Mas Edison, Paper kami di PIT HAGI 2009, Jogja kemarin memang sudah saya tekankan ini, untuk siapkan Earthscientist Indonesia dalam menyongsong kebutuhan energi dunia, dengan pusat explorasi energi di East Pangea Cyclone Center (Banda Ocean Basin). East Planetary Cyclone center ini mencakup Asia Tenggara, Papua, Australia. Baru di dapatkan 70 BBOE di cyclone ini. Analog tectonic-climate-nya adalah WPC "West Pangea Cyclone" Center, mencakup Amerika Utara-Selatan, yang sudah di dapatkan 500 BBOE Reserve. Alias, Probability P90% di dapatkan minyak di EPC adalah 500-70 = 470 BBOE. Kondisi explorasi di WPC adalah sudah lama (120 th), orang pinter-pinter, dana besar, perguruan tinggi banyak sekali. Ini jauh lebih rendah untuk EPC, yang masih sedikit, singkat waktu, dana kecil, perguruan tinggi sedikit. Dengan P50% 100 BBOE, atau yang P10 % 30 BBOE saja akan sudah kerepotan Indonesia mengurusi sebanyak itu.
Itu dua dari 7 Earth Planetary Cyclone, dimana 4 lain di permukaan bumi adalah 1. AAN "Anticline Arabian Nubian" Center 1500 BBOE, 2. North Pangea Cyclone, Artik, 450 BBOE, 3. South Pangea Cyclone, Antartik, 10 BBOE, dan 4 Center Oceanic Cyclone, Tonga, 5 BBOE. Satu Planetary cyclone lagi adalah Center Earth Cyclone nol BBOE. Mas Edison tulis: Mas Maryanto, kelihatan semua Geologynya mengarah ke energi ya (applikasi industri). Untuk ke science apa tetap dijadikan basic pendidikan geology ya? seperti Marine Geology, volcanology dll.. Mas Mar menjawab: Semua sumber gerak di alam, di namakan sumber energi. Ini termasuk minyak, batubara, angin, sumber biota, gerak orang hidup, pemikiran orang, bahasa, informatika, dan semua perubahan massa. Makanya orang mengarah mencari GUT "Grand Unified Theory". Sementara energi semua itu, kini hanya menjadi 4 energi utama adalah Gravity, Unified electromagnetic, Nuclear strong, and Atomic weak "GUNA". Yang juga saya sebut SAGET "Simple Algorithm of the Grand Evolution Theory". Energi se-alam ini, terus di tekuni bagiannya, Geologi. Kata Geologi memang lahir 140 th lalu, dan mengalahkan kata Geonogsi. Hingga 1970'an Pak Katili masih sebut Geologi adalah ilmu bumi permukaan. Walaupun di Eropa, termasuk Vening Meinez, 1920an, telah definiskan ke lebih dalam dari itu. lalu ilmupun termasuk lapisan bumi terus di definisikan sejak Seismology berkembang 1920'an. Geology versi Salamology adalah semua, dan tak ada yang tidak, ilmu yang ada di Bumi. Ini tak terbatas pada structure lapisan tektonik, stratigrafi, namun juga termasuk semua energi oleh semua disiplin ilmu, juga Marine Geology, volcanology, energi yang hidup di bumi, termasuk ekonomi, sosial budaya, politik, dll. Singkatnya yang ada di bumi. Pun Salamology, yang mengaitkan semua yang ada di alam itu, sebenarnya juga di lakukan oleh orang di bumi. Ya, ilmu se-alam bisa dilakukan oleh geologist juga. Di Mataram itu, setelah di pilih dari semua putra raja, maka satu orang di angkatnyalah menjadi Mangkubumi. Ini di persiapkan menjadi Hamongku-Buwana. Bahwa orang tak akan mampu mencakup semua ilmu, namun apa saja yang bisa di lakukan, ya lakukan saja. Kadangpun, orang tak perlu tahu banyak ilmu, cukup cara menggunakan energi misal cara menyetir mobil, orang itu sudah bisa hidup. Setiap orang di bayar dari servisnya, clinics (klenik) itu. 4 tahap Klinik itu : kumpulin data, analisa data, anjuran operasi, dan operasi. Yah dari mulai tukang sapu hingga presiden, semua dengan klenik itu. Mengerjakan satu proses saja, sudah bisa dapat bayaran juga, cukup untuk hidupi sekeluarga. Tak lama lagi, pengajaran bisa dengan internet, semakin bisa tatap muka dengan dosen terjadi levat "net-meeting". Kini sudah ada profesor fisika dengan 2 juta murid online, cara internet. Indonesia yang baru 50 th merdeka, amat mengagungkan ilmuwan. Di banding barat, yang tak begitu tinggi menamai, maka Indonesia namakan murid perguruan tinggi adalah Maha-siswa (di barat ya "student saja"). Gurunya disebut Maha-guru (di barat ya "teacher" saja). Makanya enak sebagai orang sarjana Indonesia, ilmuwan yang "tak-normal" ini, "Edan tenan apike" ini. Normalnya, 98 % rakyat, belum pernah terdaftar di Perguruan Tinggi. Lalu ya menjadi sendagurau, dan tak hanya sendagurau hidup ini, karena telah di biayai dari orang-orang tak sekolahan itu, untuk membuat lebih salam umat. Ya kembali muncul kata salam lagi, kusebut salamology lagi. Gitu dulu Mas Sirodj. Gimana ? Wass, Maryanto, Tukang klenik (clinics) Salamology. http://www.salamology.wordpress.com/ ________________________________ From: Edison Sirodj <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, May 8, 2010 11:13:45 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan teknik geologi di Pasar Kerja Info mas Maryanto ini perlu di share ke Perguruan Tinggi Geologi yang baru muncul nih sehingga info pasar bisa terbagi rata. Sehingga keperluan geologist daerah bisa terpenuhi tidak melulu dari P.Jawa. Mas Maryanto, kelihatan semua Geologynya mengarah ke energi ya (applikasi industri). Untuk ke science apa tetap dijadikan basic pendidikan geology ya? seperti Marine Geology, volcanology dll.. edison sirodj ________________________________ From: Maryanto <[email protected]> To: [email protected] Sent: Saturday, 8 May 2010 4:44:26 Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan teknik geologi di Pasar Kerja Pak Budhi, dan semua netter, Salam, Sejak 2004, maka jurusan geologi semakin banyak di Indonesia. Itu juga akan ada pada daerah penghasil minyak juga tambang lain: Pekanbaru, Palembang, Samarinda, Aceh, Medan, Makasar, Banjarmasin, dan kota-kota lain terutama di Ibu kota propinsi, termasuk Irian. Pada waktu banyak perusahaan, termasuk perusahaan minyak ambruk di th 1997-2004, pada th 2004 itu (apalagi di tunjang data-data kemudian), kami sudah dugakan adanya kemungkinan: 1. Perminyakan akan segera naik 2. Minyak di dapat pertahun, ada pada titik terendah th 2004, dan akan naik hingga puncaknya th 2039, lalu menurun hingga minimum th 2074, lalu naik lagi, dengan siklus 70 th.. 3. Indonesia akan paling banyak di-exploasi minyaknya, hingga 2039, menurun hinngga 2074. 4. Tenaga kerja perminyakan dengan siklus separo 70 th (atau 35 th), maximum 1948, minimum 1969, maximum 1982, minimum 2004, maximum 2020, minimum 2039, maximum 2057, minimum 2074. Indonesia akan terus meningkatkan atas paling banyak explorasi di banding daerah global lainnya. 5. pemanasan global hingga th 2022, menurun hingga 2057, maximum 2074. 6. pertanian (yang mengandalkan air), menurun hingga 2022, lalu mulai naik hingga 2054, lalu menurun hingga 2074. 7. Perikanan darat, sesuai siklus no 6 diatas, Perikanan beralih ke perikanan laut yang malah kalau semakin panas perikanan akan semakin banyaak hasil tangkapan ikannya. 8. Jurusan Geologi, geofisika akan meningkat hingga 2039. Indonesia akan terus meningkat hingga 2074. 9. Energi utama pengikutnya termasuk Geothermal. Jurusan Geothermal akan lebih sangat di minati. Jurusan Batubarapun kemungkinan di adakan. 10. Ekonomi global menurun hingga 2022, lalu meningkat, dan menurun lagi dengan siklus 70 th. 11. Dll. Data acuannya: 1. Kalender Salam 2. Global temperatur tahunan, 1860-2000 3. Curah Hujan DAS Citarum tahunan, 1950-2000 4. Mining employe USA tahunan, 1940-2000 5. Minyak di dapatkan pertahun, Oil Gas Jurnal, 1995. 6. Bunga Bank USA tahunan 1940-2000, dan Canada, 1919-2000. 7. dll. Paper-paper terus suarakan begitu di th-th: 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, dan 2009 ada di PIT-Concention HAI-IAGI (tak semua). Wass, Maryanto, tukang klenik (clinics) Salamology. http://www.salamology.wordpress.com/ ________________________________ From: Rendra Amirin <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, May 7, 2010 5:03:06 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan teknik geologi di Pasar Kerja Buka fakultas T.Geologi di Unsri segera,!! Saya yakin tdk akan sia sia. Salam Powered by Randy BlackBerry® -----Original Message----- From: "R.P.Koesoemadinata" <[email protected]> Date: Fri, 7 May 2010 16:50:05 To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan teknik geologi di Pasar Kerja Saya heran bahwa Dikti masih mempersoalkan data keterserapan lulusan teknik geologi di Pasar Kerja, seperti masih zaman dulu zaman centralized planning. Sekarang ini zaman ekonomi pasar bebas alias liberal capitalism di mana yang menentukan adalah kebutuhan tenaga kerja adalah pasar. Salah satu faktor yang menentukan kebutuhan jumlah tenaga geologist adalah harga minyak, makin tinggi harga minyak dan energy commodity lainnya, makin banyak geoscientists diperlukan. Kalau turun, ya akan juga turun demand akan tenaga geosientist, malah geoscientist yang sudah bekerjapun akan harus alih profesi. Ini terbukti di masa krisis ekonomi di masa lalu. Ini dengan sendirinya akan berpengaruh pada minat orang jadi mahasiswa untuk masuk perguruan tinggi, terutama untuk perguruan tinggi swasta. Untuk perguruan tinggi negeri sih jurusan/prodi apapun akan dimasuki, nanti sesudah selesai dan tidak dapat kerja sesuai dengan jurusan/prodi, ya beralih profesi lain, secara langsung atau dengan cara mengambil S-2 Jadi kebutuhan tenaga kerja itu tiap tahun akan turun naik sesuai dengan harga energi dan komoditas lainnya. Wassalam RPK ----- Original Message ----- From: "Budhi Kuswan Susilo" <[email protected]> To: <[email protected]> Cc: <[email protected]> Sent: Friday, May 07, 2010 10:29 AM Subject: RE: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan teknik geologi di Pasar Kerja > Pak Prianggito, > Saya sepakat dan memang sudah dituliskan dalam proposal kami tentang > kiprah > geologist indonesia di luar negeri dalam berbagai bidang seperti migas, > mineral dan batubara. Namun, Dikti meminta agar penjelasan itu harus/wajib > disertakan data kuantitatifnya. Berapa banyak sih geologist pada bidang > migas, mineral dan batubara di luar negeri. Saya sangat berharap > pengalaman > bapak dapat memberikan informasi itu kepada kami sehingga melengkapi > tulisan > proposal kami. Terima kasih > > Pak Wahyudi, > betul...sepakat dengan bapak pentingnya data keterserapan geologist di > pasr > kerja di dalam dan di luar negeri. Mohon informasi, bapak bekerja di > bidang > apa? Dan, dapatkah kami dibantu data geologist yang bekerja di tempat > bapak > bekerja? > > Pak Amir, > Saya sepakat dengan yang disampaikan. Khusus untuk data yang saya pintakan > itu adalah hanya satu butir dari butir proposal pada formulir 1 (isian > yang > sudah ditentukan Dikti) yaitu tentang "Profil lulusan Program Studi yang > dibutuhkan oleh masyarakat maupun untuk kebutuhan pengembangan keilmuan > dan > Profesi, Bidang pekerjaan, atau bidang keilmuan dan keahlian yang dapat > diisi oleh lulusan. Jadi, data tersebut untuk menjawab butir tersebut. > Lantas untuk tiga hal yang bapak sampaikan bahwa jurusan geologi perlu 1). > dekat dengan keadaan geologi yang menarik/ komplit (sedimen, >> beku,metamorf).-->utk lab alam; 2. dekat dengan SDA.-->utk aplikasi ilmu; > 3. dekat dengan industri. -->utk link & match, kami juga sepakat. Kami di > sumsel ada bukit garba yang punya kompleksitas geologi dan kawasan ini > bagus, lalu kita punya hamparan rawa yang luas untuk kajian geologi > kwarter..sehingga untuk lab alam..pastinya ada. Untuk SDA, sumsel oleh > bapak presiden dicanangkan sebagai lumbung energi nasional sudah diketahui > kaya akan potensi migas, batubara, bahkan potensi CBM terbesar di > Indonesia, > mineralpun mulai menggeliat. Lalu, untuk industi..., kami punya kedekatan > dengan industi yang ada seperti Pertamina Region Sumatera, PT Bukit asam, > dll. > Kalau untuk transportasi...saya pikir mahasiswa di Bandung juga perlu > jalan-jalan untuk ke Gunung Walat Sukabumi.., ke Cipamingkis, dan banyak > tempat untuk belajar geologi lapangan. Juga setiap tahunnya mahasiswa > geologi dari jakarta, bandung, dan jogja pergi ke karang sambung, kebumen, > jawa tengah untuk menimba ilmu geologi lapangan. Jadi...kalau transportasi > untuk mengenal geologi lapangan...menurt saya relatif pak! > Mohon bantu kalau punya data kuantitatif pak. Terima kasih atas > diskusinya. > > Pak OK Taufik, > Menurut saya, pasar kerja perlu diperhatikan. Pak Amir menuliskan tentang > link & match...antara industri dan perguruan tinggi. Artinya apa? Bahwa > pembelajaran di Perguruan tinggi perlu penyesuaian dengan kebutuhan > industri. Misalkan pada migas...dengan kemajuan teknologi dan intensitas > penelitian subsurface...maka berkembang sequence stratigraphy. Nah...., > kalau lulusan geologi bekerja di migas...dia biasa mendengar istilah > marine > flooding surface, HST, TST, progradation, dll., sehingga mahasiswa perlu > belajar sequence stratigrafi karena kebutuhan industri (baca : pasar). > Jadi > link & Match...untuk meningkatkan kompetensi lulusan dibutuhkan, sehingga > kurikulum harus disesuaikan. Dari kurikulum diharapkan tercapainya hasil > pendidikan (Learning Outcomes), mencakup (a) landasan kepribadian; (b) > penguasaan keilmuan dan ketrampilan; (c) kemampuan berkarya; (d) Sikap dan > perilaku dalam berkarya; dan (e) pemahaman kaidah berkehidupan > bermasyarakat. Saya pikir enterpreneurship yang bapak usulkan memang > tercakup dalam kurikulum. > > Untuk bapak/ibu yang tergabung dalam milis IAGI ini, terutama yang bekerja > di bidang migas, batubara, mineral, institusi pemerintah dan lain-lain > baik > yang bekerja di dalam negeri dan luar negeri, saya mengharapkan masukannya > untuk penyelesaian proposal pendirian prodi teknik geologi di Universitas > Sriwijaya. Terima kasih. > > Salam, > Budhi KS (NPA 2419) > > > > > -----Original Message----- > From: OK Taufik [mailto:[email protected]] > Sent: 07 Mei 2010 9:02 > To: [email protected] > Subject: Re: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan teknik geologi > di > Pasar Kerja > > betul Pak Amir, kalau membuka jurusan Geologi baru di PT berdasarkan > pasar, > sangat tak tepat..namanya pasar dalam tempo kurang setahun saja bisa > sangat > fluaktif, kalau memang kondisi pasar negatif mau tidak PT menutup jurusan > secara permanent atau sementara?, termasuk diantaranya tak menerima > mahasiswa baru...di Belanda sana, kisah penutupan jurusan Kedokteran Gigi > dilakukan karena profesi dokter gigi sdh kebanyakan, atas desakan IAGI > (Ikatan Ahli Gigi) di belanda > Susahnya kurikulum PT disinikan diciptakan untuk kerja, sedikit sekali > muatan Enterpreneurnya. Menurut saya sebaiknya data keahlian profesi > Geologi > di petakan secara detail, sehingga kalau kelebihan semestinya pihak IAGI > bisa menuntut PT untuk mengurangi/menambah penerimaan mahasiswa barunya. > > > 2010/5/4 Amir Al Amin <[email protected]> > >> umumnya lulusan geologi indonesia yang terserap di LN adalah yang >> berpengalaman. >> jadi kurang relevan dengan pasar lulusan baru geologi. >> >> yang saya pertanyakan, apakah kita membuka jurusan hanya berdasarkan > pasar? >> padahal pasar sendiri fluktuatif. >> >> menurut saya , jurusan geologi menarik untuk dibuka jika >> 1. dekat dengan keadaan geologi yang menarik/ komplit (sedimen, >> beku,metamorf).-->utk lab alam >> 2. dekat dengan SDA.-->utk aplikasi ilmu >> 3. dekat dengan industri. -->utk link & match >> >> seberapa dekat? yang pasti tidak memerlukan waktu yang lama dan tidak >> memberatkan mahasiswa untuk membayar ongkos transportasi. >> >> 2010/5/3 Wahyudi Adhiutomo <[email protected]> >> >> > Data tersebut akan menjadi sangat berguna buat IAGI untuk membuat > program >> > terobosan "bagaimana meningkatkan tingkat keterserapan lulusan Teknik >> > Geologi di pasar kerja "kegeologian" (oil and gas, mining baik hard >> > rock >> > atau softrock, dan juga dalam kontek sumberdaya alam lainnya)?". Setau >> saya >> > lulusan geologi Indonesia sudah menyebar kemana-mana di seluruh dunia. >> Jadi >> > tinggal dikumpulkan data-datanya saja. >> > >> > Salam, >> > WA >> > Sent from my BlackBerryR smartphone >> > Powered by Telkomsel >> > >> > -----Original Message----- >> > From: git sulistiono <[email protected]> >> > Date: Mon, 3 May 2010 16:56:01 >> > To: <[email protected]> >> > Subject: RE: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan teknik >> > geologi >> di >> > Pasar Kerja >> > Selain di sektor migas, di sektor coal dan hardrock mining/exploration >> > jumlah geologis Indonesia yg berkiprah di mancanegara juga signifikan. >> > Mereka tersebar di beberapa negara Afrika, Timur Tengah, Australia, >> > Asia >> > Tenggara dan negara2 kepulauan di Samudra Pasifik >> > >> > salam >> > Prianggito >> > >> > --- On Mon, 3/5/10, Budhi Kuswan Susilo <[email protected]> >> > wrote: >> > >> > > From: Budhi Kuswan Susilo <[email protected]> >> > > Subject: RE: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan teknik >> geologi >> > di Pasar Kerja >> > > To: [email protected] >> > > Cc: [email protected] >> > > Received: Monday, 3 May, 2010, 11:04 PM >> > > Pak Herman, >> > > Saya sepakat dengan bapak bahwa banyak sekali geologist >> > > Indonesia yang >> > > berkiprah di dunia Internasional. Soal kemampuan >> > > berkompetisi di pasar kerja >> > > saya juga sepakat. Yang menjadi kesulitan kami dalam >> > > menyusun proposal >> > > adalah menjelaskan secara kuantitatif, berapa banyak >> > > geologist Indonesia >> > > yang terserap pasar kerja di luar negeri. Dapatkan bapak >> > > membantu kami >> > > dengan membagi informasi sebaran geologist Indonesia di >> > > luar negeri yang >> > > bergerak di bidang migas? Terima kasih, pak. >> > > Salam, >> > > Budhi KS >> > > >> > > >> > > -----Original Message----- >> > > From: [email protected] >> > > [mailto:[email protected]] >> > > >> > > Sent: 03 Mei 2010 16:20 >> > > To: [email protected] >> > > Cc: [email protected] >> > > Subject: RE: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan >> > > teknik geologi di >> > > Pasar Kerja >> > > >> > > Sdr Budhi, >> > > >> > > Dibidang MIGAS, perlu juga diketahui bahwa selain India dan >> > > China, Indonesia >> > > juga menghasilkan tenaga geologist untuk kebutuhan >> > > international. Saya harap >> > > studi ini tidak hanya menilai pasar dalam negeri tapi juga >> > > luar negeri. >> > > Kuncinya tentu terletak dari Bahasa Ingris dan mutu. Kalau >> > > saya bandingkan >> > > dengan Cina dan India, lulusan Indonesia punya beberapa >> > > keuntungan: >> > > 1. Indonesia punya pengalaman banyak dalam soal migas. >> > > Mudah cari pembicara >> > > / guru yang profesional dalam bidang migas. Demikian juga >> > > soal literatur. >> > > 2. Bahasa Ingris orang Indonesia lebih bagus dari orang >> > > China (secara umum). >> > > Orang India bahasa Ingrisnya lebih bagus, meskipun sering >> > > pengucapannya >> > > membingungkan. >> > > >> > > Herman >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > >> > > -----Original Message----- >> > > From: Budhi Kuswan Susilo [mailto:[email protected]] >> > > Sent: Saturday, May 01, 2010 4:23 AM >> > > To: [email protected] >> > > Cc: [email protected] >> > > Subject: [iagi-net-l] Mohon Data Keterserapan lulusan >> > > teknik geologi di >> > > Pasar Kerja >> > > >> > > >> > > Yth. Bapak/Ibu anggota IAGI >> > > >> > > Pada kesempatan ini, saya sampaikan bahwa Jurusan Teknik >> > > Pertambangan, >> > > Universitas Sriwijaya sedang menyelesaikan proposal >> > > pendirian Program Studi >> > > Teknik Geologi. Namun, kami terkendala data kuantitatif >> > > tentang keterserapan >> > > lulusan teknik geologi (dari semua perguruan tinggi, apakah >> > > dari ITB, UGM, >> > > UNDAP, UPN, UNHAS, STTNAS, AKPRIND, dll) di pasar kerja. >> > > Dari data ini, >> > > dianalisis untuk mendapatkan trend dan pertumbuhan pangsa >> > > pasar bagi >> > > geologist Indonesia pada berbagai bidang, seperti >> > > perminyakan, panas bumi, >> > > pertambangan batubara, mineral, pemerintahan (bappeda, >> > > distamben, DPU), dll. >> > > Berkenaan dengan kebutuhan data dimaksud, saya memohon >> > > kesediaannya untuk >> > > memberikan data berupa jumlah geologist yang bekerja di >> > > instansi bapak/ibu >> > > sekalian dalam 5 (lima) tahun terakhir. Demikian >> > > disampaikan permohonan ini. >> > > Atas bantuan dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih. >> > > >> > > Salam, >> > > Budhi Kuswan Susilo (NPA 2419) >> > > >> > > >> > > >> > > >> > >>

