Memang seperti kata Pak RPK, bahwa dari sononya "mungkin" orang kita
fatalist.
Wong staf ahli Presiden bidang bencana nasional, Andi Arief lebih sibuk
melakukan lobby kasus century dengan partai2 pendukung pansus dpr dari
pada
melakukan tugas utamanya mikirin penanggulangan longsor di ciwidei dan
"aksi
cepat tanggap" kesiapan menghadapi potensi kiriman tsunami di kawasan IBT.
Rakyat awam fatalist, pejabat fatalist, ilmuwan fatalist, birokrat
fatalist,
lalu....
Manusia melegitimasi kebodohan dan kemalasannya atas nama Tuhan.
Tsunami Aceh karena ulah Tuhan
Lumpur Lapindo karena ulah Tuhan
Longsor Ciwidei kaarena ulah Tuhan
Kita tinggal di kawasan zamrud khatulistiwa dan rawan bencana karena ulah
Tuhan.
Pada hal Tuhan berucap dengan tegas (kurang lebih): "Aku takkan mengubah
nasib suatu kaum/bangsa bila mereka tidak mau mengubah dirinya sendiri."
Dari ucap Tuhan tersebut, maka jelas bahwa kitalah yang menentukan
"takdir"
kita sendiri.
Filsuf Pakistan (Sir Muhammad Iqbal) berkata (kira-kira) sbb: " Jika anda
mau jadi kaca maka takdir kaca akan pecah oleh batu. Jika anda mau jadi
debu
maka takdir debu akan diterbangkan angin. Maka jadilah diri anda sebagai
gelombang yang tak pernah bosan menggempur karang."
Nah, mau jadi kaca atau gelombang, mau jadi geolog atau
wartawan.....selanjutnya terserah anda (minjam celetukan iklan pengharum
badan).
Tabik;
RnB
-----Original Message-----
From: R.P.Koesoemadinata [mailto:[email protected]]
Sent: Sunday, February 28, 2010 6:16 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Masalah kelihatan "keengganan" untuk siaga apalagi evakuasi, walaupun
sudah
ada tsunami warning, tidak terlepas dari mentalitas para birokirat kita.
Untuk melakukan kegiatan siaga apa lagi evakuasi, mereka harus mengacu
pada
mata anggaran. Mata anggaran bencana memang ada, tetapi untuk siap2,
jaga2,
antisipasi itu praktis tidak. Mungkin untuk latihan atau drill ada, tetapi
tentu untuk melakukan latihan mungkin mata anggarannya lain. Jadi
bagaimana
jika sudah melakukan evakuasi, ternyata bencana tidak jadi, tentu mereka
takut disalahkan, takut dituduh membuat kebijakan yang salah, bahkan siapa
tahu harus berhubungan dengan KPK. Saya mengerti mengapa BMKG enggan
menindaklajuti tsunami warning itu, kalau tsunami itu tidak terjadi maka
pejabat BMKG takut dituduh melakukan kebijakan yang salah.
Saya punya pengalaman tersendiri di kampung saya di Ciburial. Disini jalan
yang menyusuri lembah di sebelahnya jelas kelihatan retak dan setiap orang
awampun dapat melihat bahwa jalan sangat peka. Amblasan dan longsorpun
terjadi, walaupun secara kecil-kecilan. Juga rumah-rumah di bawah jalan
ini
terancam tertimbun longsor. Hal ini saya surati kepala desa dan camat
bahkan
dengan tembusan ke Kabupaten bahkan ke Direktorat Volkanologi dan
Mitigrasi
Bencana sebagai peringatan atas bahaya ini. Sempat dirapatkan beberapa
kali
di desa dengan kepala desa, camat, kapolesikdsb bahkan pernah terdengar
ada
instansi yang melakukan survey (mungkin Direktorat Volkanologi dan
Mitigasi
Bencana?). Masalahnya tambah parah karena sepanjang jalan ini terdapat
kafe2, sehingga badan jalan yang jelas mau amblas ini dipakai parkir tamu
kafe, malah ada usaha menutupi amblasan ini dengan semen, sehingga
kelihatannya diperbaiki. Juga yang lebih parah lagi di desa ini sedang
banyak pembangunan hotel dan cafe2, sehingga banyak kendaraan bermuatan
material berat lewat.
Di rapat desa telah disepakati untuk membatasi kendaraan berat, dan
melarang
parkir dipinggir jalan yang mau amblas ini. Kepada desa enggan melakukan
ini, mungkin parkir dan kendaraan berat yang lewat merupakan penghasilan
aseli daerah, walaupun saya utarakan bahwa kalau terjadi longsor maka
kafe2
juga akan dirugikan. Terdengar berita bahwa katanya PU kabupaten sedang
membuat anggaran untuk memperbaiki situasi jalan ini, tetapi sudah lebih
dari 1 tahun tidak ada beritanya lagi.
Mungkin para birokrat ini berpikir nanti saja kalau sudah terjadi bencana
maka anggaran akan turun, bahkan sumbanganpun akan banyak mengalir. Atau
memang bangsa kita itu fatalist, ya kalau terjadi bencana itu sudah
kehendak
Tuhan.
Sekarang musim hujan dan longsor terjadi di mana-mana. Saya khawatir rumah
sayapun setiap waktu dapat terisoler oleh longsor karena kami tidak punya
jalan alternatif. Atas keamanan rumah saya sendiri sudah melakukan banyak
tindakan dan pre-caution, tetapi sayapun juga mungkin seorang fatalist,
kalau terjadi ya mau apa lagi?
Wassalam
RPK
----- Original Message -----
From: "Awang Satyana" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Cc: "Forum HAGI" <[email protected]>; "Geo Unpad"
<[email protected]>; "Eksplorasi BPMIGAS"
<[email protected]>
Sent: Sunday, February 28, 2010 2:14 PM
Subject: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Beberapa menit yang lalu, tsunami telah sampai pulau paling timur di
Jepang,
memang ketinggiannya masih rendah, hanya beberapa inci, tetapi
diperhitungkan tsunami akan semakin meninggi mendekati pulau-pulau utama
Jepang sebab dasar laut mendangkal; diperkirakan akan sampai tiga meter
tingginya. Dari kemarin, Jepang telah melakukan persiapan, mengosongkan
wilayah-wilayah yang diperkirakan akan digenangi, mengunci mati dan
mematok
semua kapal-kapal boat, dan mengevakuasi 70.000 warganya.
Bila Jepang telah dilanda tsunami, tentu Papua dan Halmahera pun sudah
dilaluinya; terasa atau tidak akan ditentukan oleh orientasi garis pantai,
morfologi pantai, dan batimetri sekitar pantai. Tidak ada salahnya
mengevakuasi warga sebab tsunami sudah nyata-nyata telah dan akan terjadi.
Paling tidak membuat mereka tidak melaut dulu atau mengosongkan rumah
beberapa jam saat tsunami lewat. Seperti kata Pak Rovicky, ini bisa
dipakai
sebagai tsunami drill sebab wilayah utara Papua dan Halmahera bisa menjadi
tempat tsunami kiriman dari wilayah ring of fire.
salam,
Awang
--- Pada Ming, 28/2/10, Wahyudi Adhiutomo <[email protected]>
menulis:
Dari: Wahyudi Adhiutomo <[email protected]>
Judul: Re: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb
2010.
Kepada: "Mailing List IAGI" <[email protected]>
Tanggal: Minggu, 28 Februari, 2010, 11:55 AM
Setuju, pakdhe.
Saya heran juga kok sepertinya menjadi kebanggaan BMKG untuk "membantah"
informasi yang didapat dari sumber luar. Kenapa informasi seperti Tsunami
Warning itu tidak dianggap sebagai bagian dari apa yg namanya "Mitigasi
Bencana"? Tapi entahlah... Bisa juga karena sebagian besar (common) rakyat
Indonesia menganggap itu sebagai info yg meresahkan, maklum suka
memotong-motong pernyataan yg penting bombastis, sehingga BMKG segera
"menenangkan" dengan mengeluarkan pernyataan yg "menenangkan" juga.
Semoga pernyataan itu benar2x keyakinan BMKG dan bukan sekedar pernyataan
yg
"menenangkan".
Salam,
WA
Ku tunggu kedatanganmu walaupun tak pasti, tsunami
--
No BlackBerry™ While Driving. Please use your BlackBerry™ in appropriate
situations and places.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message-----
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Sun, 28 Feb 2010 11:31:26
To: Forum HAGI<[email protected]>; IAGI<[email protected]>;
<[email protected]>
Subject: [iagi-net-l] TSUNAMI WARNING Akibat Gempa M8.8 Chile 27 Feb 2010.
Saya sangat menyayangkan pernyataan BMKG bahwa tsunami tidak akan sampai
ke
Indonesia disampaikan terlalu dini ..
http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/093831/1307783/10/bmkg-tsunami-tak-sampai-ke-indonesia
Ini sebenernya dapat dipakai sepakai "real global tsunami drill" latihan
menghadapi tsunami secara global. Bagaimana persiapan, bagaimana
penyebaran
informasi, dan juga bagaimana perhatian pemerintah, penolong badan-badan
dunia dsb
Kalau toh memang tidak terjadi hal ini perlu dipakai sebagai bahan
evaluasi
nantinya bila benar-benar terjadi.
Jepang bahkan secara serius mengungsikan 50 ribu warganya.
http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/105728/1307798/10/jepang-evakuasi-50-ribu-warganya
http://www.detiknews.com/read/2010/02/28/082608/1307761/10/jepang-juga-keluarkan-peringatan-tsunami-besar
Semoga tsunami ini memang benar-benar tidak merusak
Salam waspada
RDP
http://rovicky.wordpress.com/2010/02/28/tsunami-warning-akibat-gempa-m8-8-chile-27-feb-2010/
http://rovicky.wordpress.com/2010/02/28/ditengah-samodera-tsunami-itu-secepat-pesawat-jet/
Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade
browser
ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di
sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
__________ NOD32 4901 (20100227) Information __________
This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------
*****
This message may contain confidential and/or privileged information. If
you
are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you
must not use, copy, disclose or take any action based on this message or
any
information herein. If you have received this communication in error,
please
notify us immediately by responding to this email and then delete it from
your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and
complete transmission of the information contained in this communication
nor
for any delay in its receipt.
*****
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
posted
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
loss
of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
any
information posted on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------