Kalau isu yang beredar di milis migas, lapindo ada rencana untuk melakukan drilling lagi di daerah tersebut. tentunya butuh sosialisasi yang gencar terhadap masyarakat jatim untuk dapat menerima kegiatan operasional drilling. Masyarakat memang tak peduli apa penyebab semburan lusi tersebut, mau gempa atau akibat kesalahan pemboran, yang mereka hadapi adalah derita yg "berkelanjutan". apakah penggiringan isu penyebab Lusi akibat gempa dapat melunakkan masyarakat sekitarnya untuk menerima rencana drilling Lapindo disana?...tetap susah, ini lah akibat lambat dan tak tuntasnya penyelesaian lusi oleh pihak terkait...terlampau banyak pengulangan simposiumkat dengan pembahasan yang itu2 saja dan tak menyelesaikan masalah. Kesannya pihak terkait ingin menang di opini tapi masyarakat korban deep desperate.
Ditataran argumentatif, pihak penolak akibat gempa juga kurang gencar mengeluarkan paper atau study terkait, kesannya penjelasan kelompok tersebut hanya argumentasi sepotong-sepotong dari beberapa ahli. kita tak mengetahui pasti apa penyebabnya, kesulitan source data?, tak ada izin penelitian dari pemilik konsesi dan pemerintah? atau kesulitan sponsor dan dana?. 2011/5/26 Nataniel Mangiwa <[email protected]> > Saya sampai detik ini tidak bisa melihat, cara apa yang bisa dilakukan oleh > kaum 'pro pemboran' untuk melawan pendapat dari 'pro gempa/sesar'. Pak > Koesoema sudah pernah membuat protes terbuka, Pak Andang juga sudah di > artikel ini, tapi tidak ada yang berubah. > > Pada titik seperti ini mungkin sebagai manusia yang punya banyak sekali > keterbatasan, yang bisa dilakukan cuma berdoa, semoga suatu saat IAGI bisa > netral. Karena yang paling menyedihkan adalah IAGI belum melakukan revisi > pendapat terhadap keputusan yang lalu jaman Pak Ahmad Lutfi, yang kalau > bahasa kasarnya IAGI pendapatnya lebih pro gempa/sesar. > > Pandangan wartawan dll sebenarnya tidak merisaukan tetapi pendapat IAGI itu > adalah bottom line dari keprihatinan ini, dan saya lebih respect ke IAGI > lebih baik abstain (tidak pro gempa/pro pemboran) daripada mendukung Lusi > karena gempa/sesar/reaktivasi dll. > > Dari lubuk hati terdalam, cuma bisa merasakan dan menyampaikan salam > prihatin. > > Salam, > Natan > > 2011/5/26 R.P.Koesoemadinata <[email protected]> > > Apakah betul mengirimkan surat protes atas terselenggaranya Symposium on >> Indonesia's mud volcano yang berlangsung pada 25-26 Mei 2011 di Sidoarjo >> sebagai mana dikutip Wartawan Tempo di Tempo Online hari ini? >> http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2011/05/26/brk,20110526-336947,id.html >> >> Wassalam >> RPK >> > > -- Sent from my Computer®

