Pak Habash,

Diskusinya selalu saya sebar ke milis IAGI, HAGI, Geo-Unpad (almamater saya), 
dan Eksplorasi BPMIGAS; tak masalah Pak Habash hanya ke IAGI sebab bila 
mengirim ke milis yang lain yang Pak Habash bukan anggotanya pasti akan mental.

Yang Pak Habash tanyakan tentang pre-Toba couldron, atau Toba volcano sebelum 
supererupsi, itu yang umum dikenal di sana sebagai pre-Toba andesites. Kenapa 
pre-andesites? Sebab, saat supererupsi terjadi Toba dalam sifat magmatik 
granitik, dan sesudahnya kembali andesitik (post-Toba andesites). Maka magma 
granitik hanya intermezzo singkat di tengah namun...maut.

pre-Toba volcano/es jangan dibayangkan kerucut stratovolcano seperti pada 
umumnya gunungapi2 di Sumatra-Jawa-Nusa Tenggara. Struktur pre-Toba volcanoes 
ini terjadi saat pembubungan Batak culmination terjadi. Saat pembubungan 
terjadi, sebagian magma dioritik-andesitik keluar melalui beberapa retakan 
awal, membentuk beberapa masif (yang tak kerucut) misalnya Surungan Massif, 
tetapi sebagian besar, seperti kata Pak Habash, memang ditelan kaldera Toba. 
Sekarang, kalau kita ingin melihat bekas pre-Toba volcanism ini umumnya ada di 
tebing utara danau, area Haranggaol, Binangara, Paropo, Tongging, Silalahi, 
Dolok Siantar-menyingkapkan andesit piroksen-hipersten di antara tuf Toba dan 
batuan pra-Tersier.

Di dekat Prapat, memang betul tersingkap batuan pra-Tersier/Mesozoik yang 
membentuk jalur pegunungan setinggi 2000 m (Wilhemina-Simanukmanuk-Surungan 
Mountains) yang merupakan basement yang terangkat saat pembubungan Batak 
culmination terjadi sejak intra-Miosen.

Volume rempah volkanik yang diperhitungkan sampai 2000 km3, yang dilepaskan 
Toba 74.000 tahun yang lalu yang membuatnya sungguh layak disebut sebagai 
supervolcano with supereruption.

salam,
Awang

--- Pada Jum, 9/9/11, [email protected] <[email protected]> menulis:

> Dari: [email protected] <[email protected]>
> Judul: Re: [iagi-net-l] Supervolcano & Strike-Slip Faulting?(was: Sesar     
> Lembang)
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Jumat, 9 September, 2011, 5:53 AM
> Terima kasih Pak Awang, Pak Mirzam
> atas pencerahannya. Menarik sekali membicarakan issue lain
> selain dunia minyak.  Maaf Pak Awang, karena saya hanya
> anggota milist IAGI jadi daftar milist dalam diskusi ini
> kelihatannya menciut nih. Sayang sekali.
> Pertanyaan saya berikutnya (ini betul2 karena saya tidak
> mengetahui geologi di sekitar Danau Toba sehingga maaf kalau
> pertanyaannya sangat dasar). Kalau Toba itu dinyatakan
> sebagai Supervolcano apakah sebelum mengalami supereruption,
> yang akhirnya membentuk Toba Couldron, sudah ada
> tubuh/kerucut(?) Gnapi Toba hasil activities sebelumnya
> apakah itu endapan laharik ataupun endapan lava yang
> membentuk Old Toba Volcano? Apakah ada sisa2 tubuh gunungapi
> itu yang bisa diamati sekarang sehingga kita yakin bahwa
> Toba itu sebelum mengalami supereruption pada paroxysmal
> phase itu memang berupa gunungapi? Atau tubuh gunungapi itu
> sudah ikut tercerai berai oleh supereruption tersebut dan
> tak nampak sisanya? Seingat saya dinding timur danau Toba di
> areal Prapat itu batugamping Mesozoic (?) yang ada obyek
> batugantungnya yang mungkin merupakan Basement dari Gn.
> Toba?
> Thanks all!
> Habash 
> T
> Sent via BlackBerry from Maxis
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> Date: Thu, 8 Sep 2011 16:13:14 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: <[email protected]>
> Subject: Re: [iagi-net-l] Supervolcano & Strike-Slip
> Faulting?(was: Sesar 
>      Lembang)
> Pak Awang dan Pak Habash serta rekan lainnya yth,
> 
> Tentang LIPs yang dimasukan dalam supervolcano sepertinya
> masih jadi
> pemikiran pada volcanologist saat ini. Dalam pandangan saya
> bahwa
> kalsifikasi VEI tidak semata hanya didasarkan berapa
> banyaknya volume yang
> dikeluarkan (dalam hal ini ejecta bukan lava) tetapi juga
> dipertimbangkan
> seperti tipe letusan, tinggi kolom erupsi, ukuran ejecta
> dsb.
> 
> Tentang kejadian atau triggers supervolcano ? atau eruption
> mungkin bisa
> juga dipertimbangkan faktor sebagai berikut:
> 
> 1. Proses yang terjadi di bawah magma chamber
> Proses ini berkaitan dengan injeksi mafic magma ke magma
> felsic yang ada
> di atasnya. Kasus yang pernah direkam dengan baik adalah
> injeksi lelehan
> basaltic andesit ke dasar dapur magma dasitik di Gn
> Santorini volcano dan
> intrusi basaltik magma dibawah Mt. Pinatubo, Filipina
> 1991.
> 
> 2. Magma chamber overpressurization (proses yang terjadi
> dalam magma
> chamber sendiri)
> Proses diferensiasi mungkin salah satu contoh yang paling
> simple, dimana
> proses pendinginan menyebabkan mineral berat terbentuk dan
> tenggelam ke
> dasar dapur magma. Sementara pada bagian atas dapur magma
> terbentuk
> larutan yang lebih kaya silika, berdensitas rendah yang
> menyebabkan
> terjadinya over pressure. Proses lain yang mungkin juga
> terjadi adalah
> fragmentasi dinding dapur magma dan kemudian tenggelam
> (stoping).
> 
> 3. Proses yang terjadi di atas magma chamber.
> Proses ini berhubungan dengan proses pelemahan bagian atas
> gunungapi
> dimana aktivitasnya sudah mendekati tahap kritis (siap
> meletus), seperti
> proses: hidrotermal, aktivitas fumarol tetapi bisa juga
> oleh faktor lain.
> Misalkan:
> a. earth tides seperti yang terjadi Augustine, Feugo,
> Kilauea dan
> stromboli volcanoes.
> b. ocean tides, ini berhubungan dengan aktivitas submarine
> volcanic
> activities.
> c. semidurial
> Proses ini terjadi pada Gn Gamalama selama letusan periode
> 7-11 september
> 1980.
> 
> How small a pressure change can provide the critical
> trigger to initiate
> decompression of magma chamber-how small a straw can "break
> the camel's
> back?" Lockwood and Hazlett (2010).
> 
> Tyhpoon Yunya yang jaraknya 75 km dari Mt. Pinatubo pada
> jam 10 pagi, 15
> Juli 1991 disinyalir sebagai penyebab meletusnya Mt.
> Pinatubo dengan VEI
> 5. Letusan panjang yang terjadi secara tiba-tiba dan
> berdurasi 9 jam
> terjadi kurang dari tiga jam setelah Typhoon berhembus,
> 13:42. Tentu bukan
> typhoon tersebut yang menyebabkan Mt Pinatubo meletus
> tetapi kondisi ini
> memicu critical triggers.
> 
> Sependapat sekali dengan Pak Awang, akan pentingnya studi
> yang
> komprehensif tentang gunungapi bagi geologist indonesia.
> 
> Salam,
> Mirzam A
> 
> > Pak Awang,
> >
> > Kalau lihat product2-nya supereruption itu seperti
> Toba Tuff (ada yang
> > membentuk ignimbrite) kecenderungannya memperlihatkan
> produk magma yang
> > mengarah ke asam (rhyolithic?). Seingat saya kalau
> magmanya basaltic
> > cenderung cair dan meleleh, magma yang andesitic lebih
> kental seperti
> > umumnya strato volcanic di Indonesia (Merapi). Nah
> yang explosive itu
> > umumnya cenderung ke magma asam.  Sehubungan
> dengan Toba, seingat saya
> > juga dikenal sebagai Tectono Volcanic Depression yang
> magmanya keluar
> > melalui fissure (mungkin melalui 2 faults yang
> relatively parallel?) dan
> > karena hebatnya letusan sehingga terjadi kekosongan
> dapur magma dan
> > mengalami subsident membentuk danau Toba. Munculnya P.
> Samosir karena
> > terjadi aktifitas magma lagi sehingga mengangkat dasar
> Caldera itu dan
> > disebut sebagai resurgent caldera. Dan bukankah
> pembentukan caldera itu
> > tidak harus terjadi karena satu kali letusan besar,
> tetapi bisa saja
> > karena beberapa kali letusan seperti Danau Maninjau,
> Kaldera Tengger,
> > dimana kalau kita lihat dari morphologic expression
> dari Caldera Rim-nya
> > yang memperlihatkan beberapa crater besar yang saling
> overlap membentuk
> > Caldera yang besar.
> > Apakah supereruption itu juga ada kaitannya dengan
> Paroxysmal Phase dari
> > gunung api itu?
> >
> > Thanks dan maaf kalau saya kurang membaca buku seperti
> Pak Awang!
> >
> > Salam,
> > Habash
> > Sent via BlackBerry from Maxis
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Awang Satyana <[email protected]>
> > Date: Thu, 8 Sep 2011 13:01:15
> > To: <[email protected]>
> > Reply-To: <[email protected]>
> > Cc: Forum HAGI<[email protected]>;
> Geo Unpad<[email protected]>;
> > Eksplorasi BPMIGAS<[email protected]>
> > Subject: [iagi-net-l] Supervolcano & Strike-Slip
> Faulting?(was: Sesar
> > Lembang)
> > Ferdi & rekan2 diskusi milis,
> > ?
> > Saya tak yakin bahwa "supervolcano" berhubungan dengan
> strike-slip
> > faulting. Toba, "supervolcano" terbesar di dunia
> adalah satu-satunya
> > gunungapi di Sumatra yang justru tidak duduk persis di
> atas Sesar Sumatra,
> > dibandingkan dengan gunung2 api lainnya di Sumatra.
> Yellowstone
> > di?Wyoming, AS?pun memang di tengah kaldera
> Yellowstone ada strike-slip
> > fault; tetapi melihat dimensinya yang lebih kecil dari
> luas kaldera
> > menunjukkan bahwa strike-slip fault ini mungkin
> terjadi setelah
> > pembentukan kaldera Yellowstone, artinya strike-slip
> fault bukan penyebab
> > Yellowstone supereruption, tetapi akibatnya.
> > ?
> > Hal lain adalah, bisa dibilang bahwa 90 % gunungapi di
> Sumatra duduk di
> > atas Sesar Sumatra, apakah semua gunung itu lantas
> jadi supervolcano,
> > tidak toh. Juga Gunung Muria yang juga duduk di sesar
> mendatar besar
> > Muria-Kebumen, apakah ia jadi supervolcano. Tidak.
> Juga Semeru-Bromo atau
> > Merapi yang duduk di tranversal faults Jawa, apakah
> mereka jadi
> > supervolcanoes, tidak, tetapi menambah aktivitasnya
> karena duduk di atas
> > sesar mungkin ada hubungannya.
> > ?
> > Supervolcano (ini istilah media, yang pertama kali
> dipopulerkan oleh BBC
> > tahun 2000, kalangan ahli gunungapi lebih suka
> menyebutnya sebagai
> > supereruption) didefinisikan bila letusannya dapat
> melemparkan rempah
> > volkaniknya (ejecta menta) lebih dari 1000 km3
> (definisi USGS).
> > Bandingkan: Tambora 1815 melemparkan 160 km3 rempah
> volkanik).
> > ?
> > Kebanyakan supervolcano terjadi atau diisi dapur
> magmanya oleh mantle
> > hotspot yang naik ke permukaan tetapi tak dapat
> memecah kerak Bumi. Karena
> > aliran mantle hotspot atau upwelling mantle plume
> terjadi terus, sementara
> > kerak Bumi menahannya terus, maka tekanan makin
> membesar, magma pool makin
> > melebar. Akhirnya kerak Bumi tak mampu lagi
> menahannya, lalu pecah dan
> > terlemparlah semua materi magmatik yang tertahan
> sekian lama itu dalam
> > sebuah supererupsi. Nah, kalau ada sesar
> mendatar/strike-slip bukankah ia
> > akan menjadi konduit pelan-pelan yang akan membocorkan
> magma menjadi
> > erupsi2 kecil atau leleran lava, sehingga akhirnya tak
> akan menjadi sebuah
> > supervolcano/super eruption?
> > ?
> > Ada dua jenis erupsi supervolcano, yaitu LIPs (large
> igneous provinces)
> > dan massive erutions. LIPs adalah yang menghasilkan
> flood basalt dalam
> > skala luas (yang terkenal: Deccan Trap atau Siberia
> Trap). Massive
> > eruptions yang terkenal adalah supervolcano Toba dan
> Yellowstone. Toba
> > supereruption terkenal karena diduga menyebabkan
> bottlenecking migrasi
> > manusia modern pada 75.000 tahun yang lalu, memotong
> sekitar 60 % populasi
> > manusia saat itu. Yellowstone supervolcano terkenal
> belakangan ini karena
> > film 2012 sebab skenario kiamat 2012 adalah
> supererupsi Yellowstone. Baik
> > LIPs, Toba supervolcano, maupun skenario kiamat 2012
> pernah saya ulas
> > dalam diskusi milis ---lihat a.l. yang saya lampirkan
> di bawah.
> > ?
> > Semua supervolcano yang telah diidentifikasi terjadi
> pada?saat jauh masa
> > lalu, yang tertua adalah 27,8 juta tahun yl (La
> Garita, Colorado, AS) dan
> > termuda 26.500 tahun yang lalu (Lake Taupo, New
> Zealand). Semakin tua
> > umurnya, tentu semakin susah mengidentifikasinya,
> artinya nilai
> > interpretasinya semakin besar).
> > ?
> > Letusan paling besar di dunia yang disaksikan manusia
> modern dan terjadi
> > hampir 200 tahun yang lalu adalah letusan Gunung
> Tambora di Pulau Sumbawa,
> > Indonesia pada tahun 1815, yang membunuh sekitar
> 91.000 orang karena
> > letusan dan bencana kelaparan sesudahnya, yang membuat
> hilangnya
> > peradaban2 di Sumbawa, yang membuat tahun 1816 di
> Eropa dan belahan dunia
> > utara tanpa musim panas karena terjadi volcanic winter
> (membuat penyakit
> > pes merajalela di Eropa membunuh sekian banyak orang,
> membuat pasukan
> > Prancis Napoleon kalah oleh Jerman di Waterloo, dan
> akibat2 lainnya).
> > Erupsi Tambora menempati skala 7 pada VEI (volcanic
> explosivity index),
> > bandingkan Krakatau 1883 VEI 6.
> > ?
> > Letusan supervolcano terbesar (berdasarkan luas
> kalderanya, 2800 km2)
> > terjadi di Toba, Sumatra, Indonesia, terjadi antara
> 77.000-69.000
> > (74.000/75.000 tyl yang sering muncul di
> literatur,?VEI 8 /tertinggi),
> > menyebabkan 6-10 tahun dunia tanpa musim panas dan
> 1000 tahun cooling
> > episode, diperkirakan membunuh 60 % penduduk Bumi saat
> itu, sehingga hanya
> > menyisakan antara 1000-10.000 manusia. Dari merekalah
> kita berasal,
> > demikian kata sebuah teori.
> > ?
> > Letusan Krakatau 1883, sudah banyak kita tahu dan
> bahas kedahsyatannya.
> > ?
> > Toba 74.000 tyl (VEI 8), Tambora 1815 (VEI 7),
> Krakatau 1883 (VEI 6)
> > adalah tiga gunungapi dengan letusan terdahsyat di
> dunia, dan semuanya ada
> > di Indonesia, di Jalur Gunungapi Sunda yang melintang
> dari Sumatra, Jawa
> > sampai Nusa Tenggara. Betapa pentingnya Indonesia
> dalam dunia gunungapi.
> > Mari kita sadari dan kenalilah gunungapi-gunungapi
> Indonesia?lebih dekat,
> > mereka tak jauh dari kita. Kitalah, para geologist
> Indonesia, yang
> > sewajarnya harus tahu?lebih banyak tentang mereka.
> > ?
> > salam,
> > Awang
> >
> > LAMPIRAN 1
> >
> > [iagi-net-l] LIPs (Large Igneous Provinces) : Asal
> Delaminasi Kerak-Mantel
> > ?
> > Awang Harun Satyana
> > Wed, 13 Sep 2006 22:16:46 -0700
> >
> > LIP (Large Igneous Province) adalah wilayah-wilayah di
> kerak Bumi yang
> > memiliki sebaran batuan beku di luar kewajaran, begitu
> luasnya. LIPs
> > yang terkenal adalah Siberian Traps di wilayah
> Siberia, Ontong Java
> > Plateau di Samudra Pasifik utara Papua New Guinea, dan
> Deccan Trap di
> > India. Di Indonesia pun, kita punya LIPs dalam skala
> lebih kecil :
> > Radjabasa Basalt Plateau di Lampung dan Toba Ignimbrit
> (welded tuff) di
> > sekitar Danau Toba.
> >
> > Para ahli batuan beku dan tektonik mempermasalahkan
> asal kejadian LIPs
> > ini, termasuk membahasnya sebagai antipode (titik
> seberang) dari suatu
> > titik benturan meteorit/komet besar di kerak Bumi dari
> seberang yang
> > lain. Saat meteorit/komet besar menghantam di satu
> titik di permukaan
> > Bumi, goncangannya akan menggetarkan seluruh mantel
> dan inti Bumi,
> > gelombang kejutnya diteruskan ke seberang bola Bumi
> yang lain, termasuk
> > membawa material mantel melalui mekanisme plume
> tectonics sehingga
> > terekstrusi ke permukaan di titik seberangnya.
> Mekanisme antipodal
> > igneous province ini pernah saya tulis di milis ini
> ketika membahas asal
> > Deccan Traps dan Siberian Traps. Siberian Traps adalah
> pada antipodal
> > position benturan meteorit Permian di Antarktika yang
> beberapa bulan
> > lalu ditemukan impact craternya oleh para ahli geologi
> dan geofisika
> > melalui survey gayaberat. Diyakini, bahwa benturan
> meteorit Permian ini
> > berhubungan dengan kepunahan massal flora dan fauna di
> ujung Paleozoic -
> > sebuah kepunahan massal yang lebih besar daripada di
> ujung Kapur.
> >
> > Sekarang, jurnal-jurnal keahlian geologi ini sedang
> membahas suatu
> > mekanisme baru sebagai asal LIPs, yaitu delaminasi di
> batas kerak dan
> > mantel. Delaminasi adalah proses de-laminasi :
> tersobeknya urutan
> > lapisan (laminasi) oleh proses geologi. Dalam hal
> delaminasi
> > kerak-mantel, maka yang dimaksud adalah
> sobeknya/lepasnya lithospheric
> > mantle (batas litosfer-mantel) dari kerak benua di
> atasnya karena batas
> > litosfer-mantel ini lebih dingin dan lebih padat
> dibandingkan dengan
> > astenosfer di bawahnya. Kecepatan delaminasi akan
> ditentukan oleh
> > viskositas astenosfer, dan sobekan akan mengarah ke
> penjalaran retakan.
> > Begitu, konsep delaminasi menurut pencetusnya (Bird,
> 1979 : Continental
> > delaminantion and the Colorado Plateau - Journal of
> Geophysical
> > Research, v. 84, p. 7561-7571).
> >
> > Apa hubungan delaminasi dengan LIPs ? Bird (1979) pun
> menyebutkan bahwa
> > kehilangan massa karena delaminasi ini akan segera
> diikuti oleh
> > kompensasi isostatik berupa pengangkatan, sehingga
> terbentuklah Colorado
> > Plateau dan semua gejala magmatik ikutannya. Colorado
> Plateau ini adalah
> > salah satu LIPs juga. Don Anderson, seorang
> experimental petrologist
> > dari Seismological Laboratory Caltech, yang banyak
> publikasinya soal
> > mantel Bumi, dalam jurnal "Elements" vol. 1 p. 271-275
> (Desember 2005)
> > menulis bahwa ketika kerak benua terlalu tebal, bagian
> bawah kerak ini
> > yang disusun oleh eklogit akan terlepas (delaminasi),
> menyebabkan
> > uplift, asthenospheric upwelling, dan pressure-release
> melting. Proses
> > delaminasi ini akan menyebabkan segmen kerak bagian
> bawah yang punya
> > titik lebur rendah terintroduksi ke mantel; kemudian
> segmen ini
> > terpanaskan, naik, dekompres, dan lebur. Eklogit hasil
> delaminasi akan
> > lebih panas dan kurang padat dibandingkan dengan kerak
> samudra yang
> > tertunjam di zone subduksi.
> >
> > Beberapa wilayah LIPs mungkin diakibatkan passive
> upwelling astenosfer
> > yang tidak homogen ketika fragmen-fragmen benua saling
> memisah (McHone,
> > 2000 : Non-plumemagmatism and rifting during the
> opening of the central
> > atlantic Ocean - Tectonophysics, 316, p. 287-296).
> Beberapa LIPs yang
> > lain mungkin akibat suture zone yang tereaktivasi atau
> zone2 lemah kerak
> > Bumi, yang berasosiasi dengan peleburan mantel di
> bawahnya (Foulger et
> > al., 2005 : A source for Icelandic magmas in remelted
> Iapetus crust -
> > Journal of Volcanological and Geothermal research, v.
> 141, p. 23-44).
> >
> > Back-arc magmatism/volcanism seperti di Sumatra dan
> Jawa yang berpotensi
> > membentuk LIPs mungkin perlu dikaji lagi
> asal-muasalnya, apalagi kalau
> > sekarang kita punya teknologi mantle seimic tomography
> yang bisa melihat
> > sampai ke mantel. LIPs akan punya ciri low-velocity
> zones (LVZ) di
> > kedalaman sekitar 200-350 km, jarang terdapat lebih
> dalam, daripada
> > mantel di bawahnya. Atau, LIPs seperti di Radjabasa
> Flood Basalt juga
> > perlu dicari asal kejadiannya dengan penipisan kerak
> benua di wilayah
> > ini melalui poros Sumatra-Jawa via rifting dan
> pemisahan Jawa-Sumatra di
> > Selat Sunda.
> >
> > Crustal delamination, variable mantle fertility model,
> dikombinasikan
> > dengan passive asthenospheric upwelling, bisa menjadi
> mekanisme2 untuk
> > menjelaskan tektonik dan komposisi LIPs, termasuk
> histori uplift dan
> > karakter heatflow-nya.
> >
> > Salam,
> > awang
> >
> > LAMPIRAN 2
> >
> > [iagi-net-l] Population Bottlenecking by Volcanic
> Eruption
> > Awang Satyana
> > Thu, 04 Nov 2010 01:06:04 -0700
> >
> > Tadi pagi ada laporan dari seorang pendengar radio
> bahwa abu Merapi sudah
> > sampai ke Cibitung, Bekasi. Pak Surono, Kepala PVMBG
> (Pusat Vulkanologi
> > dan Mitigasi Bencana Geologi) yang saat itu sedang
> diwawancarai mengatakan
> > bahwa hal itu mungkin saja setelah mengetahui bahwa
> abunya sangat halus
> > (efek transportasi ratusan km dari sumbernya). Di
> Purwokerto, kemarin
> > sore-malam hujan abu, dan baru pagi tadi abu sampai di
> Bekasi. Semua abu
> > volkanik itu sebagai akibat erupsi Merapi kemarin
> siang yang ditaksir
> > punya ketinggian sekitar 5 km. Semakin tinggi kolom
> erupsi semakin luas
> > kemungkinan penyebaran abu volkanik.
> >
> > Saya tiba-tiba jadi ingat salah satu dari dua erupsi
> terbesar di dunia,
> > meskipun terjadi bukan dalam masa sejarah manusia
> modern, yaitu erupsi
> > Toba pada sekitar 74.000 tahun yang lalu (Toba
> supervolcano eruption) -
> > yang satunya lagi Yellowstone supervolcano eruption
> pada 2,1 Ma (juta
> > tahun yang lalu); 1,3 Ma dan 640 Ka (ribu tahun yang
> lalu). Mari kita
> > lihat Toba supervolcano eruption untuk mengetahui
> bagaimana besarnya
> > erupsi saat itu, meskipun disusun atas hasil
> rekonstruksi geologi,
> > paleoantropologi dan genetika.
> >
> > Para ahli merekonstruksi erupsi supervolcano Toba
> berdasarkan penyebaran
> > material letusannya berupa ignimbrit (welded tuff)
> yang saat itu terutama
> > menyebar sampai ke India. Berdasarkan itu, kaldera
> karena letusan 74.000
> > tahun yl (ini didasarkan dating umur endapan ignimbrit
> Toba)luasnya
> > diperhitungkan 3000 km2 - tentu ini sangat luas dan
> tinggi kolom
> > letusannya 50-80 km sampai mempengaruhi penyerapan
> sinar Matahari di
> > stratosfer.
> >
> > Erupsi mega-kolosal Toba tentu telah menyebabkan suatu
> katastrofi yang
> > dahsyat. Erupsi ini telah menurunkan temperatur
> permukaan Bumi 3-3.5
> > derajat Celsius selama beberapa tahun. Tentu
> lingkungan permukaan Bumi
> > berubah secara signifikan akibat erupsi megakolosal
> ini.
> >
> > Kalau sekarang Merapi meletus mengakibatkan radius 15
> km dari puncak
> > Merapi mesti dibebaskan dari penduduk, maka pada
> 74.000 tahun yang lalu
> > diyakini oleh para ahli paleoantropologi, genetika dan
> geologi bahwa
> > supervolcano ini telah memunahkan banyak manusia saat
> itu yang dalam
> > genetika disebut sebagai "population bottlenecking".
> >
> > Dengan menggunakan teknik ”average rates of genetic
> mutation”, beberapa ah
> > li genetika melihat penciutan jumlah populasi manusia
> di dunia yang
> sangat s
> > ignifikan itu terjadi pada sekitar 74.000 tahun yang
> lalu dan hanya
> menyisak
> > an sekitar 10.000 individu yang yang hidup terisolasi.
> Manusia sekarang
> dipe
> > rkirakan berkembang dari 10.000 individu ini melalui
> beberapa adaptasi
> dan d
> > iferensiasi spesies.
> >
> > Kesamaan temporal antara population bottlenecking dan
> umur erupsi Toba
> > supervolcano berdasarkan umur ignimbrit membangun
> jembatan geologi dan
> > genetika bahwa penurunan jumlah spesies manusia
> terjadi karena
> > supervolcano eruption. Secara spatial jalur erupsi
> super Toba itu
> > merupakan jalur utama migrasi manusia modern dari
> Afrika (out of Africa)
> > ke banyak tempat di dunia. Karena secara temporal and
> spatial match, maka
> > supervolcano Toba eruption 74 Ka dianggap sebagai
> penyebab population
> > bottlenecking.
> >
> > Erupsi supervolcano Toba 74.000 tahun yl itu juga ada
> yang
> > menghubungkannya dengan dengan mulainya zaman glasiasi
> di belahan utara
> > Bumi, tentu ini karena terhalangnya sinar Matahari
> oleh piroklastika Toba.
> > Glasiasi yang mungkin di luar siklus ini dapat saja
> berhubungan dengan
> > population bottlenecking. Hanya, angka ini kebetulan
> cocok juga dengan
> > siklus Milankovitch untuk decline summer solar
> radiation yang jatuh pada
> > 75.000 tahun yl. Seperti biasanya, siklus
> uniformitarianisme karena
> > planetary movement bisa saja kebetulan bersamaan
> dengan terjadinya
> > katastrofi karena eruption supervolcano. Kedua efek
> ini tentu
> > sangat signifikan bila harus menyebabkan population
> bottlenecking.
> >
> > salam,
> > Awang
> >
> > ?
> >
> > --- Pada Rab, 7/9/11, kartiko samodro <[email protected]>
> > menulis:
> >
> >
> > Dari: kartiko samodro <[email protected]>
> > Judul: Re: [iagi-net-l] Sesar Lembang Bergerak:
> IAGI/HAGI Jangan Diam
> > Saja!
> > Kepada: [email protected]
> > Tanggal: Rabu, 7 September, 2011, 8:44 AM
> >
> >
> >
> > Mungkin untuk studi bisa dilihat juga
> apakah?pergerakan sesar lembang ini
> > ada hubungannya dengan pergerakan?zona patahan strike
> slip sukabumi -
> > padalarang di sebelah baratnya??atau patahan strike
> slip cilacap -
> > kuningan di timurnya.
> > ?
> > mungkin juga perlu diamati aktivitas gunung
> burangrang, tangkuban perahu ,
> > bukit nunggal yang tepat berada di jalur patahan
> lembang dan di
> > antara?zona patahan strike slip sukabumi padalarang
> dan patahan cilacap
> > kuningan ...apakah ada peningkatan aktivitas ?
> > ?
> > kalau melihat supervolcano toba /
> yellowstone...sepertinya gunung api
> > besar banyak berhubungan dengan strike slip
> > ?
> > 2011/9/7 <[email protected]>
> >
> > Gempa Bandung Barat alias Gempa cisarua 28 Agustus
> 2011 yg lalu (3hari
> > sebelum hari raya) telah mengakibatkan 103 rumah rusak
> (retak2, genteng
> > somplak dsb) khususnya di sekitar daerah Jambudwipa,
> dan bahkan sampai
> > akhir minggu lalu beberapa keluarga masih tidak berani
> kembali tidur di
> > rumah malam hari karena takut masih akan terjadi gempa
> susulan (dan karena
> > rumahnya masih belum diperbaiki: takut keambrukan
> atap/genteng dsb).
> >
> > Sbg orang Bekasi (Arema yg tinggal di Bekasi,
> tepatnya) saya ingatkan
> > kawan2 Bandung: inilah saatnya mitigasi sesar lembang
> untuk diangkat dan
> > terus dikobarkan dg melibatkan multi-kelompok: ada
> KRCB, MBI, MPPBI,
> > IAGI/HAGI dsb. Mari kita seriusi sesar lembang spt
> kita serius dg Padang.
> > Pakar2 gempa &atektoniknya khan tinggalnya juga
> disekitar garis sesar
> > Lembang, ..dan aba2 sdh diberikan lwt gempa
> >  Bandung Barat akhir Agustus lalu. Jadi sgt wajar
> mitigasi& sosialisasi
> > diprioritaskan u/Lembang!!
> >
> > Informasi dr kawan2 ITB menyebutkan bahwa a??da 2
> riset yg sdg jalan di S2
> > GREAT (Graduate Research for Earthquake and Tectonics)
> u/sesar Lembang:
> > Didik dg peta hazard-risk & Pretty dg riset
> patahannya. ??Plus
> > GPS-surveynya Dr Irwan Meilano, ??plus paleoseismologi
> trenchingnya Dr Eko
> > & juga geolistrik-georadar Dr Dany Hilman &
> puluhan studi S1-S2 kawan2
> > kebumian ITB sblmnya. (Rencana) mikroiseismik dr
> grupnya Dr. Surono (mbah
> > Rono) juga sdh in-place. Basic ingridient mitigasi
> u/sesar Lembang sdh
> > ideal. Tinggal konduktor yg meramunya dg aspek
> infrastruktur -
> > sosial-ekonomi - kebijakan di lapangan. Ayo sama2
> hadapi sesar Lembang,
> > jgn sampai kecolongan spt sesar Opak di gempa Yogja
> 2006!!!
> >
> > Dalam rangka mewaspadai terus sesar Lembang, ada 2
> kemungkinan implikasi
> > dr kejadian gempa Cikalong Wetan Juni & gempa
> Bandung
> >  Barat akhir Agustus lalu: 1) pelepasan energi
> bertahap sampai akhirnya
> > hilang potensi kuncian geraknya, tapi bsa jg 2) itu
> smua merupakan
> > precursor/pendahulu dr gempa yg lebih besar. Kalau
> kwn2 ahli bisa bikin
> > analisis time-series dr sifat dan besaran gempa2 di
> daerah tsb 5 tahun
> > terakhir, mungkin bisa keliatan polanya! Apapun yg
> terjadi, sbnarnya kita
> > bisa menghindari dr nasib kecolongan spt di kasus
> Gempa yogja 2006 dg:
> > 1)memobilisasi tenaga2 penyuluh pelatih u/earthquake
> drill berkala di
> > daerah tsb, 2)membantu masy memeriksa kesiapan
> bangunan2 mrk thdp
> > kmungkinan goyangan gempa dan memberi bantuan
> konsultasi bgmn menguatkan
> > strukturnya atau ke arah / zona mana mrk hrs
> berlindung apabila terjadi
> > gempa (kalau blm sempat selesai penguatan struktur
> rumahnya, dsb,...).
> > Silakan, IAGI/HAGI!
> >
> > ADB
> > Arema di Bekasi
> > IAGI-0800
> > Powered by Telkomsel BlackBerry潤・>
> >
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > PP-IAGI 2008-2011:
> > ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> > sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> > * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak
> biro...
> >
> --------------------------------------------------------------------------------
> > Ayo siapkan diri....!!!!!
> > Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI,
> Sulawesi, 26-29
> > September 2011
> >
> -----------------------------------------------------------------------------
> > To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> > To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> >
> > For topics not directly related to Geology, users are
> advised to post the
> > email to: [email protected]
> >
> > Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

> > Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> > Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> > No. Rek: 123 0085005314
> > Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> > Bank BCA KCP. Manara Mulia
> > No. Rekening: 255-1088580
> > A/n: Shinta Damayanti
> > IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

> > IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

> >
> ---------------------------------------------------------------------
> > DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard
> to information
> > posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or
> others. In no event
> > shall IAGI or its members be liable for any, including
> but not limited to
> > direct or indirect damages, or damages of any kind
> whatsoever, resulting
> > from loss of use, data or profits, arising out of or
> in connection with
> > the use of any information posted on IAGI mailing
> list.
> >
> ---------------------------------------------------------------------
> >
> >
> 
> 
> 
> --------------------------------------------------------------------------------
> PP-IAGI 2008-2011:
> ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
> sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
> * 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak
> biro...
> --------------------------------------------------------------------------------
> Ayo siapkan diri....!!!!!
> Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI,
> Sulawesi, 26-29
> September 2011
> -----------------------------------------------------------------------------
> To unsubscribe, send email to:
> iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
> To subscribe, send email to:
> iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
> 
> For topics not directly related to Geology, users are
> advised to post the email to: [email protected]
> 
> Visit IAGI Website: http://iagi.or.id

> Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
> Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
> No. Rek: 123 0085005314
> Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
> Bank BCA KCP. Manara Mulia
> No. Rekening: 255-1088580
> A/n: Shinta Damayanti
> IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/

> IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi

> ---------------------------------------------------------------------
> DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to
> information posted on its mailing lists, whether posted by
> IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be
> liable for any, including but not limited to direct or
> indirect damages, or damages of any kind whatsoever,
> resulting from loss of use, data or profits, arising out of
> or in connection with the use of any information posted on
> IAGI mailing list.
> ---------------------------------------------------------------------
> 
>

--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2008-2011:
ketua umum: LAMBOK HUTASOIT, [email protected]
sekjen: MOHAMMAD SYAIFUL, [email protected]
* 2 sekretariat (Jkt & Bdg), 5 departemen, banyak biro...
--------------------------------------------------------------------------------
Ayo siapkan diri....!!!!!
Hadirilah Joint Convention Makassar (JCM), HAGI-IAGI, Sulawesi, 26-29
September 2011
-----------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id

For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]

Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke