Wah aturan2 ini akan meenjadi "memedi sawah" bagi yg ingin mengetahui
isi jerohan sumur BPJ-1.  Tentunya ini bisa mengndang dugaan negatip
(suudzon) bagi pihak tertentu.
Saya sih yakin kalau dibuka byak oleh aturan diatasnya misal KEPRES
atau yg lebih tinggi mungkin justru akan membebaskan Lapindo dari
dugaan suudzon diatas. Salah satunya mungkin menerahkan seluruh data
ini ke BPPT, BG, LIPI atau siapa saja  sebagai lembaga riset.

Membuka data bukan ha mustahil. Hanya adakah niatan untuk lebih
memudahkan dan mencerahkan pemahaman atas apa yg terjadi.

Rdp

On 08/03/2010, Awang Satyana <[email protected]> wrote:
> Memuat di milis-milis data mentah/ olahan/ interpretasi hasil kegiatan
> survei umum/ eksplorasi/ eksploitasi yang masih tertutup untuk umum
> (rahasia) tanpa izin dari Direktur Jenderal Migas adalah suatu pelanggaran
> atas Peraturan Menteri ESDM No. 027 Tahun 2006. Hati-hati, pelanggaran atas
> Peraturan ini mempunyai sanksi pidana atau denda. Silakan dicermati kutipan
> ayat-ayat di bawah ini yang berasal dari Peraturan tersebut.
>
> Pasal 2 Ayat (1)
> Data yang diperoleh dari Survei Umum, Eksplorasi dan
> Eksploitasi adalah milik Negara yang dikuasai oleh Pemerintah.
>
> Pasal 25 Ayat (2)
> Pemanfaatan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk
> keperluan ilmiah dan keperluan lainnya  selain  untuk keperluan
> operasi di wilayah Kerjanya oleh Kontraktor atau pihak lain,
> wajib mendapat izin dari Direktur Jenderal.
>
> Pasal 25 Ayat (3)
> Kontraktor dapat melakukan pertukaran data sebagaimana
> dimaksud pada ayat (1) dengan Kontraktor lain pada wilayah kerja
> yang saling berbatasan setelah mendapat izin dari Direktur
> Jenderal.
>
> Pasal 32
> Setiap orang yang mengirim atau menyerahkan atau
> memindahtangankan data tanpa hak dalam bentuk apapun
> dikenakan pidana atau denda sebagaimana diatur dalam pasal 1
> ayat ( 2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan
> Gas Bumi sebagaimana telah berubah dengan Putusan Mahkamah
> Konstitusi Nomor 002/PUU-1/2003 pada tanggal 21 Desember 2004.
>
> Perhatikan aturan-aturan di atas dan saya akan menerapkannya untuk
> pemanfaatan sumur Banjar Panji-1 (BJP-1).
>
> Data sumur BJP-1 diperoleh oleh Lapindo Brantas pada tahun 2006. Data itu
> adalah milik Pemerintah, bukan milik Lapindo Brantas. Tetapi, Lapindo dapat
> memanfaatkannya untuk keperluan operasinya selama Lapindo memiliki Wilayah
> Kerja (WK) tempat sumur Banjar Panji-1 berlokasi. Kontraktor lain di sekitar
> WK Brantas, misalnya Kodeco West Madura atau JOB Pertamina-PetroChina East
> Java, dapat memanfaatkan data sumur tersebut melalui mekanisme pertukaran
> data, tetapi izinnya harus diurus dulu ke Ditjen Migas melalui BPMIGAS.
>
> Bila ada perguruan tinggi yang ingin melihat data sumur BJP-1 untuk
> keperluan penelitian, misalnya apa penyebab Lusi, boleh saja, tetapi tetap
> harus mengurus izinnya ke Ditjen Migas melalui BPMIGAS. Perguruan tinggi
> tersebut bisa menulis surat ke BPMIGAS atau Lapindo yang menulis surat ke
> BPMIGAS. Saya pikir izin semacam itu mestinya telah dilakukan oleh Lapindo
> untuk institusi yang diwakili oleh Mark Tingay atau Richard Davies. Bila
> belum, kemudian datanya sudah dipublikasikan, Pemerintah dapat
> menegur/memerkarakan Lapindo atau institusi tempat Mark Tingay dan Richard
> Davies. Begitu juga bila Lapindo ingin mempublikasikan paper tentang Lusi di
> forum atau jurnal apa pun, maka Lapindo harus mengurus izinnya dulu ke
> Ditjen Migas. Bila belum, tetapi sudah dipublikasikan ya sama juga,
> Pemerintah akan menegur/memerkarakan Lapindo.
>
> Saya biasa membantu menguruskan izin sebagaimana dimaksud di atas untuk
> keperluan penelitian-penelitian teman-teman di perguruan tinggi, baik untuk
> keperluan penelitian pribadi dalam rangka menyelesaikan tugas akademik
> (skripsi, tesis, disertasi) maupun penelitian insitusi perguruan tinggi
> tersebut.
>
> Apakah setiap orang yang tak berkepentingan boleh juga melihat data tersebut
> ? Saya tidak yakin, tetapi itu bisa ditanyakan ke Ditjen Migas bila
> diperlukan.
>
> Undangan terbuka Mas Bambang Istadi untuk melihat data sumur BJP-1 kepada
> siapa saja yang berminat berkaitan dengan paragraf di atas. Itu tidak
> berarti tanpa izin Dirjen Migas. Bila serius ada yang ingin melihat data
> tersebut, silakan didaftarkan siapa saja, mewakili institusi mana (kita
> tentu tidak bisa membawa atas nama diri sendiri). Setelah terdaftar, Lapindo
> silakan memroses surat izinnya ke Ditjen Migas. Keputusan apakah
> personal-personal tersebut diizinkan melihat data BJP-1 akan ditentukan oleh
> Dirjen Migas. Hal seperti ini, setahu saya, belum pernah terjadi.
> Barangkali, mekanisme ini mirip dengan pembukaan data dalam rangka farm out,
> itu juga harus dengan seizin Dirjen Migas dalam periode tertentu.
>
> Kerahasiaan data dasar akan berakhir setelah 4 tahun, data olahan setelah 6
> tahun, data interpretasi setelah 8 tahun. Sejak kapan ? Apakah sejak data
> itu diperoleh ? Jadi karena data sumur BJP-1 diperoleh tahun 2006 maka tahun
> ini datanya akan terbuka ? Bukan, data itu menjadi terbuka dihitung bukan
> sejak data itu diperoleh (bukan otomatis), tetapi sejak status data itu
> ditetapkan Pemerintah (memerlukan penetapan oleh Pemerintah). Tentang hal
> ini silakan lihat PP No. 35 Tahun 2004,
> Penjelasan Pasal 23 Ayat 2.
>
> Data yang dikirim Mas Bambang di milis adalah data yang sudah
> dipublikasikan, berasal dari makalah yang ditulisnya. Ini boleh saja, dengan
> catatan bahwa makalah tersebut sudah mendapatkan izin dari Dirjen Migas.
> Makalah mengenai migas yang menggunakan data milik Pemerintah dan belum
> pernah mendapatkan izin publikasi harus mendapatkan izin dahulu dari Dirjen
> Migas. Apabila telah diperoleh izin dan dipublikasikan, maka data itu telah
> menjadi milik publik/umum sehingga boleh saja dipindahtangankan melalui
> milis.
>
> Barangkali banyak yang berpendapat  “ribet amat masalah prosedur data ini”.
> Kita memang menganut pembatasan dalam hal data, mungkin tak seterbuka
> Negara-negara tetangga. Suatu mekanisme yang dibuat pasti ada positif
> negatifnya, termasuk masalah data ini.
>
> Saya menuliskan ini bukan untuk membuat teman-teman yang semula bersemangat
> ingin melihat data sumur BJP-1 agar mengurungkan niatnya, jangan
> berprasangka buruk begitu. Data sumur BJP-1 sangat mungkin untuk bisa
> dilihat, sebagaimana juga telah diizinkan pemanfaatannya untuk beberapa
> peneliti,  tetapi ada aturannya.
>
> Sebagai seorang yang bekerja untuk BPMIGAS, yang setiap harinya banyak
> berhubungan dengan regulasi dan prosedur, saya harus menginformasikan
> regulasinya dan prosedurnya, agar kita waspada sebab di dalam regulasi itu
> terkandung rambu-rambu dan ketentuan pidananya. Pelanggaran akan tetap
> dianggap pelanggaran, meskipun alasannya ketidaktahuan.
>
> Demikian, semoga bermanfaat.
>
> Salam,
> Awang
>
> --- Pada Ming, 7/3/10, Nyoto <[email protected]> menulis:
>
>
> Dari: Nyoto <[email protected]>
> Judul: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI
> Kepada: "<[email protected]>" <[email protected]>
> Tanggal: Minggu, 7 Maret, 2010, 7:31 AM
>
>
> Betul juga pak Natan, kalau data masterlognya diposting disini, maka saya
> yakin akan banyak teman2 anggota IAGI yg selama ini masih belum "SREG" dg
> kesimpulan yg dikeluarkan DPR (biarpun kita tahu persis bhw kesimpulan itu
> adalah KESIMPULAN POLITIK. So monggo aja mas Bambang Is.
>
> Wass,
> nyoto
>
>
>
>
> Sent from my iPhone 3GS
> Powered by maxis
>
> On Mar 5, 2010, at 16:07, Nataniel Mangiwa <[email protected]>
> wrote:
>
>> Pak Bambang yang baik,
>>
>> Fyi saja. Sekarang sudah jamannya teknologi maju. Belum pernah ada
>> Mudloging company yang TIDAK memprovide masterlog dalam bentuk Soft
>> copy (pdf/tiff/jpg/dlsb). Masterlog juga biasanya sizenya tidak
>> melebihi 5M from Surface to TD.
>>
>> So..saya ga ngeliat ada kesulitan berarti untuk mempostingnya di milis
>> ini, dengan bantuan moderator tentunya.
>>
>> Karena, saya yakin pasti ada juga yang ingin melihatnya. Minimal 1
>> orang lah..Pak Nyoto (bener kan Pak? he3).
>>
>> Trimakasih lagi Pak Bambang
>>
>> On 3/5/10, Bambang P. Istadi <[email protected]> wrote:
>>> Pak Natan,
>>>
>>> Silahkan baca email saya sebelumnya "...Saya tidak pernah mengatakan
>>> gempa sebagai penyebab LUSI, yang kami amati adalah kondisi sumur,..."
>>>
>>> Soal yang lain,.. saya sarankan pak Natan baca 2 paper kami yang sudah
>>> dipublish di Elsevier mengenai drilling,.. juga kalau mau lihat
>>> mudlog/materlog,.. silahkan datang ke Lapindo, saya akan minta teman2 di
>>> Lapindo untuk menunjukan mudlog yang dimaksud.
>>>
>>> Wass.
>>> Bambang
>>>
>>>
>>> -----Original Message-----
>>> From: Nataniel Mangiwa [mailto:[email protected]]
>>> Sent: Friday, March 05, 2010 12:45 PM
>>> To: [email protected]
>>> Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI
>>>
>>> saya suka kalimat Pak Bambang yang ini: "Jadi timing dari loss diberikan
>>> sebagai informasi, dan bukan pembenaran dari gempa sebagai penyebab
>>> LUSI."
>>> jadi, yang meyakinkan Pak Bambang bahwa Gempa adalah penyebab Lusi apa
>>> Pak?
>>> dan datanya apa? karena yang Loss sepertinya Pak Bambang bilang bukan
>>> pembenaran dari gempa sebagai penyebab LUSI. atau jangan2 Pak bambang
>>> tidak
>>> berpendapat bahwa Lusi disebabkan oleh Gempa..(?)
>>>
>>> 1 hal lagi yang menurut saya sangat patut dipertanyakan. Saat Total
>>> Loss,
>>> artinya tidak ada return..lalu bagaimana Lapindo yakin bahwa formasi
>>> saat
>>> Total Loss masih sama (Volcanoclastic Sand/VS)?
>>>
>>> selain itu untuk VS, apa sama sekali dalam interval 6000 to 9297 ft (TD)
>>> samaskali tidak ada shale/calystone yang bagus untuk pasang casing? agak
>>> aneh juga Sand bisa develop setebal 3297ft/1100m?? karena salah satu
>>> reason
>>> open hole panjang di sumur ini katanya Tidak Ada impermeabel layer yang
>>> bagus untuk set shoe.
>>>
>>> 1 lagi Pak..bisa kah dikirim Mudlog/Masterlog ke milis via admin, biar
>>> lebih
>>> afdol, dan siapa tau juga ada rekan2 yang belum lihat dan tertarik ingin
>>> lihat.
>>>
>>> Trims Pak..
>>>
>>> 2010/3/4 Bambang P. Istadi <[email protected]>
>>>
>>>> Pak Natan,
>>>>
>>>> Menjawan pertanyaan pak Natan, secara umum, Mud Loss terjadi apabila
>>>> pore press < hydrostatic press dari mud sesudah ECD, mud cakes dan
>>>> pressure loss lainnya diperhitungkan. Beberapa saat sesudah terjadinya
>>>> gempa Yogya, sumur mengalami dua mud loss. Sebelumnya, tidak ada mud
>>>> losses pada hole section ini. Juga tidak ada penaikan berat lumpur
>>> pada
>>>> interval 5000 ft terakhir.
>>>>
>>>> Yang menjadikan loss ini menarik adalah 'timing' dan 'rate of loss'.
>>>> Mengapa timingnya dekat dengan terjadinya gempa? Mengapa rate of loss
>>>> nya demikian besar? Data2 nya yang bisa dibaca di paper kami adalah:
>>> Mud
>>>> Loss pertama terjadi ~7 minutes sesudah terjadinya gempa Yogya; Mud
>>> Loss
>>>> kedua ~90 minutes sesudah terjadi dua gempa susulan; Rate of loss
>>>> pertama adalah ~300 bph dan yang kedua ~900 bph.
>>>>
>>>> Rate of loss yang sebegitu besar menunjukkan bahwa ini bukan seepage
>>>> loss atau loss of mud yang normal terjadi di drilling. Ini adalah
>>> suatu
>>>> rate yang besar yang bisa terjadi karena memasuki formasi karbonat
>>>> dengan lobang yang besar (cavern) atau formasi yang tiba2 merekah dan
>>>> terciptanya rongga yang sangat besar. Pertanyaanya adalah mengapa
>>> waktu
>>>> loss ini berdekatan dengan waktu terjadinya gempa? Apakah ini hanya
>>>> suatu 'kebetulan' saja atau memang ada kaitannya? Wallahu alam.
>>>>
>>>> Jadi apakah kita menyalahkan loss ini kepada gempa? Tidak juga, dalam
>>>> Paper tersebut kami memberikan informasi adanya loss of mud dan gempa
>>>> Yogya yang berdekatan dan mengatakan '......... the proximity of the
>>> two
>>>> events suggests a temporal connection exists ......'. Jadi timing dari
>>>> loss diberikan sebagai informasi, dan bukan pembenaran dari gempa
>>>> sebagai penyebab LUSI.
>>>>
>>>> Paper tersebut sengaja kami tidak membahas hypotheses lain seperti
>>> gempa
>>>> / fault reactivation atau geothermal process karena kami bukan
>>> ahlinya.
>>>> Yang dibahas secara rinci dan transparan adalah analisa tekanan yang
>>> ada
>>>> di sumur dan kesimpulan bahwa sumur tidak dalam keadaan bocor. Tujuan
>>>> kedua dari paper tersebut adalah untuk membuka data2 pengeboran,
>>> 'black
>>>> box', evidence dan informasi agar para ilmuwan dimasa depan dapat
>>>> melakukan research berdasarkan dengan data dan bukan asumsi.
>>>>
>>>> Drilling data yang bapak maksud sebagai berikut:
>>>> * MW in 14.7 ppg. Berat lumpur yang sama dipakai pada 5000 ft terakhir
>>>> * ECD ~15 ppg dari perhitungan(Mud Eng dan Mud Logger keduanya
>>> melakukan
>>>> perhitungan tersebut). PWD tool atau pressure measurement tool lainnya
>>>> tidak dipakai
>>>> * LOT 16.4 ppg @ 3580 ft, 12-1/4" hole section.
>>>> * Formasi dari kedalaman ~6000 ft adalah batuan volkani-klastic sampai
>>>> pada kedalaman 9297 ft TD.
>>>>
>>>> Berdasarkan mud logs, tidak ada formasi baru yang di bor. Formasi
>>> tetap
>>>> volkani-klastic dan belum ada indikasi bahwa lapisan karbonat sudah
>>>> dibor. Perlu ditambahkan bahwa top of karbonat di offset wells
>>>> menunjukkan adanya sekitar 50 ft hard pan pada top of carbonate tanpa
>>>> adanya mud loss.
>>>>
>>>> Wass.
>>>> Bambang
>>>>
>>>>
>>>> -----Original Message-----
>>>> From: Nataniel Mangiwa [mailto:[email protected]]
>>>> Sent: Thursday, March 04, 2010 12:54 PM
>>>> To: [email protected]
>>>> Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI
>>>>
>>>> Pak Bambang,
>>>>
>>>> Mari bicara teknis..
>>>>
>>>> Tolong dijelaskan apa hubungannya Loss Circulation dan Total Loss,
>>>> dengan
>>>> gempa? Apa bapak yakin Loss tersebut karena Gempa? Dalam drilling,
>>> loss
>>>> adalah hal biasa..even total loss. Dan tidak harus ada gempa, loss
>>>> circulation bisa terjadi. Kenapa digiring ke Gempa? Apa memang tidak
>>>> bisa
>>>> dijelaskan dengan mekanisme drilling yang biasa? Apa tidak ada Formasi
>>>> yang
>>>> bisa menyebabkan loss di depth segitu ataupun depth di atasnya?
>>>>
>>>> Lalu..saat loss tersebut berapa MWin? ECD diukur dengan ECD tool atau
>>>> hanya
>>>> based on calculation? Loss circulation tidak harus karena ECD > Leak
>>>> pressure.
>>>>
>>>> 2010/3/4 Paulus Tangke Allo <[email protected]>
>>>>
>>>>> ---------- Forwarded message ----------
>>>>> From: Bambang P. Istadi <[email protected]>
>>>>>
>>>>>
>>>>> Pak Bosman yang baik,
>>>>>
>>>>> Terima kasih atas pertanyaan dan komentarnya soal ketabahan,..
>>> memang
>>>>> sudah konsekuensi dari seorang geologist yang berasosiasi dengan
>>>> masalah
>>>>> LUSI. Dengan senang hati saya menjawabnya jika bisa.
>>>>>
>>>>> Berikut saya kirimkan data2 yang dimaksud,.. silahkan
>>>> diinterpretasikan
>>>>> sendiri, yang kiri berupa seismograph dari stasion BMG Tretes
>>>> sedangkan
>>>>> yang kanan adalah "real time chart" atau yang sering disebut sebagai
>>>>> "black box". Saya masukkan juga phase report yang ada remark "Off
>>>>> Scalle" serta peta USGS Intensity map.
>>>>>
>>>>> Wass.
>>>>> Bambang
>>>>>
>>>>>
>>>>> -----Original Message-----
>>>>> From: bosman batubara [mailto:[email protected]]
>>>>> Sent: Wednesday, March 03, 2010 4:21 PM
>>>>> To: [email protected]
>>>>> Subject: Re: [iagi-net-l] Uneg-uneg..LUSI
>>>>>
>>>>> Pak Bambang y tabah menjawabi e-mail2...
>>>>>
>>>>> Saya ingin mempertajam diskusi kita pada perihal pengukuran gempa
>>>>> Yogyakarta 27 Mei 2006 pada stasiun BMG Tretes. Pak Bambang bilang
>>> BMG
>>>>> Tretes menyatakan mereka mencatat Gempa Yogya 27 Mei 2006 sebagai
>>>>> "magnitude off scale" dan "entah artinya seberapa kuatnya gempa
>>> ini".
>>>>>
>>>>> Pernyataan2:
>>>>>
>>>>>       1. Saya bukan pakar, akan tetapi secara pemikiran saya, kalau
>>>>> pada saya ada suatu alat pengukur, dan dan dalam alat yang saya
>>> pegang
>>>>> menyatakan bahwa apa yang saya ukur "off scale", maka bagi saya
>>> hanya
>>>>> ada 2 kemungkinan, pertama, apa yang saya ukur terlalu kecil
>>> sehingga
>>>>> tidak dapat dideteksi, dan kedua, yang saya ukur terlalu besar
>>>> sehingga
>>>>> juga "off scale". Jadi terbuka kemungkinan berdebat dan berkelit di
>>>>> sini, tergantung siapa yang menginterpretasi. Yang penting datanya
>>>>> "magnitude off scale". Tidak saya perpanjang soal ini.
>>>>>       2. Kemudian, dalam Majalah Tempo edisi 2 Maret 2008 halaman
>>>>> 34-35 dalam tulisan yang berjudul "Tak Boyak Dirundung Gempa"
>>>> dinyatakan
>>>>> bahwa justru Edi Sutriono (dalam tulisan itu disebut sebagai kepala
>>>> tim
>>>>> Pengeboran Lapindo) lah yang menyimpulkan bahwa gempa Yogya 27 Mei
>>>> 2006
>>>>> tercatat "out of scale" di stasiun BMG Tretes. Sementara ketika
>>>>> wartawannya mewawancari Hariyanto, Kepala BMG Tretes, justru
>>>> didapatkan
>>>>> keterangan sebaliknya. Tulisan itu menyebutkan bahwa BMG Tretes
>>>> mencatat
>>>>> gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 sebesar 1-2 MMI. Dalam tulisan itu
>>> lebih
>>>>> lanjut dinyatakan bahwa di stasiun BMG Karangkates, Malang, tercatat
>>>>> gempa Yogja 27 Mei 2006 sebesar 3-4 MMI. Itu versi Majalah Tempo.
>>>>>
>>>>>       3. Dalam makalah-makalah mereka (untuk poin ini saya hanya
>>>>> mengandalkan ingatan, masih belum sempat buka makalah2, maaf)
>>>> sepertinya
>>>>> argumen2 kunci adalah: Prof Rudi CS, adanya underground blowout pada
>>>>> kedalaman sekitar terjadinya stuck; Tingay cs, casing di sumur BJP-1
>>>>> dipasang tidak seperti yang direncanakan; Manga, grafik yang
>>>> menunjukkan
>>>>> hubungan antara jarak sebuah-episenter-gempabumi dengan
>>>>> respon-hidrologi-yang-ditimbulkannya; Pak Bambang, Mazzini dkk.;
>>> data2
>>>>> pemboran, Leak off Test, analisis geokimia terutama berhubungan
>>> dengan
>>>>> sumber fluida; Pak Awang, lebih kepada geologi regional (data
>>>> persebaran
>>>>> mud volcano dari Cekungan Bogor ke Selat Madura, elisional basin)
>>> dan
>>>>> preseden sejarah.
>>>>> Pertanyaan2:
>>>>>
>>>>>       1. Berhubungan dengan pernyataan saya nomer 3, apakah tabel
>>>>> laporan BMG yang Pak Bambang kutip sudah dipublikasikan sebagai data
>>>>> dalam salah satu artikel2 soal Lusi?
>>>>>       2. Kalau ya, dimana ya Pak, mungkin saya kelewat/lupa, minta
>>>>> informasinya Pak.
>>>>>       3. Apa pendapat Pak Bambang soal poin nomer 2 di atas,
>>> tentang
>>>>> pemberitaan di Majalah Tempo itu? Maksud saya, tampaknya informasi
>>> di
>>>>> Majalah Tempo berbeda dengan apa yang Bapak sampaikan di email.
>>>> Sebagai
>>>>> informasi tambahan, beberapa waktu yang lalu saya juga membaca di
>>>> koran
>>>>> Tempo bahwa dalam momen launching film Mud Mux di Arizona, sewaktu
>>>>> wartawan menanyakan tentang hal bahwa "gempabumi Yogyakarta 27 Mei
>>>> 2006
>>>>> hanya tercatat sebesar 1-2 MMI di stasiun BMG Tretes", Mazzini tidak
>>>>> berkomentar apa-apa (seharusnya ini saya tanyakan ke Mazzini sih...)
>>>>>
>>>>>       4. Terima kasih ya Pak. Selamat berjuang. Semoga tetap tabah
>>>>> menjawabi e-mail2. Kalau saya jadi Bapak, mungkin kepala saya sudah
>>>>> meledak. Berasap.
>>>>>
>>>>>
>>>>> tabik
>>>>> bosman batubara
>>>>>
>>>>> weblog: http://annelis.wordpress.com
>>>>>
>>>>>
>>>>>
>>>>
>>> ------------------------------------------------------------------------
>>>> --------
>>>>> PP-IAGI 2008-2011:
>>>>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
>>>>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
>>>>> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>>>>>
>>>>>
>>>>
>>> ------------------------------------------------------------------------
>>>> --------
>>>>> Ayo siapkan diri....!!!!!
>>>>> Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2
>>>> Desember
>>>>> 2010
>>>>>
>>>>>
>>>>
>>> ------------------------------------------------------------------------
>>>> -----
>>>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>>>> No. Rekening: 255-1088580
>>>>> A/n: Shinta Damayanti
>>>>> IAGI-net Archive 1:
>>> http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>>>>
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>>> posted
>>>>> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
>>>> shall
>>>>> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
>>>> direct
>>>>> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
>>> from
>>>> loss
>>>>> of use, data or profits, arising out of or in connection with the
>>> use
>>>> of any
>>>>> information posted on IAGI mailing list.
>>>>>
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
>>> ------------------------------------------------------------------------
>>> --------
>>>> PP-IAGI 2008-2011:
>>>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
>>>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
>>>> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>>>>
>>>>
>>> ------------------------------------------------------------------------
>>> --------
>>>> Ayo siapkan diri....!!!!!
>>>> Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2
>>> Desember
>>>> 2010
>>>>
>>>>
>>> ------------------------------------------------------------------------
>>> -----
>>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>>> No. Rek: 123 0085005314
>>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>>> No. Rekening: 255-1088580
>>>> A/n: Shinta Damayanti
>>>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>> posted
>>>> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
>>> shall
>>>> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
>>> direct
>>>> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
>>> loss
>>>> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use
>>> of any
>>>> information posted on IAGI mailing list.
>>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>>
>>>>
>>>
>>> --------------------------------------------------------------------------------
>>> PP-IAGI 2008-2011:
>>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
>>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
>>> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>>> --------------------------------------------------------------------------------
>>> Ayo siapkan diri....!!!!!
>>> Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
>>> 2010
>>> -----------------------------------------------------------------------------
>>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>>> No. Rek: 123 0085005314
>>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>>> No. Rekening: 255-1088580
>>> A/n: Shinta Damayanti
>>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>>> posted
>>> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
>>> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
>>> direct
>>> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from
>>> loss
>>> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of
>>> any
>>> information posted on IAGI mailing list.
>>> ---------------------------------------------------------------------
>>>
>>>
>>
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> PP-IAGI 2008-2011:
>> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
>> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
>> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
>> --------------------------------------------------------------------------------
>> Ayo siapkan diri....!!!!!
>> Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
>> 2010
>> -----------------------------------------------------------------------------
>> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>> No. Rek: 123 0085005314
>> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>> Bank BCA KCP. Manara Mulia
>> No. Rekening: 255-1088580
>> A/n: Shinta Damayanti
>> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>> ---------------------------------------------------------------------
>> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information
>> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event
>> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to
>> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting
>> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with
>> the use of any information posted on IAGI mailing list.
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
> --------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember
> 2010
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted
> on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall
> IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct
> or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss
> of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any
> information posted on IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>
>
>       Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk
> Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka
> browser. Dapatkan IE8 di sini!
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

-- 
Sent from my mobile device

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah PIT ke-39 IAGI, Senggigi, Lombok NTB, 29 November - 2 Desember 2010
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke