Rekans, Sejak hari pertama subyek ini diposting oleh pak Koesoema, IAGI sudah "kasak kusuk" di bawah layar (istilah cak Sekjen). Beberapa pihak yang kompeten sudah kami hubungi, bentuk acara yang bersifat internasional sudah dirancang, ancer ancer waktu sudah di set up. Dalam perkembangannya, kami mengamati bahwa subject "Andang Protes" ini lama bertahan di milis, malahan beranak pinak ke subyek lain a.l Gempa dan Pancasila :-). Beberapa rekan membalas berupa celetukan saja, lainnya sangat mencerahkan, diantaranya dari Kang DHN yang sersan, mas BPI, mas ADB, RDP, pak Ferdi, disamping tentu saja dari para sesepuh IAGI. Subyek ini selain mempolarisasikan pendapat juga hawanya panas, sehingga ada yang tersinggung. Pengurus IAGI berpendapat bahwa: 1. Tidak ada "data" primer baru, sehingga yang di bahas adalah pendapat si anu di paper yang sudah dipublish berdasarkan data lama. 2. Topik yang dibahas masih dalam lingkup ilmu kebumian yang masih bisa di bahas bareng bareng di milis ini. 3. Ada kekhawatiran bahwa perdebatan yang muncul nanti hanya akan mengorek luka lama, karena yang diperlukan oleh masyarakat itu mungkin berbeda dengan apa yang akan dibahas oleh para anggota IAGI. 4. Karena kendala waktu dan jarak, bisa jadi peserta workshop nantinya bukan mereka yang selama ini aktif dalam perdebatan nantinya, sehingga apapun hasilnya, nantinya ya tidak akan tuntas tuntas. Rekan yang aktif posting LUSI ada yang di Timteng, Malaysia, Balikpapan Aussie dll. Ada 2 event IAGI baru baru ini yang menguatkan fenomena ini. 5. Ada informasi bahwa dalam waktu dekat akan ada penelitian oleh 2 - 3 universitas tentang LUSI sehingga diharapkan akan ada data baru.
Dengan mempertimbangkan masukan diatas, maka dengan sangat menyesal pengurus IAGI sepakat bahwa dalam waktu dekat ini tidak menyelenggarakan kegiatan apapun yang berkaitan dengan LUSI. Sila manfaatkan milis ini untuk berdebat, karena kami percaya lebih banyak anggota milis yang mendapat manfaat dari posting kita semua, dibanding jika jika kita mengadakan acara khusus. Mudah mudahan akan ada data baru dari hasil penelitian dari 3 PT tadi yang bisa kita bahas rame rame lagi. Kami ingin berterima kasih kepada ADB, BPI, kang Edy Sunardi (mantan ketua tim investigasi IAGI), RDP dan beberapa orang lagi yang tidak sempat dan tidak bisa kami sebutkan satu persatu atas masukannya terkait LUSI. Wass, Yudie ISKANDAR Sent from my own powered by ABC -----Original Message----- From: Shofiyuddin <[email protected]> Date: Tue, 7 Jun 2011 10:30:28 To: <[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes Diskusi ini gak pernah akan habis bila hanya dibahas di milis ini. Satu pihak gak puas terhadap pihak lain, dst dst. Saya pikir IAGI atau siapa lah dapat mengambil inisiatip untuk duduk bersama sama diskusi dengan lebih dingin berdasarkan data data yang dipunyai. Atau mungkin mas Bambang Istadi mau jadi penyelenggara untuk special event ini? Segala uneg uneg, terutama yang kontra terhadap Lapindo barangkali akan terakomodasi. Monggo silahken ... 2011/6/7 Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>: > Kalau ingin detil tehnis analitik dan menggunakan angka silahkan saja > dihitung dengan fisika. > > Seberapa besar tekanan (psia) tambahan akibat goyangan gempa Jogja yang > mampu menggetarkan atau mengaktifkan patahan. Atau mengurangi daya dukung > batuan terhadap tekanan (LOT) ? > > Danny sudah memberikan angka-angka >> >> 2006 – Mw=6.4 - Gempa Bantul (Patahan Opak) –jarak= 276km, pga di Porong = >> 0.008 g > > Saya yakin ada "pensetaraan" 0.008 g kedalam satuan tekanan (psia) ? > > Yang perlu ditelusur lebih lanjut adalah, apakah angka tekanan ini cukup > signifikan menggerakkan patahan (Watukosek) yang dianggap sudah mateng ? > Ataukah malah mengurangi daya dukung batuan yang diukur sebelumnya dengan > test (LOT-Leak Of Test) dan dibuktikan dengan adanya LOSS ? > > Artikel ilmiah tentang hubungan antara gempa Jogja dengan aktifitas > vulkanisme G Merapi ada disini : > http://rovicky.files.wordpress.com/2010/11/walter_etal_merapi2006gl028710.pdf > Penjelasan versi dongengnya aku rasa juga menarik ada, disini > http://rovicky.wordpress.com/2010/11/10/hubungan-gempa-dengan-erupsi-emang-ada-tapi-apa-artinya/ > > Menurut penelitian dalam artikel ini menyimpulkan sbb >> >> "At Mt. Merapi, stress changes and shaking may have triggered bubble >> growth and ascent, indirect effects of which can be measured by means of >> fumarole temperature (as in 2001) and increased dome extrusion and dome >> collapse (as in 2006). Although this study suggests that Mt. Merapi can be >> triggered by regional tectonic earthquakes, we note that this is apparently >> not the case for all large earthquakes such as the recent subduction >> earthquakes (Sumatra 12/2004, 5/2005, Java 7/2006)." > > Pemikiran di Merapi saat itu juga mungkin sebaliknya, apakah stress di > Merapi lah yang memicu gempa Jogja ? Dalam gambar itu menyebutkan >> >> The magnitude of stress changes at the NE-SW trending faults are below 1 >> kPa, and thus it is unlikely that inflation had a major triggering effect >> for the earthquake > > Ada satu sitiran menarik. Seberapa besar tekanan yg mampu mentrigeer patahan > yang "mateng" untuk bergerak ? > Gambar 4 artikel tersebut menunjukkan >> >> "Most notably, the transient pressure change has peak-to-peak values of >> about 10 kPa for the 2001 and 60 kPa for the 2006 earthquake, lasting about >> 20 s only. In contrast, the static pressure change is well below 10 kPa, >> about 0.3 kPa for the 2001 earthquake and about >> - 3 kPa for the 2006 earthquake. Although the 2001 earthquake caused a >> positive static stress change, and the 2006 event a negative static stress >> change, both earthquakes led to an increase on the volcanic activity at Mt. >> Merapi, implying that the static stress can not be the major player. >> Moreover, under consideration that 10 kPa may serve as a critical threshold >> for stress triggering [Stein, 1999], > > Menurut Stein (1999) perubahan tekanan hingga 10PKa lah yang mampu > mentrigger gempa, sehingga patahan yang "mateng" akan bergerak. > Penelitian Stein ini juga yang masih meragukan saya, Benarkah pasang surut > akibat bulan mampu mentrigger gempa ?" Ada sebuah local wisdom atau malah > psudo science yang mengatakan bahwa peredaran bulan mampu memicu gempa, > namun penelitian Stein 1999 ini serasa membantahnya. > > Jadi kalau ingin menghubungkan gempa dengan patahan, dengan loss, dengan > kick atau UGBO. Silahkan dowload artikel diatas, dan lakukan saja untuk > menguji apa yang terjadi di Lumpur Lapindo. > > Salam itung-itung > > RDP > > > 2011/6/7 Bambang P. Istadi <[email protected]> >> >> Rekan2 sekalian, saya merasa perlu mengkomentari pernyataan beberapa >> rekan2 >> >> >> >> · Pak Frank, pak Yogi, Bukan terjadi KICK, melainkan LOSS yang >> terjadi hanya berselang beberapa menit setelah gempa Jogya. Kalau sempet >> lihat paper Sawolo et.al 2009, seismograph dan mud logger real time chart >> yang menunjukan loss tersebut dipaparkan dalam figure 12, juga dibahas oleh >> Davies 2008. >> >> · Pak Frank, Lumpur tidak pernah keluar dari sumur. Bahkan pada >> saat rate lumpur besar sekali setara dengan 1 juta barel per hari, tidak >> pernah keluar lumpur, gas maupun steam dari sumur, meskipun BOP dalam >> keadaan terbuka. Begitupun sewaktu re-entry 1 bulan kemudian, wellhead dalam >> keadaan utuh tidak mengluarkan apa2. Bukankah kalau berasal dari sumur, >> lubang sudah menjadi sangat besar dan kemungkinan sumur runtuh? Contohnya >> banyak pada sumur2 yang mengalami UGBO,.. di Total, Unocal dan Vico ada >> contoh2 yang klasik dari BO/UGBO dan sumur runtuh bahkan rig terbakar. >> >> · BOP dalam keadaan terbuka pak Nyoto, jadi merupakan jalam tol >> bebas hambatan, harusnya lumpur paling gampang keluar dari lubang daripada >> memecah batuan. Lubang bor adalah “path of least resistance”. Silahkan baca >> kronologi pada Sawolo et.al 2009 soal BOP ini. >> >> · Pak Danny, penjelasannya sangat bagus dan mengesankan. Saya >> salut dan sangat impressed dengan detail yang pak Danny paparkan. Selain >> gempa ada beberapa faktor lain yang disebut-sebut sebagai penyebab munculnya >> LUSI, yaitu UGBO, sudah matangnya diapir/ over pressure zone, tektonik yang >> menyebabkan piercement structure, dan aktifitas geothermal. Data2 hasil >> analisa gas (Deuterium) yang lakukan oleh Badan Geologi, serta sampling dan >> analisa gas Helium yang dilakukan Mazzini dan dipresentasikan di Simposium >> kemarin menunjukan hubungan magmatic (intrusive) dan berbeda karakter dengan >> hasil analisa gas Wunut. >> >> Menarik juga konsep yang dilemparkan oleh pak Kartiko mengenai LOT akan >> berubah apabila terjadi gempa. Begitu pula pak Cepi, yang dengan ringannya >> memberikan tanggapan (devil’s advocate) kalau gempa yang bisa menurunkan >> LOT, sehingga secara teknis sumur merupakan korban gempa. Kembali ke pak >> Kartiko, yang mebeberkan cuplikan referensi baik dari Davies (2008), Mazzini >> (2007) dan Sawolo (2010) mengenai FIT (?) dan LOT. Marilah kita menyamakan >> persepsi sesuai dengan paper2 tersebut. Memang Davies maupun Sawolo >> memberikan beberapa angka LOT (bukan FIT karena tidak pernah dilakukan FIT >> pada casing shoe tersebut) pada casing shoe 13-3/8”: >> >> Davies (2008) LOT antara 15.3 ppg dan 16.4 ppg >> Davies (2010) LOT adalah 15.4 ppg dan 15.8 ppg >> >> o Sawolo (2009 dan 2010) LOT adalah 16.4 ppg >> >> o Apakah bisa satu casing shoe memberikan empat angka LOT? Angka LOT >> sebesar 16.4 ppg EMW di support oleh data sumur2 terdekat sumur dilapangan >> Wunut dan Tanggulangin >> >> o Konsep LOT turun dengan adanya gempa. Apakah ini saling berhubungan? >> Secara logika penurunan ini mungkin saja terjadi. Kita bisa argue adanya dua >> LOSSES sesudah terjadi gempa membuktikan hal ini telah terjadi, bisa pada >> casing shoe atau dimanapun pada openhole section. Penurunan LOT berapa >> setelah gempa? Apakah ada referensinya dan dimana pernah terjadi? Apakah >> dilakukan LOT lagi sesudah gempa? Kalau pak Kartiko punya referensinya mohon >> dapat di share agar kita bisa diskusikan bersama. Tanpa angka ini maka >> analisa tekanan yang didasari oleh konsep penurunan LOT karena gempa akan >> terasa ngambang. >> >> o Pernyataan pak Kartiko, bisa terjadi UGBO bila mud weight serta ECDnya >> melebihi LOT. Apakah kalau ECD diatas LOT maka akan terjadi UGBO? Tentunya >> kita semua pernah melakukan LOT dan injection test. Dimana pada kedua >> aktifitas tersebut diberikan tekanan pada open hole yang melebihi besaran >> LOT. Belum pernah kita dengar dimana sumur mengalami UGBO saat dilakukan >> LOT maupun injection test. Kecuali pak Kartiko bisa share referensi adanya >> UGBO karena ECD yang melebihi LOT >> >> o Masih banyak lagi faktor lain dalam melakukan analisa tekanan yang >> perlu diketahui secara akurat, termasuk BHP dari formasi, BHA, fluida yang >> ada didalam sumur serta tekanan yang terekam pada BOP baik di drill pipe dan >> annulus, selain LOT dan MW (serta ECD) yang pak Kartiko sebut2. >> >> · Pak Oki, saya tidak berkompeten untuk mengkomentari masalah >> sosial, tapi 1 hal yang saya tahu, Lapindo tidak pernah lari dan menghindar >> dan masih tetap komit menyelesaikan masalah sosial meskipun sudah ada >> ketetapan hukum. Sampai saat ini sudah dikeluarkan sebesar Rp. 7 triliun >> lebih dimana sebagian besar untuk menangani masalah2 sosial kemasyarakatan. >> Kalau ke Sidoarjo, sempatkan diri mampir ke pemukiman baru perumahan >> Kahuripan Nirwana Village. Kenapa dicicil? Ya memang kebutuhannya sangat >> besar karena harga tanahnya sama dengan harga di Bintaro, bank sebesar >> apapun kalau di-rush oleh nasabahnya pasti ambruk. Mungkin kalau Medco tidak >> “melepaskan diri” dan ikut berkontribusi, korban bisa dibayar langsung tanpa >> menyicil. >> >> >> >> Wassalam, >> >> Bambang >> >> >> >> From: nyoto - ke-el [mailto:[email protected]] >> Sent: Friday, June 03, 2011 9:35 PM >> >> To: [email protected] >> Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes >> >> >> >> Pak Frans tidak salah, malah betul sekali, lumpur2 yg keluar disekitar >> sumur itu keluarnya belakangan, setelah sumurnya ditutup BOPnya, shg lumpur >> cari2 jalan keluar ke permukaaan melalui zona2 lemah disekitar sumur BJP-1. >> >> >> >> wass, >> >> nyoto >> >> >> >> 2011/6/3 Franciscus B Sinartio <[email protected]> >> >> Pak Yogi, >> awalnya kan dari sumur, dan lubang yang lainnya datang belakangan. >> apa saya salah ya? >> >> fbs >> >> >> >>________________________________ >> >> From: "[email protected]" <[email protected]> >> >> To: [email protected] >> >> Cc: [email protected] >> Sent: Fri, June 3, 2011 9:21:26 AM >> >> Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes >> >> masalahnya mas....mud-nya ga keluar dari sumur....tapi dari sekitar sumur >> :) >> >> kalo nyembur dari sumur bukannya malah bagus?, setidaknya bisa >> meminimalisasi terjadinya UGBO >> >> rgds, >> YP >> >> >> >> >> Franciscus B >> Sinartio >> <fbsinartio@yahoo To >> .com> [email protected] >> cc >> 06/03/2011 04:06 >> PM Subject >> Re: [iagi-net-l] Andang Protes >> >> Please respond to >> <[email protected] >> .id> >> >> >> >> >> >> >> ini saya cut & paste dari teman saya yang tidak mau disebutkan namanya >> tetapi kehidupan sehari harinya di dunia hukum. cuma buta bisnis minyak. >> >> ====quote on==== >> the mud is flowing from the well out to the surface. so whoever has the >> well or cause the well to be drilled should be responsible for the mud >> flowing out from the well. >> there is no need to prove the cause of it. >> there is evidence in the surface that mud has been coming out of the well. >> The fact that more holes flow mud to surface is another story. It is >> disputable that the other holes would not exist if the well was not >> drilled. >> ==== quote off==== >> >> kalau itu karena gempa atau karena tektonik, yah Lapindo ketiban sial >> menurut quotation dari teman yang diatas. >> mungkin analogi nya kayak kita lagi nyetir di jalan raya, terus ada ayam >> nyebrang dan tertabrak oleh kendaraan kita lalu mati. >> nah si pengendaranya harus menangung kematian ayam tersebut. >> >> >> peace..... >> >> fbs >> >> >> From: o - musakti <[email protected]> >> To: [email protected] >> Sent: Fri, June 3, 2011 7:57:12 AM >> Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes >> >> >> Jangan-jangan mereka takut kalau bayar semua, bisa dianggap sebagai >> 'admission of guilt'... >> >> >> Mungkin mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bersalah dan memang >> belum ada 'keputusan yang berkekuatan hukum tetap', secara legal mereka >> tidak punya kewajiban membayar gantirugi apapun. >> >> >> Apakah seorang pendaki yang menimpukkan batu ke kawah Merapi perlu >> merasa bertanggung jawab atas punahnya desa Kinahrejo, mungkin kira-kira >> begitu. >> >> >> Apa-apa yang sudah dikeluarkan selama ini sudah dikeluarkan bisa jadi >> hanya berupa uang 'kerahiman' saja. >> >> >> Melanjutkan analogi kecelakaan lalulintas, bisa jadi mobil yang terlibat >> menganggap bahwa kewajiban kemanusiaannya (bukan kewajiban legal) sudah >> ditunaikan dengan melakukan pertolongan pertama (bikin dam, mengungsikan >> sebagian RT yang paling parah dll.) dan membawa korban ke rumah sakit . >> >> >> Kewajiban Rumah sakit (baca, pemerintah) untuk merawat korban sampai >> sembuh REGARDLESS of siapa yang bersalah. Setelah korban sembuh atau at >> least sudah tidak kritis, baru rumah sakit bekerja sama dengan LanTas dan >> Kepolisian untuk meneliti apakah pengendara mobil bersalah dan kalau >> memang terbukti, menagih segala biaya perawatan kepadanya. >> >> >> Jangan pasien yang masih berada di UGD yang disuruh teriak-teriak menuntut >> hak dan biaya pengobatannya langsung ke si pengendara...... yang >> jangan-jangan sudah melanjutkan perjalanannya ke Jalan Merdeka Utara ; >> ) >> >> >> >> >> >> >> >> >> O' >> Sedang menikmati segala diskusi teknik yang sedang terjadi dan coba >> mencerna paper-paper dan dongeng-dongeng yang ada... >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> --- On Tue, 31/5/11, kartiko samodro <[email protected]> wrote: >> >> >> From: kartiko samodro <[email protected]> >> Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes >> To: [email protected] >> Received: Tuesday, 31 May, 2011, 9:27 AM >> >> >> >> Sepertinya kalau memang tulus hendak membayar lunas sekaligus juga bisa >> deh ...kenapa harus mencicil ? >> >> Kasihan kan kalau dicicil, mau pindah ke tempat yang baru tidak cukup, >> >> mau terus ditungguin susah... >> padahal kalau sudah lunas , mereka kan bisa cari tempat tinggal baru, >> memulai kehidupan yang baru, sekolah lagi dsb. >> >> >> >> sebenarnya bottomline dari perdebatan rekan rekan geologist kan bukan >> murni karena science tapi lebih karena keprihatinan akan kondisi korban >> lapindo...coba kalau masalah korban lapindo ini sudah beres, kita akan >> >> lebih jernih mencari solusi untuk penanganan lumpur ini selanjutnya. >> >> >> >> jangan sampai seperti kecelakaan di jalan, orang saling ribut >> menyalahkan >> siapa yang menubruk duluan , sementara korban kecelakaan yang sudah >> megap >> megap dibiarkan. >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> This e-mail (including any attached documents) is intended only for the >> recipient(s) named above. It may contain confidential or legally >> privileged information and should not be copied or disclosed to, or >> otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient, >> please contact the sender and delete the e-mail from your system. >> >> >> >> -------------------------------------------------------------------------------- >> PP-IAGI 2008-2011: >> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] >> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] >> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... >> >> -------------------------------------------------------------------------------- >> Ayo siapkan diri....!!!!! >> Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 >> September 2011 >> >> ----------------------------------------------------------------------------- >> To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id >> To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id >> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id >> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: >> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta >> No. Rek: 123 0085005314 >> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) >> Bank BCA KCP. Manara Mulia >> No. Rekening: 255-1088580 >> A/n: Shinta Damayanti >> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ >> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi >> --------------------------------------------------------------------- >> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information >> posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event >> shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to >> direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting >> from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the >> use of any information posted on IAGI mailing list. >> --------------------------------------------------------------------- >> >> > > > -- > "Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !" > > > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 September 2011 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

