Cak Rus , kalau Pejuang itu Tidak mengharapkan imbalan apapun termasuk gaji,
jadi tidak perlu digaji tetap bekerja . , , . { Selama kita menerima
imbalan/gaji krn pekerjaan itu rasanya kok sulit dikatakan sbg pejuang }
ini semuanya semata karena untung rugi spt bisnis biasa . . . . Kalau ada
risk/ rugi iku ya konsekwensi dari bisnis tsb . . . ,. . he. He. He. He.
Jadi semuanya taat saja dg aturan main yg ada { dlm hal ini
UU,PP,Permen,Kontrak }
Semauanya akan mudah kok, dan ini mestinya sdh disadari ketika mau masuk
Ism
NPA 892
Sent by Liamsi's Mobile Phone
-----Original Message-----
From: "Ruskamto" <[email protected]>
Date: Sun, 4 Nov 2012 23:36:30
To: <[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
Cak Noor,
Lha secara management dan kepemilikan PSC itu kan 90% dikuasai Negara ! bahkan
anggota yang berjuang menghasilkan minyak indonesia dan setor 90% split ke
negara dianggap kurang merah putih, bahkan sungkan berkomentar. Kacian deh !!
RUS
-----Original Message-----
From: noor syarifuddin <[email protected]>
Date: Sun, 4 Nov 2012 14:50:03
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
ha ha ha serba salah memang ya....
gak ngapain-ngapain dibilang menyandera investasi.... kalau aktif dibilang aji
mumpung....:-)
ya memang begitu nasib investor di mana-mana: waktu belum masuk, malah
dibujuk-bujuk pakai karpet merah supaya mau masuk.... sudah mau berakhir, ya
cuman kelihatan salahnya saja sekarang....
salam,
________________________________
From: Franciscus B Sinartio <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]>
Sent: Monday, November 5, 2012 2:52 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
Ada cerita dulu di suatu negara di afrika, setelah tahu mau habis kontrak maka
operator menggenjot habis2an produksi.
alhasil water cut bisa dari 60 % menjadi 90 % dalam waktu 2 tahun atau 3
tahun ya?
alasan nya waktu itu untuk memperlihatkan ke pemerintah kesungguhan mereka dan
kompetensi mereka dalam mengelola blok itu.
selain itu banyak percobaan teknologi dilakukan di block itu.
tentu saja penghasilan operator melonjak juga dalam 3 tahun terakhir.
dan ada blessed in disguised, karena operator barunya yang perusahaan swasta
lokal tidak bisa (atau tidak mau?) menyediakan cash flow untuk operation maka
banyak lapangan yang di tutup.
dan untungnya setelah ditutup cukup lama produksi bisa normal lagi dan water
cut turun lagi sekitar 70 an persen.
fbs
________________________________
From: Bandono Salim <[email protected]>
To: Iagi <[email protected]>
Sent: Sunday, November 4, 2012 1:06 AM
Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
Wah dasar rakus, jontrak selesai masih mau produksi. Nggak ngerti deh.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: [email protected]
Date: Sun, 4 Nov 2012 04:35:03 +0000
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
Kamis, 1 November 2012 18:36:18
Total E&P janji pertahankan produksi blok Mahakam
Reporter : Saugy Riyandi
Total E&P Indonesie menjanjikan untuk mempertahankan produksi minyak dan gas
bumi Blok Mahakam, Kalimantan Timur sampai habis masa kontrak blok tersebut
habis pada 31 Desember 2017.
Juru Bicara Total, Kristanto Hartadi mengklaim, pihaknya tidak membiarkan
produksi Mahakam terus tergerus. "Kami sangat komit untuk mempertahankan
produksi yang ada sekarang baik sampai 2017 maupun setelah 2017," katanya yang
ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Kamis (01/11).
Menurut Kris, pihaknya terus melakukan investasi untuk mempertahankan produksi
Mahakam yang saat ini berada pada fase penurunan. Data Badan Pelaksana Kegiatan
Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyebutkan,
produksi minyak Total sampai akhir tahun 2012 akan mencapai 66.400 barel per
hari dan gas 1,9 miliar kaki kubik per hari (BSCFD). Produksi tersebut
mengalami penurunan dibandingkan 2011 yakni 2,3 BSCFD dan 64 ribu barel minyak
per hari.
Vice President Human Resources, General Service, and Audit Corporate
Communication Total E&P Indonesie, Arividya Noviyanto menambahkan, pihaknya
telah menyiapkan investasi USD 17,3 miliar yang terdiri dari USD 12,4 miliar
untuk kebutuhan pada periode 2012-2017 dan USD 4,9 miliar setelah 2017.
"Total investasi yang telah dikeluarkan mencapai USD 25 miliar dan untuk 2012
direncanakan USD 2,5 miliar," katanya.
Dia menyebutkan, saat ini Total sudah mengebor 100 sumur per tahun, membangun
enam fasilitas produksi baru selama 2012-2013, dan mengadakan 10.000 sumur
intervensi per tahun. Menurutnya, Mahakam sudah melewati masa puncaknya pada
2005-2010 dan kini produksi terus menurun sejak
2011.
"Mahakam sudah memberikan penerimaan bersih untuk negara sebesar USD 77
miliar," jelasnya.
Seperti diketahui, sejak berproduksi 1974 sampai akhir 2011, cadangan Mahakam
sudah terproduksikan 75 persen atau sekitar total 15,4 triliun kaki kubik (TCF)
dan 1.386 juta barel minyak dan kondensat. Total memperkirakan sisa gas Mahakam
sebesar 5,8 TCF yang terdiri dari 3,77 TCF sebelum 2018 dan 2,03 TCF setelah
2018, serta 52,2 juta minyak.
Kontrak gas Mahakam antara lain ke Jepang sebanyak 25 juta ton per tahun selama
10 tahun (2011-2020) dan domestik 11,75 juta ton per tahun selama 12 tahun
(2012-2024).
(mdk/noe)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: Rovicky Dwi Putrohari <[email protected]>
Date: Sun, 4 Nov 2012 09:38:44 +0700
To: [email protected]<[email protected]>
ReplyTo: <[email protected]>
Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
On Sunday, November 4, 2012, Ismail wrote:
Cerita masih bersambung terus sampai paska 2014 , belum lagi faktor senayan yg
juga tentunya akan meramaikannya,
>
>Dalam perjanjian kontrak rumah biasanya ada klausul kalau mau diperpanjang
>atau tidak diperpanjang harus ditentukan/diberitahulan sekian bulan sebelum
>masa kontraknya habis, jadi ada ancang ancangnya apakah mau diperpanjang atau
>tidak agar ada kepastian dalam jangka waktu tertentu seb kontrak habis , misal
>5 tahun sebelum kontrak habis harus sdh ada keputusan diperpanjang atau tidak
Yang harus diketahui dan harus diingat-ingat adalah. Kontrak PSC, TIDAK
menyebutkan perpanjangan kontrak tetapi justru ada klaisul kapan habisnya masa
kontrak, termination. Kalau kedua pihak komit dengan kontrak sebagai le
specialle, harusnya ini dijalankan dulu. Kontrak HABIS masanya setelah 30 tahun
TITIK. Kalau kontrak sudah diperpanjang sebelum kontrak habis artinya
pemerintah dan kontraktor tidak komitted menjalakan kontrak dengan benar.
Justru nanti kalau kontrak belum habis kok sudah diperpanjang kita bisa
mengajukan ke MK bahwa perpanjangan ini tidak sesuai konstitusi.
Jadi semestinya jangan ikutan ngentho-entho memperpanjang kontrak, sejak dini.
Yang perlu dipikirkan justru akan adanya penurunan produksi akibat "pergantian"
pengelola. Ini harus disadari dan diantisipasi. "Nakhoda baru, kapal oleng" itu
peribahasa sejak SD harus disadari dan diantisipasi bagaimana menghadapinya.
Salam
Rdp
>
>
>
>
>Sent by Liamsi's Mobile Phone
>________________________________
>
>From: [email protected]
>Date: Sat, 3 Nov 2012 23:33:29 +0000
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: <[email protected]>
>Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
>Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
>
>
>Sebetulnya membaca koran dengan 3 pernyataan wamen ESDM, gak tahu mana yang
>benar:
>Pertama, diberitakan pernyataan Wamen ESDM, kira2 meragukan profesionalisme
>Pertamina untuk mengelola blok Mahakam. Langsung ingatan kita tertuju blok
>Cepu, yang dulu ada teman Pertamina mengatakan "Pertamina tak mampu mengelola
>blok Cepu", tentu pernyataan ini ada maksudnya. Ternyata blok Cepu operatornya
>MCL (Mobil Cepu Limited). Mayoritas orang menggujat kawan Pertamina yg bikin
>pernyataan. Similarity dengan Cepu, untuk Mahakam yg ada di detik.com, wamen
>dihujat banyak orang. Jangan2 blok Mahakam nanti diperpanjang dan Pertamina
>masuk sebagai parties yg non-majority.
>Kedua, diberitakan "Wamen ESDM, pengelolaan blok Mahakam diprioritaskan untuk
>Pertamina 51-70%. Similar dengan Cepu, mungkin komposisi parties Mahakam (51%
>Pertamina + 49% Total & Inpex), kemudian masing2 kasih 5% ke BUMD (46%
>Pertamina + 44% Total & Inpex + 10% BUMD) mirip Cepu (45% Pertamina + 45 % MCL
>& Ampolex + 10% BUMD).
>Ketiga, diberitakan menurut Wamen ESDM, kontrak (PSC) blok Mahakam tidak akan
>diperpanjang dan akan diberikan ke Pertamina tanpa tender dengan split yang
>lebih baik pemerintah.
>Jangan2 nanti komposisi parties di Mahakam 80% Pertamina + 20% Total & Inpex
>(diberitakan kalau diberikan ke Pertamina, Pertamina akan spin off 20%). Kalau
>model ini, Pertamina jadi rinso untuk yg 20%, karena ini bukan pemerintah yg
>membawa/memberikan kepada non-pertamina 20%. Komposisinya mirip di WMO (West
>Madura Offshore) saat ini, Pertamina 80% + Kodeco Energy 20%.
>
>Terlepas dari mana yang benar dari pernyataan2 tersebut, ketiganya sudah ada
>condition precedence-nya, jadi bukan barang baru kalau ada salah satu yang
>akan terjadi di blok Mahakam. Ya kita masih me-raba2 mana pernyataan Wamen yg
>benar dan mana yang akan terjadi.
>Pernyataan pertama (detik.com) berwarna merah-putih-biru, pernyataan ketiga
>(kompas, 3 nov) berwarna merah-putih (birunya gha'ib), dan pernyataan kedua
>(media indonesia, 23 okt) warnanya cenderung merah-putih-biru.
>Apakah akan ada pernyataan keempat ? Mari bertanya kepada rumput yang mulai
>subur jelang musim hujan.
>
>
>Sent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>________________________________
>
>From: "Muharram Jaya Panguriseng" <[email protected]>
>Date: Sat, 3 Nov 2012 22:31:22 +0000
>To: Iagi-net<[email protected]>
>ReplyTo: <[email protected]>
>Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
>Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
>
>Kelihatannya bakal menggunakan model pengelolaan Blok Cepu nih, Pertamina
>dapat porsi pembagian kuenya tetapi operatornya Mobil Cepu.
>
>"Model Blok Cepu vs Model ONWJ sebagai pilihan pengelolaan Blok Mahakam
>setelah kembali ke Pemerintah RI" adalah tema baru yang menarik didiskusikan.
>Yang harus diwaspadai kalau tiba-tiba ada yang muncul dalam acara talk show di
>TV dan mengatakan "kami belum sanggup mengelolanya sendiri" sama seperti
>ketika Blok Cepu dulu menghangat.
>
>Salam,
>MJP
>
>
>Di Blok Cepu,
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>________________________________
>
>From: o - musakti <[email protected]>
>Date: Sat, 3 Nov 2012 07:53:54 -0700 (PDT)
>To: <[email protected]>
>ReplyTo: <[email protected]>
>Subject: Re: [iagi-net-l] Rudi Rubiandini: Pemerintah Tidak Akan Memperpanjang
>Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam
>
>
>Jadi tidak ada garansi bahwa Pertamina bakal mendapat sole operatorship blok
>ini, gitu ya cak Noor ?
>
>
>(Yang disebut 'Porsi besar' itu kan bisa multitafsir....)
>
>
>Lam-salam
>O'
>
>---
--
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"