Rekan2 sekalian, saya merasa perlu mengkomentari pernyataan beberapa rekan2
* Pak Frank, pak Yogi, Bukan terjadi KICK, melainkan LOSS yang terjadi
hanya berselang beberapa menit setelah gempa Jogya. Kalau sempet lihat paper
Sawolo et.al 2009, seismograph dan mud logger real time chart yang menunjukan
loss tersebut dipaparkan dalam figure 12, juga dibahas oleh Davies 2008.
* Pak Frank, Lumpur tidak pernah keluar dari sumur. Bahkan pada saat
rate lumpur besar sekali setara dengan 1 juta barel per hari, tidak pernah
keluar lumpur, gas maupun steam dari sumur, meskipun BOP dalam keadaan terbuka.
Begitupun sewaktu re-entry 1 bulan kemudian, wellhead dalam keadaan utuh tidak
mengluarkan apa2. Bukankah kalau berasal dari sumur, lubang sudah menjadi
sangat besar dan kemungkinan sumur runtuh? Contohnya banyak pada sumur2 yang
mengalami UGBO,.. di Total, Unocal dan Vico ada contoh2 yang klasik dari
BO/UGBO dan sumur runtuh bahkan rig terbakar.
* BOP dalam keadaan terbuka pak Nyoto, jadi merupakan jalam tol bebas
hambatan, harusnya lumpur paling gampang keluar dari lubang daripada memecah
batuan. Lubang bor adalah "path of least resistance". Silahkan baca kronologi
pada Sawolo et.al 2009 soal BOP ini.
* Pak Danny, penjelasannya sangat bagus dan mengesankan. Saya salut dan
sangat impressed dengan detail yang pak Danny paparkan. Selain gempa ada
beberapa faktor lain yang disebut-sebut sebagai penyebab munculnya LUSI, yaitu
UGBO, sudah matangnya diapir/ over pressure zone, tektonik yang menyebabkan
piercement structure, dan aktifitas geothermal. Data2 hasil analisa gas
(Deuterium) yang lakukan oleh Badan Geologi, serta sampling dan analisa gas
Helium yang dilakukan Mazzini dan dipresentasikan di Simposium kemarin
menunjukan hubungan magmatic (intrusive) dan berbeda karakter dengan hasil
analisa gas Wunut.
* Menarik juga konsep yang dilemparkan oleh pak Kartiko mengenai LOT akan
berubah apabila terjadi gempa. Begitu pula pak Cepi, yang dengan ringannya
memberikan tanggapan (devil's advocate) kalau gempa yang bisa menurunkan LOT,
sehingga secara teknis sumur merupakan korban gempa. Kembali ke pak Kartiko,
yang mebeberkan cuplikan referensi baik dari Davies (2008), Mazzini (2007) dan
Sawolo (2010) mengenai FIT (?) dan LOT. Marilah kita menyamakan persepsi sesuai
dengan paper2 tersebut. Memang Davies maupun Sawolo memberikan beberapa angka
LOT (bukan FIT karena tidak pernah dilakukan FIT pada casing shoe tersebut)
pada casing shoe 13-3/8":
* Davies (2008) LOT antara 15.3 ppg dan 16.4 ppg
* Davies (2010) LOT adalah 15.4 ppg dan 15.8 ppg
o Sawolo (2009 dan 2010) LOT adalah 16.4 ppg
o Apakah bisa satu casing shoe memberikan empat angka LOT? Angka LOT sebesar
16.4 ppg EMW di support oleh data sumur2 terdekat sumur dilapangan Wunut dan
Tanggulangin
o Konsep LOT turun dengan adanya gempa. Apakah ini saling berhubungan? Secara
logika penurunan ini mungkin saja terjadi. Kita bisa argue adanya dua LOSSES
sesudah terjadi gempa membuktikan hal ini telah terjadi, bisa pada casing shoe
atau dimanapun pada openhole section. Penurunan LOT berapa setelah gempa?
Apakah ada referensinya dan dimana pernah terjadi? Apakah dilakukan LOT lagi
sesudah gempa? Kalau pak Kartiko punya referensinya mohon dapat di share agar
kita bisa diskusikan bersama. Tanpa angka ini maka analisa tekanan yang
didasari oleh konsep penurunan LOT karena gempa akan terasa ngambang.
o Pernyataan pak Kartiko, bisa terjadi UGBO bila mud weight serta ECDnya
melebihi LOT. Apakah kalau ECD diatas LOT maka akan terjadi UGBO? Tentunya kita
semua pernah melakukan LOT dan injection test. Dimana pada kedua aktifitas
tersebut diberikan tekanan pada open hole yang melebihi besaran LOT. Belum
pernah kita dengar dimana sumur mengalami UGBO saat dilakukan LOT maupun
injection test. Kecuali pak Kartiko bisa share referensi adanya UGBO karena ECD
yang melebihi LOT
o Masih banyak lagi faktor lain dalam melakukan analisa tekanan yang perlu
diketahui secara akurat, termasuk BHP dari formasi, BHA, fluida yang ada
didalam sumur serta tekanan yang terekam pada BOP baik di drill pipe dan
annulus, selain LOT dan MW (serta ECD) yang pak Kartiko sebut2.
* Pak Oki, saya tidak berkompeten untuk mengkomentari masalah sosial,
tapi 1 hal yang saya tahu, Lapindo tidak pernah lari dan menghindar dan masih
tetap komit menyelesaikan masalah sosial meskipun sudah ada ketetapan hukum.
Sampai saat ini sudah dikeluarkan sebesar Rp. 7 triliun lebih dimana sebagian
besar untuk menangani masalah2 sosial kemasyarakatan. Kalau ke Sidoarjo,
sempatkan diri mampir ke pemukiman baru perumahan Kahuripan Nirwana Village.
Kenapa dicicil? Ya memang kebutuhannya sangat besar karena harga tanahnya sama
dengan harga di Bintaro, bank sebesar apapun kalau di-rush oleh nasabahnya
pasti ambruk. Mungkin kalau Medco tidak "melepaskan diri" dan ikut
berkontribusi, korban bisa dibayar langsung tanpa menyicil.
Wassalam,
Bambang
From: nyoto - ke-el [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, June 03, 2011 9:35 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
Pak Frans tidak salah, malah betul sekali, lumpur2 yg keluar disekitar sumur
itu keluarnya belakangan, setelah sumurnya ditutup BOPnya, shg lumpur cari2
jalan keluar ke permukaaan melalui zona2 lemah disekitar sumur BJP-1.
wass,
nyoto
2011/6/3 Franciscus B Sinartio
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Pak Yogi,
awalnya kan dari sumur, dan lubang yang lainnya datang belakangan.
apa saya salah ya?
fbs
________________________________
From: "[email protected]<mailto:[email protected]>"
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Cc: [email protected]<mailto:[email protected]>
Sent: Fri, June 3, 2011 9:21:26 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
masalahnya mas....mud-nya ga keluar dari sumur....tapi dari sekitar sumur
:)
kalo nyembur dari sumur bukannya malah bagus?, setidaknya bisa
meminimalisasi terjadinya UGBO
rgds,
YP
Franciscus B
Sinartio
<fbsinartio@yahoo To
.com>
[email protected]<mailto:[email protected]>
cc
06/03/2011 04:06
PM Subject
Re: [iagi-net-l] Andang Protes
Please respond to
<[email protected]<mailto:[email protected]>
.id>
ini saya cut & paste dari teman saya yang tidak mau disebutkan namanya
tetapi kehidupan sehari harinya di dunia hukum. cuma buta bisnis minyak.
====quote on====
the mud is flowing from the well out to the surface. so whoever has the
well or cause the well to be drilled should be responsible for the mud
flowing out from the well.
there is no need to prove the cause of it.
there is evidence in the surface that mud has been coming out of the well.
The fact that more holes flow mud to surface is another story. It is
disputable that the other holes would not exist if the well was not
drilled.
==== quote off====
kalau itu karena gempa atau karena tektonik, yah Lapindo ketiban sial
menurut quotation dari teman yang diatas.
mungkin analogi nya kayak kita lagi nyetir di jalan raya, terus ada ayam
nyebrang dan tertabrak oleh kendaraan kita lalu mati.
nah si pengendaranya harus menangung kematian ayam tersebut.
peace.....
fbs
From: o - musakti <[email protected]<mailto:[email protected]>>
To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Sent: Fri, June 3, 2011 7:57:12 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
Jangan-jangan mereka takut kalau bayar semua, bisa dianggap sebagai
'admission of guilt'...
Mungkin mereka juga menganggap bahwa mereka tidak bersalah dan memang
belum ada 'keputusan yang berkekuatan hukum tetap', secara legal mereka
tidak punya kewajiban membayar gantirugi apapun.
Apakah seorang pendaki yang menimpukkan batu ke kawah Merapi perlu
merasa bertanggung jawab atas punahnya desa Kinahrejo, mungkin kira-kira
begitu.
Apa-apa yang sudah dikeluarkan selama ini sudah dikeluarkan bisa jadi
hanya berupa uang 'kerahiman' saja.
Melanjutkan analogi kecelakaan lalulintas, bisa jadi mobil yang terlibat
menganggap bahwa kewajiban kemanusiaannya (bukan kewajiban legal) sudah
ditunaikan dengan melakukan pertolongan pertama (bikin dam, mengungsikan
sebagian RT yang paling parah dll.) dan membawa korban ke rumah sakit .
Kewajiban Rumah sakit (baca, pemerintah) untuk merawat korban sampai
sembuh REGARDLESS of siapa yang bersalah. Setelah korban sembuh atau at
least sudah tidak kritis, baru rumah sakit bekerja sama dengan LanTas dan
Kepolisian untuk meneliti apakah pengendara mobil bersalah dan kalau
memang terbukti, menagih segala biaya perawatan kepadanya.
Jangan pasien yang masih berada di UGD yang disuruh teriak-teriak menuntut
hak dan biaya pengobatannya langsung ke si pengendara...... yang
jangan-jangan sudah melanjutkan perjalanannya ke Jalan Merdeka Utara ;
)
O'
Sedang menikmati segala diskusi teknik yang sedang terjadi dan coba
mencerna paper-paper dan dongeng-dongeng yang ada...
--- On Tue, 31/5/11, kartiko samodro
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:
From: kartiko samodro
<[email protected]<mailto:[email protected]>>
Subject: Re: [iagi-net-l] Andang Protes
To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Received: Tuesday, 31 May, 2011, 9:27 AM
Sepertinya kalau memang tulus hendak membayar lunas sekaligus juga bisa
deh ...kenapa harus mencicil ?
Kasihan kan kalau dicicil, mau pindah ke tempat yang baru tidak cukup,
mau terus ditungguin susah...
padahal kalau sudah lunas , mereka kan bisa cari tempat tinggal baru,
memulai kehidupan yang baru, sekolah lagi dsb.
sebenarnya bottomline dari perdebatan rekan rekan geologist kan bukan
murni karena science tapi lebih karena keprihatinan akan kondisi korban
lapindo...coba kalau masalah korban lapindo ini sudah beres, kita akan
lebih jernih mencari solusi untuk penanganan lumpur ini selanjutnya.
jangan sampai seperti kecelakaan di jalan, orang saling ribut menyalahkan
siapa yang menubruk duluan , sementara korban kecelakaan yang sudah megap
megap dibiarkan.
This e-mail (including any attached documents) is intended only for the
recipient(s) named above. It may contain confidential or legally
privileged information and should not be copied or disclosed to, or
otherwise used by, any other person. If you are not a named recipient,
please contact the sender and delete the e-mail from your system.
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]<mailto:[email protected]>
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL,
[email protected]<mailto:[email protected]>
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to:
iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id<http://iagi.or.id/>
To subscribe, send email to:
iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id<http://iagi.or.id/>
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id<http://iagi.or.id/>
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------