Ok suwun, hef a nais wikli miting.

os

Sent from my iPhone



On Aug 29, 2012, at 10:02 AM, "[email protected]" 
<[email protected]> wrote:

> Dalam perhitungan cadangan u/Lead atau Prospek, kalau ada rujukan 1 
> sumur/field discovery di sekitarnya atau dlm blok tsb, maka sangat wajar Sw 
> yg dipakai adalah Sw yg berasal dr discovery field/sumur tsb. Tetapi kalau 
> sumur2 sekitarnya dryhole maka Sw yg dipakai adlh Sw asumsi bhw Lead/Prospek 
> tsb berisi minyak/gas, dan itu berarti MAX 65% u/minyak dan 70% u/gas!!! Nah, 
> porositasnya bisalah dipakai dr dryhole2 atau wet zone sumur2 sekitarnya.... 
> 
> Kalau kita sdh menyatakan suatu closure menjadi Lead atau Prospek, ya aneh 
> dong kalo kita kasi harga Sw-nya 80% dan bahkan sampai 100%!!! Artinya kita 
> gak menganggap itu sbg Lead, tapi sbg closure yg berisi air. Kalau 
> membayangkan /mengharapkan / mengusulkan -  suatu closure menjadi Lead ya 
> harus pasang Sw yg hidrokarbon (65%). Kalo kita gak nganggep ada 
> hidrokarbonnya ya jangan dinamakan closure tsb Lead atau Prospek, tapi 
> blendukan isi banyu saja kalo begitu,.... hehehe :-) !!!
> 
> Nah, demikian juga dalam menimbang-nimbang potensi sumberdaya migas kita di 
> luar daerah / cekungan yg sdh berproduksi. Kalau attitude kita sebagai 
> explorasionist - geologist sudah diwarnai dg pesimisme dan blm2 sdh bilang: 
> "potensi migas kita tdk sebesar negara2 tetangga", "apa iya kita akan dptkan 
> migas di cekungan2 frontier yg blm dieksplorasi", "resiko eksplorasi tinggi, 
> jadi kita serahkan saja pd org2 asing yg brani ambil resiko u/eksplorasi 
> daerah2 unknown kita", dsb dsb yg kesemuanya menunjukkan pesimisme, sikap 
> negatif, kemalasan dan ketidak-percayaan diri, ...mana mungkin kita akan 
> dapatkan cadangan2 baru? Nope!!
> 
> Makanya, jangan pernah menyerah dan menyeratuspersenkan saturasi air sblm 
> benar2 kita bor dan uji sumberdaya2 migas indonesia kita!!!!
> 
> ADB 2012
> Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke