Kalau diubah menjadi pertanyaan sederhana.
Ketika mempunyai prospect dengan sebuah antiklin sederhana (fourway dip
closure), dan perlu menghitung perkiraan resources-nya. Nah, BERAPA WATER
SATURATION yang dipakai utk estimasi ?

Saya kira kita juga ngerti bahwa dari log, dari model dan dari data
statistik lapangan sekitar semua memiliki keunikan. Tetapi yang
di-challenge Pak Andang sepertinya yang diatas itu. cmiiw.

RDP

2012/8/29 Gantok Subiyantoro <[email protected]>

> Setuju cak, lek durung di test, durung di log, yoo gak iso dihitung Sw ne.
> Closure hanya bisa dideteksi dari seismik, sedangkan untuk menghitung
> lead/prospek perlu data Sw. Harus hati-hati, jarak 100 meter saja sw bisa
> berubah. Sw sangat dipengaruhi oleh banyak parameter, misalnya litologinya,
> elektrical property (a, m, n), porosity (effective atau total), Rw, Rsh,
> Vsh dan Rt. (sampiyan luwih ngerti lah). Parameter dari exploratory well
> biasanya merujuk dari lapangan terdekat dengan asumsi formasi/fasiesnya
> sama. Nah disini letak kisruhnya, yang kenyataannya asumsi tersebut 80%
> bisa meleset. Oleh karena itu closure tadi setelah di bor sangat perlu di
> test, di log, kalau perlu diambil core, terus di SCAL. Dari log dan/atau
> core kita akan tahu apa itu isi dari closure.
>
> Salam,
> Gantok
>
>   ------------------------------
> *From:* "[email protected]" <[email protected]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, August 29, 2012 10:01 AM
> *Subject:* [iagi-net-l] SATURASI AIR (SW) DI LEAD & PROSPEKMU: OPTIMISME
> ADLH ESENSI EKSPLORASI !!
>
> Dalam perhitungan cadangan u/Lead atau Prospek, kalau ada rujukan 1
> sumur/field discovery di sekitarnya atau dlm blok tsb, maka sangat wajar Sw
> yg dipakai adalah Sw yg berasal dr discovery field/sumur tsb. Tetapi kalau
> sumur2 sekitarnya dryhole maka Sw yg dipakai adlh Sw asumsi bhw
> Lead/Prospek tsb berisi minyak/gas, dan itu berarti MAX 65% u/minyak dan
> 70% u/gas!!! Nah, porositasnya bisalah dipakai dr dryhole2 atau wet zone
> sumur2 sekitarnya....
>
> Kalau kita sdh menyatakan suatu closure menjadi Lead atau Prospek, ya aneh
> dong kalo kita kasi harga Sw-nya 80% dan bahkan sampai 100%!!! Artinya kita
> gak menganggap itu sbg Lead, tapi sbg closure yg berisi air. Kalau
> membayangkan /mengharapkan / mengusulkan -  suatu closure menjadi Lead ya
> harus pasang Sw yg hidrokarbon (65%). Kalo kita gak nganggep ada
> hidrokarbonnya ya jangan dinamakan closure tsb Lead atau Prospek, tapi
> blendukan isi banyu saja kalo begitu,.... hehehe :-) !!!
>
> Nah, demikian juga dalam menimbang-nimbang potensi sumberdaya migas kita
> di luar daerah / cekungan yg sdh berproduksi. Kalau attitude kita sebagai
> explorasionist - geologist sudah diwarnai dg pesimisme dan blm2 sdh bilang:
> "potensi migas kita tdk sebesar negara2 tetangga", "apa iya kita akan
> dptkan migas di cekungan2 frontier yg blm dieksplorasi", "resiko eksplorasi
> tinggi, jadi kita serahkan saja pd org2 asing yg brani ambil resiko
> u/eksplorasi daerah2 unknown kita", dsb dsb yg kesemuanya menunjukkan
> pesimisme, sikap negatif, kemalasan dan ketidak-percayaan diri, ...mana
> mungkin kita akan dapatkan cadangan2 baru? Nope!!
>
> Makanya, jangan pernah menyerah dan menyeratuspersenkan saturasi air sblm
> benar2 kita bor dan uji sumberdaya2 migas indonesia kita!!!!
>
> ADB 2012
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
>


-- 
*"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"*

Kirim email ke