Yang jelas dari yang saya baca di detik.com BMKG tidak ngawur dan juga tidak sok jagoan dengan ramalannya, tapi katanya punya data pantauan di Papua nugini dan Kep Solomon. Sedangkan Jepang bisa jadi punya data tersendiri sehingga menyimpulkan penduduk pesisirnya harus ngungsi.
Hasil akhirnya kita ketahui bersama, siapa yang lebih akurat, siapa yang bertindak "berlebihan". Sengaja saya tambah tanda kutip karena seperti yang dikemukakan oleh RDP, bisa jadi pihak Jepang lagi latihan dengan serius. Ya boleh-boleh saja to, ngungsikan 50ribu warga menghindari tsunami sekian centimeter. Wong negara kaya. Menurut saya tidak perlu ada kecam-mengecam di sini. Itu hanya layak seandainya ketahuan BMKG selaku pihak yang berkompeten ternyata tidak berfungsi dengan baik. Salam, Sunu. 2010/2/28 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Saya sangat menyayangkan pernyataan BMKG bahwa tsunami tidak akan sampai ke > Indonesia disampaikan terlalu dini .. > > http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/093831/1307783/10/bmkg-tsunami-tak-sampai-ke-indonesia > > Ini sebenernya dapat dipakai sepakai "real global tsunami drill" latihan > menghadapi tsunami secara global. Bagaimana persiapan, bagaimana penyebaran > informasi, dan juga bagaimana perhatian pemerintah, penolong badan-badan > dunia dsb > Kalau toh memang tidak terjadi hal ini perlu dipakai sebagai bahan evaluasi > nantinya bila benar-benar terjadi. > Jepang bahkan secara serius mengungsikan 50 ribu warganya. > > http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/105728/1307798/10/jepang-evakuasi-50-ribu-warganya > > http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/082608/1307761/10/jepang-juga-keluarkan-peringatan-tsunami-besar > > Semoga tsunami ini memang benar-benar tidak merusak > > Salam waspada > > RDP > > http://rovicky.wordpress.com/2010/02/28/tsunami-warning-akibat-gempa-m8-8-chile-27-feb-2010/ > > http://rovicky.wordpress.com/2010/02/28/ditengah-samodera-tsunami-itu-secepat-pesawat-jet/ >

