Rekan rekan Pak Ong , terima kasih atas pencerahannya.
Yang saya khawatirkan ternyata telah menjadi kenyataan didepan mata. 1.Kita menjual gas dengan harga murah , karena saat itu memang dunia sedang kebanjiran LNG. 2.Kita berfikir bahwa beralih ke - gas merupakan satu alternatif agar subsidi BBM dapat turun sehingga Pemerintah tidak kebobolan. 3.Mungkin devirsifikasi gas dapat dilanjutkan , akan tetapi dengan menyandarkan sebagian (besar ??) suplai dari luar. Apa mungkin ?? Bisa , akan tetapi kita harus bergerak cepat , ada momentum yang sedkitpun tidak dapat diabaikn !!! Kuncinya adalah G to G apa Pemerintah dapat bergerak dengan cepat ?? Sebagai seorang geologist , saya merasa bahwa kita "kecurian" ,dalam arti tidak tahu bahwa USA telah mencapai kemajuan yang begit pesat dalam teknologi pemanfaatan shale gas. Saya jadi teringat , pada tahun 1990 awl, saya mengusulkan untuk melakukan "study" mengenai CBM , yang dijawab oleh manajemen saat itu "belum waktunya" . Hehem sedih juga kita selalu ketinggalan kereta api. si Abah ________________________________ From: Ong Han Ling <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, May 17, 2012 1:26 AM Subject: RE: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ??? Harga gas yang disinggung oleh Pak Yanto adalah real. Sekarang di US harga gas berkisar antara $1.90-2.50/mmbtu untuk tahun 2012 turun dari tahun harga $12/mmbtu tahun 2008. US kebanjiran gas. Presiden Obama merencanakan penggunaan gas untuk transpor bus antar kota besar dalam kurun waktu dua tahun kedepan. Pak Yanto juga menanyakan bagaiman efek ke pasaran Indonesia. Karena gas adalah commodity dunia dan bisa diangkut dengan LNG, maka harga pasar internasional berlaku. Turunnya harga gas terutama adalah karena penemuan shale gas. Yang disebut unncoventional gas adalah CBM, tight gas, dan shale gas. Tight gas adalah konsep geologi lama, yaitu terdapat di antiklinal, sperti minyak. Sedangkan shale gas bisa terdapat dimana-man termasuk di sinklin, yaitu yang dulu disebut sebagai “dapurnya” atau batu induk/source rock. Ini merupakan revolusi dalam geologi (lih. slides). Karena terdapat di shale dengan permeabilitas milidarcy, maka gas tight sekali. Untuk mengeluarkan gas, shale perlu di-fracture dan pemboran horizontal dangan mengunakan coil tubing adalah yang efektif. Kombinasi revolusi dalam teknologi horizontal drilling, hydraullic fracturing, dan konsep geologi,menyebabkan produksi gas di US turun dari $12/mmbtu tahun 2008 menjadi sekitar $2-2.50/mmbtu tahun 2012. Karena harga gas turun demikian drastisnya, maka produsen LNG akan memasuki pasaran Asia yang sangat lucrative. Indonesia yang dulunya monopoli LNG di Pacific akan mendapat persaingan. Di US yang tadinya membangun degassing plant untuk menerima LNG import sekarang berlomba membangun LNG plant untuk ekspor. Alaska sekarang kelebihan gas karena harga gas murah sekali hingga untuk disalurkan ke continental US, perlu harga sekitar $2/mmbtu. Gas di continental US hanya $2.50. Jadi gas Alaska tidak laku dan direncanakan untuk membangun LNG untuk pasaran Jepang, Korea, and Jepang. British Columbia (BC) akan membangun LNG dari shale gas dan sudah dapat izin ekspor dengan tujuan pasaran Asia. Petronas akan membangun LNG di BC. Bahkan Lousiana akan dibangun beberapa LNG plant untuk ekspor. Sabine, Lousiana, akan ekspor LNG tiga tahun lagi dengan tujuan Asia dengan diperlebarnya Panama Canal. Ongkos angkut dari Lousiana ke Asia, paling-paling berbeda $1/mmbtu. Bahkan Sempra, pembeli LNG Tangguh, akan membangun LNG di Lousiana tanpa punya gas dan hanya akan memproses LNG dari gas siapa saja dengan harga $3,50/mmbtu. Australia akan membangun delapan pabrik LNG yang sudah disetujui Foreign Direct Investment (FDI). Ada 5 LNG plant dalam perencanaan dan 4 dalam ekspansi. Gas di Western Austrlia berupa associated gas, proven reserve 160 TCF dan dari CBM di Queensland 50 TCF. Bagaimana dengan Indonesia. Sebetulnya menyedihkan. Proven reserve Masela sekitar 6-14 TCF. Dongi hanya 1-3TCF. Persetujuan FID Masela paling cepat 2015. Artinya baru pada tahun 2015 kita mengetahui apakah Masela akan diproduksi atau tidak. Kita terlalu lama mengambil keputusan. Kita tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya. Sebetulnya waktu zaman Suharto peluang besar untuk produksi Exxon Natuna. Peluang tsb. telah hilang. Gas Natuna tidak akan bisa diproduksi lagi secara ekonomis dengan kompetisi yang demikian banyaknya. Mungkin ada baiknya kita simpan untuk anak cucu kita, yaitu 20-40 tahun lagi. Dengan impor gas LNG dari Bontang ke Jakarta lewat terminal degassing di teluk Jakarta, terjadi perubahan paradigma gas di Indonesia. LNG ke Jakarta harganya sekitar $11/mmbtu. Kita jual ke Taiwan, Korea, dan Jepang sekitar $16/mmbtu. Berarti kita secara terselubung melakukan subsidi gas sebesar $5/mmbtu. LNG dari Wiryagar dijual ke Fujian, China dan Korea sekitar $3.40/mmbtu. Ini berarti kita subsidi gas ke China dan Korea sebesar $12.60/mmbtu (16-3.40). Artinya LNG yang kita impor ke Jakarta maupun yang kita ekspor ke luar negeri, keduanya kita berikan subsidi terselubung. Artinya subsidi minyak akan terulang lagi. Minyak sudah mulai habis, dan kita sekarang melakukan subsidi gas yang relatip masih berlimpah. Apakah ini yang kita kehendaki? Beberapa minggu yang lalu produsen gas K3S di Jawa dan Sumatra senang karena Pemerintah menyetujui kenaikan harga gas sampai dua kali karena sudah beberapa tahun tidak dapat kenaikan. Harga baru berkisar antara $5-6/mmbtu. Pemerintah juga senang karena penambahan pendapatan Negara yang cukup significant. Pemerintah telah berani membayar harga LNG sampai $11/mmbtu ditambah regassing $1/mmbtu, atau gas pipa $12/mmbtu. Sebagai konsekwensi impor LNG dari Bontang, maka Pemerintah sebaiknya juga berani memberikan harga $12/mmbtu untuk delivery Jawa untuk penemuan gas baru. Dengan demikian ini akan mengiatkan eksplorasi pencarian gas termasuk CBM, tight gas, dan shale gas. Di geologi ada kaidah, kalau dicari pasti dapat. Dengan penemuan-penemuan gas baru, maka gas dari Bontang bisa dijual kembali ke Taiwan/Jepang/Korea dengan harga $16/mmbtu. Bersama ini saya sampaikan beberapa slides tentang Unconventional gas: eksplorasi, produksi, dan harga LNG pasaran Asia Pacific yang saya ambil dari kuliah S2 ITB. Moga-moga ketrerangan singkat ini berguna. Salam, HL Ong From:Mufarazi [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, May 16, 2012 10:02 AM To: <[email protected]> Subject: Re: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ??? Betul juga ya pak, dulu saya juga mengira seperti minyak, gas akan terpengaruh isu global, tapi ternyata di mid-east, gas berlimpah dari qatar dan Iran, tetap aja Oman meringis mencari yg mau jual gas gak dapat-dapat. Sampai2 tight gas production (horizontal + hydraulic fract) jadi ekonomis Razi 2708 On May 15, 2012, at 10:37 AM, rakhmadi avianto <[email protected]> wrote: Saya kira ngga Abah, karena gas itu melimpah di US, kalo di bawa rebet, jadi ngga mungkin ngaruh ke pasaran di luar US. >Contoh gas dari Rusia bisa di pipa ke Eropa, maka harganya bagus > >Demikian Abah, gimana kemarin apa bagus maen Golfnya > >Avi >2012/5/15 Yanto R. Sumantri <[email protected]> >Rekan anggota IAGI > >Katanya harga narural gas di USA sudah berada dibawah kisran US 2.00 per MBtu, >apakah ini akan berdampak kepada harga natural gas dunia ? >Sampai dimana hal ini akan berdampak pada harga gas domestik ? > >Mohon pecerahannya . Terima kasih. > >si Abah > -------------------------------------------------------------------------------- PP-IAGI 2011-2014: Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com -------------------------------------------------------------------------------- Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012. Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman abstrak 28 Februari 2012. -------------------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email to: [email protected] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id Pembayaran iuran anggota ditujukan ke: Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta No. Rek: 123 0085005314 Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Bank BCA KCP. Manara Mulia No. Rekening: 255-1088580 A/n: Shinta Damayanti IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi --------------------------------------------------------------------- DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or profits, arising out of or in connection with the use of any information posted on IAGI mailing list. ---------------------------------------------------------------------

