Berikut sy copas dari bapak Ismail Al Anshori- Majalah Energi di milis EnergyNusantara: Saat itu pemerintahan Megawati mau tidak mau harus tunduk pada IMF, yaitu menandatangani LoI yg sebagian besar berisi ttg liberalisasi berbagai sektor. Kenapa harus tandatangan? Karena Indonesia sudah terlanjur setuju untuk berhutang.
Program yang dijalankan oleh IMF saat itu adalah Structural Adjustment Program (SAP), yang mengatur bahwa negara harus menganut 3 mantra: liberalisasi, privatisasi, dan deregulasi. Diantaranya adalah liberalisasi pendidikan, liberalisasi kesehatan, liberalisasi pertambangan, liberalisasi perdagangan, privatisasi BUMN (ingat penjualan Indosat dan Telkomsel kan?), dll. Selain SAP, juga ada Economic Recovery Program. Kedua program ini didiktekan oleh IMF kpd Indonesia. Tentunya berbagai keinginan IMF ini mesti diundang2kan, seperti UU Migas itu kan dibikin pakai dana Usaid. Nah disini IMF pastinya membutuhkan agen2 yg berasal dr dalam negeri. Boediono dan Sri Mulyani merupakan ujung tombak IMF saat itu (bisa dicek di internet apa jabatan kedua orang ini saat itu). Kisah ini bukan teori konspirasi. Kalau membaca buku2 tentang pembangunan di negara berkembang, yg bercerita mengenai pergolakan hegemoni Barat di Indonesia, banyak disebutkan bahwa negara2 Barat sudah lama membujuk Pak Harto untuk liberalisasi. Namun Pak Harto ngga mau. Hingga akhirnya ada momen Krismon 98 (yg didesain oleh Soros dkk), Pak Harto jatuh, dan IMF bisa mendapatkan pengaruhnya. Intinya, usaha liberalisasi di Indonesia ini sudah berlangsung lama (sejak 1970an), dan berlangsung secara sistematis. Bisa dilihat kembali bagaimana pertemuan Ibnu Sutowo dan berbagai MNC d Swiss pada awal masa Orba untuk membagi2 kue bernama "Indonesia", di mana saat itu diantaranya disepakati Freeport mendapatkan Papua dan Alcoa mendapatkan bauksit d Sulawesi. Nah, fase bagi2 kue "Indonesia" bareng Ibu Sutowo tsb adalah fase pertama dari liberalisasi SDA di Indonesia, dengan UU Migas menjadi puncak dr proses ini. Mudah2an berguna Salam, EA Sent from my iPad

