Dalam perhitungan cadangan u/Lead atau Prospek, kalau ada rujukan 1 sumur/field 
discovery di sekitarnya atau dlm blok tsb, maka sangat wajar Sw yg dipakai 
adalah Sw yg berasal dr discovery field/sumur tsb. Tetapi kalau sumur2 
sekitarnya dryhole maka Sw yg dipakai adlh Sw asumsi bhw Lead/Prospek tsb 
berisi minyak/gas, dan itu berarti MAX 65% u/minyak dan 70% u/gas!!! Nah, 
porositasnya bisalah dipakai dr dryhole2 atau wet zone sumur2 sekitarnya.... 

Kalau kita sdh menyatakan suatu closure menjadi Lead atau Prospek, ya aneh dong 
kalo kita kasi harga Sw-nya 80% dan bahkan sampai 100%!!! Artinya kita gak 
menganggap itu sbg Lead, tapi sbg closure yg berisi air. Kalau membayangkan 
/mengharapkan / mengusulkan -  suatu closure menjadi Lead ya harus pasang Sw yg 
hidrokarbon (65%). Kalo kita gak nganggep ada hidrokarbonnya ya jangan 
dinamakan closure tsb Lead atau Prospek, tapi blendukan isi banyu saja kalo 
begitu,.... hehehe :-) !!!

Nah, demikian juga dalam menimbang-nimbang potensi sumberdaya migas kita di 
luar daerah / cekungan yg sdh berproduksi. Kalau attitude kita sebagai 
explorasionist - geologist sudah diwarnai dg pesimisme dan blm2 sdh bilang: 
"potensi migas kita tdk sebesar negara2 tetangga", "apa iya kita akan dptkan 
migas di cekungan2 frontier yg blm dieksplorasi", "resiko eksplorasi tinggi, 
jadi kita serahkan saja pd org2 asing yg brani ambil resiko u/eksplorasi 
daerah2 unknown kita", dsb dsb yg kesemuanya menunjukkan pesimisme, sikap 
negatif, kemalasan dan ketidak-percayaan diri, ...mana mungkin kita akan 
dapatkan cadangan2 baru? Nope!!

Makanya, jangan pernah menyerah dan menyeratuspersenkan saturasi air sblm 
benar2 kita bor dan uji sumberdaya2 migas indonesia kita!!!!

ADB 2012
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke