Mas Eko yang amat bijak.
Saya mohon maaf sebesar-besarnya kalo anda tersinggung berat dengan pernyataan 
saya, karena sama sekali tidak ada niatan mengusir anda dari scientific 
society. Saya tidak meremehkan para Ustadz, karena saya sendiri adalah seorang 
ustadz pada agama/keyakinan/iman saya sendiri. Maksud saya, kalo berbicara 
ilmiah ya dasarnya dan rule of the game nya ilmiah, bicara agama ya rule of the 
game nya iman. Begitu dua hal itu dicampur aduk, maka yang terjadi adalah mala 
petaka. Saya tahu banyak juga ustadz yang ilmu pengetahuannya melebihi saya, 
ataupun Prof Koesoema, meskipun saya sudah menggeluti ilmu geologi lebih dari 
35 th, ambil Master dan doktor di Perancis selama 4,5 th. dan th depan pensiun 
dari dosen ITB. Tetapi sekali lagi harus didudukkan perkaranya menurut 
porsinya. Ustadz itu urusannya yg resmi adalah kerohanian. Sedangkan ilmuwan 
urusannya adalah fenomiena fisik, biologi, kimia. Sukur seseorang bisa ahli 
dalam dua-duanya, nah itu baru sempurna, tak iyo?Seperti Prof Koesoema juga, 
saya juga nyaman hidup sebagai scientist yang juga taat beragama, karena saya 
dapat mendudukkan permasalahan di tempatnya masing-2.
Terima kasih rekan-2 yang mensuport, menengahi, dan ambil bagian dalam diskusi 
yang cukup panas(?) ini, terutama kepada Prof Koesoema yang adalah mantan dosen 
saya yang sangat saya hormati.
Untuk Mas Eko jangan berkecil hati, marilah kita bersama-sama belajar dalam 
bidang apapun, karena segala macam ilmu pasti ada gunanya.
Salam,
YSY (baru balas sekarang karena baru sehat dari operasi sebulan yl di rumah 
sakit).
  ----- Original Message ----- 
  From: Eko Prasetyo 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, July 07, 2011 12:24 PM
  Subject: Re: [iagi-net-l] Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia


  perkataan anda seperti seorang otoritas ilmuwan dan merendahkan level ustadz. 
Banyak doktor-doktor ilmu yang lebih tinggi dari anda yang menganggap evolusi 
itu sampah. Banyak ustadz-ustadz yang level keilmuan eksaknya mungkin lebih 
tinggi dari anda. 

  Newton sendiri mungkin jauh lebih religius dari para saintis-saintis atheis 
norak yang memaksakan kalau Tuhan itu imajinari tapi kalau ditanya kenapa Alam 
Semesta itu ada dia berkata "ya ada aja" Sebuah jawaban yang tidak ilmiah dan 
munafik.

  sudah baca bahwa penemu homo erectus solo menyembunyikan tulang tengkorak 
yang bisa membantah teori homo erectus di bawah kasurnya selama berpuluh tahun? 
sudah membaca bahwa homo erectus solo itu direkonstruksi dari dua tulang yang 
jauhnya berbelas kaki dan mempunyai kemungkinan perbedaan individu tapi 
dipaksakan sebagai satu kejadian?

  Atau fosil sebuah "nenek moyang manusia" yang ditentukan hanya dari sebuah 
fosil..... gigi.

  Atau fosil kadal-burung dari china yang ternyata hoax.

  Atau kenyataan bahwa banyak manusia sekarang yang tinggi besar berdahi rata 
mirip Neanderthal tapi ternyata homo sapiens.

  Atau fosil tengkorak anak berkelainan megacephalus yang diklaim sebagai fosil 
alien.


  Lalu apa anda sudah mempelajari bahwa di alam tidak ada yang random, random 
itu hanyalah simplifikasi dari kompleksitas yang tidak dipahami manusia? Bahkan 
ilmu "eksak" geosaintis pun hanya bisa berkata "kemungkinan minyak di sini 
90%". Sebuah ketidakeksakan. 

  Sekarang pikirkan: apa kemungkinan dua spesimen jantan dan betina dari  
spesies berkelamin ganda yang akan menggantikan spesies sebelumnya lahir pada 
waktu yang sama, dengan tingkat kecocokan tinggi, dan dilahirkan dari spesies 
yang lama?

  Limit mendekati nol.

  Mempercayai evolusi itu nyata sama saja mempercayai bahwa logam mentah bisa 
menjadi mobil yang fungsional hanya dengan terjadinya badai besar-besaran.

  Sekarang siapa yang harus melepaskan diri dari keilmuwan? Saya yang sudah 
membaca dua sisi dari evolusi atau anda yang gak punya landasan kuat tapi 
mengusir saya dari keilmiahan?


  2011/7/7 Yustinus Suyatno Yuwono <[email protected]>

    Kalo anda menganggap teori evolusi adalah hoax, berhenti saja sebagai 
ilmuwan, lalu menjadi ustadz saja.
    Salam,
    YSY
    ----- Original Message ----- From: <[email protected]>

    To: <[email protected]>

    Sent: Wednesday, July 06, 2011 7:53 AM
    Subject: Re: [iagi-net-l] Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia




      Dari teori ke teori, saya semakin yakin kalo evolusi ini hoax

      visit strivearth.com and be entertained

      -----Original Message-----
      From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
      Date: Wed, 6 Jul 2011 07:42:29
      To: IAGI<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>
      Reply-To: <[email protected]>
      Subject: [iagi-net-l] Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia
      Mnarik.
      Untungnya nenek moyangku orang pelaut :)

      Rdp
      --------------

      Teori Baru Punahnya Nenek Moyang Manusia

      
      » Homo erectus, nenek moyang homo sapiens

      Muhammad Firman | Rabu, 6 Juli 2011, 05:29 WIB

      VIVAnews - Sebuah studi yang diketuai oleh Etty Indriati, peneliti
      dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia melakukan investigasi dari dua
      situs di sungai Bengawan Solo. Dari penelitian, disimpulkan bahwa Homo
      erectus kemungkinan tidak tinggal di habitat yang sama dengan manusia
      modern.

      Temuan ini memunculkan keraguan pada teori evolusi manusia sebelumnya
      dan mengindikasikan bahwa nenek moyang manusia modern itu punah jauh
      lebih awal dibandingkan perkiraan sebelumnya.

      Seperti diketahui, Homo erectus, yang meninggalkan Afrika sekitar 1,8
      juta tahun lalu, disepakati sebagai nenek moyang langsung spesies kita
      yakni Homo sapiens. Kedua spesies ini sebelumnya diyakini pernah hidup
      berdampingan. Setidaknya sampai muncul teori baru yang membantah itu.

      Selama ini, ilmuwan memperkirakan, sekitar 500 ribu tahun lalu Homo
      erectus lenyap dari Afrika dan sebagian besar Afrika dan diperkirakan,
      bertahan hidup di Indonesia hingga 35 ribu tahun lalu. Adapun Homo
      sapiens awal tinggal di kawasan Indonesia sejak 40 ribu tahun lalu dan
      tinggal bersama dengan nenek moyangnya tersebut.

      Penelitian yang dilakukan Etty dan timnya menunjukkan bahwa asumsi
      selama ini tidak benar dan Homo erectus lenyap jauh sebelum kedatangan
      Homo sapiens di Asia.

      “Homo erectus kemungkinan tidak tinggal di habitat yang sama dengan
      manusia modern,” kata Etty, seperti dikutip dari DailyMail, 5 Juli
      2011.

      Dari ekskavasi dan analisa waktu, hasilnya mengindikasikan bahwa Homo
      erectus punah setidaknya 143 ribu tahun lalu, dan bahkan mungkin lebih
      dari 550 ribu tahun lalu.

      Jika demikian yang terjadi, maka temuan ini membantah teori ‘Out of
      Africa’ yang sudah disepakati sebelumnya yakni hipotesis seputar
      manusia modern telah berevolusi sepenuhnya di Afrika sebelum
      bermigrasi ke belahan lain di Bumi.

      Teori itu memperkirakan terjadinya overlap antara Homo sapiens dan
      spesies lebih tuah yang mereka gantikan di luar Afrika. Homo erectus
      yang ditemukan masih bertahan hidup di Indonesia pada masa itu
      dianggap sebagai bukti pendukung teori tersebut.

      Dengan temuan terbaru, peneliti menawarkan hipotesis baru bahwa
      manusia modern berevolusi dari spesies terdahulu di Afrika, Asia, dan
      Eropa. Hasil temuan ini sendiri dipublikasikan di jurnal Public
      Library of Science ONE. (sj

      -- 
      Sent from my mobile device

      *"Everybody is safety leader, You can stop any unsafe operation !"*

      
--------------------------------------------------------------------------------
      PP-IAGI 2008-2011:
      ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
      sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
      * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
      
--------------------------------------------------------------------------------
      Ayo siapkan diri....!!!!!
      Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
      September 2011
      
-----------------------------------------------------------------------------
      To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
      To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
      Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
      Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
      Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
      No. Rek: 123 0085005314
      Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
      Bank BCA KCP. Manara Mulia
      No. Rekening: 255-1088580
      A/n: Shinta Damayanti
      IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
      IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
      ---------------------------------------------------------------------
      DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information 
posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event 
shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to 
direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from 
loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of 
any information posted on IAGI mailing list.
      ---------------------------------------------------------------------





    
--------------------------------------------------------------------------------
    PP-IAGI 2008-2011:
    ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
    sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
    * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
    
--------------------------------------------------------------------------------
    Ayo siapkan diri....!!!!!
    Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
    September 2011
    
-----------------------------------------------------------------------------
    To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
    To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
    Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
    Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
    Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
    No. Rek: 123 0085005314
    Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
    Bank BCA KCP. Manara Mulia
    No. Rekening: 255-1088580
    A/n: Shinta Damayanti
    IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
    IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
    ---------------------------------------------------------------------
    DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted 
on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI 
or its members be liable for any, including but not limited to direct or 
indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of 
use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any 
information posted on IAGI mailing list.
    ---------------------------------------------------------------------





  -- 
  Visit http://www.strivearth.com and be entertained

Kirim email ke