyak PHK, demonstrasi marak dimana-mana (mereka anak-2
muda yang cerdas, terpelajar, dan idealis , tak pernah takut atau kapok
dengan petugas
keamanan).
Pertanyaan saya, apakah para pembantu kepala negara Anunesia tak ada yang
melihat
sasmita atau tanda-tanda yang mengisyaratkan bahwa ekonomi negara sudah
lampu
kuning? Mungkinkah para pembantu ini takut melaporkan keadaan yang
sebenarnya
kepada beliau? Bukankah di negara Anuneisa mempunyai banyak pakar ekonomi,
baik
yang duduk di birokrat, di kampus-2, atau lembaga-2 yang berkaliber
internasional, dan
pendapatnya juga didengar dunia. Apakah mereka ini tidak pernah
mengisyaratkan
(secara halus, atau dengan sedikit keras misalnya) bahwa ekonomi kita sudah
dalam
bahaya dan perlu diadakan tindakan pencegahan. Ibarat pengeboran minyak,
tidak perlu
menunggu terjadinya blow out yang menyengsarakan rakyat banyak.
Trimakasih atas jawabannya. Hartono, Jakarta Selatan
Komentar:
Karena krismon (krisis moneter) sudah menjadi kristal (krisis total), maka
semua soal
sekarang sudah menjadi pembahasan politik. Sebab, krisis total hanya dapat
diselesaikan oleh reformasi total, berawal dari reformasi politik.
Pertanyaan Anda jelas
menunjukkan, betapa rapuhnya manajemen negara kita. Komunitas yang harusnya
menggerakkan proses pengambilan keputusan sangat macet dan bersifat satu
arah.
Terus terang, saya sama bingungnya dengan Anda. Mengapa tidak ada pembantu
presiden Anunesia yang mau memberikan laporan yang sesungguhnya? Apakah
tidak
ada kesempatan? Apakah takut menyampaikan kabar buruk? Atau ingin cari muka
dengan malaporkan yang bagus-bagus saja? Ataukah yang menerima laporan
kurang
ingin mendengar? Mengapa begitu jauh penyimpangan antara realitas dan respon
penguasa Anunesia? Anunesia tidak kekurangan pakar dengan konsep
penanggulangan masalah. Namun, keputusan yang tepat, seperti masakan yang
enak.
Yang penting bukan bahannya, tapi rasanya, Bung!
Seperti akhli masak meramu rasa, pembuat kebijaksanaan harus akhli meramu
pendapat. Sayangnya:
1. Penguasa mendahulukan kepentingan jangka pendek dan kepentingan
kelompok. Misalnya, kita banyak kehilangan waktu mempertimbangkan CBS,
suatu akal untuk memperoleh dolar murah dan jangka pendek. Penyelesaian
dengan perjanjian yang telah disepakati dengan IMF lebih menjamin
kepentingan
masyarakat jangka panjang, tapi kepentingan vested interest tidak peduli
terhadap kepentingan jangka panjang, apalagi kepentingan orang lain. Resep
”kepentingan masyarakat ” memang tiap hari didengungkan sebagai slogan.
Kenyataannya? Penyimpangan besar seperti IPTN, BPPC, dan Mobnas baru
berhenti secara terpaksa, karena IMF tidak mau menurunkan dana bantuan
kalau proyek semacam itu diteruskan.
2. Penguasa tidak cepat menguasai realitas. Berbulan-bulan sejak ekonomi
Thailand jatuh, bahkan sampai ekonomi kita memburuk tajam di peralihan tahun
1998, adalah sikap pemerintah yang tidak mau mengakui adanya persoalan
berat. Semua dianggap gejolak moneter yang diakibatkan spekulasi valas.
Kenyataan tidak dihiraukan, sampai Pak Harmoko berani bilang bahwa krisis
ekonomi tidak terasa oleh rakyat di daerah. Dalam psikologi, ini namanya:
denial
(tidak mau mengakui kenyataan) dan kemudian selective cognition (tidak mau
menghiraukan kabar yang tidak menyenangkan). Pertanggungjawaban Presiden
1993-1998 tidak berisi pengakuan krisis ekonomi terbesar selama Orde Baru.
Baru setelah terpilih kembali, Presiden mengakui beratnya krisis ini, lalu
menunjuk kabinet baru yang terdiri dari orang yang dipercaya beliau, tapi
sayangnya tidak semuanya dipercaya rakyat. Sistem politik bukan dibuka untuk
menerima dukungan partisipasi umum, malah ditutup dan mundur-maju tidak
menentu. Kelihatannya semua makin tidak menentu.
3. Baik penguasa maupun ABRI (yang sebetulnya bagian dari rakyat) dan
sebagian
masyarakat dihinggapi penyakit takut pada yang tidak dikenal (fear of the
unknown). Jadi, lebih cenderung mempertahankan status quo, padahal sudah
jelas status quo adalah keadaan yang tiap hari merosot terus. Perusahaan
bangkrut, uang langka, dollar tidak turun, dan bahan pokok mengkhawatirkan.
Untuk melakukan perbaikan diperlukan keberanian mencoba sesuatu yang baru.
Ini yang belum ada.
4. Motivasi politik kekuasaan bukan lagi ideologi masyarakat, tapi
keserakahan
materi yang dikejar dan tak pernah cukup. Sebetulnya, dalam sejarah banyak
contoh yang menunjukkan bahwa kekuasaan yang absolut cenderung jatuh
sendiri oleh hal itu. Tapi sejarah juga menunjukkan bahwa orang biasanya
tidak
belajar dari sejarah.
----- Original Message -----
From: "Rovicky Dwi Putrohari" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, March 01, 2010 1:12 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Mas Sugeng Hartono ingkang minulyo,
Mbok ya tulisan yg ngendiko Sasmita Blowout dari Sumur Minyak itu di
bagikan dimilist sini.
Aku gugling ndak ketemu je.
Suwun
RDP
2010/3/1 Sugeng Hartono <[email protected]>:
Bung Nataniel,
Apa kabar? Jangan bercanda lho...Alam itu sangat bijaksana. Saya terus
teringat tulisan saya di Kontan,
edisi Mei 1998 yll dng judul: Sasmita Blowout dari Sumur Minyak. Tulisan
ini
dimuat di kolom manajemen,
dan dikomentari panjang-lebar oleh Pak Wimar Witoelar.
Saya tulis bahwa Alam itu sangat bijaksana, dan kita harus pandai membaca
"sasmita" pesan halus/tanda-2
yg dikirimkan oleh Alam sehingga kita bisa menghadapi ulah Alam dengan
baik
(tidak ada korban jiwa).
Misalnya G.Merapi di Jateng; sebelum meletus, di sekitar Merapi akan
terjadi
gempa (lindu) setiap hari. Ini
merupakan sasmita, jadi tidak ujug-ujug meletus. Para petani (masih) tetap
tenang-2 saja, kerja ke sawah dan ladang.
Begitu lindu semakin sering dan semakin kuat dan mungkin udara menjadi
semakin panas, maka binatang piaraan mulai
gelisah, macan tutul dan celeng mulai turun dari hutan (binatang lebih
peka
dari manusia) maka para petani dan keluarga
mulai mengungsi untuk menyelamat kan diri. Satu atau dua hari kemudian
biasanya Mbah Merapi segera memuntahkan "isi perutnya".
Sawah dan ladang, mungkin juga rumah akan rusak dilanda abu, lahar dingin,
atau wedul gembel yg panas.
Setelah semua reda, para petani pun kembali ke kampungnya. Membersihkan,
memperbaiki sawah-ladang dan rumahnya;
seolah-olah tidak terjadi apa-2. Kehidupan kembali normal. Mereka dapat
hidup harmoni dng Alam di sekitarnya.
Contoh paling bagus adalah pemboran minyak. Tidak ada yg namanya blowout
terjadi dengan tiba-2. Karena pekerjaan
ini mahal biayanya dan besar resikonya, maka pemboran dilakukan dan
diawasi
24 jam/hari, setiap menit dan setiap feet.
Untuk itu pemboran diawasi seorang Companyman, pengawas pemboran yg sangat
berpengalaman dan profesional.
Semua personil yg kerja di lokasi (lumpur, mudlogging, pemboran, dll)
harus
membuat laporan setiap pagi jam 05:00.
Tidak ada laporan ABS. Begitu ada tanda-2 "aneh" misalnya kenaikan gas,
volume lumpur, perubahan lithologi atau
ada lumpur yg hilang, beliau ini harus dibangunan, walaupun tengah malam
dan
hujan. Dia akan bangun, mengenakan
coverall, sepatu, topi, lampu batere dan secangkir kopi pahit/panas. Dia
akan naik ke rig-floor untuk melihat sendiri
kondisi yg sebenarnya. Kalau memang ada "lost circulation" dia akan
memerintahkan untuk menyampur LCM (lost
circulatin material), tetapi kalau hilangnya lumpur ternyata tangkinya
bocor, ya harus dilas. Kalau keadaan sudah
benar-2 aman, maka dia akan memberi bbrp instruksi dan kembali ke cabinnya
untuk istirahat.
Dengan demikian tidak akan terjadi kejadian yang lebih hebat (fatal)
misalnya yaitu tadi...blowout.
Di akhir tulisan, saya kemukakan sbb: Di suatu negeri yg hebat, tiba-2
terjadi krisis ekonomi. Nilai uang merosot,
harga barang melambung, demo terjadi di mana-2, penjarahan, pembakaran dan
kerusuhan juga terjadi di kota-2 besar.
Pertanyaan saya, kemanakah para akhli ekonomi yg berkaliber internasional,
yg duduk di pemerintahan atau
universitas-2? Apakah mereka tidak melihat "sasmita" bahwa perekonomian
sudah lampu kuning, sehingga perlu melapor
kepada Companyman (RI-1)? Sehingga keadaan tidak berkembang menjadi lebih
fatal.
Komentar Pak Wimar menyinggung penyimpangan Mobnas, IPTN, BPPC dan banyak
lagi...
Salam,
sugeng
----- Original Message ----- From: "Nataniel Mangiwa"
<[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Monday, March 01, 2010 10:15 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Ternyata Tuhan itu kejam sekali yah..tapi emang enak jadi manusia,
bingung sedikit..langsung nyalahin Tuhan. Kalo Tuhan ga bisa
disalahin, yah Alam lah minimal yg kena Tumbal. Kejam memang 'takdir
Tuhan' itu..(bener ga ya?).
On 3/1/10, Ridwan Nyak Baik <[email protected]> wrote:
Memang seperti kata Pak RPK, bahwa dari sononya "mungkin" orang kita
fatalist.
Wong staf ahli Presiden bidang bencana nasional, Andi Arief lebih sibuk
melakukan lobby kasus century dengan partai2 pendukung pansus dpr dari
pada
melakukan tugas utamanya mikirin penanggulangan longsor di ciwidei dan
"aksi
cepat tanggap" kesiapan menghadapi potensi kiriman tsunami di kawasan
IBT.
Rakyat awam fatalist, pejabat fatalist, ilmuwan fatalist, birokrat
fatalist,
lalu....
Manusia melegitimasi kebodohan dan kemalasannya atas nama Tuhan.
Tsunami Aceh karena ulah Tuhan
Lumpur Lapindo karena ulah Tuhan
Longsor Ciwidei kaarena ulah Tuhan
Kita tinggal di kawasan zamrud khatulistiwa dan rawan bencana karena ulah
Tuhan.
Pada hal Tuhan berucap dengan tegas (kurang lebih): "Aku takkan mengubah
nasib suatu kaum/bangsa bila mereka tidak mau mengubah dirinya sendiri."
Dari ucap Tuhan tersebut, maka jelas bahwa kitalah yang menentukan
"takdir"
kita sendiri.
Filsuf Pakistan (Sir Muhammad Iqbal) berkata (kira-kira) sbb: " Jika anda
mau jadi kaca maka takdir kaca akan pecah oleh batu. Jika anda mau jadi
debu
maka takdir debu akan diterbangkan angin. Maka jadilah diri anda sebagai
gelombang yang tak pernah bosan menggempur karang."
Nah, mau jadi kaca atau gelombang, mau jadi geolog atau
wartawan.....selanjutnya terserah anda (minjam celetukan iklan pengharum
badan).
Tabik;
RnB
-----Original Message-----
From: R.P.Koesoemadinata [mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, February 28, 2010 6:16 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Masalah kelihatan "keengganan" untuk siaga apalagi evakuasi, walaupun
sudah
ada tsunami warning, tidak terlepas dari mentalitas para birokirat kita.
Untuk melakukan kegiatan siaga apa lagi evakuasi, mereka harus mengacu
pada
mata anggaran. Mata anggaran bencana memang ada, tetapi untuk siap2,
jaga2,
antisipasi itu praktis tidak. Mungkin untuk latihan atau drill ada,
tetapi
tentu untuk melakukan latihan mungkin mata anggarannya lain. Jadi
bagaimana
jika sudah melakukan evakuasi, ternyata bencana tidak jadi, tentu mereka
takut disalahkan, takut dituduh membuat kebijakan yang salah, bahkan
siapa
tahu harus berhubungan dengan KPK. Saya mengerti mengapa BMKG enggan
menindaklajuti tsunami warning itu, kalau tsunami itu tidak terjadi maka
pejabat BMKG takut dituduh melakukan kebijakan yang salah.
Saya punya pengalaman tersendiri di kampung saya di Ciburial. Disini
jalan
yang menyusuri lembah di sebelahnya jelas kelihatan retak dan setiap
orang
awampun dapat melihat bahwa jalan sangat peka. Amblasan dan longsorpun
terjadi, walaupun secara kecil-kecilan. Juga rumah-rumah di bawah jalan
ini
terancam tertimbun longsor. Hal ini saya surati kepala desa dan camat
bahkan
dengan tembusan ke Kabupaten bahkan ke Direktorat Volkanologi dan
Mitigrasi
Bencana sebagai peringatan atas bahaya ini. Sempat dirapatkan beberapa
kali
di desa dengan kepala desa, camat, kapolesikdsb bahkan pernah terdengar
ada
instansi yang melakukan survey (mungkin Direktorat Volkanologi dan
Mitigasi
Bencana?). Masalahnya tambah parah karena sepanjang jalan ini terdapat
kafe2, sehingga badan jalan yang jelas mau amblas ini dipakai parkir tamu
kafe, malah ada usaha menutupi amblasan ini dengan semen, sehingga
kelihatannya diperbaiki. Juga yang lebih parah lagi di desa ini sedang
banyak pembangunan hotel dan cafe2, sehingga banyak kendaraan bermuatan
material berat lewat.
Di rapat desa telah disepakati untuk membatasi kendaraan berat, dan
melarang
parkir dipinggir jalan yang mau amblas ini. Kepada desa enggan melakukan
ini, mungkin parkir dan kendaraan berat yang lewat merupakan penghasilan
aseli daerah, walaupun saya utarakan bahwa kalau terjadi longsor maka
kafe2
juga akan dirugikan. Terdengar berita bahwa katanya PU kabupaten sedang
membuat anggaran untuk memperbaiki situasi jalan ini, tetapi sudah lebih
dari 1 tahun tidak ada beritanya lagi.
Mungkin para birokrat ini berpikir nanti saja kalau sudah terjadi bencana
maka anggaran akan turun, bahkan sumbanganpun akan banyak mengalir. Atau
memang bangsa kita itu fatalist, ya kalau terjadi bencana itu sudah
kehendak
Tuhan.
Sekarang musim hujan dan longsor terjadi di mana-mana. Saya khawatir
rumah
sayapun setiap waktu dapat terisoler oleh longsor karena kami tidak punya
jalan alternatif. Atas keamanan rumah saya sendiri sudah melakukan banyak
tindakan dan pre-caution, tetapi sayapun juga mungkin seorang fatalist,
kalau terjadi ya mau apa lagi?
Wassalam
RPK
----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Cc: "Forum HAGI" <[email protected]>; "Geo Unpad"
<[email protected]>; "Eksplorasi BPMIGAS"
<[email protected]>
Sent: Sunday, February 28, 2010 2:14 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Beberapa menit yang lalu, tsunami telah sampai pulau paling timur di
Jepang,
memang ketinggiannya masih rendah, hanya beberapa inci, tetapi
diperhitungkan tsunami akan semakin meninggi mendekati pulau-pulau utama
Jepang sebab dasar laut mendangkal; diperkirakan akan sampai tiga meter
tingginya. Dari kemarin, Jepang telah melakukan persiapan, mengosongkan
wilayah-wilayah yang diperkirakan akan digenangi, mengunci mati dan
mematok
semua kapal-kapal boat, dan mengevakuasi 70.000 warganya.
Bila Jepang telah dilanda tsunami, tentu Papua dan Halmahera pun sudah
dilaluinya; terasa atau tidak akan ditentukan oleh orientasi garis
pantai,
morfologi pantai, dan batimetri sekitar pantai. Tidak ada salahnya
mengevakuasi warga sebab tsunami sudah nyata-nyata telah dan akan
terjadi.
Paling tidak membuat mereka tidak melaut dulu atau mengosongkan rumah
beberapa jam saat tsunami lewat. Seperti kata Pak Rovicky, ini bisa
dipakai
sebagai tsunami drill sebab wilayah utara Papua dan Halmahera bisa
menjadi
tempat tsunami kiriman dari wilayah ring of fire.
salam,
Awang
--- Pada Ming, 28/2/10, Wahyudi Adhiutomo <[email protected]>
menulis:
Dari: Wahyudi Adhiutomo <[email protected]>
Judul: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Kepada: "Mailing List IAGI" <[email protected]>
Tanggal: Minggu, 28 Februari, 2010, 11:55 AM
Setuju, pakdhe.
Saya heran juga kok sepertinya menjadi kebanggaan BMKG untuk "membantah"
informasi yang didapat dari sumber luar. Kenapa informasi seperti Tsunami
Warning itu tidak dianggap sebagai bagian dari apa yg namanya "Mitigasi
Bencana"? Tapi entahlah... Bisa juga karena sebagian besar (common)
rakyat
Indonesia menganggap itu sebagai info yg meresahkan, maklum suka
memotong-motong pernyataan yg penting bombastis, sehingga BMKG segera
"menenangkan" dengan mengeluarkan pernyataan yg "menenangkan" juga.
Semoga pernyataan itu benar2x keyakinan BMKG dan bukan sekedar pernyataan
yg
"menenangkan".
Salam,
WA
Ku tunggu kedatanganmu walaupun tak pasti, tsunami
--
No BlackBerry™ While Driving. Please use your BlackBerry™ in appropriate
situations and places.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Sun, 28 Feb 2010 11:31:26
To: Forum HAGI<[email protected]>; IAGI<[email protected]>;
<[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Saya sangat menyayangkan pernyataan BMKG bahwa tsunami tidak akan sampai
ke
Indonesia disampaikan terlalu dini ..
http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/093831/1307783/10/bmkg-tsunami-tak-sampai-ke-indonesia
Ini sebenernya dapat dipakai sepakai "real global tsunami drill" latihan
menghadapi tsunami secara global. Bagaimana persiapan, bagaimana
penyebaran
informasi, dan juga bagaimana perhatian pemerintah, penolong badan-badan
dunia dsb
Kalau toh memang tidak terjadi hal ini perlu dipakai sebagai bahan
evaluasi
nantinya bila benar-benar terjadi.
Jepang bahkan secara serius mengungsikan 50 ribu warganya.
http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/105728/1307798/10/jepang-evakuasi-50-ribu-warganya
http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/082608/1307761/10/jepang-juga-keluarkan-peringatan-tsunami-besar
Semoga tsunami ini memang benar-benar tidak merusak
Salam waspada
RDP
http://rovicky.wordpress.com/2010/02/28/tsunami-warning-akibat-gempa-m8-8-chile-27-feb-2010/
http://rovicky.wordpress.com/2010/02/28/ditengah-samodera-tsunami-itu-secepat-pesawat-jet/
Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser
ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di
sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
__________ NOD32 4901 (20100227) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
*****
This message may contain confidential and/or privileged information. If
you
are not the addressee or authorized to receive this for the addressee,
you
must not use, copy, disclose or take any action based on this message or
any
information herein. If you have received this communication in error,
please
notify us immediately by responding to this email and then delete it from
your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and
complete transmission of the information contained in this communication
nor
for any delay in its receipt.
*****
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------