Dari diskusi di sebuah perguruan tinggi yang dihadiri pejabat ternyata cadangan
minyak kita hanya 4 milyar bbls, sementara negara Arab: 265 milyar bbls, Libya:
46 milyar bbls.
Sementara itu produksi harian kita sudah turun, dan kemampuan kilang domestik
hanya 700.000 bopd sedangkan konsumsi bahan bakar minyak (bbm) nasional 1,2
juta bbl/hari sehingga sisa kebutuhan bbm masih harus diimpor.
Apakah kondisi ini sudah gawat? Saya rasa ya. Apakah kita bisa melakukan
penghematan, mulai dari biaya eksplorasi, produksi, pengolahan, pengangkutan
dll? Tentunya bisa, dan saya yakin para pejabat kita sebenarnya juga sudah tahu
mana-2 yang bisa dihemat.
Kalau saya boleh usul, mungkin dari yang kecil-2 saja, misalnya biaya kursus
bahasa Indonesia untuk para expat (kalu masih ada) tidak boleh di-cost
recovery, pegawai yang bertugas ke luar negeri harus naik Garuda (bukan naik
airline asing yang sangat mahal), rapat-2, seminar-2 dll di hotel-2 berbintang
(tentu mahal) di luar kota atau luar Jawa juga perlu dikurangi. Tentu masih
banyak hal-2 lain yang bisa dihemat.
Dan, tentu saja seperti saya dan teman-2 wsg yang selesai bertugas di wellsite
tidak perlu menginap di hotel berbintang di Jambi, misalnya, dengan alasan
tidak dapat mengejar pesawat (mengada-ada), dan kalau ingin menginap harus
bayar sendiri.
Salam,
sugeng
“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this email.
====================================================================================================================================================================================
DISCLAIMER : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is
intended only for the use of the recipient(s) named above and may contain
confidential information. You are hereby notified that the taking of any action
in reliance upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution,
printing or copying of this Message or any part thereof by anyone other than
the intended recipient(s) is strictly prohibited.
If you have received this Message in error, you should delete this Message
immediately and advise the sender by return e-mail. Opinions, conclusions and
other information in this Message that do not relate to the official business
of PetroChina International Companies In Indonesia or its Group of Companies
shall be understood as neither given nor endorsed by
PetroChina International Companies In Indonesia or any of the companies within
the Group.
==============================================================================================================================================================