Terima kasih banyak Pak Bambang, dan Mas Paulus juga... 

 
tabik
bosman batubara 

weblog: http://annelis.wordpress.com




________________________________
From: Paulus Tangke Allo <[email protected]>
To: iagi-net <[email protected]>
Sent: Thu, March 4, 2010 11:33:37 AM
Subject: Fwd: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI

---------- Forwarded message ----------
From: Bambang P. Istadi <[email protected]>


Pak Bosman yang baik,

Terima kasih atas pertanyaan dan komentarnya soal ketabahan,.. memang
sudah konsekuensi dari seorang geologist yang berasosiasi dengan masalah
LUSI. Dengan senang hati saya menjawabnya jika bisa.

Berikut saya kirimkan data2 yang dimaksud,.. silahkan diinterpretasikan
sendiri, yang kiri berupa seismograph dari stasion BMG Tretes sedangkan
yang kanan adalah "real time chart" atau yang sering disebut sebagai
"black box". Saya masukkan juga phase report yang ada remark "Off
Scalle" serta peta USGS Intensity map.

Wass.
Bambang


-----Original Message-----
From: bosman batubara [mailto:[email protected]]
Sent: Wednesday, March 03, 2010 4:21 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI

Pak Bambang y tabah menjawabi e-mail2...

Saya ingin mempertajam diskusi kita pada perihal pengukuran gempa
Yogyakarta 27 Mei 2006 pada stasiun BMG Tretes. Pak Bambang bilang BMG
Tretes menyatakan mereka mencatat Gempa Yogya 27 Mei 2006 sebagai
"magnitude off scale" dan "entah artinya seberapa kuatnya gempa ini".

Pernyataan2:

       1. Saya bukan pakar, akan tetapi secara pemikiran saya, kalau
pada saya ada suatu alat pengukur, dan dan dalam alat yang saya pegang
menyatakan bahwa apa yang saya ukur "off scale", maka bagi saya hanya
ada 2 kemungkinan, pertama, apa yang saya ukur terlalu kecil sehingga
tidak dapat dideteksi, dan kedua, yang saya ukur terlalu besar sehingga
juga "off scale". Jadi terbuka kemungkinan berdebat dan berkelit di
sini, tergantung siapa yang menginterpretasi. Yang penting datanya
"magnitude off scale". Tidak saya perpanjang soal ini.
       2. Kemudian, dalam Majalah Tempo edisi 2 Maret 2008 halaman
34-35 dalam tulisan yang berjudul "Tak Boyak Dirundung Gempa" dinyatakan
bahwa justru Edi Sutriono (dalam tulisan itu disebut sebagai kepala tim
Pengeboran Lapindo) lah yang menyimpulkan bahwa gempa Yogya 27 Mei 2006
tercatat "out of scale" di stasiun BMG Tretes. Sementara ketika
wartawannya mewawancari Hariyanto, Kepala BMG Tretes, justru didapatkan
keterangan sebaliknya. Tulisan itu menyebutkan bahwa BMG Tretes mencatat
gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 sebesar 1-2 MMI. Dalam tulisan itu lebih
lanjut dinyatakan bahwa di stasiun BMG Karangkates, Malang, tercatat
gempa Yogja 27 Mei 2006 sebesar 3-4 MMI. Itu versi Majalah Tempo.

       3. Dalam makalah-makalah mereka (untuk poin ini saya hanya
mengandalkan ingatan, masih belum sempat buka makalah2, maaf) sepertinya
argumen2 kunci adalah: Prof Rudi CS, adanya underground blowout pada
kedalaman sekitar terjadinya stuck; Tingay cs, casing di sumur BJP-1
dipasang tidak seperti yang direncanakan; Manga, grafik yang menunjukkan
hubungan antara jarak sebuah-episenter-gempabumi dengan
respon-hidrologi-yang-ditimbulkannya; Pak Bambang, Mazzini dkk.; data2
pemboran, Leak off Test, analisis geokimia terutama berhubungan dengan
sumber fluida; Pak Awang, lebih kepada geologi regional (data persebaran
mud volcano dari Cekungan Bogor ke Selat Madura, elisional basin) dan
preseden sejarah.
Pertanyaan2:

       1. Berhubungan dengan pernyataan saya nomer 3, apakah tabel
laporan BMG yang Pak Bambang kutip sudah dipublikasikan sebagai data
dalam salah satu artikel2 soal Lusi?
       2. Kalau ya, dimana ya Pak, mungkin saya kelewat/lupa, minta
informasinya Pak.
       3. Apa pendapat Pak Bambang soal poin nomer 2 di atas, tentang
pemberitaan di Majalah Tempo itu? Maksud saya, tampaknya informasi di
Majalah Tempo berbeda dengan apa yang Bapak sampaikan di email. Sebagai
informasi tambahan, beberapa waktu yang lalu saya juga membaca di koran
Tempo bahwa dalam momen launching film Mud Mux di Arizona, sewaktu
wartawan menanyakan tentang hal bahwa "gempabumi Yogyakarta 27 Mei 2006
hanya tercatat sebesar 1-2 MMI di stasiun BMG Tretes", Mazzini tidak
berkomentar apa-apa (seharusnya ini saya tanyakan ke Mazzini sih...)

       4. Terima kasih ya Pak. Selamat berjuang. Semoga tetap tabah
menjawabi e-mail2. Kalau saya jadi Bapak, mungkin kepala saya sudah
meledak. Berasap.


tabik
bosman batubara

weblog: http://annelis.wordpress.com
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------


      

Kirim email ke