Rekans, Memang agama harus tidak dibenturkan (istilah saya sendiri) dengan science. Ibarat 2 buah lingkaran, itu pasti tidak berimpitan, tetapi ada bagian yang overlapping. Nah bagian yang overlapping itulah dua-duanya akan bersesuaian, sedangkan bagian yang tidak overlap harus kita cermati dengan bijak dengan prinsipnya masing-2, tak iyo? Contohnya: bagaimana anda menjelaskan Bouraq secara ilmiah? sekali lagi secara ilmiah? Bagaimana menjelaskan Nabi Isa Almasih yang lahir tanpa adanya hubungan sex dari ibundanya Maria dengan Nabi Yusup? Tetapi dua hal itu di-imani oleh para pemeluknya, termasuk saya ini. Salam, YSY ----- Original Message ----- From: [email protected] To: [email protected] Sent: Monday, July 18, 2011 1:46 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia
Terima kasih Pak, Tapi saya berpikir bahwa sains dan agama itu tidak bisa dipisahkan, agama yang tidak bisa dikonfrontir dengan sains sama saja hoax. Agama meyakini adanya Great Organizer, sains meyakini adanya greatly organized things, jadi orang berilmu yang beragama wajib mengklopkan keduanya dan bukan separated. Ntahlah kalau agama hanya dianggap heredited rituals.... visit strivearth.com and be entertained ------------------------------------------------------------------------------ From: "Yustinus Suyatno Yuwono" <[email protected]> Date: Mon, 18 Jul 2011 13:35:17 +0700 To: <[email protected]> ReplyTo: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia Mas Eko yang amat bijak. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kalo anda tersinggung berat dengan pernyataan saya, karena sama sekali tidak ada niatan mengusir anda dari scientific society. Saya tidak meremehkan para Ustadz, karena saya sendiri adalah seorang ustadz pada agama/keyakinan/iman saya sendiri. Maksud saya, kalo berbicara ilmiah ya dasarnya dan rule of the game nya ilmiah, bicara agama ya rule of the game nya iman. Begitu dua hal itu dicampur aduk, maka yang terjadi adalah mala petaka. Saya tahu banyak juga ustadz yang ilmu pengetahuannya melebihi saya, ataupun Prof Koesoema, meskipun saya sudah menggeluti ilmu geologi lebih dari 35 th, ambil Master dan doktor di Perancis selama 4,5 th. dan th depan pensiun dari dosen ITB. Tetapi sekali lagi harus didudukkan perkaranya menurut porsinya. Ustadz itu urusannya yg resmi adalah kerohanian. Sedangkan ilmuwan urusannya adalah fenomiena fisik, biologi, kimia. Sukur seseorang bisa ahli dalam dua-duanya, nah itu baru sempurna, tak iyo?Seperti Prof Koesoema juga, saya juga nyaman hidup sebagai scientist yang juga taat beragama, karena saya dapat mendudukkan permasalahan di tempatnya masing-2. Terima kasih rekan-2 yang mensuport, menengahi, dan ambil bagian dalam diskusi yang cukup panas(?) ini, terutama kepada Prof Koesoema yang adalah mantan dosen saya yang sangat saya hormati. Untuk Mas Eko jangan berkecil hati, marilah kita bersama-sama belajar dalam bidang apapun, karena segala macam ilmu pasti ada gunanya. Salam, YSY (baru balas sekarang karena baru sehat dari operasi sebulan yl di rumah sakit). ----- Original Message ----- From: Eko Prasetyo To: [email protected] Sent: Thursday, July 07, 2011 12:24 PM Subject: Re: [iagi-net-l] Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia perkataan anda seperti seorang otoritas ilmuwan dan merendahkan level ustadz. Banyak doktor-doktor ilmu yang lebih tinggi dari anda yang menganggap evolusi itu sampah. Banyak ustadz-ustadz yang level keilmuan eksaknya mungkin lebih tinggi dari anda. Newton sendiri mungkin jauh lebih religius dari para saintis-saintis atheis norak yang memaksakan kalau Tuhan itu imajinari tapi kalau ditanya kenapa Alam Semesta itu ada dia berkata "ya ada aja" Sebuah jawaban yang tidak ilmiah dan munafik. sudah baca bahwa penemu homo erectus solo menyembunyikan tulang tengkorak yang bisa membantah teori homo erectus di bawah kasurnya selama berpuluh tahun? sudah membaca bahwa homo erectus solo itu direkonstruksi dari dua tulang yang jauhnya berbelas kaki dan mempunyai kemungkinan perbedaan individu tapi dipaksakan sebagai satu kejadian? Atau fosil sebuah "nenek moyang manusia" yang ditentukan hanya dari sebuah fosil..... gigi. Atau fosil kadal-burung dari china yang ternyata hoax. Atau kenyataan bahwa banyak manusia sekarang yang tinggi besar berdahi rata mirip Neanderthal tapi ternyata homo sapiens. Atau fosil tengkorak anak berkelainan megacephalus yang diklaim sebagai fosil alien. Lalu apa anda sudah mempelajari bahwa di alam tidak ada yang random, random itu hanyalah simplifikasi dari kompleksitas yang tidak dipahami manusia? Bahkan ilmu "eksak" geosaintis pun hanya bisa berkata "kemungkinan minyak di sini 90%". Sebuah ketidakeksakan. Sekarang pikirkan: apa kemungkinan dua spesimen jantan dan betina dari spesies berkelamin ganda yang akan menggantikan spesies sebelumnya lahir pada waktu yang sama, dengan tingkat kecocokan tinggi, dan dilahirkan dari spesies yang lama? Limit mendekati nol. Mempercayai evolusi itu nyata sama saja mempercayai bahwa logam mentah bisa menjadi mobil yang fungsional hanya dengan terjadinya badai besar-besaran. Sekarang siapa yang harus melepaskan diri dari keilmuwan? Saya yang sudah membaca dua sisi dari evolusi atau anda yang gak punya landasan kuat tapi mengusir saya dari keilmiahan? 2011/7/7 Yustinus Suyatno Yuwono <[email protected]> Kalo anda menganggap teori evolusi adalah hoax, berhenti saja sebagai ilmuwan, lalu menjadi ustadz saja. Salam, YSY ----- Original Message ----- From: <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, July 06, 2011 7:53 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia Dari teori ke teori, saya semakin yakin kalo evolusi ini hoax visit strivearth.com and be entertained -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]> Date: Wed, 6 Jul 2011 07:42:29 To: IAGI<[email protected]>; [email protected]<[email protected]> Reply-To: <[email protected]> Subject: [iagi-net-l] Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia Mnarik. Untungnya nenek moyangku orang pelaut :) Rdp -------------- Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia  » Homo erectus, nenek moyang homo sapiens Muhammad Firman | Rabu, 6 Juli 2011, 05:29 WIB VIVAnews - Sebuah studi yang diketuai oleh Etty Indriati, peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia melakukan investigasi dari dua situs di sungai Bengawan Solo. Dari penelitian, disimpulkan bahwa Homo erectus kemungkinan tidak tinggal di habitat yang sama dengan manusia modern. Temuan ini memunculkan keraguan pada teori evolusi manusia sebelumnya dan mengindikasikan bahwa nenek moyang manusia modern itu punah jauh lebih awal dibandingkan perkiraan sebelumnya. Seperti diketahui, Homo erectus, yang meninggalkan Afrika sekitar 1,8 juta tahun lalu, disepakati sebagai nenek moyang langsung spesies kita yakni Homo sapiens. Kedua spesies ini sebelumnya diyakini pernah hidup berdampingan. Setidaknya sampai muncul teori baru yang membantah itu. Selama ini, ilmuwan memperkirakan, sekitar 500 ribu tahun lalu Homo erectus lenyap dari Afrika dan sebagian besar Afrika dan diperkirakan, bertahan hidup di Indonesia hingga 35 ribu tahun lalu. Adapun Homo sapiens awal tinggal di kawasan Indonesia sejak 40 ribu tahun lalu dan tinggal bersama dengan nenek moyangnya tersebut. Penelitian yang dilakukan Etty dan timnya menunjukkan bahwa asumsi selama ini tidak benar dan Homo erectus lenyap jauh sebelum kedatangan Homo sapiens di Asia. “Homo erectus kemungkinan tidak tinggal di habitat yang sama dengan manusia modern,” kata Etty, seperti dikutip dari DailyMail, 5 Juli 2011. Dari ekskavasi dan analisa waktu, hasilnya mengindikasikan bahwa Homo erectus punah setidaknya 143 ribu tahun lalu, dan bahkan mungkin lebih dari 550 ribu tahun lalu. Jika demikian yang terjadi, maka temuan ini membantah teori ‘Out of Africa’ yang sudah disepakati sebelumnya yakni hipotesis seputar manusia modern telah berevolusi sepenuhnya di Afrika sebelum bermigrasi ke belahan lain di Bumi. Teori itu memperkirakan terjadinya overlap antara Homo sapiens dan spesies lebih tuah yang mereka gantikan di luar Afrika. Homo erectus yang ditemukan masih bertahan hidup di Indonesia pada masa itu dianggap sebagai bukti pendukung teori tersebut. Dengan temuan terbaru, peneliti menawarkan hipotesis baru bahwa manusia modern berevolusi dari spesies terdahulu di Afrika, Asia, dan Eropa. Hasil temuan ini sendiri dipublikasikan di jurnal Public Library of Science ONE. (sj -- Sent from my mobile device *"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"* -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 September 2011 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2008-2011: ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected] sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected] * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro... -------------------------------------------------------------------------------- Ayo siapkan diri....!!!!! Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29 September 2011 ----------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. --------------------------------------------------------------------- -- Visit http://www.strivearth.com and be entertained

