Pak Hardjono,
Nah ini ....baru piiiis ... Setuju pisan maksudnya ...pak. Salam kenal. Agung
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Surarso Hardjono <[email protected]>
Date: Fri, 16 Mar 2012 21:11:44 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Bls: [iagi-net-l]  Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl
Saya setuju dengan pak Ruskamto. Produksi minyak jangan dipaksakan supaya 
recoverynya lebih besar dan jangan sampai Anak Cucu cuma dikasih ampasnya saja 
. Yang perlu dipikir secara serius adalah pengganti minyak.  Secara 
alami cadangan pasti berkurang. Prospect yang ada disini sekarang sebagian 
besar high risk dan high cost.
Namun kita tetap harus optimis, kita beri semangat kepada generasi Penerus 
untuk menemukan cadangan baru. 
 
Srs 710.

Dari: Ismail <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Jumat, 16 Maret 2012 16:42
Judul: Re: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl

Kalau mau ambil hikmahnya tidak gawat juga , pengurasan migas bisa dirit irit 
untuk anak cucu kita nanti ,hitung hitung masih punya cadangan yg tersimpan dan 
bahkan mungkin harganya akan lbh tinggi lagi serta akan mendorong alternatif 
pemanfataan energi lain sbg pengganti migas .Ism 
Sent by Liamsi's Mobile Phone
From: noor syarifuddin <[email protected]> 
Date: Fri, 16 Mar 2012 01:27:02 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: <[email protected]> 
Subject: Re: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl

Pak Sugeng.....

gawat, mungkin ya mungkin tidak....tapi dari dua kemungkinan itu kok gak 
nyambung kalau tiba-tiba dihubungkan dengan proses penghematan yah...:-)

yang mungkin lebih gawat adalah kalau Indonesia "menghilang" dari radar para 
pemain migas dunia.....karena dengan demikian maka aktifitas eksplorasi akan 
semakin terbatas di daerah yang berisiko rendah. Sampai saat ini yang mau main 
di high risk-high reward masih sangat terbatas dan didominasi pemain kakap 
dunia. Beberapa diantara mereka sekarang saya dengar sedang siap-siap ke luar 
dari Indonesia karena portfolio eksplorasinya lebih mengarah di belahan dunia 
lain.. ....eksplorasi di daerah frontier mungkin akan menurun...ini mungkin 
baru gawat karena ini harapan kita untuk masa depan..:-)

salam,

salam,



--- On Thu, 3/15/12, Sugeng Hartono <[email protected]> wrote:

>From: Sugeng Hartono <[email protected]>
>Subject: [iagi-net-l] Apakah ini gawat?: Cadangan minyak kita 4 milyar bbl
>To: [email protected]
>Date: Thursday, March 15, 2012, 11:05 PM
>
>
> 
>Dari diskusi di sebuah perguruan tinggi yang dihadiri pejabat ternyata 
>cadangan minyak kita hanya 4 milyar bbls, sementara negara Arab: 265 milyar 
>bbls, Libya: 46 milyar bbls.
>Sementara itu produksi harian kita sudah turun, dan kemampuan kilang domestik 
>hanya 700.000 bopd sedangkan konsumsi bahan bakar minyak (bbm) nasional 1,2 
>juta bbl/hari sehingga sisa kebutuhan bbm masih harus diimpor.
> 
>Apakah kondisi ini sudah gawat? Saya rasa ya. Apakah kita bisa melakukan 
>penghematan, mulai dari biaya eksplorasi, produksi, pengolahan, pengangkutan 
>dll? Tentunya bisa, dan saya yakin para pejabat kita sebenarnya juga sudah 
>tahu mana-2 yang bisa dihemat.
>Kalau saya boleh usul, mungkin dari yang kecil-2 saja, misalnya biaya kursus 
>bahasa Indonesia untuk para expat (kalu masih ada) tidak boleh di-cost 
>recovery, pegawai yang bertugas ke luar negeri harus naik Garuda (bukan naik 
>airline asing yang sangat mahal), rapat-2, seminar-2 dll di hotel-2 berbintang 
>(tentu mahal) di luar kota atau luar Jawa juga perlu dikurangi. Tentu masih 
>banyak hal-2 lain yang bisa dihemat.
>Dan, tentu saja seperti saya dan teman-2 wsg yang selesai bertugas di wellsite 
>tidak perlu menginap di hotel berbintang di Jambi, misalnya, dengan alasan 
>tidak dapat mengejar pesawat (mengada-ada), dan kalau ingin menginap harus 
>bayar sendiri.
> 
>Salam,
>sugeng
> 
> 
>“Save a Tree” – Please consider the environment before printing this 
>email.====================================================================================================================================================================================DISCLAIMER
> : This e-mail and any files transmitted with it ("Message") is intended only 
>for the use of the recipient(s) named above and may contain confidential 
>information. You are hereby notified that the taking of any action in reliance 
>upon, or any review, retransmission, dissemination, distribution, printing or 
>copying of this Message or any part thereof by anyone other than the intended 
>recipient(s) is strictly prohibited. If you have received this Message in 
>error, you should delete this Message immediately and advise the sender by 
>return e-mail. Opinions, conclusions and other information in this Message 
>that do not relate to the official business of PetroChina International 
>Companies In
 Indonesia or its Group of Companies shall be understood as neither given nor 
endorsed by PetroChina International Companies In Indonesia or any of the 
companies within the 
Group.==============================================================================================================================================================

Kirim email ke