Ikutan diskusi ya, kebetulan saya juga ikutan compile reading tentang gas shale 
dan shale gas, dan sdh bikin beberapa crossplot dari sumur2 yang ada.  

Mudah2an bisa membantu dalam eksplorasi Shale gas potential.
Sorry masih acak, tetapi saya kasih nomor2 untuk mempermudah membacanya.
Saya masih liburan dan ini di ketik di salah satu warnet dekat rumah di Tello.
 
1.perhitungan potential dari shale gas yang ada dan dipublish, umumnya 
berdasarkan perhitungan dengan asumsi properti dari shale nya homogeneous.
padahal kita tahu tidak selalu homogeneous.  memang mungkin lebih homogenous 
dari reservoir rocks (sandstone atau bahkan limestone).
Jadi sebenarnya semua perhitungan/estimasi itu pasti over-estimate.
  
2.variasi lateral dan vertical yang harus di describe adalah TOC  dan Ro (atau 
ukuran kematangan yang lain).
 
awal tahun ini, saya iseng2 cross-plot beberapa data sumur di angola,  TOC nya 
berhubungan dengan density dari (batuan+fluida)  dan Ro nya ada hubungannya 
dengan sonic (dt).
Expulsion nya tidak pernah saya plot kan soalnya saya tidak dapat cukup data 
untuk diperiksa dengan petrophysics+rock physics, akan tetapi ini juga penting 
untuk menetukan potensinya).
(catatan: kalau ada yang bisa mengajarkan saya bagaimana menghitung So, S1, 
 dst, mungkin saya bisa hitung sendiri. koq saya tiba2 ingat Prof DR. Eddy 
Soebroto, DR. Dardji dan teman2 yang yang lain yang sering saya tanyai tentang 
geochemistry)
 
3.yang harus diperhatikan lagi adalah pressure regime nya.  maksudnya kalau 
daerah sdh dibawah overpressure akan berbeda hubungannya dengan yang diatas 
overpressure.
 
4.tentu saja sebaiknya yang di korelasikan dari formasi yang sama saja.  karena 
lain formasi akan lain korelasi nya.  walaupun satu formasi masih juga bisa 
dibentuk dari komposisi mineral yang berbeda.
 
5.klasifikasi shale mungkin bisa membantu, akan tetapi karena pendefinisian 
klassifikasi atau pengklassifikasi yang sering agak loose (longgar), maka bisa 
terjadi kesalahan dalam clustering.
kalau ada logs yang mendeskripsikan komposisi mineral lebih detail, sebaiknya 
diperiksa krosplot komposisi mineral atau unsur dengan elastic properties nya.
 
6. kalau bisa TOC  dan terutama Ro nya di crossplot kan dengan kedalaman, 
sehingga  bisa dibuatkan semacam "normalisasi" menurut kedalaman,
 
7. deskripsi variasi Ro  dan TOC bukan hanya untuk perhitungan reserve tetapi 
juga untuk penentuan titik serap.  diperlukan sumur horisontal jadi sangat 
penting penentuan daerah yang TOC tinggi dan Ro tinggi.
 
8. horizontal drilling dan hydraulic fracturing bukanlah barang baru untuk 
orang 
drilling dan production.  challenge yang terbesar bukan di engineering side 
tapi 
di G&G side.
 
9. Potensi jangan hanya terbatas di onshore saja. Banuwati shale di SES+ONWJ 
block juga bisa jadi potensi yang bagus.  Memang biaya drilling di offshore 
lebih mahal dibandingkan dengan onshore, akan tetapi biasanya seismic quality 
nya lebih bagus di offshore daripada di onshore.
 
10. Potensi juga bisa di shale dibawah sliding surface dari toe-thrust system,  
katanya Akata shale di Nigeria menjadi mature/overmature dibeberapa tempat 
karena panas yang dihasilkan oleh sliding material diatasnya.
 
11. kalau ada conventional core di shale yang di investigasi akan sangat sangat 
berguna.  Siapa tahu ada yang meng core di shale atau by accident meng core di 
shale.  Saya iseng2 baca2 beberapa sumur disini, ketemu 3 sumur appraisal yang 
core di shale.  Menurut laporan dari sumurnya itu adalah kesalahan penentuan 
coring point.  Jadi lah bless  in disguise.
 
12. Diperlukan data yang cukup banyak untuk bikin crossplotnya, jadi sebaiknya 
dibikin joint study untuk setiap basin.
 
13.  agak berbeda dgn CBM,  karena CBM masih dibatasi dengan kedalaman tertentu 
 
dan diperlukan reaksi untuk melepaskan methane nya.  Sedangkan gas shale sdh 
expulse gas dan gas nya terperangkap di pori2 shale nya, dan juga kalau gas 
yang 
sdh siap ter expulse ini dikasih “jalan keluar” maka gas nya akan lebih banyak 
terproduksi.
 
14. Harts (publishers dan perusahaan yang banyak melakukan research, baru2 ini 
me release buku tentang gas shale dan shale gas, tetapi bukunya masih terlalu 
mahal,  untuk individu di charge sebesar USd 7 ribu, kalau perusahaan yang beli 
jauh lebih mahal lagi.  Lagi mikir2 mau beli apa tidak,  kalau ada yang mau 
share cost bisa lah sama2 tetapi hanya boleh dipake oleh satu orang pada satu 
saat.
 
15.  Usul, kalau di PIT gabungan HAGI dan IAGI tahun ini kita mengundang 
seseorang dari Harts (ada tiga yang mengarang dan compile buku tsb) untuk bikin 
luncheon talk. Alternatively kalau tidak punya dana, saya bisa rangkumkan 
compiling saya di PPT dan kirim ke panitia PIT tsb.  Sorry saya tdk bisa 
datang, 
padahal diselenggarakan di kota kelahiran saya dan tempat saya dibesarkan).
 
16. yang saya gambarkan di email ini hanya dari sebagian dari segi petrophysics 
dan rock physics nya,  kalau misalnya ada yang mau membahas dari segi 
geochemistry nya dan depositional system dari shale akan membantu kita semua 
untuk eksplorasi gas shale.   Depositional systemnya diperlukan untuk membatasi 
shale/ men cluster kan shale nya.
 
Mari kita sama2 bahas lebih detail tentang gas shale dan shale gas ini.  Saya 
bersedia share apa yang saya sdh compile dan pelajari,  dengan catatan, data2 
tidak bisa saya share.  

Kalau ada yang mau diskusi detail dengan data2 yang dipunyai, saya juga 
bersedia.
 
Saya rasa joint study atau BP-Migas yang akan lebih gampang melakukan study ini.
 
Masih banyak yang bisa kita bahas, tetapi waktu nya saya balik ke rumah dan 
mempersiapkan diri untuk makang ikang bakar.

Kirim email ke