Oki

Memang BUMN dibikin beberapa tentunya supaya bisa berasing secara sehat , dan 
kalau bersaing dengan sehat maka akan lahir effesiensi , dan kwalitas produk 
yang tinggi.
Monopoli , dengan alasan apapun tidak disukai oleh liberalisme ,
Itu theori liberalisme yang positip , apa begitu yang terjadi , ya semoga.
BP Migas kan buka entity bisnis , jadi KPI-nya sesuai dengan perintah 
Pemerintah .

si Abah


________________________________
 From: Bandono Salim <[email protected]>
To: Iagi <[email protected]> 
Sent: Friday, May 18, 2012 4:27 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ???
 

Mas, selama pemerintah memikirkan kepentingan nasional, hal tersebut 
semewstinya tidak perlu terjadi. Persaingan atar bumn yang begerak dibidang 
energi kan akhirnya tidak melibatkan rAkyat sebagai pengguna, malah membebani 
mereka.
Trus kenapa menteri energi tidak ambil kebijakan mensinergikan (?) Penjualan 
minyak gas dan listrik dalam satu perusahaan saja?
Memang akan ramei, seperti halnya jaman minyak dulu, persaingan antara pertamin 
permina danll, disatukan jadi 
pertamina.
Yang dihulu biar begerak dihulu, yang dihilir kan paling banyak dapat 
untungnya, ini yang benar2 harus diatur. Gas minyak batubara untuk dalam negeri 
sebaiknya dibawah satu dirjen, murni tidak ambil keuntungan.
Penjualan dan pembelian ke dan dari luar dikelola saja sama kenmentrian 
perdagangan, sudah jelas jual beli kan?
Itu pikiran konyol saya, yang tidak faham ruwetnya memikirkan keuntungan untuk 
investor.
Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From:  o - musakti <[email protected]> 
Date: Thu, 17 May 2012 07:29:37 -0700 (PDT)
To: <[email protected]>
ReplyTo:  <[email protected]> 
Subject: RE: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ???

Terimakasih atas ulasannya, Pak Ong yang saya kagumi....

Kalau boleh mengajukan pertanyaan lanjutan, bagaimana pendapat pak Ong, atau 
teman-teman yang lain tentang tatakelola gas di Indonesia khususnya interaksi 
antara produser (BP Migas dan KPS2nya termasuk Pertamina), distributor/trader 
(PGN) dan konsumen (industri dalam negeri dan masyarakat).

Maksud saya at least dua dari dari tiga komponen diatas yaitu BPMigas atau 
KPSnya  dan PGN adalah milik negara, tetapi masing-masing entitas mempunyai KPI 
sendiri-sendiri hingga tentunya akan ada persaingan yang entah sehat atau tidak 
sehat diantara mereka.

Misalnya Pertamina menemukan cadangan gas baru di selat Madura. Apakah PGN akan 
'membiarkan' Pertamina membangun pipa sendiri ke surabaya atau gresik alias 
langsung mengakses konsumen atau apakah mereka akan memaksa Pertamina untuk 
menjual ke mereka ? 

Karena PGN juga adalah satu entitas yang mencari untung, tentunya dia ingin 
beli semurah dia bisa (5-6 US$ per MMBTU) dan menjual dengan harga setinggi 
mungkin (11-12 $ ?). Tentunya muncul pertanyaan, apakah spread keuntungan PGN 
yang 100% an itu wajar mengingat yang berkeringat paling banyak adalah produsen 
dengan segala resiko eksplorasinya dan konsumen yang memproduksi barang riil. 

Dari  kacamata PGN, tentu hal ini sah-sah saja karena KPI mereka terpenuhi, 
harga saham moncer dan pendapatan sebagai BUMN masuk ke kas negara. Tapi 
bukankah Pertamina kehilangan potensi keuntungan karena tidak bisa menjual 
produk gasnya dengan harga tinggi dan konsumen industri terkena getah karena 
biaya produksi meningkat karena harga gas tinggi....ujung-ujungnya berimbas 
pula ke penerimaan pajak negara dan ekonomi riil rakyat. Jadi ibarat terima 
banyak uang di kantong kiri, tapi hilang banyak uang di kantong kanan

Note: Berita Jakarta Pos hari ini, konsumen industri di Jawa Barat teriak 
gara-gara PGN menaikkan harga gas 50% secara tiba-tiba akibat harga beli mereka 
dari produser juga naik 
.... http://www.thejakartapost.com/news/2012/05/15/pgn-raises-gas-prices-almost-50-percent-west-java.html

Lantas saya baca berita lain yang yang menyebutkan bahwa PGN malah sekarang 
main di hilir dengan membeli satu KPS. Lha bukannya malah berpotensi conflict 
of interest nantiny...a ?

Tidakkah lebih baik kalau PGN dan Pertamina digabungkan saja supaya terjadi 
sinergy yang mantap dalam pengelolaan gas di tanah air? 

Eniwe  Ini hanya omongan punuk yang sok mikir negara......he he he

Salam
Oki
(Bangga pernah jadi anak didik pak Ong)




--- On Thu, 17/5/12, Ong Han Ling <[email protected]> wrote:


>From: Ong Han Ling <[email protected]>
>Subject: RE: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ???
>To: [email protected]
>Received: Thursday, 17 May, 2012, 1:26 AM
>
>
>Harga gas yang disinggung oleh Pak Yanto adalah real. Sekarang di US harga gas 
>berkisar antara $1.90-2.50/mmbtu untuk tahun 2012 turun dari tahun harga 
>$12/mmbtu tahun 2008. US kebanjiran gas. Presiden Obama merencanakan 
>penggunaan gas untuk transpor bus  antar kota besar dalam kurun waktu dua 
>tahun kedepan.  Pak Yanto juga menanyakan bagaiman efek ke pasaran Indonesia. 
>Karena gas adalah commodity dunia dan bisa diangkut dengan LNG, maka harga 
>pasar internasional berlaku. 
> 
>Turunnya harga gas terutama adalah karena penemuan shale gas. Yang disebut 
>unncoventional gas adalah  CBM, tight gas, dan shale gas. Tight gas adalah 
>konsep geologi lama, yaitu terdapat di antiklinal, sperti minyak. Sedangkan 
>shale gas bisa terdapat dimana-man termasuk di sinklin, yaitu yang dulu 
>disebut sebagai “dapurnya” atau batu induk/source rock. Ini merupakan revolusi 
>dalam geologi (lih. slides). Karena terdapat di shale dengan permeabilitas 
>milidarcy, maka gas tight sekali. Untuk mengeluarkan gas, shale perlu 
>di-fracture dan pemboran horizontal dangan mengunakan coil tubing adalah yang 
>efektif. Kombinasi revolusi dalam teknologi horizontal drilling, hydraullic 
>fracturing, dan konsep geologi,menyebabkan produksi gas di US turun dari 
>$12/mmbtu tahun 2008 menjadi sekitar $2-2.50/mmbtu tahun 2012. 
> 
>Karena harga gas turun demikian drastisnya, maka produsen LNG akan memasuki 
>pasaran Asia yang sangat lucrative. Indonesia yang dulunya monopoli LNG di 
>Pacific akan mendapat persaingan. Di US yang tadinya membangun degassing plant 
>untuk menerima LNG import sekarang berlomba membangun LNG plant untuk ekspor. 
>Alaska sekarang kelebihan gas karena harga gas murah sekali hingga untuk 
>disalurkan ke continental US, perlu harga sekitar $2/mmbtu. Gas di continental 
>US hanya $2.50. Jadi gas Alaska tidak laku dan direncanakan untuk membangun 
>LNG untuk pasaran Jepang, Korea, and Jepang. British Columbia (BC) akan 
>membangun LNG dari shale gas dan sudah dapat izin ekspor dengan tujuan pasaran 
>Asia. Petronas akan membangun LNG di BC.  Bahkan Lousiana akan dibangun 
>beberapa LNG plant untuk ekspor. Sabine, Lousiana, akan ekspor LNG tiga tahun 
>lagi dengan tujuan Asia dengan diperlebarnya Panama Canal. Ongkos angkut dari 
>Lousiana ke Asia, paling-paling berbeda $1/mmbtu.
 Bahkan Sempra, pembeli LNG Tangguh, akan membangun LNG di Lousiana tanpa punya 
gas dan hanya akan memproses LNG dari gas siapa saja dengan harga $3,50/mmbtu. 
> 
>Australia akan membangun delapan pabrik LNG yang sudah disetujui Foreign 
>Direct Investment (FDI). Ada 5 LNG plant dalam perencanaan dan 4 dalam 
>ekspansi.  Gas di Western Austrlia berupa associated gas, proven reserve 160 
>TCF dan dari CBM di Queensland 50 TCF.  
> 
>Bagaimana dengan Indonesia. Sebetulnya menyedihkan. Proven reserve Masela 
>sekitar 6-14 TCF. Dongi hanya 1-3TCF. Persetujuan FID Masela paling cepat 
>2015. Artinya baru pada tahun 2015 kita mengetahui apakah Masela akan 
>diproduksi atau tidak. Kita terlalu lama mengambil keputusan. Kita tidak 
>pernah belajar dari kesalahan sebelumnya. Sebetulnya waktu zaman Suharto 
>peluang besar untuk produksi Exxon Natuna. Peluang tsb. telah hilang. Gas 
>Natuna tidak akan bisa diproduksi lagi secara ekonomis dengan kompetisi yang 
>demikian banyaknya. Mungkin ada baiknya kita simpan untuk anak cucu kita, 
>yaitu 20-40 tahun lagi. 
> 
>Dengan impor gas LNG dari Bontang ke Jakarta lewat terminal degassing di teluk 
>Jakarta, terjadi perubahan paradigma gas di Indonesia. LNG ke Jakarta harganya 
>sekitar $11/mmbtu. Kita jual ke Taiwan, Korea, dan Jepang sekitar $16/mmbtu. 
>Berarti kita secara terselubung melakukan subsidi gas sebesar $5/mmbtu. LNG 
>dari Wiryagar dijual ke Fujian, China dan Korea sekitar $3.40/mmbtu. Ini 
>berarti kita subsidi gas ke China dan Korea sebesar $12.60/mmbtu (16-3.40). 
>Artinya LNG yang kita impor ke Jakarta maupun yang kita ekspor ke luar negeri, 
>keduanya kita berikan subsidi terselubung. Artinya subsidi minyak akan 
>terulang lagi. Minyak sudah mulai habis, dan kita sekarang melakukan subsidi 
>gas yang relatip masih berlimpah. Apakah ini yang kita kehendaki?  
> 
>Beberapa minggu yang lalu produsen gas K3S di Jawa dan Sumatra senang karena 
>Pemerintah menyetujui kenaikan harga gas sampai dua kali karena sudah beberapa 
>tahun tidak  dapat kenaikan. Harga baru berkisar antara $5-6/mmbtu. Pemerintah 
>juga senang karena penambahan pendapatan Negara yang cukup significant. 
> 
>Pemerintah telah berani membayar harga LNG sampai $11/mmbtu ditambah regassing 
>$1/mmbtu, atau gas pipa $12/mmbtu. Sebagai konsekwensi impor LNG dari Bontang, 
>maka Pemerintah sebaiknya juga berani memberikan harga $12/mmbtu untuk 
>delivery Jawa untuk penemuan gas baru. Dengan demikian ini akan mengiatkan 
>eksplorasi pencarian gas termasuk CBM, tight gas, dan shale gas. Di geologi 
>ada kaidah, kalau dicari pasti dapat. Dengan penemuan-penemuan gas baru, maka 
>gas dari Bontang bisa dijual kembali ke Taiwan/Jepang/Korea dengan harga 
>$16/mmbtu.
> 
>Bersama ini saya sampaikan beberapa slides tentang Unconventional gas:  
>eksplorasi, produksi, dan harga LNG pasaran Asia Pacific yang saya ambil dari 
>kuliah S2 ITB.
> 
>Moga-moga ketrerangan singkat ini berguna.
> 
>Salam,
> 
>HL Ong   
>  
> 
>From:Mufarazi [mailto:[email protected]] 
>Sent: Wednesday, May 16, 2012 10:02 AM
>To: <[email protected]>
>Subject: Re: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ???
> 
>Betul juga ya pak, dulu saya juga mengira seperti minyak, gas akan terpengaruh 
>isu global, tapi ternyata di mid-east, gas berlimpah dari qatar dan Iran, 
>tetap aja Oman meringis mencari yg mau jual gas gak dapat-dapat. Sampai2 tight 
>gas production (horizontal + hydraulic fract) jadi ekonomis
>
>Razi 
>2708
>
>On May 15, 2012, at 10:37 AM, rakhmadi avianto <[email protected]> 
>wrote:
>Saya kira ngga Abah, karena gas itu melimpah di US, kalo di bawa rebet, jadi 
>ngga mungkin ngaruh ke pasaran di luar US.
>>Contoh gas dari Rusia bisa di pipa ke Eropa, maka harganya bagus
>>
>>Demikian Abah, gimana kemarin apa bagus maen Golfnya
>>
>>Avi
>>2012/5/15 Yanto R. Sumantri <[email protected]>
>>Rekan anggota IAGI
>> 
>>Katanya harga narural gas di USA sudah berada dibawah kisran US 2.00 per MBtu,
>>apakah ini akan berdampak kepada harga natural gas dunia ?
>>Sampai dimana hal ini akan berdampak pada harga gas domestik ?
>> 
>>Mohon pecerahannya . Terima kasih.
>> 
>>si Abah
>> 
>--------------------------------------------------------------------------------
>PP-IAGI 2011-2014:
>Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
>Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
>--------------------------------------------------------------------------------
>Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
>Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman
 abstrak 28 Februari 2012.
>--------------------------------------------------------------------------------
>To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
>To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
>For topics not directly related to Geology, users are advised to post the 
>email to: [email protected]
>Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
>Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
>Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
>No. Rek: 123 0085005314
>Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
>Bank BCA KCP. Manara Mulia
>No. Rekening: 255-1088580
>A/n: Shinta Damayanti
>IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
>IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
>---------------------------------------------------------------------
>DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
>its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
>its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
>damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data 
>or profits, arising out of or in connection with the use of any information 
>posted on IAGI mailing list.
>--------------------------------------------------------------------- 

Kirim email ke