Setuju Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________ From: "Kuntadi, Nugrahanto" <[email protected]> Date: Mon, 23 May 2011 17:27:26 +0700 To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: "[email protected]" <[email protected]> Subject: RE: Bls: [iagi-net-l] Fwd: [bencana] Inilah Alasan Mengapa Andi Arief Bicara tentang Potensi Gempa 8,7 SR di Jakarta Terkait dengan provokasi yang sedang riuh rendah ini…sudah saatnya pula kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Republik kita utk dirubah paradigma nya untuk mendidik tunas tunas bangsa yang tidak lagi memahami bahwa bumi pertiwi nya masih kaya akan potensi minyak gas dan bahan tambang lain spt timah, nikel, emas, tembaga, seperti di masa keemasannya paling tidak hingga dua dasawarsa silam. Ini penting karena dengan disiapkannya mereka untuk menyadari bahwa potensi bahan tambang semakin sulit maka ditanamkan sejak dini pola hidup hemat energi, kerja keras mencari potensi baru ataupun teknologi baru utk menggapainya, dan yang terpenting melihat potensi bagian dunia lain yang bisa dijadikan tempat untuk menanamkan modal bekerja sama mengolah bahan tambang untuk kemakmuran dan kesejahteraan Republik ini. Go Beyond menjadi suatu keniscayaan bagi tunas bangsa ke depan melihat kenyataan di depan mereka tidak seindah kata kata di dalam paket buku pelajaran IPS dan IPA sekolahnya. Saatnya pula untuk menjadi negara kehutanan, agrikultur, dan kelautan mandiri yang mapan karena opsi inilah harapan terbesar negara untuk bisa terus bersaing ke depan yang kita tahu lahan terbuka, hutan, laut yang sangat luas jangan sampai hanya duduk tak termanfaatkan, atau hanya dimanfaatkan untuk beroperasinya penjarah hutan ilegal, atau lahan berpindah masyarakat setempat, atau sekedar untuk dibangun pusat-pusat perbelanjaan dan perumahan yang pada akhirnya hanya utk investasi mati tak berpenghuni, serta banyak lagi hal lain yg mubazir tak terurus. Salam, Kuntadi Nugrahanto ________________________________ From: Yanto R.Sumantri [mailto:[email protected]] Sent: 23 May 2011 10:56 To: iagi-net Subject: Re: Bls: [iagi-net-l] Fwd: [bencana] Inilah Alasan Mengapa Andi Arief Bicara tentang Potensi Gempa 8,7 SR di Jakarta Awang Hanya ada satu kata SETUJU. Demikian uag atas ucapan salah satu pengamat perminyakan yang mengatakan bahwa " masih memiliki cadangan yang berlimpah" si Abah On Mon, May 23, 2011 1:15 pm, Awang Satyana wrote: > Saya jadi ingat ketika ada instititusi dan person yang mengeluarkan > pernyataan yang lalu riuh disambut media, bahwa telah ditemukan lapangan > minyak raksasa di perairan Simeulue lepas pantai Aceh, lapangan yang > cadangannya dikabarkan lebih besar daripada lapangan minyak Saudi Arabia. > Sebuah penyataan ngawur (banget)... Ternyata di balik pernyataan itu > tujuannya hanya untuk provokasi (!)... >  > Alasan memprovokasi sama dengan pernyataan gempa 8,7 SR di Jakarta itu > (ini juga ngawur), yaitu konon kecewa dengan kinerja institusi lain (yang > punya otorisasi) yang menganggap sepi hasil penelitian person dan > institusi yang mengeluarkan pernyataan provokatif itu. >  > Mengritik suatu institusi boleh2 saja, tetapi bukan dengan cara-cara > provokatif..., apalagi bila sampai menebar ketakutan... >  > salam, > Awang > > --- Pada Sen, 23/5/11, Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> menulis: > > > Dari: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> > Judul: [iagi-net-l] Fwd: [bencana] Inilah Alasan Mengapa Andi Arief Bicara > tentang Potensi Gempa 8,7 SR di Jakarta > Kepada: "IAGI" <[email protected]>, "Forum HAGI" <[email protected]>, > [email protected] > Tanggal: Senin, 23 Mei, 2011, 8:36 AM > > > oooh ini to alasannya :( > Berita menakut-nakuti masuk menyebar teror ndak ya ? > > RDP > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Djuni Pristiyanto <[email protected]> > Date: 2011/5/23 > Subject: [bencana] Inilah Alasan Mengapa Andi Arief Bicara tentang Potensi > Gempa 8,7 SR di Jakarta > To: Milis Bencana <[email protected]> > > > > > > > Inilah Alasan Mengapa Andi Arief Bicara tentang Potensi Gempa 8,7 SR di > Jakarta > Minggu, 22 Mei 2011 , 16:54:00 WIB > Laporan: Teguh Santosa > > RMOL. Kinerja Kepala Badan Geologi di Kementerian Energi dan Sumber Daya > Mineral (ESDM), Dr. R. Sukhyar, harus dievaluasi. Begitu juga dengan > kinerja Kepala Data dan Informasi Wilayah 1 Badan Meteorologi, > Klimatologi, dan Geofisika (BMKK), Hendra Suwarta. > > Kedua pejabat ini dinilai tidak memperlihatkan keseriusan dalam membantu > masyarakat awam, peneliti dan lembaga pemerintah terkait lainnya untuk > memahami potensi bencana yang timbul dari aktivitas lempeng bumi dan magma > (tektonik dan vulkanik). Karena kedua lembaga ini pasif, masyarakat umum > lah yang akan menjadi korban karena karena tidak memiliki informasi yang > memadai. Di sisi lain, badan-badan tertentu di pemerintahan pusat maupun > daerah yang memiliki kewenangan untuk menyiapkan blueprint dan skenario > pengamanan sebelum bencana tidak bisa berbuat apa-apa karena ketiadaan > data. > > “Saya benar-benar kecewa dengan BMKG dan Badan Geologi di ESDM. Selama > ini kedua badan itu tidak memperhatikan kepentingan publik dan tidak mau > mendorong dunia penelitian. Mereka pasif dan menyimpan semua informasi > yang mereka miliki,†ujar Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan > Bantuan Sosial, Andi Arief, kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu petag > (22/5). > > Sikap pasif kedua lembaga itulah yang membuat Andi Arief tergerak untuk > menyampaikan kepada publik potensi bencana dan kegempaan di Indonesia, > termasuk potensi gempa 8,7 Skala Richter di kawasan Selat Sunda yang > menjalar hingga Jakarta. Sejak tahun lalu, Andi Arief dan semua peneliti > di kantornya bekerja serius menindaklanjuti berbagai hasil penelitian > mengenai potensi bencana di Indonesia. > > “Apa yang saya sampaikan ke publik sumbernya jelas dan tidak > mengada-ada,†ujarnya lagi. > > Karena BMKG dan Badan Geologi ESDM tidak berperan banyak, Andi Arief > meminta agar kedua lembaga itu diaudit oleh pihak yang berwenang. Dana > miliaran rupiah yang dialokasikan ke kedua badan itu, sambungnya, terbukti > tidak efektif. > > Di mata Andi Arif, kedua badan itu juga terkesan mengambil jarak dengan > dunia penelitian. Tahun lalu, kantor Andi Arief membentuk tim khusus yang > menyusun peta baru potensi gempa di Indonesia. Salah satu yang ditemukan > tim khusus itu adalah potensi gempa di Selat Sunda. BMKG dan Badan Geologi > ESDM sama sekali tak tergerak dengan hasil pekerjaan tim khusus yang > dibentuk Andi Arief, yang terdiri dari sejumlah pakar gempa. > > “Karena telah menegasikan hasil kerja tim peta gempa dan hasil > penelitian atau disertasi yang didasarkan pada data resmi GPS yang > dipasang Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), > maka atasan kedua pejabat itu harus mengambil tindakan tegas," tambahnya. > > Hal lain yang membuat Andi gerah adalah kenyataan bahwa kedua lembaga itu > mengabaikan hasil penelitian USGS mengenai potensi kegempaan di kawasan > Asia Tenggara tahun 2007-2008. Dalam risetnya, USGS memperkirakan Selat > Sunda berpotensi mengalami gempa yang lebih besar 8,7 Skala Richter. > > Studi yang dilakukan USGS ini , kata Andi Arief lagi, pasti tidak > dimaksudkan untuk membuat masyarakat panik. Sebaliknya untuk membuat semua > pihak, masyarakat dan pemerintah, waspada dan mengambil langkah yang > dibutuhkan untuk memperkecil kerusakan dan meminimalisir korban. > > Andi Arief juga mencontohkan reaksi pemerintah Jepang terhadap hasil studi > mengenai potensi bencana dan kegempaan sejak beberapa dekade lalu. Untuk > menghadapi segala kemungkinan pemerintah Jepang membentuk empat komisi > khusus. Pertama, komisi yang mempelajari bencana katastropik purba; kedua, > komisi yang khusus membahas potensi gempa di Tonakai; ketiga, komisi > evakuasi Tokyo; dan keempat, komisi mitigasi nasional. > > “Hal-hal seperti ini juga yang harusnya dilakukan oleh pemerintah > Indonesia. Tetapi itu tidak bisa dilakukan kalau lembaga yang harusnya > menyampaikan data, tidak bekerja,†demikian Andi Arief. [guh] > > http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=27856 > -- > THE TREKKERS www.thetrekkers.com: http://tenda.thetrekkers.com/, > http://perahu.thetrekkers.com/, http://tangkiair.thetrekkers.com/. Sedia > peralatan emergency/bencana/gawat darurat, rescue, temporary > shelter/tenda, dan peralatan kebencanaan. Kontak: Ferri Iskandar > ([email protected], [email protected] hp: +62-812-2765-434) > ----------------------------------------------- > Hidup Bersama Risiko Bencana > Website: http://bencana.net; Milis: [email protected] > Arsip berita/artikel di Milis Bencana: > http://groups.google.com/group/bencana/topics > Mendaftar anggota milis: http://googlegroups.com/group/bencana/subscribe > Keluar dari milis: [email protected] > Kontak Moderator: [email protected] > > > > -- > "Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !" > > > -- _______________________________________________ Nganyerikeun hate batur hirupna mo bisa campur, ngangeunahkeun hate jalma hirupna pada ngupama , Elmu tungtut dunya siar Ibadah kudu lakonan. ________________________________ "This email (including attachments) is intended only for personal and confidential use of designated recipient(s). If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any review, dissemination, distribution or copying of this email (including attachments) is strictly prohibited and you must delete this email (including attachments) immediately. Email transmission cannot be guaranteed to be error-free. Therefore, we do not represent that this information is complete or accurate and it should not be relied upon as such. Although PT Antam (Persero) Tbk is implementing anti virus software for this email and attachments, PT Antam (Persero) Tbk accepts no liability for any damage caused by any viruses and malicious codes transmitted by this email. The receiver is responsible for checking and deleting any viruses and malicious codes as a result of email transmission". "We are not in a position to advise you, we are not advising you, and the contents of this e-mail must not be construed as any advice to you, on (a)whether to purchase any of our securities or, (b) if you hold an investment in our securities, the value of your investment or how or whether you can affect any trades relating to your investment. These queries should be addressed to a licensed broker or your broker from or through whom you bought the relevant investment, respectively."

