Mas, selama pemerintah memikirkan kepentingan nasional, hal tersebut 
semewstinya tidak perlu terjadi. Persaingan atar bumn yang begerak dibidang 
energi kan akhirnya tidak melibatkan rAkyat sebagai pengguna, malah membebani 
mereka.
Trus kenapa menteri energi tidak ambil kebijakan mensinergikan (?) Penjualan 
minyak gas dan listrik dalam satu perusahaan saja?
Memang akan ramei, seperti halnya jaman minyak dulu, persaingan antara pertamin 
permina danll, disatukan jadi 
pertamina.
Yang dihulu biar begerak dihulu, yang dihilir kan paling banyak dapat 
untungnya, ini yang benar2 harus diatur. Gas minyak batubara untuk dalam negeri 
sebaiknya dibawah satu dirjen, murni tidak ambil keuntungan.
Penjualan dan pembelian ke dan dari luar dikelola saja sama kenmentrian 
perdagangan, sudah jelas jual beli kan?
Itu pikiran konyol saya, yang tidak faham ruwetnya memikirkan keuntungan untuk 
investor.
Salam.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: o - musakti <[email protected]>
Date: Thu, 17 May 2012 07:29:37 
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ???
Terimakasih atas ulasannya, Pak Ong yang saya kagumi....
Kalau boleh mengajukan pertanyaan lanjutan, bagaimana pendapat pak Ong, atau 
teman-teman yang lain tentang tatakelola gas di Indonesia khususnya interaksi 
antara produser (BP Migas dan KPS2nya termasuk Pertamina), distributor/trader 
(PGN) dan konsumen (industri dalam negeri dan masyarakat).
Maksud saya at least dua dari dari tiga komponen diatas yaitu BPMigas atau 
KPSnya  dan PGN adalah milik negara, tetapi masing-masing entitas mempunyai KPI 
sendiri-sendiri hingga tentunya akan ada persaingan yang entah sehat atau tidak 
sehat diantara mereka.
Misalnya Pertamina menemukan cadangan gas baru di selat Madura. Apakah PGN akan 
'membiarkan' Pertamina membangun pipa sendiri ke surabaya atau gresik alias 
langsung mengakses konsumen atau apakah mereka akan memaksa Pertamina untuk 
menjual ke mereka ? 
Karena PGN juga adalah satu entitas yang mencari untung, tentunya dia ingin 
beli semurah dia bisa (5-6 US$ per MMBTU) dan menjual dengan harga setinggi 
mungkin (11-12 $ ?). Tentunya muncul pertanyaan, apakah spread keuntungan PGN 
yang 100% an itu wajar mengingat yang berkeringat paling banyak adalah produsen 
dengan segala resiko eksplorasinya dan konsumen yang memproduksi barang riil. 
Dari  kacamata PGN, tentu hal ini sah-sah saja karena KPI mereka terpenuhi, 
harga saham moncer dan pendapatan sebagai BUMN masuk ke kas negara. Tapi 
bukankah Pertamina kehilangan potensi keuntungan karena tidak bisa menjual 
produk gasnya dengan harga tinggi dan konsumen industri terkena getah karena 
biaya produksi meningkat karena harga gas tinggi....ujung-ujungnya berimbas 
pula ke penerimaan pajak negara dan ekonomi riil rakyat. Jadi ibarat terima 
banyak uang di kantong kiri, tapi hilang banyak uang di kantong kanan
Note: Berita Jakarta Pos hari ini, konsumen industri di Jawa Barat teriak 
gara-gara PGN menaikkan harga gas 50% secara tiba-tiba akibat harga beli mereka 
dari produser juga naik 
.... http://www.thejakartapost.com/news/2012/05/15/pgn-raises-gas-prices-almost-50-percent-west-java.html
Lantas saya baca berita lain yang yang menyebutkan bahwa PGN malah sekarang 
main di hilir dengan membeli satu KPS. Lha bukannya malah berpotensi conflict 
of interest nantiny...a ?
Tidakkah lebih baik kalau PGN dan Pertamina digabungkan saja supaya terjadi 
sinergy yang mantap dalam pengelolaan gas di tanah air? 
Eniwe  Ini hanya omongan punuk yang sok mikir negara......he he he
SalamOki(Bangga pernah jadi anak didik pak Ong)



--- On Thu, 17/5/12, Ong Han Ling <[email protected]> wrote:

From: Ong Han Ling <[email protected]>
Subject: RE: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ???
To: [email protected]
Received: Thursday, 17 May, 2012, 1:26 AM

Harga gas yang disinggung oleh Pak Yanto adalah real. Sekarang di US harga gas 
berkisar antara $1.90-2.50/mmbtu untuk tahun 2012 turun dari tahun harga 
$12/mmbtu tahun 2008. US kebanjiran gas. Presiden Obama merencanakan penggunaan 
gas untuk transpor bus  antar kota besar dalam kurun waktu dua tahun kedepan.  
Pak Yanto juga menanyakan bagaiman efek ke pasaran Indonesia. Karena gas adalah 
commodity dunia dan bisa diangkut dengan LNG, maka harga pasar internasional 
berlaku.   Turunnya harga gas terutama adalah karena penemuan shale gas. Yang 
disebut unncoventional gas adalah  CBM, tight gas, dan shale gas. Tight gas 
adalah konsep geologi lama, yaitu terdapat di antiklinal, sperti minyak. 
Sedangkan shale gas bisa terdapat dimana-man termasuk di sinklin, yaitu yang 
dulu disebut sebagai “dapurnya” atau batu induk/source rock. Ini merupakan 
revolusi dalam geologi (lih. slides). Karena terdapat di shale dengan 
permeabilitas milidarcy, maka gas tight
 sekali. Untuk mengeluarkan gas, shale perlu di-fracture dan pemboran 
horizontal dangan mengunakan coil tubing adalah yang efektif. Kombinasi 
revolusi dalam teknologi horizontal drilling, hydraullic fracturing, dan konsep 
geologi,menyebabkan produksi gas di US turun dari $12/mmbtu tahun 2008 menjadi 
sekitar $2-2.50/mmbtu tahun 2012.   Karena harga gas turun demikian drastisnya, 
maka produsen LNG akan memasuki pasaran Asia yang sangat lucrative. Indonesia 
yang dulunya monopoli LNG di Pacific akan mendapat persaingan. Di US yang 
tadinya membangun degassing plant untuk menerima LNG import sekarang berlomba 
membangun LNG plant untuk ekspor. Alaska sekarang kelebihan gas karena harga 
gas murah sekali hingga untuk disalurkan ke continental US, perlu harga sekitar 
$2/mmbtu. Gas di continental US hanya $2.50. Jadi gas Alaska tidak laku dan 
direncanakan untuk membangun LNG untuk pasaran Jepang, Korea, and Jepang. 
British Columbia (BC) akan membangun LNG dari
 shale gas dan sudah dapat izin ekspor dengan tujuan pasaran Asia. Petronas 
akan membangun LNG di BC.  Bahkan Lousiana akan dibangun beberapa LNG plant 
untuk ekspor. Sabine, Lousiana, akan ekspor LNG tiga tahun lagi dengan tujuan 
Asia dengan diperlebarnya Panama Canal. Ongkos angkut dari Lousiana ke Asia, 
paling-paling berbeda $1/mmbtu. Bahkan Sempra, pembeli LNG Tangguh, akan 
membangun LNG di Lousiana tanpa punya gas dan hanya akan memproses LNG dari gas 
siapa saja dengan harga $3,50/mmbtu.   Australia akan membangun delapan pabrik 
LNG yang sudah disetujui Foreign Direct Investment (FDI). Ada 5 LNG plant dalam 
perencanaan dan 4 dalam ekspansi.  Gas di Western Austrlia berupa associated 
gas, proven reserve 160 TCF dan dari CBM di Queensland 50 TCF.    Bagaimana 
dengan Indonesia. Sebetulnya menyedihkan. Proven reserve Masela sekitar 6-14 
TCF. Dongi hanya 1-3TCF. Persetujuan FID Masela paling cepat 2015. Artinya baru 
pada tahun 2015 kita mengetahui
 apakah Masela akan diproduksi atau tidak. Kita terlalu lama mengambil 
keputusan. Kita tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya. Sebetulnya 
waktu zaman Suharto peluang besar untuk produksi Exxon Natuna. Peluang tsb. 
telah hilang. Gas Natuna tidak akan bisa diproduksi lagi secara ekonomis dengan 
kompetisi yang demikian banyaknya. Mungkin ada baiknya kita simpan untuk anak 
cucu kita, yaitu 20-40 tahun lagi.   Dengan impor gas LNG dari Bontang ke 
Jakarta lewat terminal degassing di teluk Jakarta, terjadi perubahan paradigma 
gas di Indonesia. LNG ke Jakarta harganya sekitar $11/mmbtu. Kita jual ke 
Taiwan, Korea, dan Jepang sekitar $16/mmbtu. Berarti kita secara terselubung 
melakukan subsidi gas sebesar $5/mmbtu. LNG dari Wiryagar dijual ke Fujian, 
China dan Korea sekitar $3.40/mmbtu. Ini berarti kita subsidi gas ke China dan 
Korea sebesar $12.60/mmbtu (16-3.40). Artinya LNG yang kita impor ke Jakarta 
maupun yang kita ekspor ke luar negeri, keduanya
 kita berikan subsidi terselubung. Artinya subsidi minyak akan terulang lagi. 
Minyak sudah mulai habis, dan kita sekarang melakukan subsidi gas yang relatip 
masih berlimpah. Apakah ini yang kita kehendaki?    Beberapa minggu yang lalu 
produsen gas K3S di Jawa dan Sumatra senang karena Pemerintah menyetujui 
kenaikan harga gas sampai dua kali karena sudah beberapa tahun tidak  dapat 
kenaikan. Harga baru berkisar antara $5-6/mmbtu. Pemerintah juga senang karena 
penambahan pendapatan Negara yang cukup significant.   Pemerintah telah berani 
membayar harga LNG sampai $11/mmbtu ditambah regassing $1/mmbtu, atau gas pipa 
$12/mmbtu. Sebagai konsekwensi impor LNG dari Bontang, maka Pemerintah 
sebaiknya juga berani memberikan harga $12/mmbtu untuk delivery Jawa untuk 
penemuan gas baru. Dengan demikian ini akan mengiatkan eksplorasi pencarian gas 
termasuk CBM, tight gas, dan shale gas. Di geologi ada kaidah, kalau dicari 
pasti dapat. Dengan penemuan-penemuan gas
 baru, maka gas dari Bontang bisa dijual kembali ke Taiwan/Jepang/Korea dengan 
harga $16/mmbtu.  Bersama ini saya sampaikan beberapa slides tentang 
Unconventional gas:  eksplorasi, produksi, dan harga LNG pasaran Asia Pacific 
yang saya ambil dari kuliah S2 ITB.  Moga-moga ketrerangan singkat ini berguna. 
 Salam,  HL Ong       From: Mufarazi [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, May 16, 2012 10:02 AM
To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] HARGA GAS !!! tURUN ???  Betul juga ya pak, dulu saya 
juga mengira seperti minyak, gas akan terpengaruh isu global, tapi ternyata di 
mid-east, gas berlimpah dari qatar dan Iran, tetap aja Oman meringis mencari yg 
mau jual gas gak dapat-dapat. Sampai2 tight gas production (horizontal + 
hydraulic fract) jadi ekonomis

Razi 2708
On May 15, 2012, at 10:37 AM, rakhmadi avianto <[email protected]> 
wrote:Saya kira ngga Abah, karena gas itu melimpah di US, kalo di bawa rebet, 
jadi ngga mungkin ngaruh ke pasaran di luar US.
Contoh gas dari Rusia bisa di pipa ke Eropa, maka harganya bagus

Demikian Abah, gimana kemarin apa bagus maen Golfnya

Avi2012/5/15 Yanto R. Sumantri <[email protected]>Rekan anggota IAGI  Katanya 
harga narural gas di USA sudah berada dibawah kisran US 2.00 per MBtu,apakah 
ini akan berdampak kepada harga natural gas dunia ?Sampai dimana hal ini akan 
berdampak pada harga gas domestik ?  Mohon pecerahannya . Terima kasih.  si 
Abah  
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke