kadang masyarakat luas ( awam) lebih mudah mencerna berita yg sifatnya 
"bombantis" yg disampaikan dg bahasa sederhana, karena memang pemahamnnya juga 
msih sederhana. Kalau diambil hikmahnya  saja adalah perlunya lebih 
ditingkatkan sosilasisasi permasalahan yg menyangkut Pergeologian  dengan 
bahasa awam.( misalnya  kalau ada yang bikin tulisan di Media / Koran terkait 
dg penyataan si AA tsb dg bahasa awam/populer misalnya judulnya "Mungkinkah 
Jakarta digoyang gempa besar diatas 8 SR " terus dimuat di Kompas misalnya ini 
akan lebih efektip )

ISM


  ----- Original Message ----- 
  From: Kuntadi, Nugrahanto 


  Terkait dengan provokasi yang sedang riuh rendah ini…sudah saatnya pula 
kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Republik kita utk dirubah paradigma 
nya untuk mendidik tunas tunas bangsa yang tidak lagi memahami bahwa bumi 
pertiwi nya masih kaya akan potensi minyak gas dan bahan tambang lain spt 
timah, nikel, emas, tembaga, seperti di masa keemasannya paling tidak hingga 
dua dasawarsa silam.

   

  Ini penting karena dengan disiapkannya mereka untuk menyadari bahwa potensi 
bahan tambang semakin sulit maka ditanamkan sejak dini pola hidup hemat energi, 
kerja keras mencari potensi baru ataupun teknologi baru utk menggapainya, dan 
yang terpenting melihat potensi bagian dunia lain yang bisa dijadikan tempat 
untuk menanamkan modal bekerja sama mengolah bahan tambang untuk kemakmuran dan 
kesejahteraan Republik ini.  Go Beyond menjadi suatu keniscayaan bagi tunas 
bangsa ke depan melihat kenyataan di depan mereka tidak seindah kata kata di 
dalam paket buku pelajaran IPS dan IPA sekolahnya.

   

  Saatnya pula untuk menjadi negara kehutanan, agrikultur, dan kelautan mandiri 
yang mapan karena opsi inilah harapan terbesar negara untuk bisa terus bersaing 
ke depan yang kita tahu lahan terbuka, hutan, laut yang sangat luas jangan 
sampai hanya duduk tak termanfaatkan, atau hanya dimanfaatkan untuk 
beroperasinya penjarah hutan ilegal, atau lahan berpindah masyarakat setempat, 
atau sekedar untuk dibangun pusat-pusat perbelanjaan dan perumahan yang pada 
akhirnya hanya utk investasi mati tak berpenghuni, serta banyak lagi hal lain 
yg mubazir tak terurus.

   

  Salam,

   

  Kuntadi Nugrahanto


------------------------------------------------------------------------------

Kirim email ke