Tambora memang meletus pada tahun 1815, itu bukan diperkirakan tetapi memang disaksikan sebaga letusan yang lebih dasyat daripada Krakatau 1883, dengan jumlah korban yang lebih banyak lagi.
----- Original Message ----- From: Biro Kursus IAGI To: [email protected] Sent: Tuesday, September 20, 2011 10:57 AM Subject: Re: [iagi-net-l] Ekspedisi Cincin Api - Kompas Terbayang kalau IAGI mampu melakukan kegiatan itu sambil bekerjasama dengan lembaga lain atau Media TV tentu sangat menarik sekali... Pada 19 September 2011 07:28, Shofiyuddin <[email protected]> menulis: Sabtu kemarin iseng iseng beli koran Kompas ... dan waw ... saya dibuatnya surprise sekali dimana harian ini mengulas perjalanan Ekspedisi Cincin Api yang dimulai dari Gunung Tambora di Nusa Tenggara Sana. Ekspedisi akan dilanjutkan ke banyak gunung api lainnya seperti Toba di Sumatra dsb. Ini adalah ekspedisi gabungan yang melibatkan ilmu volkanologi, geologi dan arkeologi. Gunung Tambora dijadikan sebagai titik awal ekspedisi. Cukup mencengangkan ternyata gunung yang satu ini diperkirakan meletus pada April 1815. Kedahsyatan letusannya sanggup mengubah iklim di sebagai belahan dunia dan diperkirakan berada 1 tingkat di bawah letusan super Toba di Sumatra. Saya belum pernah mendengar ini sebelumnya. Diameter kaldera sepanjang 7 km barangkali bisa bercerita kehebatan letusannya dan penemuan sisa sisa gelontoran awan panas membumi hanguskan desa desa di sekitarnya. Diperkirakan dua kerajaan terkubur hidup hidup karena letusan ini dibuktikan dengan penemuan mayat mayat yang terbakar hangus. Tulisan lengkap bisa liat langsung di Kompas edisi sabtu kemarin. Saya tidak tahu apakah ada rekan rekan IAGI yang terlibat ekspedisi ini. Maaf tidak bermaksud promosi, tapi tulisan itu bagus sekali. Dulu harian ini juga melakukan ekspedisi menelusuri sisa sisa kerajaan Majapahit, yang menurut saya luar biasa. Jadi inget novelnya nya Majapahit karangan LKH terbitan Gramedia. Shofi

